Tidak Semua Tuaian Bersifat Instan

Bacaan:
“Orang yang berjalan maju dengan menangis, sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.”
(Mazmur pasal 126 ayat 6)

Gagal, lelah, dan terpukul, pada akhir 1737, John Wesley kembali ke Inggris. Penginjilannya terhadap suku-suku Indian di Amerika Utara mengalami kebuntuan. Pelayanannya di gereja Georgia pun bermasalah. Saat Wesley mengalami krisis iman, Tuhan memperbarui pemahaman rohaninya. Berbeda dengan pengajaran pada masa itu, ia meyakini bahwa keselamatan tersedia bagi semua orang, bukan hanya orang-orang tertentu, dan setiap orang dapat mengalami Tuhan secara pribadi. Akibatnya, pintu-pintu gereja tertutup baginya.

Namun, jalan Wesley bukannya tertutup. Mengikuti metode temannya, George Whitefield, yang dianggap dramatis dan tidak layak saat itu, Wesley mulai berkhotbah di tempat-tempat terbuka. Di mana saja orang-orang berkumpul. Ratusan masyarakat kelas bawah yang tertindas dan terabaikan satu per satu dipertobatkan. Saat jemaatnya menjadi terlalu banyak untuk diperhatikan, ia membentuk “kelas-kelas” dengan sebelas anggota dan seorang pemimpin. Meski mengalami banyak pertentangan, gerakan ini bertumbuh cepat. Wesley pun tidak pernah memperlambat langkahnya. Setiap tahun ia menempuh 4.000 mil dan semasa hidupnya ia membawakan sekitar 40.000 khotbah. Saat ia meninggal pada tahun 1791, pelayanannya telah membuahkan 114.933 jemaat, 492 pendeta, dan 19 misionaris. Pada masa kini, pengikut gerakannya bahkan telah berkembang menjadi 80 juta jiwa di seluruh dunia.

Seandainya saja John Wesley mundur saat pelayanannya di Georgia gagal, tentu ia tidak akan mengalami penuaian sebesar itu. Hal ini pun mengajarkan kepada kita, saat kerja keras kita tidak berbuah sedikit pun, semua seakan terasa sia-sia, dan hanya kelelahan yang kita dapatkan, bukan berarti kita boleh berhenti. Justru, saat kita menyerah, kita akan kehilangan kemenangan yang sebenarnya sudah Tuhan sediakan bagi kita. Tetaplah bekerja keras dan berikan yang terbaik dari diri kita. Yakinlah bahwa setiap usaha kita tidak akan sia-sia. Kalau kita pantang menyerah, Tuhan sendiri yang akan berperang dan memberikan berkas-berkas kemenangan ke dalam tangan kita

Related posts