Teladan Perempuan Kanaan

  • Whatsapp

Ayat Bacaan: Matius 15 Pasal 21 sampai 28

Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.  Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” Jawab Yesus: Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel“. Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” Tetapi Yesus menjawab: Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing“. “Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Kerangka Khotbah:

Hidup yang kita jalani hari-hari ini adalah hidup yang berat dan penuh dengan berbagai tantangan. Banyak persoalan yang harus kita hadapi. Mulai dari persoalan ekonomi, keluarga, sakit penyakit dan lain sebagainya.
Kondisi ini seharusnya menyadarkan setiap kita, bahwa sesungguhnya kita perlu menyertakan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita. Kita harus datang kepada Tuhan dalam setiap pergumulan yang kita hadapi hari demi hari.

Ayat-ayat bacaan diatas menceritakan bagaimana seorang perempuan Kanaan yang termasuk golongan orang tidak mengenal Tuhan saja menyadari bahwa dia perlu Tuhan untuk menghadapi permasalahan hidupnya. Itulah sebabnya ia datang dan meminta pertolongan kepada Tuhan ( Matius Pasal 15 Ayat 22)

Tetapi ternyata walaupun ia datang kepada Tuhan, ia malahan mendapatkan  respon yang tidak menyenangkan, bukan saja dari para murid (Matius Pasal 15 Ayat 23), bahkan dari Tuhan Yesus sendiri (Matius Pasal 15 Ayat 24). Namun luar biasanya perempuan Kanaan ini, ia tetap merespon dengan baik sehingga pada akhirnya,  ia beroleh kasih dan pertolongan dari Tuhan.

Beberapa sikap yang bisa kita pelajari dari perempuan kanaan ini:
1. Menghadap Tuhan dengan rendah hari ( Matius Pasal 15 ayat 25).

  • Tetap mendekat meskipun murid-murid-Nya mengusir dia
  • Tetap menyembah Tuhan, meskipun tidak dianggap oleh Tuhan
  • Ketika ada masalah, kita harus datang kepada Tuhan dengan sikap rendah hati (bersedia diibaratkan seperti anjing)

2. Tidak dendam ( Matius Pasal 15 Ayat 26 sampai 27)

  • Tidak tersinggung, meskipun Yesus menyamakan dia seperti anjing malah ia berkata, ” benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya”.
  • Sebagai jemaat, seharusnya kita tidak mudah tersinggung ketika hamba Tuhan menyampaikan teguran lewat firman Tuhan yang ia sampaikan, justru harus besyukur dan menerima dengan sukacita.

3. Tetap setia 

  • Terus bertahan dan menanti pertolongan Tuhan sampai ia memperolehnya
  • Kita harus tetap setia kepada Tuhan, tidak hanya saat kita sedang kesusahan, tetapi dalam keadaan apapun, kita harus tetap setia beribadah kepada Tuhan.

4. Memiliki pendengaran yang tajam

  • Ketika ada masalah datang dan dengar firman Tuhan, bukan mendengar apa kata orang atau dunia.
  • Suka dengar firman, maka akan seperti pohon, yang ditanam ditepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya,  apa saja yang diperbuatnya berhasil ( Mazmur pasal 1 ayat 3)

Kita dapat melihat hasil dari keempat sikap yang ditunjukkan perempuan Kanaan tersebut adalah MUJIZAT terjadi ( Matius pasal 15 ayat 28). Karena itu, sebagai anak-anak Tuhan, mari kita mau seperti perempuan Kanaan, agar mujizat terjadi dalam kehidupan kita, keluarga, pekerjaan, usaha dan pelayanan kita.
Respon dan sikap yang benar dalam kita datang kepada Tuhan, akan menghasilkan mujizat yang besar dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus Memberkati Saudara Sekalian.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

22 comments

  1. Amin. luar biasa firman Tuhan, sangat menginspirasi dan menguatkan imanku. mujizat Tuhan Yesus terjadi bagi setiap org percaya.