Ayat Bacaan: Mazmur pasal 126 ayat 1 sampai 6
Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai .Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Kerangka Khotbah:
Tiga hal indah nampak dalam Mazmur pasal 126 ayat 1 sampai 6. Ini yang harus mewarnai kehidupan orang Kristen. Pertama, “Pujian” (ayat 1 sampai 3), kedua, “doa dan permintaan” (ayat 4), dan ketiga, “pelayanan dalam menuai” (ayat 5dan 6). Perhatikanlah tiga hal tersebut dalam kehidupan Anda.
- Pujian dan ucapan syukur kepada Allah (ayat 1sampai 3)
– Karena dosa kita telah diampuni (Mazmur pasal 103 ayat 1 sampai 3)
– Segala berkat yang telah kita terima (Mazmur pasal 67 ayat 1 sampai 2)
– Janji-janji berkat yang telah menanti kita (Yesaya pasal 33 ayat 3 dan Matius pasal 6 ayat 33)
– Allah melakukan perkara-perkara yang besar melalui kita (Mazmur pasal 126 ayat 3)
- Doa dan Permintaan (ayat 4)
– Hanya dengan meminta kita menerima (Matius pasal 7 ayat 7)
– Tidak ada sesuatu yang menghalangi doa kecuali dosa (Yesaya pasal 59 ayat 1)
– Doa tidak terikat oleh tempat, waktu dan metode (cara)
- Semangat didalam pelayanan Tuhan
– Mengapa kita menabur dengan airmata?
*Airmata karena nasib orang-orang yang terhilang (Ibrani pasal 9 ayat 27)
*Airmata karena singkatnya waktu (Wahyu pasal 3 ayat 11)
*Air mata karena beban jiwa (Lukas pasal 19 ayat 42)
– Kalau yang kita tabur adalah Firman Tuhan
*Firman menciptakan (Yehezkiel pasal 12 ayat 25)
*Firman merubah (1 Petrus pasal 1 ayat 23)
*Firman kekal (1 Petrus pasal 1 ayat 25)






