3K (Kepekaan, Ketaatan, Komunitas)

  • Whatsapp

Ayat Bacaan: Lukas pasal 1 ayat 37 dan Matius pasal 2 ayat 10 sampai 15

Kerangka Khotbah :

PENDAHULUAN

Yesus Kristus adalah penyataan Allah yang sempurna. Sebab Dia bukan Allah yang jauh nun di sana, tetapi Allah yang tinggal bersama-sama kita. Allah memberi kasih karunia bagi keterlibatan Maria. Ia juga memberi kehormatan kepada Yusuf.

Butuh 3 (tiga) hal untuk sukses mengerjakan rencana Allah yang besar tersebut:

  1. Kepekaan
  2. Ketaatan
  3. Kerjasama dalam komunitas

Jika kita memiliki 3 hal tersebut maka mata kita akan dicelikan bahwa benar bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Mari kita melihat 3K tersebut dalam diri Yusuf.

  1. KEPEKAAN

Dimulai sejak Yusuf harus bersedia menerima Yesus.

  1. Menyadari Firman itu bagi dirinya

Yesaya pasal 7 ayat 14 “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”

Proses untuk bisa menyadari bahwa Firman itu bagi dirinya tidaklah mudah. Beberapa hal terjadi untuk bisa sampai pada fase bahwa firman Tuhan itu bagi dirinya, antara lain:

– Salah paham

– Curiga

– Memasang jarak (diam)

– Nyaris memutuskan hubungan

Di titik ini Yusuf kehilangan “pintu informasi”. Tidak ada yang bisa diandalkan untuk memberi petunjuk. Hanya satu jalan “pasrah”.

Untuk memiliki kepekaan sering Allah membawa kita pada situasi seperti ini. Sebab Allah hendak intervensi dalam kehidupan Yusuf. Intervensi Allah terlalu penting bagi kehidupan kita. Sebab hal itu menentukan hidup kita bukan saja hari ini tetapi sampai kekekalan.

  1. Rela kehilangan “pintu informasi”

Matius pasal 1 ayat 19 “Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.”

Pintu informasi itu bisa jadi orang-orang yang kita andalkan. Bisa juga imajinasi kita, rencana-rencana kita, mimpi dan cita-cita kita. Pokoknya semua yang membuat batin dan mental kita “sibuk”. Sepertinya keadaan kita stuck. Saat seperti itu Allah mulai berbisik lembut. Saat seperti itu sepertinya kita”siap mendengar” informasi dari Allah.

  1. Roh Yusuf diaktivasi

Matius pasal 1 ayat 20 sampai 23

Cara mengaktivasi roh kita sehingga kita memiliki kepekaan mendengar suara Tuhan seringkali melalui situasi “stuck” lalu Allah menstimulasi dengan cara yang lembut.

Mengapa Yusuf harus melalui mimpi? Mengapa tidak seperti Maria langsung melihat malaikat? Sebab Yusuf adalah suami Maria. Ia kepala keluarga. Butuh insting yang peka untuk melindungi keluarga. Mimpi adalah stimulus kecil untuk mengaktivasi kepekaan Yusuf.

Ketika kita mencintai firman, Allah akan mengirim stimulus-stimulus untuk melatih kepekaan rohani kita.

  1. KETAATAN

Kepekaan tidak ada gunanya jika kita tidak menindaklanjuti dengan langkah konkrit dalam ketaatan. Yusuf memiliki kepekaan yang ditindaklanjuti dengan ketaatan maka selanjutnya  sering bertemu malaikat itu biasa.

Ketaatan Yusuf terbukti:

  1. Ia mau mengambil Maria sebagai istrinya.

Matius pasal 1 ayat 24 “Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.”

Ini bukan keputusan yang mudah. Ini melibatkan ego seorang laki-laki. Sangat menggangu kenyamanannya.

  1. Ia menyucikan diri

Matius pasal 1 ayat 25 “tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.”

Tidak mudah bagi laki-laki untuk melakukan hal tersebut.

  1. Ketaatan tampak dalam tindakan yang wajar

Lukas pasal 2 ayat 4 “Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, — karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud –“

Waktunya harus mengikuti aturan sensus ya ikuti saja.

  1. Tampak dalam ibadah

Lukas pasal 2 ayat 22 sampai 24

22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,

23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,

24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

  1. Tampak dalam keadaan genting

Matius pasal 2 ayat 19 sampai 22

19 Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya:

20 “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati.”

21 Lalu Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel.

22 Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea.

Mengapa harus ke Mesir?

Mesir menyimpan ingatan yang buruk bagi bayi-bayi Israel? Bukankah Mesir adalah negeri dimana Israel menjadi budak?

  1. Sebagai ujian iman bagi Yusuf dan Maria

Kalau Yesus Anak Allah bukankah terlalu mudah untuk menghancurkan Herodes. Tetapi lewat perintah untuk pergi ke Mesir adalah cara Allah menguji ketaatan Yusuf.

  1. Hukum subtitusi

Yesus harus pergi dari Kanaan duniawi ke Mesir supaya kita yang tinggal dalam dunia masuk Kanaan surgawi.

  1. Pelajaran prophetik

Roma pasal 11 ayat 11 sampai 12

11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.

12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.

Orang-orang Yahudi menolak Yesus itulah sebabnya anugerah keselamatan itu bagi bangsa-bangsa kafir.

  1. KOMUNITAS

Gereja adalah komunitas yang diciptakan dan dibangun oleh Allah sendiri.

  1. Yang memanggil Allah sendiri
  2. Pusatnya Yesus Kristus
  3. Yang dihimpun berbagai suku dan strata
  4. Mereka rela memberikan apapun untuk kepentingan Yesus
  5. Mereka menikmati sukacita dalam hadirat Yesus
  6. Mereka saling menopang
  7. Mereka kaya dalam pengalaman berjalan bersama Tuhan.

Begitu Yusuf memiliki kepekaan maka ia mulai hidup dalam ketaatan. Saat berjalan dalam ketaatan Allah memperbesar kapasitas bukan hanya pribadi tetapi juga kapasitas komunitas.

Komunitas Yusuf bukan hanya terdiri dari Maria dan bayi Yesus. Lebih besar lagi  ditambahkan sejumlah kumpulan para gembala. Dan ditambahkan lagi kumpulan para majus.

Komunitas tersebut memberikan topangan dan perlindungan untuk bertumbuh sehingga Yusuf sukses melaksanakan misi yang Allah percayakan kepadanya.

Sumber : Pdt. Edi Zakaria (pdt.edizakaria@gmail.com)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 comments

  1. Sangat bermanfaat untuk kita pelajari sebagai orang kristen dan mau memaknai 3K dalam kehidupan kita sehari-hari.. Tuhan Yesus Memberkai. GBU

  2. Puji Tuhan
    terima kasih buat firman-nya yg bgtu sangat membantu untuk dimengerti kehendak Allah