Dusta Manusia vs Janji Allah

  • Whatsapp

Ayat Bacaan : Mazmur pasal 12

Renungan :

Andaikata semua orang di dunia ini diberi tawaran untuk membawa alat pendeteksi kebohongan ke mana saja mereka pergi, kira-kira berapa banyak orang yang bersedia melakukannya? Mungkin hanya sedikit orang yang bersedia. Mengapa? Di era “pasca-kebenaran” ini, kita hidup di tengah angkatan yang tidak lagi berdasarkan fakta dan kebenaran, melainan berdasarkan emosi dan keinginan subyektif. Kita menemukan banyak orang yang tidak bisa dipercaya. Dibutuhkan meterai, surat perjanjian, bahkan sumpah untuk menunjukkan bahwa seseorang dapat dipercaya.

Sebenarnya, keadaan hari ini bukanlah sesuatu yang baru. Pada masa lampau, Daud sudah mengeluhkan bahwa telah lenyap orang yang saleh dan orang yang setia (pasal 12 ayat 2). Umat Allah justru dikelilingi oleh angkatan yang jahat yang berkata dusta satu sama lain, penuh dengan bibir manis dan hati yang bercabang (pasal 12 ayat 3). Tidak hanya itu, umat Allah juga dikelilingi oleh orang-orang yang memakai  lidah mereka untuk bercakap besar atau pongah (pasal 12 ayat 4) serta yang perkataannya menjatuhkan, mengambil keuntungan, serta menindas orang yang miskin dan lemah (pasal 12 ayat 5 sampai 6a).

Orang yang berada dalam situasi seperti itu pasti akan frustrasi. Apa yang seharusnya kita lakukan? Kita perlu bercermin dari kehidupan Daud yang mengarahkan pandangannya kepada Allah. Ia meminta agar Allah menolong umat-Nya. Daud mengontraskan perkataan manusia yang penuh dusta dengan janji Allah yang murni bagaikan perak yang teruji dan sempurna (digambarkan dengan tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan tanah, pasal 12 ayat 7). Manusia sering tidak dapat menepati perkataannya. Sebaliknya, Allah selalu menepati janji-Nya. Itulah sebabnya, umat Allah dapat mengalami kelegaan di dalam janji Allah karena Allah senantiasa menjaga umat-Nya terhadap angkatan yang jahat di sekeliling mereka (pasal 12 ayat 8).

Saat ini, apakah Anda sedang merasa frustrasi karena tidak ada orang yang dapat dipercaya? Pandanglah pada Allah! Walaupun dusta mengelilingi kita, kita tahu bahwa kita dapat memercayai Allah dan berpegang pada janji-Nya, sekalipun kita sedang berada di tengah himpitan hidup. Imanlah yang dapat menolong kita untuk melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh mata. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 comments

    1. Puji Tuhan. Perkongsian yg berisikan berkat dari kebenaran firman-Nya. Terima kasih pa. Tuhan Yesus memberkati. Shalom!