Iman Yang Hidup

Man running fast to jump over precipice between two mountains. Concepts of determination, business, challenge, success, risk etc.

Ayat Bacaan : Matius Pasal 8 ayat 5 sampai 13

Renungan :

Read More

Hari-hari ini dunia mengalami goncangan dan masa-masa kekelaman, tetapi justru saat dunia mengalami kekelaman gereja harus bangkit dan bersinar. Apapun proses yang terjadi pada kita hari-hari ini, ingatlah benih Firman yang ada di dalam diri kita adalah hidup. Saat ada Firman di dalam hidup kita, kita akan melupakan kehidupan lama kita dan hidup kita akan semakin serupa dengan Yesus. Gereja adalah tempat kita menikmati kehadiran yang spesial dari Tuhan. Di dalam gereja ada berkat-berkat spesial yang Tuhan berikan untuk setiap kita.Kita punya iman di dalam Yesus Kristus. Saat kita percaya kepada Yesus kita akan memiliki kehidupan kekal itu.  “Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.” Matius 8:13. Saat perwira itu berjumpa dengan Yesus, Tuhan mengubah masalahnya menjadi kemenangan. Perwira itu bukan orang Israel, tetapi ia memiliki iman yang jauh lebih besar dibandingkan dengan orang Israel. Bagaimana kita bisa mengalami Mujizat di tengah-tengah masalah, beban hidup serta pergumulan hidup kita:

1.       Sikap Hati, Walaupun perwira ini adalah seseorang yang punya kedudukan dan kekuasaan, ia peduli akan bawahannya yang sakit. Untuk mengalami mujizat dalam hidup kita, kita harus memiliki sikap hati yang benar. Perwira ini merendahkan diri dan datang kepada Yesus. Hati yang penuh belas kasihan akan bawahannya dan percaya bahwa saat ia datang kepada Yesus mujizat akan terjadi. “Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Matius 8:5-8. Perwira ini memiliki sikap hati yang benar dan memiliki iman yang besar kepada Tuhan Yesus. Yang menjadi bahan perenungan buat setiap kita adalah apakah kita memiliki hati yang penuh belas kasihan melihat keadaan sekitar kita seperti perwira ini dan sudahkah kita beriman saat kita datang kepada Yesus maka mujizat akan terjadi? Bapa kita punya hati yang penuh dengan belas kasihan kepada setiap kita, demikian juga hidup kita biarlah setiap kita memiliki hati yang penuh belas kasihan terhadap sekitar dan beriman sepenuhnya kepada Tuhan.Iblis datang untuk mencuri sesuatu yang berharga di hati kita. Biarlah hati ini kita isi dengan hal-hal yang baik dan berkenan. Jangan masukan sampah dalam kotak perhiasan, begitu juga di dalam hati kita. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 4:23. Jagalah hati kita dan miliki sikap hati yang benar agar setiap kita mengalami mujizat dalam hidup kita. Jangan biarkan iblis mencuri sesuatu yang berharga di dalam hati kita dan berilah penyembahan yang terbaik dalam hati kita kepada Tuhan.

2.       Otoritas Firman. “Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.” Matius 8:9-10. Ini adalah prinsip sebuah kerajaan. Setiap perkataan raja yang keluar adalah hukum dan undang-undang yang berlaku dalam suatu kerajaan.  Perwira ini mengetahui prinsip kerajaan dengan baik, ia percaya dan beriman setiap perkataan yang keluar dari mulut Yesus mempunyai kuasa. Setujulah dengan Tuhan maka kerajaan Allah akan turun dan kita rasakan di bumi. Terus hiduplah dalam Firman dan percaya akan otoritas Firman. Karena Firman Tuhan memiliki kuasa dalam kehidupan kita. Firman menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada. Firman juga membuat setiap kita berhasil dalam kehidupan kita. Hiduplah dalam Firman dan renungkanlah Firman Tuhan siang dan malam. “Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.” 1 Timotius 6:14-15. Kita adalah raja-raja di dalam kerajaan yang memiliki Raja yaitu Tuhan Yesus. Dalam Kerajaan kita harus memiliki pola hidup kerajaan. “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Amsal 18:21. Hidup dan mati kita dikuasai oleh lidah. Jagalah perkataan kita dan biarlah Firman yang penuh otoritas keluar dari perbendaharaan lidah kita. Taburlah perkataan yang baik maka kita akan menuai hal yang baik pula. 

3.       Warisan Rohani
“Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,” Matius 8:11. Saat perwira ini memiliki sikap hati yang penuh dengan belas kasihan dan beriman bahwa setiap Firman yang dikatakan Yesus memiliki otoritas, Tuhan heran dengan iman perwira ini dan ada warisan rohani yang Tuhan beri untuk perwira ini. Apapun yang kita kerjakan untuk Tuhan dalam hidup kita, tidak ada yang sia-sia karena itu semua akan menjadi warisan rohani kepada generasi kita. Apa yang kita lakukan hari ini adalah warisan untuk generasi di masa depan. Jangan takut akan apapun karena ada janji Tuhan yang Ia beri buat setiap kita. “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” Efesus 2:19-22. Persekutuan orang benar adalah rumah Allah. Saat kita meninggikan Tuhan maka kita akan melihat Tuhan dan Tuhan akan memberikan kepuasan dan kelegaan dalam hidup kita.

Related posts