Mengampuni Adalah PerintahNya

Ayat Bacaan: Matius 5:38-39

Kerangka Khotbah:

Ayat diatas adalah salah satu ayat dalam Alkitab yang sukar untuk dipahami. Ini adalah ajaran Tuhan Yesus yang sulit untuk dimengerti. Banyak orang  memahami ayat ini secara hurufiah, sehingga tidak jaran orang akan memaknai bahwa ajaran ini adalah ajaran yang konyol, tidak masuk akal.
Maksud Tuhan dengan pengajaran ini.
Apa maksud Tuhan dengan ayat ini?
1. Kekerasan tidak pernah akan menyelesaikan masalah.
Mengapa demikian? karena perbuatan kasar, pasti akan dilanjutkan dengan kekasaran yang lain. Kekerasan itu seperti rantai lingkaran setan. Seorang yang hidup dalam kekerasan, akan terbangun dalam kekerasan. Ayah yang mendidik anak dalam kekerasan, anaknya akan terbangun dalam kekerasan. Hari-hari ini kekerasan menjadi hal yang sering kali kita lihat, baik di televisi, koran-koran bahkan melalui game-game komputer anak-anak kita.
Sebagai orang percaya, mari kita mulai bertekad untuk memerangi kekerasan. Minimal mulai dari keluarga dan rumah tangga kita. Jangan ada KDRT dalam rumah tangga-rumah tangga orang percaya.
Sebagai pemimpin-pemimpin perusahaan, jangan semena-mena kepada bawahan. Hidup kita hanya karena anugerah, kalau kita jadi pimpinan, itu hanya karena anugerah Tuhan. Kalau kita bisa punya anak, itu juga adalah anugerah Tuhan. Jangan sia-siakan. Lihat orang-orang yang sekian lama berdoa untuk mendapatkan keturunan.
Amsal 15:1
“Jawaban yang lemah lembut, meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas, membangkitkan amarah.
Efesus 4:1-2
“Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil, berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
2. Kekerasan adalah tanda kerusakan hubungan seseorang dengan Tuhan

Ada orang yang berkata, ksaya cinta Tuhan, cuma saya sudah mengontrol emosi. Saya cinta Tuhan, tapi saya sulit mengendalikan diri.  Ini adalah kebohongan. Mengapa demikian? Karena seorang yang mencintai Tuhan, hidup dekat dengan Tuhan, pasti hidupnya penuh kasih. Karena Allah itu kasih. Jadi adalah hal yang mengherankan kalau ada orang yang mengatakan saya dekat dengan Tuhan, tapi hidupnya tidak mengasihi.

Kejadian 6:9-12
“Inilah riwayat Nuh. Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela diantara orang-orang sejamannya; dan Nuh hidup bergaul dengan Allah.Nuh memperanakan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.Adapun  bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi”.

Kolose 3:12-14
“Karena itu sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah  kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.  Dan diatas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

Hidup Kristen memiliki target bukan hanya berubah tetapi menjadi sempurna.

3. Kekerasan adalah perbuatan yang dibenci oleh Tuhan.
Dalam Alkitab, kita membaca ada tiga perbuatan yang dibenci oleh Tuhan.  Yang pertama: kesombonganYang kedua adalah kemunafikan, dan yang ketiga adalah kekerasan.
 
Mazmur 11:4-5
Tuhan ada dalam bait-Nya yang kudus; Tuhan takhta-Nya di Sorga; MataNya mengamat-amati, sorot mataNya, menguji anak-anak manusia. Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.”
 
Walaupun kita mengaku beragama, walaupun kita baca Alkitab, walaupun kita  rajin berdoa, tetapi kalau kita mencintai kekerasan, hidup dalam kekerasan, Allah membenci hal ini.
 
Mazmur 140:12
“Pemfitnah, tidak akan diam tetap di bumi, orang yang melakukan kekerasan, akan diburu oleh malapetaka.”
Yehezkiel 8:17-18
“Lalu firmanNya kepadaku: Kau lihatlah itu, hai anak manusia? Perkara kecilkah itu bagi kaum Yehuda untuk melakukan perbuatan-perbuatan kekejian yang mereka lakukan di sini, bahwa mereka memenuhi tanah ini dengan kekerasan dan dengan itu terus menyakiti hatiKu? Sungguh mereka berkelakuan tak senonoh dengan di hadapanKu. Oleh karena itu, aku akan membalas didalam kemurkaanKu. Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihanDan kalaupun mereka berseru-seru kepadaKu, dengan suara yang nyaring, Aku tidak akan mendengarkan mereka.”
 
Tuhan lebih dahulu telah mengampuni kita. Oleh sebab itu kita juga harus mengampuni. Jangan balas kejahatan dengan kejahatan, tetapi balaslah dengan kebaikan. Jangan balas kekerasan dengan kekerasan, tetapi balaslah dengan kasih dan perhatian.

Related posts