Memberi Teladan

  • Whatsapp

Ayat Bacaan : Filipi pasal 3 ayat 17 sampai 21

Renungan :

“Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.” Filipi pasal 3 ayat 17

Keberadaan orang Kristen di tengah dunia ini adalah untuk menjadi terang. Menjadi terang berarti menjadi teladan dalam segala hal: perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesucian hidup. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan segenap jemaat di Filipi agar mereka mengikuti teladannya. Hati Paulus sangat sedih karena banyak orang yang hidupnya menjadi seteru salib Kristus, meremehkan pengorbananNya di kayu salib dan lebih memilih hidup menurut hawa nafsu, “…pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.” (Filipi pasal 3 ayat 19). Apa yang perlu diteladani dari Paulus?

Kehidupan Paulus sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus sehingga ia benar-benar mengerti bahwa keberadaan hidupnya untuk Tuhan. Paulus tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Yang dipikirkan hanyalah bagaimana ia bisa memuliakan nama Kristus yang telah mati bagi dirinya, baik melalui kehidupan maupun kematiannya. “…Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah” (Filipi pasal 1 ayat 20 sampai 22a). Ini sangat bertolak belakang dengan keberadaan anak-anak Tuhan zaman sekarang, di mana banyak yang hidupnya justru menjadi batu sandungan, memuaskan keinginan daging dan lebih memilih ‘sama dan serupa’ dengan dunia ini. Padahal seharusnya kehidupan kita berbeda dan tidak serupa dengan orang-orang dunia: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2).

Hidup Paulus hanya tertuju kepada Tuhan karena ia sangat mengasihiNya dan mau melakukan apa saja untuk menyenangkan hatiNya. Ada keseimbangan antara perkataan dengan perbuatan, tidak hanya fasih membicarakan firman, namun ia juga mempraktekkan apa yang ia katakan supaya menjadi teladan bagi banyak orang di mana pun berada.
Bila hidup kita tidak menjadi teladan berarti kekristenan kita gagal!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 comments

  1. amin.. kita harus berani dalam kata dan tindakan.. karena Tuhan sumber hidup, kehidupan dan penghidupan kita amin..

  2. iman yg benar dan hidup , bilamana hati, sikap dan perbuatan kita selaras dgn kebenaran Tuhan Yesus. Amin

  3. jikalau menjdi telanda itu tidak mudah yang kita bayangkan, namun kita bisa mengambil telandan seperti paulus hidupnya berkerja untuk Kemuliaan Tuhan .