Seberapa Berhargakah Anda?

Nats : Kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya (Roma pasal 5 ayat 10)

Ayat Bacaan : Mazmur pasal 49 ayat 2 sampai 16

Read More

Seorang mahasiswa Universitas Washington yang sedang jenuh menggunakan jasa situs lelang di internet untuk menjual nyawanya kepada penawar tertinggi. Ternyata tawaran tertinggi hanya mencapai 400 dolar!

Karena nyawa bukan suatu benda, maka nyawa tidak dapat dipisahkan dari tubuh layaknya sebuah organ tubuh seperti jantung. Mahasiswa itu terpaksa mengakuinya, “Saya rasa penawar tertinggi tidak akan dapat mengoleksi nyawa saya.”

Tawaran dari pemuda di atas mengingatkan kita pada pertanyaan serius Sang Juru Selamat dalam Matius pasal 16 ayat 26, “Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” Saat Dia menantang para pendengar-Nya untuk merenungkan hari penghakiman yang akan datang, Yesus berkata bahwa seisi dunia ini tidak ada artinya dibanding harga sebuah nyawa.Allah sangat menghargai kita, sehingga Dia mengutus Yesus ke dalam dunia sebagai manusia.

Jadi, pertanyaan tentang seberapa berharga diri kita tidak tergantung pada harta yang kita miliki. Penulis Mazmur 49 menunjukkan kebodohan orang-orang yang lebih menghargai harta daripada nyawa mereka. Pemazmur justru memandang kepada Tuhan dengan meyakini bahwa Dia “akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati” (ayat 16).

Allah sangat menghargai kita, sehingga Dia mengutus Yesus ke dalam dunia sebagai manusia. Dia bertumbuh besar dan kemudian mati di kayu salib untuk membayar harga penebusan kita (Roma pasal 5 ayat 6 sampai 21).

Seberapa berhargakah Anda? Untuk mengetahui jawabannya, pandanglah palungan di Betlehem dan salib di Bukit Kalvari.

KEMATIAN KRISTUS MENUNJUKKAN BETAPA BERHARGANYA ANDA DI MATA ALLAH

Related posts