Awasi Hatimu!

  • Whatsapp

Ayat Bacaan: Amsal pasal 4 ayat 23

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Kerangka Khotbah:

Menurut Anda, apa yang harus kita jaga dalam hidup kita? Banyak orang akan menjawab: pikiran, harta, kesehatan, dll. Itu semua baik dan penting. Namu n ada satu hal terpenting yang harus dijaga lebih dari pada yang lain, dan hal itu adalah HATI.

Jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu. Ada korelasi antara hati dan jalan hidup kita. Banyak orang berkata bahwa otak manusia yang menetukan jalan hidup manusia, tapi Alkitab berkata bahwa hati kitalah yang menentukan, bukan otak kita.

“Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka,” (1 Timotius pasal 1 ayat 19).

Hati memiliki peranan yang penting dalam hidup kita. Hati adalah pusat kegiatan hidup manusia. Banyak penyakit binatang yang menjangkiti manusia, seperti ebola, antrax, dll. Ada satu virus yang dapat menjangkiti manusia yang sangat berbahaya. Virus itu adalah sakit hati dan iri hati, yang dapat menyebabkan kerohanian kita mandul dan mati.

“Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.” (Ayub pasal 5 ayat 2).

Jangan menganggap sakit hati itu sepele! Dua virus ini – yaitu sakit hati dan iri hati – sangat mematikan rohani kita.

“Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka;” (Mazmur pasal 107 ayat 17).

Dosa bisa menjadi penyebab dari sakit hati, dan akibatnya sangat menyakitkan bagi diri sendiri.

Beberapa definisi iri hati:

  1. Iri hati didefinisikan sebagai perasaan tidak senang atas keunggulan dan keberuntungan orang lain. Dalam Alkitab disamakan dengan kedengkian dan dendam. Iri hati bila tidak diselesaikan akan membuat seseorang menjadi sakit hati. Periksa hati kita masing-masing apakah masih ada iri hati dalam hidup kita! Jika masih ada, buang segala rasa iri hati dan bersihkan hati Anda!
  2. Iri hati harus dibedakan dengan cemburu. Arti cemburu adalah tidak rela yang harusnya dia miliki tapi dimiliki orang lain, sedangkan iri hati bila dibiarkan dapat berkembang menjadi sakit hati dan tindakan menyakiti orang lain.
  3. Iri hati disebabkan ketika orang lain memiliki lebih dari apa yang kita miliki.

Dalam Alkitab, iri hati tergolong sebagai perbuatan daging, barang siapa yang memiliki iri hati tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

“Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (Galatia pasal 5 ayat 19 sampai 21).

“Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” (Galatia pasal 5 ayat 24).

Sangat penting bagi setiap kita orang percaya untuk menjaga hati kita dari kontaminasi sakit hati, dan janganlah sampai terpeleset oleh karena kontaminasi sakit hati tersebut (Mazmur pasal 73 ayat 1 sampai 5). Bagaimana supaya tidak terjangkiti virus iri hati dan sakit hati? Pasang pelapis anti gores dalam hati kita. Jangan seperti Kain yang tega membunuh Habel, adiknya sendiri (Kejadian pasal 4 ayat 3 sampai 8); kakak-kakak Yusuf yang tega menjual Yusuf; Saul yang ingin sekali membunuh Daud (1 Samuel pasal 18 ayat 7 sampai 9).

Kalau kita terkontaminasi dengan iri hati, maka iman kita akan kandas dan ada kekacauan (1 Timotius pasal 1 ayat 18 sampai 19; Yakobus pasal 3 ayat 16).

Perisai agar tidak memiliki iri hati dan sakit hati adalah:

  1. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan.

“Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.” (1 Tesalonika pasal 5 ayat 15).

Anti gores itu adalah tidak menyimpan kesalahan orang lain, namun melepaskan pengampunan.

  1. Bersukacitalah senantiasa.

“Bersukacitalah senantiasa.” (1 Tesalonika pasal 5 ayat 16).

  1. Tetaplah berdoa.

“Tetaplah berdoa.” (1 Tesalonika pasal 5 ayat 17).

  1. Mengucap syukur dalam segala hal.

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika pasal 5 ayat 18).

  1. Memiliki hati yang suci.

“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Matius pasal 5 ayat 8).

“Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.” (1 Yohanes pasal 3 ayat 2 sampai 3).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 comments

  1. ini tentang skt ht dan iri ht, tolong ajarkan melepaskan skt ht, dan luka batin ini.

    1. Shallom Ibu Lina, sepertinya ibu sedang mengalami pergumulan, saya pribadi akan membawa ibu dalam doa saya, semoga pemulihan terjadi dalam hidup Ibu sekeluarga. Apapun masalahnya Tuhanlah sumber pengharapan. Tuhan Memberkati.

  2. puji tuhan sangat membantu skli. biar gk ragu” khotbah di dpan pemuda gereja

  3. Syalom. Apa saja yach yg bisa dilakukan dari kita tuk ambil peranan atas sakit hati antar anggota keluarga, khususnya sakit anak atas orangtuanya dan sebaliknya.

  4. Amin. sangat memberkati dan memberi motivasi untuk kita menyampaikan Firman Tuhan tentang bagai mana menjaga hati