4 Cara Membangun Kasih Persaudaraan

  • Whatsapp

Ayat Bacaan: Filemon 1:1-21

Renungan/Khotbah: 

Read More

Kasih persaudaraan merupakan sifat paling unik dan istimewa yang Kristus Yesus ingin tanamkan didalam hidup kita para murid-Nya. Kita harus bertumbuh dalam kasih persaudaraan ini. Cara satu-satunya untuk bertumbuh dalam kasih persaudaraan adalah dengan mempraktekkan kasih persaudaraan itu sendiri. Kitab Filemon mengajarkan kita bagaimana caranya mempraktekkan kasih persaudaraan dengan menerima saudara yang telah melukai dan menyakiti hati kita.

Tujuan Surat Rasul Paulus kepada Filemon adalah untuk membangun dan mengembangkan kasih persaudaraan di dalam diri Filemon dengan cara menerima Onesimus, budaknya, yang telah mengecewakan dan menyakitkan hatinya. Kata Paulus, “… sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan,Filemon 1:9 tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu.” (Filemon 1:8-9).

Berikut cara menerima saudara seiman dalam kasih persaudaraan sebagaimana nasehat Rasul Paulus kepada Filemon.

I. Terimalah Saudara Seiman Selama-lamanya (Filemon1:15a)

  1. Paulus menasehati Filemon agar menerima Onesimus selama-lamanya “Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya.
  2. Persaudaraan di dalam Kristus Yesus itu abadi, seabadi persekutuan kita dengan Kristus Yesus. Namun demikian, kita harus menunjukkan secara persaudaraan itu secara praktis dengan cara menerima atau tidak menolak orang yang telah menyakiti dan mengecewakan kita.
  3. Tidak selamanya saudara seiman itu merugikan kita. Pertumbuhan imannya dalam Kristus Yesus pasti merubah hidupnya, sedemikian rupa sehingga dia menjadi berguna bagi kita. Paulus meyakinkan Filemon bahwa Onesimus telah berubah dan berguna bagi Filemon (1:11). Paulus sendiri mengalami ini dalam hubungannya dengan Markus yang telah mengecewakannya, namun pada akhirnya menjadi sangat berguna dalam hidup dan pelayanannya.

II. Terimalah sebagai saudara yang kekasih (1:15b-16)

  1. Rasul Paulus juga meminta Filemon untuk menerima Onesimus sebagai saudara yang kekasih. Kata Paulus, ” terimalah dia …bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih”
  2. Tentunya berat sekali bagi Filemon sebagai seorang tuan dan majikan untuk menerima Onesimus, budaknya, sebagai SAUDARA yang kekasih. Tapi demikianlah seharusnya sikap kasih di dalam Kristus dinyatakan di mana tidak ada lagi tuan dan hamba, meskipun ini bukan menjadi alasan untuk menghindar dari tugas dan tanggung jawab yang menjadi kewajiban.
  3. Jika kita mau mengasihi sesama dalam kasih persaudaraan, kita harus berhenti menganggap rendah sesama kita orang percaya di dalam Kristus, oleh karena posisi dan status kita di bumi yang lebih.

III. Terimalah dengan rasa hormat (Filemon 1:17) 

  1. Rasuli Paulus juga menghendaki Filemon menerima Onesimus, budaknya, dengan rasa hormat seperti sikapnya terhadap Paulus sendiri. Tulis Paulus, “bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan. 1:17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.
  2. Tidak gampang dan bahkan cenderung mustahil rasanya bagi seorang tuan dan majikan untuk menerima budaknya dengan rasa hormat. Tapi, kehadiran Roh Kristus di dalam diri setiap orang percaya di dalam Kristus Yesus menjadi alasan kita untuk menunjukkan kasih persaudaraan dengan cara menerima dengan rasa hormat. Onesimus adalah seorang budak, namun dia mulia karena ketaatannya kepada Kristus Yesus. Menghormati Onesimus karena kepatuhan dan ketundukannya kepada Kristus Yesus berarti menghormati Roh Kristsus Yesus sendiri yang ada di dalam dia.
  3. Bagaimanapun juga, rasa hormat kepada sesama di dalam Kristus Yesus harus kita kembangkan. Kita sebenarnya bukanlah siapa-siapa, tapi TUHAN sendiri telah membeli kita dengan darah Anak-Nya yang mahal, maka itu berarti kita sangat berharga di mata TUHAN. Karenanya kitapun harus menghargai nilai sesama saudara seiman, terlebih lagi mereka yang menunjukkan kepatuhan dan ketundukkan kepada Kristus Yesus.

IV. Terimalah dalam Pengampunan (Filemon1:18-19)

  1. Rasul Paulus ingin Filemon menerima Onesimus dengan pengampunan. Tulis paulus, “Dan kalua dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku — aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya–agar jangan kukatakan: “Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!” –karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri.”
  2. Entah apa kesalahan Onesimus terhadap tuannya Filemon sehingga dia dulu dianggap tidak berguna lagi. Pastinya, Onesimus telah menimbulkan kerugian (kesannya keuangan) bagi Filemon. Onesimus harus membayar ganti rugi itu!! Namun demikian, nasehat Rasul Paulus agar Filemon menerima Onesimus dalam kasih persaudaraan berarti Filemon harus mengampuni hutang Onesimus itu, dan Rasul Paulus mau menanggung ganti ruginya.
  3. Menerima dalam kasih persaudaraan terhadap orang yang telah bersalah kepada kita sesungguhnya merupakan sebuah pengorbanan. Ada yang pengorbanan, ketika pengampunan terjadi. Kristus Yesus harus mengorbankan diri-Nya ketika Dia mengampuni dan menyucikan kita. Jika kita ingin menerima saudara seiman dalam kasih persaudaraan, kita harus rela menanggung akibat kesalahannya pada kita dan tidak menuntut balasan atau bayaran. Itulah kasih persaudaaraan.

KESIMPULAN/PENERAPAN

  1. Kita harus menerima sesama anak-amak Tuhan dalam kasih persaudaraan dengan cara menerimanya selama-lamanya sebagai saudara dengan rasa hormat dan dalam pengampunan.
  2. Rasul Paulus yakin Filemon mempraktekkannya “Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus! Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan.” (Filemon 1:20-21).
  3. Kasih persaudaraan adalah perintah utama Kristus Yesus, Tuhan kita, kepada murid-murid-Nya menjelang kematian, kebangkitan, dan kenaikkan-Nya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 comment