Berpusat Pada Firman Allah

  • Whatsapp
Silhouettes of family and people at the Cross of Jesus Christ. High-resolution 3D.

Ayat Bacaan: Amsal pasal 4 ayat 20 sampai 27

“Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;” Amsal pasal 4 ayat 20

Read More

Agar pikiran kita sejalan dan selaras dengan pikiran Kristus kita harus mengarahkan hati dan pikiran kita kepada firmanNya atau berpusat pada firman. Cara supaya kita berkelimpahan dengan pikiran Kristus adalah dengan merenungkan firman Tuhan secara teratur setiap hari. Yosua berpesan demikian, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua pasal 1 ayat 8).

Ketika kita merenungkan firman Tuhan siang dan malam, serta menaruhnya di dalam mulut kita, maka perjalanan kita akan berlimpah berkat dan kita memiliki kemampuan menghadapi setiap permasalahan dengan bijaksana karena firmanNya merupakan pikiran-pikiranNya sendiri yang tertulis di atas kertas untuk kita pelajari dan renungkan. Jadi firmanNya merupakan cara Dia berpikir tentang setiap situasi dan tentang setiap pokok permasalahan. Maka dari itu kita harus senantiasa memperhatikan firmanNya dan mempercayai setiap isi di dalamnya sebagai berita yang hidup di dalam hati kita. Bukan itu saja. Ketika tindakan merenungkan firmanNya itu sudah menjadi pola hidup kita, hal itu akan mempengaruhi tubuh jasmani kita dengan cara yang positif. Kita akan seperti pohon yang terus bertumbuh dan semakin berakar kuat, yang secara teratur akan menghasilkan buah serta tetap tahan terhadap situasi-situasi sulit sekalipun.

Merenungkan firman Tuhan, mempelajarinya, menghayatinya, mempraktekkannya serta memasukkannya dalam pikiran akan memberi kehidupan bagi kita yang akhirnya akan berdampak pula kepada orang-orang di sekitar kita. Dan, “Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri,” (ayat 27a dari Amsal pasal 4). Marilah kita mengembangkan dan menggunakan pikiran seperti yang terkandung di dalam pikiran Kristus. Akhirnya, “…semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi pasal 4 ayat 8).

Sudahkah kita merenungkan firmanNya setiap hari?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 comments