Kasih Karunia Allah

  • Whatsapp

Ayat Bacaan : Efesus 3:1-13

Renungan :

Read More

Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Itulah pernyataan iman dan keyakinan Paulus. Paulus tidak hanya sekadar berbicara, namun Ia mengalami bagaimana Injil itu kekuatan Allah. Injil itu telah mengubah hidupnya. Bahkan, Allah melibatkannya untuk memberitakan Injil tersebut. Paulus merasa tidak layak karena ia sadar dirinya terlalu hina untuk dipakai Tuhan sebagai pemberita rahasia agung yang disingkapkan itu (ayat 8 sampai 9).

Rahasia itu adalah janji Allah mengenai keselamatan-Nya dalam Yesus Kristus bagi orang Yahudi maupun non Yahudi agar menjadi umat yang baru bagi diri-Nya. Allah menghendaki rahasia besar yang sudah tersimpan berabad-abad ini diberitakan dan disingkapkan kepada manusia sampai ke ujung bumi. Allah menghendaki semua orang beroleh keberanian dan jalan masuk kepada-Nya melalui jalan iman.

Dalam kasih karunia Allah, setiap orang beroleh kekuatan untuk melakukan kehendak-Nya. Persoalan yang dihadapi tidak lagi membuat orang percaya menjadi tawar hati, sebab Allah bermaksud memakai itu untuk menjadi alat kemuliaan dalam hidup iman. Allah tidak pernah sedikit pun meninggalkan orang percaya. Persoalannya, apakah setiap orang menghayati dan mengakui bahwa memberitakan Injil adalah kasih karunia Allah, sehingga dengan kasih yang tulus mau memberi dirinya dipakai Tuhan.

Kita diingatkan bahwa hidup ini adalah kesempatan untuk memberitakan Injil yang adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Paulus menggunakan waktu yang tersisa dalam hidupnya untuk memberitakan Kristus seluas-luasnya. Banyak tokoh iman lainnya yang memberi diri memberitakan kasih karunia ini. Mereka dipakai luar biasa oleh Tuhan dan diingat oleh gereja-Nya selamanya. Apakah yang kita lakukan untuk mengisi waktu yang tersisa ini? Pakailah waktu yang singkat untuk kekekalan, yaitu untuk memberitakan kasih karunia Allah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 comments