Mempertanggungjawabkan Perkataan

  • Whatsapp

Ayat Bacaan : Matius pasal 13 ayat 33 sampai 37

Kerangka Khotbah :

Punya kemampuan berbicara di depan banyak orang, seperti di dalam forum, rapat, seminar, kelas, dan sebagainya, adalah sesuatu yang sangat membanggakan, karena tidak semua orang cakap melakukannya. Tetapi, jika seseorang berbicara sembarangan di hadapan banyak orang dan tak mampu mengekang lidahnya, apalagi yang terucap adalah perkataan yang kotor, ini justru sangat berbahaya dan bisa menimbulkan masalah besar.

Berhati-hatilah! Firman Tuhan mengatakan, ”Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.” (Matius pasal 12 ayat 36). Rasul Paulus juga memperingatkan orang percaya, ”Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus pasal 4 ayat 29). 

Perkataan kotor dan sia-sia adalah perkataan yang jahat dan buruk, yang dapat menjadi penyulut api, yang dapat membakar, melukai dan menghanguskan apa pun yang ada di sekitarnya. Sadar atau tidak, ada banyak kata sia-sia yang seringkali meluncur begitu saja dari mulut kita, tanpa kita peduli dengan keadaan orang lain. 

Yang termasuk dalam kategori perkataan kotor: 

  1. Fitnah. Yaitu perkataan yang tidak didasari kebenaran yang dengan sengaja disebarkan dengan maksud untuk menjelek-jelekkan, merusak atau menghancurkan nama baik seseorang. 
  2. Gosip. Yaitu pergunjingan atau obrolan negatif tentang orang lain, yang belum tentu kebenarannya. 
  3. Hujatan. Yaitu ucapan yang mencaci, mencela, atau ujaran kebencian. 
  4. Makian. Yaitu kata-kata kasar yang diucapkan seseorang karena tersulut oleh amarah yang meledak-ledak, dan sebagainya!

Di hari-hari ini dosa yang paling banyak dilakukan oleh banyak orang adalah dosa perkataan. Seorang percaya tak sepantasnya mengucapkan perkataan kotor dan sia-sia!

Adalah mutlak untuk selalu mengucapkan perkataan yang benar dan positif! Hal ini perlu latihan dan disiplin tinggi agar kita dapat mengontrol dan menundukkan satu bagian dari tubuh kita yang dapat mempengaruhi seluruh kehidupan kita, yaitu lidah. 

Karena itu, Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; 1 Petrus pasal 4 ayat 11a

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 comments