3 Sebab Penderitaan

Ayat Bacaan : 1 Petrus pasal 4 ayat 12

Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

Kerangka Khotbah :

Penderitaan berasal dari kata “derita” yang merupakan kata bentukan dari kata “dhira” dalam bahasa Sansekerta yang artinya “menahan atau menanggung”.  Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat berupa penderitaan lahir, atau jasmani dan penderitaan batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia atau manusia. Dari intensitasnya, penderitaan dapat dibedakan menjadi penderitaan berat dan ringan. Namun juga unsur manusianya dapat menentukan berat atau tidaknya penderitaan. Satu masalah yang sama bagi si A bisa saja adalah penderitaan yang ringan, tapi bagi si B bisa jadi itu penderitaan yang berat.

Ada tiga sebab mengapa kita menderita:

pertamaKita menderita disebabkan karena berbuat salah.
1 Petrus pasal 3 ayat 17 ” Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat:. Jelas sekali apabila ada ada yang mencuri kemudian tertangkap dan digebugin, ia akan mengalami penderitaan karena kesalahan yang ia lakukan ( 1 Petrus pasal 4 ayat 15).  Contoh ini begitu mudah kita pahami.  Dalam 1 Petrus pasal 2 ayat 20 juga disampaikan” Sebab dapatkan disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Apa yang harus kita lakukan ketika kita menyadari bahwa penderitaan ini adalah karena kita berbuat salah, tentu yang terbaik adalah kita instrospeksi diri dan berjanji untuk tidak mengulangi. Kita jadikan hal ini sebagai pelajaran berharga untuk langkah hidup selanjutnya.

Kedua, Kita menderita disebabkan karena berbuat benar. Seperti pada 1 Petrus pasal 3 ayat 17 tadi,  ternyata perbuatan baik dapat juga membuat kita menderita. Contohnya: Yusuf. Saat ia diajak berhubungan badan dengan isti Potifar, Yusuf dengan tegas menolaknya ( Kejadian pasal 39 ayat 12). Apakah dengan melakukan kebenaran ini tidak ada reaksi yang ia terima? oh, tidak, Sebab istri Potifar yang terlanjur malu karena keinginanya ditolak mentah-mentah oleh Yusuf, kemudian memfitnah dengan membuat laporan palsu dengan memutarbalikan fakta kepada suaminya. Akhirnya Yusuf harus mendeita perlakuan yang tidak adil. Ia harus mendekam dipenjara. Sebuah penderitaan sebagai akibat perbuatan  baik yang Yusuf lakukan.
Contoh lainnya adalah: Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Mereka menolak menyembah patung buatan Nebukadnezar. Ini adalah hal yang baik. Namun demikian mereka harus alami penderitaan dengan dilemparkan kedalam dapur perapian yang menyala-nyala. Tetapi puji Tuhan, Allah campur tangan. Mujizat Tuhan dinyatakan, dan mereka akhirnya dibebaskan ( Daniel pasal 3)

Ketika menghadapi penderitaan karena berbuat baik, jangan menyalahkan Tuhan. Tetap setia dan bertahan, sampai Tuhan menyatakan pertolongan. Percayalah, Allah akan menolong kita tepat pada waktunya.

Ketiga, Kita menderita karena sebab yang tidak kita ketahui dengan pasti.  ketika kita alami penderitaan, kita sudah menganalisa dan tetap belum juga menemukan jawaban apa penyebabnya, maka itu artinya Anda sedang mengalami penderitaan tanpa ada sebabnya. Hal ini seperti apa yang dialam Ayub yang tidak mengerti mengapa musibah menimpa dirinya? Sebenarnya Allah mengizinkan kita mengalami penderitaan sebagai alat bagi Tuhan untuk menjadikan kita lebih dewasa dalam Dia.  Bahkan Alkitab berkata bahwa Allah menguji kita dalam dapur api kesengsaraan, seperti yang dicatat dalam Yesaya  pasal 48 ayat 10 ” Sesungguhnya aku telah memurnikan engkau,namun bukan seperti perak. tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.
Kalau memang Tuhan mengijinkan kita melewati penderitaan,itu berarti kita tidak dapat menghidarinya. Sia-sia juga walaupun Anda berdoa ”  Tuhan bebaskan aku dari penderitaan ini”. Yang bisa kita ucapkan kepad Tuhan adalah ” Tuhan, berikan aku kekuatan melewati penderitaan ini dan sertai aku seperti janji-Mu”.  Tetaplah bersukacita dan bersyukur kepada-Nya.

Kalau Anda menderita, jangan heran. Cobalah Anda teliti kembali penyebab dari penderitaan Anda. Kalau itu karena kesalahan, bertobatlah dan Tuhan segera akan memulihkan Anda.  Apabila karena kebenaran dan sebab yang tidak Anda ketahui, bersukacitalah, sebab Tuhan berjanji akan menyertai kita.

“TIDAK ADA ALAT YANG PALING AMPUH UNTUK MENDEWASAKAN SESEORANG DIDALAM TUHAN KECUALI MELALUI PENDERITAAN”

Related posts