Mengandalkan Tuhan Dalam Kesesakan

  • Whatsapp

Ayat Utama: “Janganlah kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Dan damai Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)

Ketika kita berada dalam kesesakan dan cobaan, Tuhan adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita. Mengandalkan-Nya dalam segala hal, kita menemukan ketenangan dan pengharapan yang hanya ditemukan dalam persekutuan dengan-Nya.

Read More

Poin-poin penting:

  1. Doa sebagai Sarana Penghiburan: Dalam kesesakan, doa adalah sarana utama kita untuk mengalami penghiburan dan kekuatan dari Tuhan. Ketika kita menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya dalam doa, Dia memberikan damai yang melebihi segala pemahaman kita. (1 Tesalonika 5:16-18)
  2. Percaya pada Janji-Nya: Mengandalkan Tuhan dalam kesesakan berarti percaya pada janji-janji-Nya yang teguh. Dia telah berjanji untuk tidak pernah meninggalkan kita atau menolak kita dalam saat kesesakan. Dengan iman yang teguh, kita dapat melihat kemurahan-Nya bahkan di tengah-tengah cobaan. (Yesaya 41:10)
  3. Menyelami Firman-Nya: Firman Tuhan adalah sumber penghiburan dan panduan dalam setiap situasi. Dalam kesesakan, kita disarankan untuk menyelami Firman-Nya, karena di dalamnya kita menemukan kebenaran yang menguatkan iman dan menghidupkan harapan. (Mazmur 119:105)

Mengandalkan Tuhan dalam kesesakan bukan berarti bahwa kita terbebas dari cobaan, tetapi itu berarti kita memiliki pengharapan yang kokoh dan ketenangan yang didasarkan pada kuasa-Nya yang tak terbatas. Marilah kita menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya, percaya bahwa Dia akan memelihara dan membimbing kita melalui setiap langkah.

Semoga kita senantiasa mengandalkan Tuhan dalam kesesakan, menemukan ketenangan dan kekuatan dalam persekutuan dengan-Nya, dan menjadi saksi-saksi yang teguh akan kasih-Nya di dunia ini.

Related posts