Rahasia Tidur Nyenyak

Ayat Bacaan : Kejadian 2:21-24

Manusia memberi nama kepada tiap-tiap makluk hidup, tetapi Tuhan Allah tidak menjumpai penolong sepadan dengan dia. Lalu dibuatlah Adam tidur nyenyak oleh Tuhan Allah. Dan diambil-Nya tulang rusuk Adam, dibuatnyalah seorang perempuan untuk menjadi istrinya. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.  (Kejadian 2:21).
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.  (Kejadian 2:22). Firman Tuhan menuliskan bahwa Dia sendiri memberkati manusia pada saat tidur.
Sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.  (Mazmur 127:2b). Tuhan Allah tahu apa yang dibutuhkan Adam, meski Adam tidak meminta kepada Tuhan Allah apa yang menjadi kebutuhannya. Bahkan tidak terpikir oleh Adam apa kebutuhannya. 

Adam sibuk mengerjakan apa yang dipercayakan Tuhan Allah untuk dikerjakannya dengan memberi nama kepada semua makluk ciptaan Tuhan Allah sendiri. Tuhan Allah menghendaki agar kita bekerja apa yang menjadi bagian kita dengan tekun dan tus hati dan penuh kesabaran. Setiap apa yang kita kerjakan karena kita mengasihi Dia, maka jerih lelah kita sia-sia. Kita mengerjakan bagian kita,  TUHAN Allah mengerjakan bagianNya. Allah menyediakan berkat untuk Adam seorang pendamping hidup, saat Adam tidur nyenyak.

Jika Tuhan Allah sanggup memberkati Adam, ketika Adam dengan tekun mengerjakan bagian yang dipercayakan Allah dengan tulus tanpa persungutan maka Allah menyediakan apa yang menjadi kebutuhan Adam. Tuhan Allah yang sama juga sanggup menolong kita. Tuhan Allah yang namanNya Yesus memberkati dan menyediakan kebutuhan kita saat kita tidur nyenyak. 
Kita perlu tidur nyenyak karena saat tidur nyenyak tubuh kita akan mendapat kekuatan dan dipulihkan. Tubuh kita perlu istirahat, diam dan tenang.
Rohani juga perlu tidur nyenyak dihadirat Allah. Dengan cara berdoa, pujian dan penyembahan dan membaca dan merenungkan firman Tuhan.

Read More

Ada beberapa rahasia yang didapatkan dibalik manusia saat tidur nyenyak dihadirat Allah :
1. Istirahat
Jikalau tidak, aku sekarang berbaring dan tenang; aku tertidur dan mendapat istirahat  (Ayub 3:13). Saat tidur, seluruh otot-otot dan sel-sel rohani dipulihkan dan disembuhkan dan mendapatkan kedamaian. Kebanyakan terlalu sibuk dengan urusan duniawi sehingga lupa beristirahat dihadirat Tuhan, jadi cepat lelah sehingga berdoa seadanya, hanya rutinitas. Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman.  (Yesaya 32:18)

2. Diam
Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; (Mazmur 37:7a)
Menghadapi kehidupan ini yang sulit, kita terlalu banyak bicara. Tetap dihadirat Allah, kita perlu mendengar apa yang Dia bicara kepada kita. Kita akan mendapat tuntunanNya melalui firman dan Roh Kudus, sehingga tidak tersesat dan mengalami kegagalan. Dihadirat Allah kita berdiam diri dan nantikan pertolongan-Nya, maka Allah yang  menyelesaikan masalah kita. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”  (Keluaran 14:14). Saat diam dihadapan Tuhan kita merasa aman karena mendapat perlindungan dariNya. Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.  (Mazmur 4:9)

3. Tenang
Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. (Mazmur 62:1). Hanya dekat Allah saja mendapatkan ketenangan dan percaya maka kita memperoleh kekuatan. Terlalu sibuk dengan mengurusi kebutuhan jasmani yang menyebabkan hati jauh dari Tuhan. Kuatir akan penghidupan dan masa depan, akhirnya tidak mengalami ketenangan dan kehilangan kekuatan. Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,  (Yesaya 30:15). Karena hatinya percaya kepada Allah maka meskipun persoalan yang dihadapi silih berganti bahkan banyak yang belum terselesaikan, hatinya tetap tenang. Sesungguhnya, biarpun sungai sangat kuat arusnya, ia tidak gentar; ia tetap tenang, biarpun sungai Yordan meluap melanda mulutnya.  (Ayub 40:23)

Related posts