Tanggalkan Reputasi dan Gengsimu

Ayat Bacaan : 2 Raja-Raja 5:1-14

“Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta.”
  2 Raja-Raja 5:1

Naaman bukanlah sembarang orang, dia adalah orang yang punya kedudukan tinggi dan reputasi baik di mata masyarakat karena ia adalah panglima tertinggi raja Aram.  Arti nama  ‘Naaman’  adalah menyenangkan, sedap. Sayang, kesuksesan dan kegemilangannya dalam karir menjadi tidak berarti karena ia menderita sakit kusta.  Tak bisa dibayangkan bagaimana perasaan Naaman waktu itu, penyakit membuatnya tidak berdaya.

Read More

     Pada zaman itu seorang penderita kusta akan dikucilkan dan dibuang dari masyarakat.  Melalui kesaksian seorang gadis kecil, yang tak lain adalah pelayan isterinya, Naaman datang kepada Elisa untuk mendapatkan kesembuhan.  Sangkanya abdi Tuhan itu akan berdoa sambil menumpangkan tangan di atas tubuhnya yang sakit itu, tapi melalui seorang suruhan, Elisa memberikan perintah kepada Naaman, “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.”  (2 Raja-Raja 5:10).

Naaman menjadi gusar dan kecewa.  “Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?” Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.”  (2 Raja-Raja 5:12).  Naaman berharap Elisa memerintahkan dia untuk mandi di sungai Abana atau Parpar, bukan ke sungai Yordan, yang airnya sangat keruh.  Arti harafiah  ‘Abana’  adalah keahlian, kehebatan dan pengetahuan manusia;  ‘Parpar’ berarti kecukupan  (kelimpahan materi), sedangkan sungai Yordan berarti sungainya Tuhan.

    Ketika mengalami masalah yang berat kita seringkali berpikir bahwa kepintaran dan kehebatan manusia, kecanggihan ilmu kedokteran, pasti dapat melepaskan kita dari masalah.  Kita juga beranggapan bahwa masalah pasti dapat diselesaikan dengan uang atau kekayaan.  Namun nyatanya kepintaran, kehebatan, uang, kekayaan, tak selamanya bisa menolong.  Tak mudah memercayai kuasa Ilahi karena manusia lebih memercayai hal-hal yang terlihat secara kasat mata.  Namun akhinya hati Naaman luluh juga, ia mau menanggalkan reputasi dan gengsinya untuk mandi tujuh kali di sungai Yordan.

Karena mau taat, mujizat dinyatakan!  Naaman menjadi tahir.

Related posts