Sukacita Di Balik Penderitaan

  • Whatsapp

Ayat Bacaan : 2 Korintus 4:17

Kerangka Khotbah :

Penderitaan adalah hal yang tidak disukai oleh banyak diantara kita.  Kalau kita mau jujur, dan jikalau boleh memilih, pasti banyak diantara kita yang akan memilih hidup yang bebas dari penderitaan. Ingin sehat, bahagia, usaha lancar, karier meningkat, dan banyak hal-hal yang nikmat, itu yang ada dalam pikiran kita. Tidak pernah sedikitpun diantara kita yang membayangkan untuk hidup dalam kekurangan, sakit penyakit, atau usaha yang gagal.  Tapi apakah kehidupan senantiasa berjalan seperti yang selalu kita harapkan?

Terkadang hidup berjalan tidak seperti yang kita harapkan. Usaha sepi, sakit datang silih berganti, rumah tangga mengalam probelama, musibah menimpa, dan aneka problema yang terus mendera. Namun demikian, tantangan seberat apapun yang Tuhan ijinkan untuk kita alami, ingatlah untuk kita tetap teguh, jangan mengeluh dan tetap kuat dan bersemangat. Jangan karena uang,jangan karena pekerjaan, kita meninggalkan persekutuan dengan Tuhan. Jika karena hal ini Tuhan ijinkan kita alami penderitaan, tetaplah bersukacita dalam Tuhan, sebab demikianlah para rasul dan bapa-bapa gereja meninggalkan teladan kepada kita. Juga jangan takut menderita karena kebenaran, sebab penderitaan badani yang kita alami ini hanya semenntara, dan hal itu tidak bisa dibandingkan dengan dengan kemuliaan yang akan Tuhan berikan pada masa yang akan datang.

Bagaimana supaya kuat dalam menghadapi penderitaan?
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan supaya kita terap kuat dalam menghadapi penderitaan.

Pertama: Penderitaan adalah hal yang pasti akan dihadapi oleh semua orang dimuka bumi ini. Tidak ada satupun manusia yang hidup dimuka bumi ini yang tidak mengalami pendeitaan. Selama kita masih ada didunia, penderitaan akan tetap ada. Ayub 7:1 bahkan mengatakan ” Bukankah manusia, harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?” Dalam TL ayat ini berbunyi ” Bahwasanya hal manusia diatas bumi ini seperti orang perang adanya dan hari hidupnyapun seperti hari orang upahan”. Jadi penderitaan adalah realita kehidupan yang suka atau tidak suka, akan dialami oleh setiap manusia, tidak terkecuali orang-orang percaya. Bahkan Filipi 1:29 menyatakan ” Sebab kepada kamu dikaruniakan buka saja untuk percya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia”. Seringkali kita merasa seolah-olah hanya kita yang menderita sehingga kita sering berputus asa. Tetapi sebenarnya, banyak orang yang bahkan lebih menderita dari kita. Jadi tetaplah semangat menghadapi apapun yang Tuhan ijinkan saat ini

Kedua, percayalah bahwa dalam kondisi apapun, Tuhan tetap ada beserta kita.
Allah kita adalah Allah Immanuel, Allah yang senantiasa ada beserta kita. Ini adalah janji Tuhan bagi kita anak-anakNya. Kita tidak sendirian, kita sedang bersama-sama dengan Tuhan. Saat kita menderita, Tuhan mengerti dan Dia peduli. Ia tahu bahwa kita membutuhkan pertolongan. Tetapi disisi lain, Tuhan menginginkan untuk kita menjadi anak-anak Allah yang tidak mudah menyerah. Kuat menghadapi segala tantangan kehidupan.

1 Korintus 10:13 ” Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, supaya kamu dapat menanggungnya”.

Roh kudus akan memberikan hikmat dan kekuatan kepada kita dan memampukan untuk kita dapat menghadapi segala situasi. Bersama dengan Tuhan, kita adalah orang-orang yang menang, bahkan lebih dari pemenang.

Ketiga:Ada upah yang Tuhan sediakan bagi kita yang tetap bertahan dalam penderitaan
Yakobus 1:12
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Kita harus meyakini akan hal ini. Kita yakini bahwa ada sukacita besar dibalik penderitaan yang sedang kita hadapi saat ini.

Apa yang sedang Anda hadapi saat ini? tetaplah kuat dan bersemangat. Tuhan ada beserta kita. Tetaplah berharap kepada-Nya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments