<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>renungan kehidupan kristen &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<atom:link href="https://drijie1.kokris.com/tag/renungan-kehidupan-kristen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<description>Memuridkan Untuk Memberkati</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jul 2024 22:10:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://drijie1.kokris.com/wp-content/uploads/2021/03/image-1-60x60.jpg</url>
	<title>renungan kehidupan kristen &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menjaga Nilai Kristen Yang Teguh</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/menjaga-nilai-kristen-yang-teguh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 22:10:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2024]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan khotbah kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2936</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Utama: &#8220;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Ayat Utama:</em> &#8220;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.&#8221; (Roma 12:2)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Kata-Kata Pembuka:</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hidup bersama Kristus adalah panggilan bagi setiap pengikut-Nya untuk mengalami sukacita yang sejati. Dalam persekutuan dengan Kristus, kita menemukan makna sejati dan sukacita yang melimpah dalam hidup kita. Mari kita renungkan betapa berharga dan menghiburnya hidup yang dijalani bersama-Nya, yang memenuhi setiap hari dengan sukacita dan penuh harapan. Dalam pelukan kasih-Nya, kita menemukan ketenangan yang tak tergoyahkan dan keberanian yang tak terbatas untuk menghadapi setiap tantangan. Marilah kita berbagi sukacita ini dengan dunia di sekitar kita, menjadi terang yang bersinar dalam kegelapan dan memancarkan sukacita Kristus kepada semua yang kita temui.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah perubahan dan tantangan dunia ini, sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk tetap teguh dalam nilai-nilai yang diajarkan oleh Kristus. Menjaga nilai-nilai Kristen bukan hanya tentang mengikuti aturan, tetapi juga tentang hidup dalam cara yang mencerminkan kasih, kebenaran, dan pengampunan Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Poin-poin penting:</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Tidak Serupa dengan Dunia</strong>: Dunia sering kali menawarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran Kristus. Kita dipanggil untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi untuk hidup dalam cara yang mencerminkan transformasi yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita. (Roma 12:2)</li>
<li><strong>Menerapkan Firman Tuhan dalam Hidup Sehari-hari</strong>: Nilai-nilai Kristen harus tercermin dalam tindakan kita sehari-hari. Dengan menerapkan Firman Tuhan dalam keputusan dan perilaku kita, kita menunjukkan komitmen kita untuk hidup sesuai dengan ajaran-Nya. (Yakobus 1:22)</li>
<li><strong>Mengasihi dan Mengampuni</strong>: Kasih dan pengampunan adalah nilai inti dalam ajaran Kristus. Dengan mengasihi sesama dan mengampuni mereka yang bersalah kepada kita, kita mencerminkan karakter Kristus dalam hidup kita. (Efesus 4:32)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Menjaga nilai-nilai Kristen yang teguh bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan bantuan Roh Kudus, kita dapat hidup dengan integritas dan setia kepada ajaran Kristus. Marilah kita berkomitmen untuk terus memperkuat iman kita dan hidup sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Tuhan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk menjaga nilai-nilai Kristen dalam setiap aspek kehidupan kita, menjadi terang dan garam di dunia ini, dan memuliakan nama Tuhan melalui tindakan dan perkataan kita. Tetaplah teguh dalam iman, sebab dalam Kristus kita menemukan kebenaran dan hidup yang sejati.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hidup Berkemenangan Dengan Roh Kudus</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/hidup-berkemenangan-dengan-roh-kudus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 01:13:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2024]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2879</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Utama: &#8220;Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang memenangkan kemenangan oleh&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><em>Ayat Utama:</em> &#8220;Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang memenangkan kemenangan oleh Dia yang telah mengasihi kita.&#8221; (Roma 8:37)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hidup berkemenangan dengan Roh Kudus adalah panggilan bagi setiap pengikut Kristus. Dalam Roh Kudus, kita diperlengkapi untuk mengatasi setiap tantangan dan mengalami kemenangan yang nyata dalam hidup kita. Marilah kita mempersembahkan diri kita sepenuhnya kepada-Nya, membiarkan Roh Kudus memimpin dan membimbing langkah-langkah kita dalam kemenangan-Nya yang tak terbatas.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Poin-poin penting:</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Kekuatan dalam Roh Kudus</strong>: Roh Kudus memberikan kita kekuatan untuk mengatasi segala rintangan dan tantangan dalam hidup. Ketika kita hidup dalam ketergantungan pada-Nya, kita diperlengkapi untuk mengatasi setiap situasi dengan keberanian dan keyakinan. (Kisah Para Rasul 1:8)</li>
<li><strong>Kemenangan atas Dosa dan Kematian</strong>: Melalui kuasa Roh Kudus, kita mengalami kemenangan atas dosa dan kematian. Roh Kudus membawa pemulihan dan pembebasan bagi jiwa kita, memungkinkan kita untuk hidup dalam kemenangan atas kuasa dosa dan kegelapan. (Roma 8:2)</li>
<li><strong>Kemenangan dalam Pelayanan</strong>: Dengan kuasa Roh Kudus, kita diperlengkapi untuk melayani dengan efektif dan memberi kesaksian tentang Kristus dengan berani. Roh Kudus memberikan karunia-karunia yang diperlukan bagi pelayanan kita dan memampukan kita untuk memberikan buah yang berkelimpahan. (1 Korintus 12:4-11)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam hidup berkemenangan dengan Roh Kudus, marilah kita hidup dengan keyakinan yang teguh, keberanian yang tidak tergoyahkan, dan kemenangan yang pasti atas setiap rintangan. Dengan kuasa Roh Kudus yang bekerja dalam diri kita, kita dapat mengalami kehidupan yang penuh berkat dan memuliakan nama Tuhan dalam segala hal. (Yohanes 16:13)</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kita senantiasa hidup dalam kemenangan dengan Roh Kudus, mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup bagi kemuliaan dan kepuasan-Nya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasihilah Sesamamu</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/kasihilah-sesamamu/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/kasihilah-sesamamu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2022 03:12:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan keluarga kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2500</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: 1 Yohanes 4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat Bacaan: 1 Yohanes 4:11</strong></p>
<p><em>Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Khotbah / Renungan:<br />
</strong>Berapa banyak dari kita hari ini yang ingin dicintai? Berapa banyak dari kita yang mencintai Tuhan? Berapa banyak yang bisa mencintai orang lain terlepas dari bagaimana mereka memperlakukan Anda? Apakah orang menghargai Anda, atau menanggapi kasih Anda yang benar, perintah Yesus tetap berlaku: Anda harus menunjukkan kasih satu sama lain &#8211; sesama Anda dengan cara yang praktis dan nyata. Hari ini kita akan berbicara tentang (1) siapa “satu sama lain” atau “sesamamu” dan (2) dari mana kasih itu berasal, dan (3) tindakan tidak mengasihi seperti yang Tuhan perintahkan. 1 Yohanes 4:11 <em>Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kasih macam apa yang Anda miliki terhadap orang lain sebagai saudara dan saudari di dalam Kristus? Cinta seperti apa yang memiliki dampak mendalam pada kehidupan Anda sendiri? Apakah cinta Anda kepada orang lain merupakan aplikasi dari CINTA SEMPURNA TUHAN &#8211; BUKAN CINTA DUNIA ANDA? Apakah Anda terhubung dengan jenis cinta yang tepat? Cinta yang saya bicarakan hari ini tidak dapat dibeli – tidak dapat dibuat, tidak dapat diperdagangkan, dan tidak dapat ditahan!</p>
<p style="text-align: justify;">Delapan kali dalam Alkitab kita diperintahkan untuk mengasihi sesama kita – satu sama lain. Ini adalah salah satu perintah Alkitab yang paling sering diulang. Mencintai satu sama lain &#8211; sesama Anda, adalah kebalikan dari keegoisan yang merupakan praktik duniawi manusia biasa. Berjalan dalam kasih ilahi menunjukkan bahwa tidak mementingkan diri sendiri adalah mungkin dari kita masing-masing, menunjukkan realitas Allah yang benar yang tidak dapat diabaikan atau disangkal.</p>
<p><a href="https://drijie1.kokris.com/kasihilah-musuhmu/"><strong>BACA JUGA : KASIHILAH MUSUHMU</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Alkitab, salah satu perumpamaan besar yang Yesus ceritakan kepada seorang ahli hukum Yahudi ada dalam kitab Lukas, pasal 10, ayat 25-37. Kisah ini adalah salah satu dari orang Samaria yang baik hati dan bagi mereka yang belum membaca perumpamaan ini, saya mohon Anda untuk membacanya dan biarkan Tuhan menyentuh Anda dengan kisah itu dengan cara-Nya sendiri. Dari perumpamaan ini, saya ingin menyampaikan kepada Anda bahwa pada zaman Yesus, orang Samaria dibenci, dihina, dan ditindas oleh orang Lewi dan orang Yahudi. Dalam perumpamaan ini, adalah seorang Samaria, orang yang dibenci yang sama, yang menunjukkan kasih yang benar kepada seorang Yahudi ketika bangsanya sendiri melewatinya – bahkan para imam melewatinya. Yesus – Firman yang Hidup, menunjukkan bahwa kita harus mengasihi semua orang – satu sama lain, dan bukan hanya mereka yang kita kasihi.</p>
<p><strong>Siapakah sesama kita?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Siapakah &#8220;Sesama&#8221; kita? Adalah sesama makhluk atau salah satu ras manusia; siapa pun yang membutuhkan bantuan kita, atau kepada siapa kita memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Penting untuk dipahami bahwa contoh, seorang tetangga bisa seintim orang-orang dalam keluarga Anda yang tinggal bersama Anda atau sampai ke belahan dunia lain. Siapa pun yang membutuhkan kasih Allah dari Anda atau saya, atau kepada siapa kita memiliki kesempatan untuk mengungkapkan kasih Allah melalui pemberitaan kabar baik tentang Yesus. Kesaksian kita sendiri adalah alat Tuhan untuk menunjukkan bagaimana Dia memanifestasikan kasih-Nya di dalam kita, bahwa kita dapat berbagi bagaimana kasih karunia Tuhan membawa kita kepada Tuhan. Kita mengasihi sesama kita – satu sama lain, adalah bagian dari rencana Tuhan untuk menginjili sesama kita. Kasih kita yang benar, sebagai wadah bagi Tuhan, menunjukkan seperti apa Tuhan dan kerajaan-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita secara pribadi akan mengenal Tuhan melalui kasih. Dalam 1 Yohanes 4:7 dikatakan kepada kita “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, karena kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.” Mengasihi sesamamu – satu sama lain, adalah perintah Tuhan dan kasih Tuhan menyenangkan Tuhan! Roma 13:10 menyatakan fakta ini dalam Firman yang mengatakan “Kasih tidak merugikan sesama; karena itu kasih adalah penggenapan hukum.”</p>
<p><a href="https://drijie1.kokris.com/kasih-karunia-allah/"><strong>BACA JUGA: KASIH KARUNIA</strong><strong> A</strong><strong>LLAH</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kita juga yakin akan perintah Tuhan karena dalam Yohanes 13:34 Tuhan berkata bahwa “Aku memberikan perintah baru kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian juga kamu harus saling mengasihi.” Selain itu, Lukas 6:35 memberi tahu kita bahwa Anda dan saya juga harus mengasihi musuh Anda! “Tetapi kasihilah musuhmu, dan berbuat baik, dan pinjamkan, tanpa mengharapkan apa-apa lagi; dan upahmu akan besar, dan kamu akan menjadi anak-anak Yang Mahatinggi: karena dia baik kepada orang yang tidak berterima kasih dan kepada orang jahat.”</p>
<p class="WikiParagraph"><span>Dari Manakah Kasih Itu Berasal?</span></p>
<p class="WikiParagraph" style="text-align: justify;"><span>Tuhan harus menjadi sumber kasih dan bukan daging kita. Kasih kedagingan kita memiliki banyak batasan, tetapi kasih Allah, yang ditunjukkan melalui kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus, tidak </span><strong><span>terbatas, tidak lekang oleh waktu, tidak bersyarat, dan abadi</span></strong><span> . </span><strong><span>1 Yohanes 4:8 memberitahu kita 8 Barangsiapa tidak mengasihi, tidak mengenal Allah, karena Allah adalah kasih. </span></strong><span>Roh </span><strong><span>Kudus</span></strong><span> yang hidup dalam setiap orang Kristen adalah </span><strong><span>kuasa Allah</span></strong><span> di dalam kita. </span><strong><span>Kasih Allah</span></strong><span> hidup di dalam kita dan merupakan “tetangga roh kita yang tinggal di tempat yang sama, yaitu tubuh dan hati kita.</span></p>
<p class="WikiParagraph" style="text-align: justify;"><strong><span>Roma 5:5 memberitahu kita “Sekarang harapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”</span></strong></p>
<p class="WikiFirstParagraph"><span>Roma 8:39 memberitahu kita </span><span>bahwa tidak ada kekuatan di Bumi, bahkan Iblis, yang dapat memisahkan saya dan Anda dari kasih Allah! Yesus mati di kayu salib di Kalvari dan bangkit dengan segala kuasa untuk menghubungkan kita kembali dengan Bapa dan dengan kasih yang lebih besar daripada yang lain. Kasih Allah itulah, melalui Yesus, yang kita jalani. Kita harus menunjukkan kasih itu di saat suka dan duka agar kuasa kasih Allah dikenal semua orang.</span></p>
<p class="WikiFirstParagraph" style="text-align: justify;"><span>Kasih Anda yang benar adalah tindakan ketaatan oleh iman. Tidak mengasihi sesamamu – satu sama lain adalah, </span><strong><span>berbohong kepada Tuhan! </span></strong><strong><span>1 Yohanes 4:20 memberitahu kita bahwa “Jika seseorang berkata, “Aku mengasihi Tuhan,” dan membenci saudaranya, dia adalah pembohong; karena dia yang tidak mencintai saudaranya yang dia lihat, bagaimana dia bisa mencintai Tuhan yang tidak dia lihat? </span></strong><span>Juga, Lukas 6:32 memberi tahu kita bahwa ketika Anda hanya mencintai mereka yang membalas cinta Anda, atau mengatakan bahwa mereka mencintaimu, ini bukanlah cinta Tuhan. ( </span><strong><span>Lukas </span></strong><strong><span>6:32 32 &#8220;Tetapi jika kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah penghargaan itu bagi kamu? Karena orang berdosa pun mengasihi orang yang mengasihi mereka.)</span></strong></p>
<p class="WikiFirstParagraph" style="text-align: justify;"><span>Berperilaku seperti orang Kristen, seperti Kristus, berjalan dalam kasih yang </span><strong><span>benar</span></strong><span> dan mengungkapkan </span><strong><span>kasih yang benar</span></strong><span> kepada semua orang. Anda dan saya bukan apa- </span><strong><span>apa</span></strong><span> tanpa kasih Tuhan dan ekspresi </span><strong><span>cinta Tuhan</span></strong><span> . </span><strong><span>1 Korintus 13:2 memberi tahu kita “Dan meskipun aku memiliki karunia nubuat, dan memahami semua misteri dan semua pengetahuan, dan meskipun aku memiliki semua iman, sehingga aku dapat memindahkan gunung, tetapi tidak memiliki cinta, aku bukan apa-apa.” Ada dalam Firman Tuhan!!</span></strong></p>
<p class="WikiParagraph"><strong>Kesimpulan:</strong></p>
<p class="WikiParagraph"><span>Untuk menyimpulkan &#8211; </span><strong><span>1 Yohanes 4:11 mengatakan &#8211; “Saudara-saudaraku yang kekasih, jika Allah begitu mengasihi kita, demikian juga kita harus saling mengasihi.”  </span></strong><span>Kasihilah Tuhan yang menciptakan Anda menurut gambar-Nya. Kasihilah Yesus, Tuhan atas hidupmu dan Juruselamat kami. Kasihilah Roh Kudus, Penghibur dan sumber Kekuatan rohani Anda. Ketiganya – Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus – adalah “satu”. Cintai dirimu sebagai anak dan pewaris Yang </span><strong><span>Maha Tinggi</span></strong><span> . CINTA SATU- KAMU dan KAMU dan KAMU. Kemudian, cintai yang lain &#8211; tetangga Anda, bahkan musuh Anda.</span></p>
<p class="WikiParagraph" style="text-align: justify;"><strong> </strong><span>Jika Anda benar-benar mengasihi orang lain, doakan mereka. Sebagai manusia, kita terbatas dalam bagaimana kita dapat membantu sesama kita, tetapi </span><strong><span>Tuhan tidak terbatas</span></strong><span> dalam bagaimana Dia dapat membantu sesama kita. Tuhan dapat melakukan lebih banyak untuk tetangga Anda daripada yang dapat Anda atau saya lakukan dalam seumur hidup. Tetapi Tuhan tidak memaksakan berkat-Nya kepada siapa pun tanpa undangan. Tunjukkan kasih yang benar satu sama lain!</span></p>
<p class="WikiParagraph" style="text-align: justify;"><span>Tunjukkan </span><strong><span>kasih</span></strong><span> Tuhan karena Tuhan memerintahkannya. Tunjukkan </span><strong><span>kasih</span></strong><span> Allah karena Allah mengasihi Anda! Tunjukkan </span><strong><span>kasih Tuhan</span></strong><span> kepada mereka yang tidak membalas cinta Anda karena itu memuliakan Tuhan. Tuhan mengasihi kita masing-masing dan “sesama” dengan roh Anda melalui Roh Kudus. </span><strong><span>Tuhan adalah Sahabat Sejati</span></strong><span>! Yesus adalah contoh dari Tetangga Baik dalam daging! Tuhan juga adalah Tuan Tanah melalui Roh Kudus! Pergi ke tuan tanah dan mintalah Dia memperbaiki hati Anda, semangat lelah Anda, iman Anda yang bocor, singkirkan rasa takut itu untuk bersaksi – untuk menyebarkan Kabar Baik tentang Yesus!. Biarkan Roh Kudus mengurus bejana untuk Anda!</span></p>
<p class="WikiFirstParagraph" style="text-align: justify;"><span>Orang yang Anda cintai, teman, dan musuh &#8211; semua yang berhubungan dengan Anda, adalah tetangga. Mencintai satu sama lain! Mereka yang tidak pernah Anda temui adalah tetangga! Mencintai satu sama lain! Mengasihi “sesama” Anda – satu sama lain, adalah mengasihi Tuhan, mengenal Tuhan, berjalan dengan Tuhan di dalam Yesus. Tuhan sangat mencintai dunia ini, Anda dan saya, begitu banyak, sehingga Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk mati bagi kita! Percaya kepada Yesus, dalam kasih yang besar itu, memberikan karunia hidup yang kekal. Yohanes 3:16 memberitahu kita hal ini.</span></p>
<p class="WikiFirstParagraph" style="text-align: justify;"><span>Yesus berdarah, mati, dan dibangkitkan dengan segala kuasa Allah karena kasih yang lebih besar dari Dia – kasih yang lebih besar dari kita – untuk menghubungkan kita kembali dengan kasih Bapa di Surga. </span><strong><span>1 Korintus 16:14 Biarlah segala sesuatu yang kamu lakukan dilakukan dengan kasih. </span></strong><strong><span>2Co 13:14 Kiranya kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus, menyertai </span><em><span>kamu</span></em><span> sekalian. Kita seharusnya saling mencintai. Amin.</span></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/kasihilah-sesamamu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tuhan Yang Membuat Kita Kudus</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/tuhan-yang-membuat-kita-kudus/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/tuhan-yang-membuat-kita-kudus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2022 02:27:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2469</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Imamat 20:7-8 7 ”‘Kuduskanlah dirimu dan jadilah kudus, karena Akulah Tuhan, Allahmu. 8&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan: Imamat 20:7-8<br />
</strong>7 ”‘Kuduskanlah dirimu dan jadilah kudus, karena Akulah Tuhan, Allahmu. 8 Peliharalah ketetapan-ketetapan-Ku dan ikutilah. Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Renungan:<br />
</strong>Kekudusan Allah adalah subjek teologis yang mendalam. Itu tidak berarti kita perlu menggunakan bahasa teologis yang mendalam. Untuk kekudusan Tuhan kita perlu menggunakan aturan kesederhanaan Albert Einstein. Semuanya harus sesederhana mungkin dan tidak lebih sederhana.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita menggunakan istilah teologis yang sangat tinggi, kita membuat masalah ini sulit untuk dipahami. Dalam satu kasus seorang pria sedang berbicara tentang kedekatan dan keterpisahan Tuhan melalui dan penafsir dan menggunakan terminologi kepalsuan tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekudusan Allah adalah bagian penting dari studi kita tentang karakter Allah. Kekudusan Tuhan digunakan sebagai awalan lebih dari awalan lain yang menggambarkan Tuhan. Dia adalah Tuhan yang Kudus. Nama yang akan kita pelajari Yehuwa-M&#8217;kaddesh muncul dalam Imamat 20:7-8.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8216;Kuduskanlah dirimu dan jadilah kudus, karena Akulah TUHAN, Allahmu. 8 Peliharalah ketetapan-ketetapan-Ku dan ikutilah. Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu. (Imamat 20:7-8).</p>
<p style="text-align: justify;">Yehuwa-M&#8217;kaddesh: Tuhan adalah Kekudusan kita. (Imamat 20:8)</p>
<p style="text-align: justify;">Nama lain dari penelitian ini adalah:<br />
Yehuwa-Jireh: Tuhan adalah penyedia kami. (Kejadian 22:14)<br />
Yehuwa-Rapha: Tuhan adalah penyembuh kita. (Keluaran 15:26)<br />
Yehuwa-Nissi: Tuhan adalah panji kami, kemenangan kami. (Keluaran 17:15)<br />
Yehova-Shalom: Tuhan adalah damai sejahtera kita. (Hakim 6:26)<br />
Yehuwa-Tsidkenu: Tuhan adalah kebenaran kita. (Yeremia 23:6)<br />
Yehova-Shammah: Tuhan hadir (Yehezkiel 48:34)</p>
<p style="text-align: justify;">Kekudusan Tuhan seperti salju di puncak pegunungan Himalaya. Sedangkan kita tidak suci seperti genangan lumpur di jalan tanah. Bagaimana keduanya bisa bercampur? Bagaimana kita bisa seperti air kotor berhubungan dengan Tuhan, yang lebih murni dari salju di gunung? Bagaimana kita bisa berhubungan dengan Tuhan?</p>
<p style="text-align: justify;">Imamat mendefinisikan cara orang berdosa dapat berhubungan dengan Allah. Ini adalah panggilan untuk dipisahkan sebagai umat Allah. Menjadi kudus dikenal dengan istilah penyucian yang mewah.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa versi Imamat 20:7 mengatakan, Kuduskanlah dirimu. Versi lain mengatakan, menguduskan diri sendiri atau memisahkan diri. Istilah-istilah lain itu membantu kita memahami istilah menguduskan. Cara lain yang bermanfaat untuk memahami pengudusan adalah sebagai pembersihan atau pengabdian. Itu berarti memusatkan hidup Anda di sekitar Tuhan dan hadirat-Nya. Begitulah seharusnya umat Tuhan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses pengudusan dapat dibandingkan dengan api penyulingan. Ada pembakaran sampah dari emas untuk menghasilkan emas murni. Prosesnya mungkin menyakitkan. Yesaya berbicara tentang pemurniannya sebagai bara api yang menyentuh bibirnya. (Yesaya 6:6-7)</p>
<p style="text-align: justify;">Kekudusan Tuhan itu unik. Dia dipisahkan dari yang lainnya. Kita tidak dapat sepenuhnya memahami kekudusan Allah. Ilustrasi kita tentang kekudusan Tuhan rusak karena kekudusan Tuhan melebihi mereka. Ini adalah kekudusan yang tidak dapat diperoleh karena hanya Tuhan yang sempurna dalam kekudusan.</p>
<p style="text-align: justify;">Penting untuk memahami kekudusan Tuhan, meskipun bukan pemahaman yang lengkap, karena ketika kita memahami dan menerima kekudusan Tuhan yang sempurna, kita tidak mempertanyakan Tuhan dan penilaian-Nya. Tanpa pemahaman terbaik kita tentang kekudusan Tuhan yang sempurna, itu akan mendistorsi pemahaman kita tentang Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita menyatakan bahwa Allah adalah kudus sempurna. Kita mengatakan bahwa Tuhan tidak memiliki batasan. Dia tidak bisa berbohong, dia tidak bisa bertindak tidak adil. Ini konsisten dengan sifat kekudusan-Nya yang sempurna. Dia suci dan dia sangat suci. Kekudusan-Nya seperti cahaya murni tanpa jejak kegelapan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekudusan merupakan kepenuhan dan kesempurnaan Allah. Kudus, Kudus Kudus, adalah Tuhan Allah Yang Mahakuasa. (Yesaya 6:3) Kekudusan-Nya murni; itu membakar, itu memurnikan. Yehuwa-M&#8217;Kaddesh. Tuhan kekudusan kita. Dialah yang menjadikanmu suci. Itu karena, pertama-tama, Tuhan sendiri adalah kudus.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan berkata, “Kuduslah karena Aku, Tuhan Allah, adalah kudus” (Imamat 19:2).</p>
<p style="text-align: justify;">Karena ada tertulis, “Kuduslah karena Aku, Tuhan Allah, adalah kudus” (1 Petrus 1:16).</p>
<p style="text-align: justify;">Kita dipanggil untuk menjadi kudus. Jika kita percaya bahwa Injil adalah untuk semua maka kita juga harus percaya bahwa Tuhan memanggil semua untuk kekudusan. Jika kekudusan Tuhan itu unik lalu bagaimana Dia memanggil kita ke kekudusan ini? Dia tidak mengatakan kudus karena aku kudus, tetapi dia berkata kuduslah karena aku kudus.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tidak akan lagi mencapai kekudusan Tuhan yang unik karena kita akan menjadi sangat kuat. Dalam pengudusan, yang menjadi kudus, ada proses di mana kita disucikan dan dipersembahkan kepada Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Tuhan itu terpisah dan Kudus, maka atas dasar inilah Ia memanggil umat-Nya untuk terpisah dan kudus. Tidak ada harapan untuk kekudusan selain dari Allah. Dialah yang menjadikanmu suci. Hati manusia itu licik dan sangat jahat. Kita mungkin menipu diri kita sendiri dengan berpikir bahwa kita suci.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita suka membandingkan diri kita dengan orang lain. Dibandingkan dengan mereka, kita terlihat suci. Binatu putih terlihat bersih tergantung di jemuran. Jika salju turun saat cucian sedang dijemur, maka akan terlihat kotor dibandingkan dengan salju putih bersih.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita dapat belajar untuk menerima ketidakkudusan dalam hidup kita. Tetapi Tuhanlah yang membuat Anda kudus. Ada peran pasif dan aktif dalam pengudusan Anda, menjadi kudus. Imamat adalah hukum yang harus diikuti oleh umat Allah untuk menguduskan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengejaran aktif kekudusan ditemukan dalam Imamat 20:7, menguduskan dirimu. Jagalah hukum-Ku, firman Tuhan. Ambil peran aktif dalam pengudusan Anda. Ini berarti menahan diri dari apa yang dibenci Allah. Semua itu tidak suci. Artinya mengejar apa yang dikehendaki dan disukai Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami menjaga pengejaran aktif kekudusan dalam perspektif dengan Imamat 20:8, Yehuwa-M&#8217;Kaddesh. Tuhan melakukan pekerjaan pengudusan. Tetapi Anda dipanggil untuk menjadi berbeda. Anda harus dipisahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. (Ibrani 12:14)</p>
<p style="text-align: justify;">Matamu terlalu murni untuk melihat kejahatan; Anda tidak bisa mentolerir kesalahan. (Habakuk 1:13)</p>
<p style="text-align: justify;">Komitmen Tuhan terhadap kekudusan sangat dalam. Allah menugaskan putranya sendiri, Yesus Kristus untuk mati agar Anda dapat mengalami kekudusan.</p>
<p style="text-align: justify;">Alasan mengapa ditemukan dalam Roma 3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Standar kekudusan Allah dilanggar. Itu dilanggar oleh Adam dan Hawa. Itu dilanggar oleh kita masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Panggilan Anda untuk kemurnian lebih dari meninggalkan tindakan kenajisan lahiriah. Ini adalah respons batin dari hati Anda. Ini adalah proses yang berlanjut dengan pekerjaan Tuhan. Roh Kudus bekerja dalam kehidupan orang percaya yang membuat kita kudus.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah pertama yang mutlak dalam kekudusan adalah membuat komitmen kepada Yesus Kristus sebagai penyelamat Anda. Hanya dengan demikian Anda dapat mulai berjalan dengan cara yang sesuai dengan panggilan Anda menuju kekudusan. Orang-orang percaya tidak boleh lagi hidup dengan nafsu duniawi yang berdosa tetapi oleh kehendak Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/tuhan-yang-membuat-kita-kudus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Hidup Menggiurkan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/ketika-hidup-menggiurkan/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/ketika-hidup-menggiurkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2022 00:45:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan keluarga kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2431</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Daniel 1:8. &#8220;Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan: </strong><strong>Daniel 1:8</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya&#8221;.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Renungan: </strong>Pada masa kini ada banyak tawaran dari dunia ini yang kelihatannya sangat menarik, memikat dan menjanjikan. Daya tarik dunia tersebut bagaikan magnet yang menarik semua orang termasuk orang Kristen mendekat dan terkena “lengket”nya. Semua kenikmatan ditawarkan secara fulgar tanpa ada rasa malu lagi. Dan semua itu ada di depan mata kita.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Tidak sedikit orang yang sudah terjebak ke dalamnya. Dan sepertinya sudah sulit untuk menemukan jalan keluar. Mereka begitu menikmati “surga”nya dunia tanpa memikirkan lagi akibatnya di masa depan. Mulai dari pejabat tinggi, pegawai biasa, bahkan rohaniawan pun terjebak.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Dunia dan segala panorama dan daya tariknya sungguh mempesona. Dan dari waktu ke waktu semakin menjanjikan, memanjakan dan meninabobokan manusia. Semua hal tersebut tidak bisa kita hindari. Semuanya terjadi di depan mata kita dan terus menggoda hidup kita.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Daniel dan teman-temannya juga menghadapi kenyataan yang hampir sama dengan apa yang kita alami sekarang ini. Namun, hal yang sangat penting yang bisa kita jadikan pelajaran berharga pada masa kini berkaitan dengan sikap dan tindakan Daniel dan teman-teman terhadap semua kenikmatan dunia yang ditawarkan kepada mereka.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Saat Babel menyerang Yehuda dan membawa penduduknya ke pembuangan, Daniel masih remaja. Ia harus mengambil suatu keputusan penting. Ia harus mengikuti pelatihan untuk sebuah posisi yang penting dan amat menjanjikan di Babel.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Ia akan menjadi bagian dari kelompok elit yang bertugas melayani raja.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Ia pasti mendapatkan berbagai fasilitas dan perlakuan istimewa. Ternyata, untuk mendapatkan semuanya itu, Daniel harus mengkompromikan hubungannya dengan Tuhan. Ia harus melanggar hukum Tuhan yang diajarkan kepadanya sejak kecil.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Akankah ia mengikuti sistem yang ada, atau ia mengambil risiko dengan mengikuti jalan Tuhan apa pun yang terjadi?</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Kutipan firman Tuhan di atas menunjukkan pilihannya, ketetapan hati Daniel. Daniel menyadari apa yang sungguh-sungguh penting dalam hidup. Ia mengambil keputusan berdasarkan keyakinannya. Ia memilih untuk menahan hasratnya akan posisi, kedudukan dan kehormatan, serta memastikan bahwa ia tetap memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Tampaknya, ia sadar bahwa pada akhirnya, saat kehidupannya berakhir, yang terpenting bukanlah apa yang dipikirkan sahabat-sahabatnya, orang di sekitarnya atau bahkan rajanya.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Penilaian mereka tidak akan berarti apa-apa baginya. Ia tahu bahwa yang terpenting adalah apa yang dipikirkan oleh Penciptanya dan ia mau selalu menyenangkan hati Sang Pencipta. Itulah yang secara konsisten dilakukannya seumur hidupnya yang tercatat di dalam Kitab Suci.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Di dunia ini, kita masing-masing juga akan selalu menghadapi pilihan serupa: menyenangkan manusia atau menyenangkan Tuhan. Kita menghadapi pilihan yang tidak mudah itu baik di tengah keluarga, sekolah, dunia kerja, di tengah masyarakat, maupun di dalam gereja.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Terkadang kita bahkan lebih memilih menyenangkan manusia karena gengsi atau sekadar demi persahabatan, atau karena terpaksa. Apa pun itu, marilah kita belajar dari Daniel, dan mengambil keputusan bukan berdasarkan kepentingan-kepentingan sementara yang segera layu, melainkan berdasarkan perspektif Bapa yang kekal.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong>Refleksi</strong><strong>:</strong></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400; text-align: justify;">Pertimbangkan apakah yang biasa Anda pakai untuk mengambil keputusan sehari-hari? Apakah Anda memiliki ketetapan hati seperti Daniel?</li>
<li style="font-weight: 400; text-align: justify;">Dengan tekad dan integritas seperti Daniel ini, mungkinkah kita bisa bertahan bahkan bersaing di dunia masa kini?</li>
<li style="font-weight: 400; text-align: justify;">Mengapa ya dan mengapa tidak?</li>
</ol>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/ketika-hidup-menggiurkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadilah &#8220;Garam&#8221; Yang Berdampak</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/jadilah-garam-yang-berdampak/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/jadilah-garam-yang-berdampak/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2022 03:04:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah iman]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[khotbahkristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2421</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Matius 5:11-16. Secara khusus fokus kita pada Injil Matius 5:13: &#8220;Kamu adalah garam dunia.&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan: </strong><strong>Matius 5:11-16</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara khusus fokus kita pada Injil <strong><i>Matius 5:13: &#8220;Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang&#8221;</i>.</strong> Bagian firman Tuhan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian khotbah dan pengajaran Tuhan Yesus kepada para murid dan para pendengar-Nya di bukit.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengajaran Yesus berkaitan dengan satu benda yang sering dijumpai di hampir semua pusat perbelanjaan. Benda ini murah dan digunakan di seluruh dunia. Benda ini telah menimbulkan banyak peperangan, mendorong pembangunan rute-rute perdagangan, dan berguna untuk membayar gaji para tentara.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini benda itu lebih banyak digunakan sebagai bahan pengawet dan penyedap rasa untuk semua jenis makanan. Benda apakah itu? Benda itu adalah zat berbentuk kristal yang kita kenal dan sering disebut garam.</p>
<p style="text-align: justify;">Yesus merupakan seorang ahli dalam menggunakan hal-hal biasa untuk menjelaskan realitas rohani. Berbicara soal garam ketika Dia sedang mengajar murid-murid-Nya tentang bagaimana melayani sebagai wakil kerajaan-Nya. Dia berkata: <strong><i>&#8220;Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang&#8221; &#8211; Matius 5:13</i>.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BACA JUGA: <a href="https://drijie1.kokris.com/pemenang-jiwa/">PEMENANG JIWA</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Jika kita menganggap <span style="text-decoration: underline;">garam sebagai bahan pengawet, dapat diperkirakan bahwa Yesus menginginkan agar kita mencegah kemerosotan moral yang terjadi dalam masyarakat kita</span></em>. Dan <em>apabila kita memikirkan <span style="text-decoration: underline;">fungsi garam untuk menyedapkan rasa, maka kita dapat meyakini bahwa Dia ingin agar kita menolong sesama untuk menemukan sukacita ketika mereka mengenal dan hidup bagi-Nya</span>.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Garam yang hanya tersimpan di rak makanan, diletakkan di atas meja makan dan dilemari bumbu masakan tentu tidak akan dapat memenuhi fungsi dan perannya sebagaimana mestinya. Itulah yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus kalau garam itu menjadi tawar dengan apakah ia diasinkan. Tidak bisa lagi dan hanya akan dibuang karena tidak bermanfaat bagi kehidupan manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sama halnya jika kita tidak berusaha secara aktif untuk membagikan kebenaran Allah yang mengubah kehidupan, maka sebenarnya kita tidak melayani sebagai garam rohani. Kita gagal untuk hidup berguna atau bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Kita gagal memainkan peran dan fungsi kita sebagaimana yang ditegaskan firman Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana pun, tempat bagi garam adalah dalam &#8220;rebusan&#8221; masakan dan dalam jenis makanan mentah dan lain sebagainya. Demikian juga dengan kita. Tempat kita adalah dalam &#8220;rebusan&#8221; aktivitas manusia. Daripada hanya mengeritik kemerosotan kebudayaan, moral, etika dan kerohanian orang lain serta datarnya kehidupan yang dijalani banyak orang, marilah kita masuk ke dalam &#8220;rebusan&#8221; kehidupan orang lain, karena hanya dengan cara demikianlah kita dapat berfungsi, berperan dan bermanfaat bagi kehidupan sesama. Inilah peran kita sebagai garam dunia. Seorang Kristiani yang menjadi garam membuat orang lain haus akan Yesus Sang Air Kehidupan. Amin</p>
<p> </p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/jadilah-garam-yang-berdampak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Sukar Beribadah Kepada Allah?</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/apakah-sukar-beribadah-kepada-allah/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/apakah-sukar-beribadah-kepada-allah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2021 03:48:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah iman]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khotbahkristen]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2249</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Yosua 24:19-21 ”Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapanNya dengan sorak-sorai,” demikian&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat Bacaan: Yosua 24:19-21</strong></p>
<p>”Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapanNya dengan sorak-sorai,” demikian ungkapan Pemazmur dalam Mazmur 100:2. Namun dalam Yosua 24:19, Yosua mengungkapkan. Bahwa banyak diantara umat Tuhan mengalami kesukaran dalam beribadah. Mengapa?</p>
<p><strong>1. Ibadah kepada Allah itu sukar, jika kita hidup dalam dosa (ayat 19a)</strong></p>
<p>&#8211; Dosa membuat kita malu dan takut kepada Allah (Ezra 9:6)</p>
<p>&#8211; Dosa memathkan semangat kita untuk memuji dan berdoa kepada Tuhan (Yesaya 42:3)</p>
<p>&#8211; Dosa kita menghambat yang baik dari Allah bagi kita (Yeremia 5:25)</p>
<p>&#8211; Dosa memisahkan kita dari Allah (Yesaya 59:1-2)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2. Ibadah kepada Allah itu sukar, jika kita bercabang hati (Ayat 19b)</strong></p>
<p>&#8211; Allah cemburu jika kita bercabang hati (Ayat 19-20)</p>
<p>&#8211; Allah marah jika kia bercabang hati (1 Raja-raja 18:21)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. Ibadah kepadaa Allah itu sukar, jika kita meninggalkan Tuhan (ayat 20)</strong></p>
<p>&#8211; Jika kita meninggalkan Tuhan, Ia meninggalkan kita (ayat 20).</p>
<p>&#8211; Kesetiaan kita masa lalu, bukan jaminan untuk menutupi kesalahan kita saat sekarang.</p>
<p>&#8211; Di zaman akhir, dalam pengadilan Yesus Kristus, banyak orang yang ditolak, walaupun masa lalu mereka adalah orang-orang yang dipakai Allah (Matius 7:22-23)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/apakah-sukar-beribadah-kepada-allah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosa Iri Hati dan Cemburu</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/dosa-iri-hati-dan-cemburu/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/dosa-iri-hati-dan-cemburu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2021 23:45:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[khotbahkristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan keluarga kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2239</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan : Ayub 5:2 Tiada sesuatu yang baik dari iri hati. Para tokoh dunia&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat Bacaan : Ayub 5:2</strong></p>
<p>Tiada sesuatu yang baik dari iri hati. Para tokoh dunia menamakannya dengan berbagai nama yang jelek. Shakespeare menamakannya dengan “Penyakit Hijau” (Green Sickness). Para tokoh Alkitab menyebutkannya sebagai doa yang membawa maut. “Hati yang tenang menyegarkan tubuh tapi iri hati membusukkan tulang” (Amsal 14:30). Raja Salomo lebih jauh mehatakan perihal iri hati: “Panasa hati kejam dan murka melanda, tetapi siapa dapat tahan terhadap cemburu?” (Amsal 27:4)</p>
<p>Kita sedang hidup pada masa dimana iri hati dan cemburu begitu merusak keluarga, masyarakat dan dunia kita diluar akal sehat membayangkannya. Iri hati atau cemburu adalah alat setan yang mematikan dalam zaman kita ini.</p>
<p><strong>1. Iri hati  atau cemburu adalah dosa yang membawa dukacita saat orang lain sedang bersukacita.</strong></p>
<p>&#8211; Yusuf bersukacita karena dapat jubah baru, tetapi kakak-kakaknya dukacita karena iri hati (Kejadian 37:11)</p>
<p>&#8211; Banyak orang bersukacita karena firman Allah, tetapi orang Yahudi berdukacita karena iri hati (Kis. 14:45)</p>
<p>&#8211; Habel bersukacita karena persembahannya diterima Allah, tetapi Kain berdukacita karena iri hati (Kej. 4:4-5)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2. Iri hati atau cemburu adalah dosa yang mencuri kasih dari hidup kita.</strong></p>
<p>* Karena iri hati mengambil kasih dari hati kita, itu sebabnya tindakan kejahatan dilakukan oleh mereka yang iri hati.</p>
<p>&#8211; Kain membunuh Habel karena iri hati (Kej.4:5)</p>
<p>&#8211; Gereja mula-mula dianiaya karena iri hati (Kis.5:17-18)</p>
<p>&#8211; Tuhan Yesus dianiaya dan disalibkan karena iri hati orang-orang Yahudi (Matius 20:15)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. Iri hati atau cemburu adalah dosa yanng membunuh hidup manusia</strong></p>
<p>&#8211; Iri hati adalah celah untuk masuknya berbagai macam penyakit (Amsal 14:30)</p>
<p>&#8211; Iri hati menghancurkan rumah tangga, persahabatan dan dunia ini (Yakobus 3:16)</p>
<p>&#8211; Iri hati menghancurkan segala rencana yang cemerlang (Yak. 4:2)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dijaman serba susah saat ini, mungkin diantara kita sedang berjuang menghadapi dampak dari pandemi yang lama ini, saya mengucapkan berkat bagi setiap saudara yang membaca kerangka khotbah atau renungan ini, Tuhan mengetahui setiap permasalahan kita, pergumulan kita, mari kita jauhkan hati kita dari sifat iri hati dan dengki. Tuhan melimpahkan berkat bagi saudara semua, dicurahkannya berkatNya sehingga bukan saudara saja yang menerimanya tetapi setiap orang yang saudara kenal, saudara, kerabat, partner kerja, semua diberkati dalam nama Yesus Tuhan Kita! Amin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/dosa-iri-hati-dan-cemburu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Allah Tidak Pernah Berubah</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/allah-tidak-pernah-berubah/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/allah-tidak-pernah-berubah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2021 21:27:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan keluarga kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2236</guid>

					<description><![CDATA[Bacaan Firman Tuhan: Ayub 23: 10-17 Ayub memberikan tanggapan atas pernyataan Elifas di pasal 22&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bacaan Firman Tuhan: Ayub 23: 10-17</strong></p>
<p>Ayub memberikan tanggapan atas pernyataan Elifas di pasal 22 bahwa Tuhan itu adil, penderitaan Ayub adalah karena dosanya, dan dia perlu melakukan pertobatan. Dan Elifas mencoba menyebutkan dosa-dosa yang sekiranya dilakukan oleh Ayub. Kemudian di pasal 23 ini, Ayub menjawab pernyataan Elifas ini dengan ingin bertemu dengan Tuhan untuk memperoleh pengadilan yang adil, namun Ayub tidak dapat menemui Tuhan (23:1-9). Artinya Ayub siap berjumpa dengan Tuhan dan berdiri di peradilan Tuhan untuk membuktikan bahwa dosa-dosa yang disebutkan oleh Elifas itu tidaklah benar. Maka selanjutnya dalam nas pembahasan kita saat ini, Ayub menyatakan bahwa dirinya siap diuji dan diselidiki oleh Tuhan.</p>
<p><strong> 23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. </strong></p>
<p>Ayub mengungkapkan imannya bahwa Tuhan adalah maha tahu, maka pastinya Tuhan mengetahui dengan persis bagaimana jalan hidupnya. Sehingga dosa-dosa yang dituduhkan oleh Elifas itu tidak mempunyai dasar bahwa Ayub menderita karena dosa-dosa itu. Bahkan ditambahkannya lagi, jika Tuhan menguji Ayub seperti dalam perapian maka yang didapati dalam diri Ayub adalah emas yang murni. Artinya Ayub siap untuk di uji oleh Tuhan, dan hasil pengujian itu pasti akan di dapati Ayub yang memiliki pribadi yang baik.</p>
<p><strong> 23:11 Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.  23:12 Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. </strong></p>
<p>Kemudian dilanjutkannya, bahwa disepanjang hidupnya, tetap mengikuti Tuhan. Apa yang Tuhan perintahkan itulah yang ditaatinya. Dia tidak pernah menyimpang ke kiri atau ke kanan, tetapi dia tetap fokus kepada Tuhan dalam hidupnya. Ayub sangat menghargai firman yang diucapkan oleh Tuhan sehingga selalu tersimpan dalam dirinya. Ayub selalu memperhatikan langkah-langkah hidupnya untuk terus mengikut Tuhan dengan tidak melanggar apapun perintah dan hukumNya.</p>
<p><strong>23:13 Tetapi Ia tidak pernah berubah &#8212; siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga. 23:14 Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan-Nya. </strong></p>
<p>Disini Ayub hendak memberi jawab bahwa penderitaannya bukanlah karena dosa-dosanya, tetapi kita harus tunduk pada kuasa Tuhan. Dikatakannya bahwa Tuhan tidak pernah berubah, bahwa Tuhan tidak ada dari manusia yang dapat mengintervensi rencana Tuhan. Sekalipun Ayub menganggap bahwa penderitaannya bukanlah karena dosanya, tetapi Ayub tunduk pada hikmat Tuhan, bahwa Tuhan pasti akan menggenapi segala jalan-jalan dan kehendakNya atas hidupnya. Sekalipun Ayub merasa dirinya menderita bukanlah karena dosa-dosanya, tetapi Ayub menyadari bahwa semua yang terjadi dalam hidupnya ada maksud dan rencana Tuhan yang tersembunyi yang tidak dapat dipahami dan dimengerti oleh manusia.</p>
<p><strong>23:15 Itulah sebabnya hatiku gemetar menghadapi Dia, kalau semuanya itu kubayangkan, maka aku ketakutan terhadap Dia. 23:16 Allah telah membuat aku putus asa, Yang Mahakuasa telah membuat hatiku gemetar; 23:17 sebab bukan karena kegelapan aku binasa, dan bukan juga karena mukaku ditutupi gelap gulita.&#8221;</strong></p>
<p>Maka semakin gemetarlah Ayub karena semua yang terjadi ini, sebab sungguh Tuhan itu tidak bisa dijangkau dengan akal dan pikiran manusia. Jika bukan karena perbuatan dosa yang mengakibatkannya berdosa, maka semua yang terjadi dalam hidupnya adalah dalam rancangan Tuhan yang sulit dipahami oleh manusia. Maka yang sedang ditakutkan oleh Ayub bukanlah karena penderitaan yang sedang terjadi dalam hidupnya, tetapi karena begitu lemahnya dia untuk manjangkau kebesaran Tuhan yang sedang terjadi dalam hidupnya. Sungguh tidak terselami pikiran manusia jalan-jalan Tuhan.</p>
<p><strong><u>Renungan:</u></strong></p>
<ol>
<li>Dari permulaan kitab Ayub ini, Tuhan sudah menyatakan bahwa Ayub adalah seorang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (1: 8). Demikian juga dalam nas ini bahwa Ayub bersaksi tentang dirinya, bahwa dia tidak pernah menyimpang dari jalan Tuhan, bahkan dia selalu menyimpan firman Tuhan dalam sabunarinya. Maka kita menerima suatu teladan hidup yang baik dari Ayub untuk menjadi seorang yang mampu mempertanggungjawabkan imannya kepada Tuhan, sekalipun Ayub diperhadapkan pada pengadilan Tuhan. Maka demikianlah juga dengan kita, mari kita memperhatikan jalan-jalan hidup kita, apakah kita sudah benar-benar mengikuti jalan Tuhan dan selalu memegang erat firman Tuhan sebagai sumber kehidupan kita? Dan sekiranya saat ini kita diperhadapkan pada pengadilan Tuhan, apakah kita dengan yakin dapat memberi jawab untuk mempertanggungjawabkan iman kita di hadapan Tuhan?</li>
</ol>
<p>Terlepas dari dinamika yang terjadi sepanjang kitab Ayub ini, kita dapat melihat bahwa ternyata hidup Ayub yang selama ini yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan sungguh sangat berguna baginya saat dia menghadapi pergumulan. Yang membuat Ayub dapat bertahan dalam pergumulannya adalah justru karena ketaatannya selama ini kepada Tuhan. Siapapun bisa saja menghadapi berbagai ragam pergumulan, namun iman yang dirawat dan bertumbuh dengan baik selama ini akan menguatkan akan menguatkan seseorang ketika berhadapan dengan badai kehidupan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/allah-tidak-pernah-berubah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Menjadi Orang Kristen</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/harga-menjadi-orang-kristen/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/harga-menjadi-orang-kristen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Sep 2021 22:46:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2210</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Markus 8:27-38 Segala sesuatu yang bernilai di dunia ini a Segala sesuatu yang&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat Bacaan: Markus 8:27-38</strong></p>
<p>Segala sesuatu yang bernilai di dunia ini a</p>
<p>Segala sesuatu yang bernilai di dunia ini ada harganya. Ada harga yang harus dibayar untuk menjadi seorang Dokter, menjadi Olahragawan dan lainnya. Pendek kata, apa saja dapat dicapai atau diperoleh asal saja kita rela membayar harganya.<br />
Tuhan Yesus menegaskan tentang harga yang harus dibayar seseorang jika ia mau menjadi orang Kristen.</p>
<p><strong>I. Menjadi orang Kristen harganya adalah penyangkalan diri</strong><br />
&#8211; Itulah persyaratan yang diberikan Tuhan Yesus (Luk.9:23)<br />
&#8211; Harga dari keselamatan adalah harga diri kita sendiri (Mat.18:4; Luk. 24:11;18:14)<br />
&#8211; Harga keselamatan adalah menolak segala sesuatu yang tidak menyenangkan Tuhan (1Yoh.2:16)</p>
<p><strong>Il. Menjadi orang Kristen, harganya adalah dedikasi</strong><br />
&#8211; Syarat menjadi murid Kristus adalah pikul salib (Mat. 10:38; 16:24)<br />
&#8211; Memikul salib berarti tunduk penuh kepada kehendak Allah, dan itu sebuah dedikasi (Flp.2:8-11; Mrk. 14:36)<br />
&#8211; Dedikasi juga meliputi kerelaan menerima olokan, dan sindiran karena nama Tuhan (Luk.9:26)</p>
<p><strong>III. Menjadi orang Kristen, harganya adalah menjadi serupa seperti Yesus<br />
</strong>&#8211; Banyak orang ingin menjadi serupa seperti Yesus dalam berbuat mujizat (Kis. 19:15)<br />
&#8211; Menjadi seperti Yesus berarti hidup seperti Yesus hidup (Yoh. 10:30)<br />
&#8211; Marilah kita melihat beberapa yang istimewa dalam hidup Yesus;<br />
* la beribadah dengan setia (Mat.9:35)<br />
* la berdoa secara tetap (Yoh.6:15; Mat. 14:23; 26; 36; Luk.6:12;18:1)<br />
* la menerima setiap orang yang datang kepada-Nya dan melayani mereka dengan sukacita (Mat.19:14; Yoh.6:37).<br />
* la menentang hal-hal yang menghujat Allah dalam bentuk kata &#8211; kata atau perbuatan (Mat. 12:31; 21:13)<br />
* Ia mentaati Bapa dalam segala hal (Mrk. 14:36; Flp.2:8).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="p1">Bagi Saudara/i yang rindu mendukung pelayanan aplikasi ini dapat memberikan persembahan dukungan ke :<br />
<em><strong>BCA Cab. Mutiara Taman Palem</strong></em><br />
<em><strong>a.n. Yoga Adi Candra Putra Kesuma</strong></em><br />
<em><strong>7015215062</strong></em><br />
Konfirmasi ke email : watashiyoga@gmail.com<br />
<b>Terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati.</b></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/harga-menjadi-orang-kristen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
