Tuhan Prioritas Utama

Ayat Bacaan : Keluaran Pasal 36 Ayat 1 sampai 7

Renungan :

Demi kelancaran pembangunan Bait Suci, orang-orang Israel dengan rela hati membawa persembahan secara sukarela kepada Musa.  Persembahan tersebut mereka bawa kepada Musa tiap-tiap pagi.  Mereka melakukan hal itu bukan karena terpaksa atau dipaksa oleh pihak lain, tapi benar-benar karena dorongan dari hati yang terdalam, sebagaimana yang Musa sampaikan:  “Ambillah bagi TUHAN persembahan khusus dari barang kepunyaanmu; setiap orang yang terdorong hatinya harus membawanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN: emas, perak, tembaga,”  (Keluaran pasal 35 ayat 5).

     Kata keterangan  ‘tiap-tiap pagi’  (ayat nas)  menunjukkan bahwa mereka menempatkan kepentingan Tuhan  (perkara rohani)  sebagai prioritas yang utama sebelum mereka mengerjakan pekerjaan lain pada hari itu.  Mereka tidak memberikan persembahan kepada Tuhan dari sisa-sisa berkat yang telah diterimanya, yang setelah dipotong untuk kebutuhan ini dan itu barulah dibawa kepada Musa untuk dipersembahkan, tapi benar-benar persembahan yang terbaik.  Persembahan yang berkenan kepada Tuhan dan menyenangkan hati-Nya adalah persembahan yang didasari kerelaan hati dan kasih kepada Tuhan.  “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”  (Amsal pasal 3 ayat 9 sampai 10).

     Bila semua orang percaya menempatkan Tuhan sebagai prioritas hidupnya, sehingga mereka dengan rela hati mau berkorban waktu, tenaga, pikiran, dan bahkan materi untuk mendukung pekerjaan-Nya, maka bukan hanya Injil Kristus yang semakin diberitakan secara luas di muka bumi ini, hamba-hamba Tuhan pun dapat mengerjakan panggilan-Nya bekerja di ladang-Nya secara optimal.

Setiap orang memprioritaskan Tuhan di segala aspek kehidupannya akan memperoleh berkat yang berkelimpahan,  “Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”  Lukas pasal 6 ayat 38b

Related posts