Suka Menunda Waktu

  • Whatsapp

Ayat Bacaan:  Amsal 22:1-16

“Si pemalas berkata: ‘Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan.’”  Amsal 22:13

Read More

Suka menunda-nunda belajar atau mengerjakan PR (pekerjaan rumah) seringkali menjadi kebiasaan anak-anak yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa.  Akibatnya ketika ujian tiba mereka kelabakan, mencari pinjaman catatan kesana-kemari dan belajar dengan SKS  (sistem kebut semalam).  Hasilnya pasti berbeda dengan siswa yang belajar tekun, tanpa menunda-nunda waktu.  Ada banyak karyawan yang juga masih suka menunda-nunda mengerjakan tugasnya, apalagi jika pimpinan tidak di tempat mereka lebih memilih berleha-leha daripada sesegera mungkin merampungkan pekerjaannya.  Seringkali alasannya adalah sangat klasik:  capai, mengantuk dan sebagainya.

Sesungguhnya orang yang memiliki kebiasaan menunda-nunda waktu dalam mengerjakan segala sesuatu adalah bukti bahwa ia adalah seorang pemalas.  Fakta membuktikan bahwa seorang pemalas selalu punya kiat jitu untuk berdalih atau mengemukakan 1001 alasan seperti ayat nas di atas.  Sungguh,  “Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia,”  (Amsal 13:4), dan karena ia tidak langsung bertindak, maka  “Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.”  (Amsal 26:14).  Kebiasaan menunda-nunda waktu jika terus dipelihara akan sangat merugikan diri si pelaku karena ia tidak akan pernah maju dan makin jauh tertinggal dari rekan-rekannya.  Sampai kapan kita akan seperti itu?  Menunggu sampai kita terpuruk dan gagal?  Berubahlah mulai dari sekarang,  “…waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.”  (2 Korintus 6:2).

Untuk mengerjakan kehendak Tuhan dan segala hal yang ada di dunia ini diperlukan kesungguhan dan kerja keras, bukan tindakan yang ala kadarnya.  Yosua tidak sabar melihat orang Israel yang suka menunda-nunda waktu,  “Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?”  (Yosua 18:3).

Hidup adalah kesempatan yang Tuhan berikan, dan apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan masa depan kita!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments