<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>renungan &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<atom:link href="https://drijie1.kokris.com/tag/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<description>Memuridkan Untuk Memberkati</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Dec 2025 06:56:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://drijie1.kokris.com/wp-content/uploads/2021/03/image-1-60x60.jpg</url>
	<title>renungan &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Panggilan Hidup Abadi, Setia Sampai Akhir</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/panggilan-hidup-abadi-setia-sampai-akhir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 06:55:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[setiasampaiakhir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=3072</guid>

					<description><![CDATA[AYAT UTAMA: Wahyu 2:10b (TB): &#8220;Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><strong>AYAT UTAMA:</strong></em><br />
<em><strong>Wahyu 2:10b (TB): &#8220;Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.&#8221;</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Shalom saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Kita hidup di tengah dunia yang makin dipenuhi oleh ketidakpastian dan komitmen yang mudah pudar. Hari ini orang bisa menyatakan loyalitas yang membara, namun esok hari kesetiaan itu bisa menguap karena tantangan, godaan, atau janji yang lebih menggiurkan. Budaya kita mengajarkan kita untuk mencari yang terbaik (the next best thing), sering kali mengorbankan apa yang sudah kita pegang.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil menuju standar yang jauh lebih tinggi—standar kesetiaan ilahi. Kita tidak hanya dipanggil untuk melakukan hal-hal besar, tetapi untuk setia dalam segala hal, bahkan dalam hal-hal yang tampaknya remeh. Khotbah kita hari ini akan mengingatkan kita bahwa kesetiaan bukanlah sekadar sifat, tetapi fondasi karakter Kristus yang harus tertanam dalam setiap aspek kehidupan kita, mulai dari relasi pribadi, pekerjaan, pelayanan, hingga pengharapan kita akan kedatangan Kristus.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Kesetiaan Allah Adalah Jangkar Kehidupan Kita (Ref: 2 Timotius 2:13 (TB): “Karena jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”)</strong><br />
Sebelum kita membahas kesetiaan yang dituntut dari kita, kita harus terlebih dahulu memahami akar teologisnya: Kesetiaan (Hessed/Emeth) Allah. Allah tidak bisa tidak setia, sebab kesetiaan adalah hakikat dari sifat-Nya. Bahkan ketika kita jatuh, goyah, atau melanggar janji kita, Allah tetap berdiri teguh di atas perjanjian-Nya. Ia adalah Tuhan yang janji-Nya ya dan amin.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebenaran ini harus menjadi jangkar kita saat badai kehidupan menerpa. Jika kita mendasarkan iman kita pada kesetiaan Allah yang tak tergoyahkan, kita memiliki kepastian di tengah ketidakpastian dunia. Ini membebaskan kita dari beban untuk menjadi sempurna, karena kita tahu bahwa meskipun kita gagal, kesetiaan-Nya tidak pernah gagal. Pemahaman inilah yang memberdayakan kita untuk mencoba dan terus menjadi setia, karena kita merespons kasih dan konsistensi ilahi yang sudah kita terima.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Kesetiaan Teruji Dalam Perkara Kecil dan Manajemen Sumber Daya (Ref: Lukas 16:10 (TB): “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”)</strong><br />
Yesus mengajarkan bahwa kesetiaan sejati terlihat bukan saat kita diberi panggung besar, tetapi di belakang layar. Bagaimana kita mengelola keuangan, janji waktu, integritas dalam pekerjaan yang tidak diawasi atasan, atau bagaimana kita melayani di komite gereja yang sepi peminat—inilah medan ujian kesetiaan kita yang sebenarnya. Allah menilai hati kita berdasarkan konsistensi kita dalam tugas-tugas sehari-hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Kontekstualisasinya sangat jelas: Jika kita tidak bisa mengatur uang yang dipercayakan Tuhan kepada kita (entah itu gaji kita atau perpuluhan kita), bagaimana kita bisa dipercaya dengan kekayaan rohani? Jika kita tidak setia pada pasangan atau keluarga kita dalam hal-hal kecil (seperti komunikasi atau waktu bersama), bagaimana kita bisa setia pada tubuh Kristus? Kesetiaan bukanlah lonjakan emosi sesaat; itu adalah kebiasaan yang dibentuk melalui disiplin harian untuk menghormati Kristus dalam setiap detail kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Kesetiaan adalah Ketekunan yang Menghasilkan Mahkota (Ref: Ibrani 10:36 (TB): “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”)</strong><br />
Pesan kepada Jemaat Smirna dalam Wahyu 2:10 adalah panggilan untuk ketekunan: &#8216;Setia sampai mati.&#8217; Ini berbicara tentang ketahanan rohani—kemampuan untuk tetap teguh meskipun menghadapi ancaman, penganiayaan, atau cobaan yang panjang dan melelahkan. Kesetiaan bukanlah sprint, tetapi maraton iman. Banyak orang memulai dengan baik, tetapi hanya sedikit yang menyelesuhkannya dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketekunan yang disertai kesetiaan adalah tanda kematangan rohani. Ini berarti kita tidak menyerah pada standar etika Kristen hanya karena itu sulit, kita tidak berhenti berdoa meskipun jawaban terasa lambat, dan kita tidak meninggalkan panggilan pelayanan meskipun kita lelah. Mahkota kehidupan dijanjikan bukan hanya kepada mereka yang memulai dengan iman, tetapi kepada mereka yang *menyelesaikan* perlombaan dengan kesetiaan yang utuh kepada Kristus.</p>
<p style="text-align: justify;">Saudara-saudara, mari kita periksa hati kita hari ini. Di manakah area kehidupan Anda yang paling membutuhkan injeksi kesetiaan? Apakah itu dalam doa rahasia Anda, janji yang terabaikan, atau tugas pelayanan yang terasa membosankan? Ingatlah, buah dari kesetiaan kita di bumi adalah kepuasan Kristus. Marilah kita ambil komitmen baru hari ini, untuk menjalani hidup bukan dengan loyalitas yang bersifat musiman, tetapi dengan konsistensi yang mencerminkan kesetiaan Bapa kita yang di Surga.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesetiaan adalah respons kita terhadap kesetiaan Allah yang tak terbatas. Itu diwujudkan dalam hal-hal kecil sehari-hari dan diuji dalam ketekunan kita sampai akhir hayat. Marilah kita kejar mahkota kehidupan yang disediakan bagi mereka yang menemukan, menerima, dan memelihara panggilan untuk setia sampai mati.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>DOA PENUTUP:</strong><br />
Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau adalah Allah yang setia, sumber dari segala kebenaran dan konsistensi. Ampuni kami atas kegagalan kami dalam menjaga komitmen, dan atas hati kami yang seringkali mudah goyah. Kuatkanlah kami, ya Roh Kudus, agar kami dapat mempraktikkan kesetiaan dalam perkara kecil dan besar, dalam terang dan tersembunyi. Tanamkanlah dalam hati kami ketekunan yang membaja, sehingga kami dapat menyelesaikan perlombaan iman ini dengan baik, dan pada akhirnya, kami layak menerima mahkota kehidupan yang Engkau janjikan. Dalam Nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panggilan Tertinggi</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/panggilan-tertinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 22:22:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[kotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=3065</guid>

					<description><![CDATA[AYAT UTAMA: Mazmur 119:105 &#8211; &#8216;Firman-Mu itu pelita bagi kakiku&#8230;&#8217; Shalom, Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan.&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>AYAT UTAMA:</strong><br />
<strong><em>Mazmur 119:105 &#8211; &#8216;Firman-Mu itu pelita bagi kakiku&#8230;&#8217;</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Shalom, Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan.<br />
Judul renungan kita hari ini adalah &#8220;Panggilan Tertinggi&#8221;. Sebuah topik yang menyentuh inti dari tema besar kita, yaitu: Kesetiaan. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang semakin tidak menentu, kita seringkali kehilangan fokus pada esensi kebenaran ini.<br />
Banyak orang Kristen hari ini terjebak dalam rutinitas agamawi tanpa mengalami kuasa yang nyata dari Kesetiaan. Kita tahu istilahnya, kita sering mendengarnya, namun apakah kita benar-benar menghidupinya? Seringkali ada jurang pemisah yang lebar antara apa yang kita ketahui di kepala dengan apa yang kita alami di hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangkan seorang pendaki gunung yang kehabisan oksigen di zona maut. Kakinya berat, nafasnya sesak. Namun, ketika ia melihat puncak, semangatnya bangkit kembali. Demikianlah gambaran Kesetiaan dalam perjalanan iman kita. Kita butuh &#8216;oksigen&#8217; ilahi ini untuk mencapai garis akhir. Dari kisah di atas, kita belajar bahwa Kesetiaan memiliki kekuatan untuk mengubah arah hidup seseorang atau bahkan sejarah. Sama seperti tokoh tersebut, kita pun dihadapkan pada pilihan-pilihan setiap hari. Pendekatan kita hari ini, khususnya secara umum, akan membawa kita menyelami lebih dalam. Bukan sekadar motivasi manusiawi, tetapi penggalian kebenaran yang bersumber dari hati Allah sendiri.<br />
Mari kita buka Alkitab kita dan perhatikan ayat dasar kita hari ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>POIN PEMBAHASAN:</strong><br />
<strong>1. Memahami Hakikat Sejati dari Kesetiaan (Ref: Roma 8:28)</strong><br />
Poin pertama, mari kita luruskan definisi kita. Dunia mendefinisikan Kesetiaan secara dangkal, seringkali transaksional. Namun Alkitab, dalam ayat referensi ini, memberikan standar yang jauh lebih tinggi. Kesetiaan bukan sekadar perasaan, melainkan keputusan kehendak (act of will) yang didasarkan pada karakter Allah. Secara prinsip, hal ini menuntut kematian daging. Kita tidak bisa menghidupi Kesetiaan sambil tetap memelihara ego kita. Ini adalah paradoks Kerajaan Surga: kita harus kehilangan nyawa untuk memperolehnya. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah pemahaman saya tentang hal ini sudah alkitabiah, atau masih tercemar oleh pola pikir duniawi?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Hambatan Terbesar dan Cara Mengatasinya (Ref: Filipi 4:13)</strong><br />
Mengapa sulit mempraktikkan Kesetiaan? Ayat ini menunjuk pada akar masalahnya: Ketidakpercayaan dan ketakutan. Seringkali kita takut jika kita melakukan kebenaran ini, kita akan rugi, kita akan dimanfaatkan, atau kita akan tertinggal. Iblis selalu membisikkan kebohongan untuk membuat kita meragukan janji Tuhan terkait Kesetiaan. Dia ingin kita berpikir bahwa jalan Tuhan itu terlalu sulit atau kuno. Tetapi perhatikan janji penyertaan Tuhan di sini. Kunci kemenangannya adalah &#8216;Memandang kepada Yesus&#8217;. Ketika mata kita tertuju pada badai, kita tenggelam. Ketika mata kita tertuju pada Yesus, kita berjalan di atas air.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Dampak Kekal dari Hidup yang Berubah (Ref: Amsal 3:5)</strong><br />
Terakhir, Kesetiaan selalu menghasilkan buah. Buah itu tidak selalu berupa harta materi, tetapi berupa karakter yang teruji, damai sejahtera yang melampaui akal, dan dampak bagi sesama. Orang lain mungkin tidak membaca Alkitab, tapi mereka membaca hidup Saudara. Ketika Saudara menghidupi Kesetiaan di kantor, di rumah, di pergaulan, Saudara sedang menjadi &#8216;Injil yang terbuka&#8217;. Hari ini, Tuhan menantang kita: maukah kita naik level? Bukan hanya menjadi pendengar, tapi pelaku. Upahnya besar, bukan hanya di surga nanti, tapi penyertaan Tuhan saat ini juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Bapak/Ibu, kita sudah sampai di penghujung pesan ini. Tuhan tidak kebetulan membawa Saudara mendengar/membaca pesan tentang Kesetiaan hari ini. Mungkin ada area dalam hati Saudara yang sedang Tuhan soroti. Jangan keraskan hati. Tuhan tahu perjuangan Saudara. Dia tahu air mata yang jatuh diam-diam saat Saudara berusaha menghidupi Kesetiaan. Dia bukan Imam Besar yang tidak turut merasakan kelemahan kita. Dia peduli. Hari ini, ambillah keputusan iman. Jangan biarkan iblis mencuri benih firman ini saat Saudara melangkah keluar pintu. Pegang janji Tuhan. Katakan, &#8220;Tuhan, aku mau berubah. Aku mau hidup benar.&#8221;<br />
Dunia sedang menunggu orang-orang Kristen yang asli. Orang-orang yang memiliki Kesetiaan yang sejati. Jadilah jawaban bagi keluargamu, bagi kotamu. Tuhan memberkati Saudara berlimpah-limpah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai kesimpulan akhir, sadarilah bahwa &#8220;Panggilan Tertinggi&#8221; bukan hanya retorika mimbar. Kesetiaan adalah panggilan seumur hidup. Biarlah roh kita terus menyala-nyala untuk menghidupi kebenaran ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>DOA PENUTUP:</strong><br />
Bapa di Sorga, materaikan setiap firman yang telah kami dengar. Mampukan kami dengan kuasa Roh Kudus untuk menjadi pelaku firman yang setia. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menemukan Anugerah Dalam Pergumulan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/menemukan-anugerah-dalam-pergumulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 23:05:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[pergumulan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=3061</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Alkitab: 2 Korintus 12:9-10 (TB): &#8216;Tetapi jawab Tuhan kepadaku: &#8220;Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Alkitab:</strong><br />
<em>2 Korintus 12:9-10 (TB): &#8216;Tetapi jawab Tuhan kepadaku: &#8220;Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.&#8221; Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.&#8217;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, tidak ada seorang pun di antara kita yang kebal terhadap pergumulan. Baik itu pergumulan dalam kesehatan, keuangan, hubungan, atau bahkan pergumulan iman. Seringkali, kita melihatnya sebagai tanda kegagalan atau kelemahan, sesuatu yang harus disembunyikan. Namun, hari ini kita akan melihat dari firman Tuhan bahwa justru di lembah pergumulan yang terdalam, anugerah dan kuasa Tuhan dinyatakan dengan cara yang paling luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Pembahasan: Tiga Perspektif Iman dalam Menghadapi Pergumulan</strong></em><br />
<strong>1. Pergumulan Mengungkap Ketergantungan Kita pada Tuhan.</strong> Seperti Rasul Paulus dengan &#8216;duri dalam daging&#8217;-nya, pergumulan kita seringkali menjadi pengingat yang menyakitkan namun perlu bahwa kita bukanlah makhluk yang mandiri. Kelemahan kita bukanlah sebuah kutukan, melainkan sebuah undangan untuk bersandar sepenuhnya pada kekuatan Tuhan yang tidak terbatas. Di titik terendah kitalah kita belajar untuk melihat ke atas dengan sungguh-sungguh.</p>
<p><strong>2. Anugerah Tuhan Cukup dalam Segala Situasi.</strong> Jawaban Tuhan kepada Paulus bukanlah menghilangkan masalahnya, tetapi menyatakan kecukupan anugerah-Nya. &#8216;Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu&#8217;. Ini adalah janji fundamental bagi kita. Anugerah Tuhan bukanlah sekadar tambahan, melainkan sumber kekuatan utama yang memampukan kita bertahan, bahkan bertumbuh, di tengah badai. Kuasa-Nya menjadi sempurna bukan saat kita kuat, tetapi justru saat kita mengakui kelemahan kita.</p>
<p><strong>3. Kelemahan sebagai Panggung Kemuliaan Kristus.</strong> Perspektif Kristen yang radikal adalah mengubah cara kita memandang kelemahan. Paulus berkata, &#8216;terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku&#8217;. Mengapa? Supaya kuasa Kristus turun menaungi dia. Ketika kita berhenti berusaha tampil kuat dengan kekuatan sendiri dan mengizinkan Kristus bekerja melalui kerapuhan kita, orang lain tidak akan melihat kehebatan kita, melainkan kuasa Kristus yang ajaib. Pergumulan kita dapat menjadi kesaksian yang paling kuat tentang Dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pergumulan apa Anda saat ini merasa paling lemah dan tak berdaya? Bagaimana Anda dapat mulai mengubah doa Anda, dari &#8216;Tuhan, angkatlah bebanku&#8217; menjadi &#8216;Tuhan, nyatakanlah kuasa-Mu yang sempurna di dalam kelemahanku ini&#8217;?</p>
<p style="text-align: justify;">Pergumulan bukanlah akhir dari cerita kita, melainkan bagian penting dari perjalanan iman kita. Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk berhenti melihat pergumulan sebagai musuh dan mulai melihatnya sebagai kesempatan. Kesempatan untuk lebih mengenal Tuhan, kesempatan untuk mengalami kecukupan anugerah-Nya, dan kesempatan untuk menjadi panggung bagi kemuliaan Kristus. Marilah kita pulang dengan perspektif baru: di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan-Nya yang sejati. Sebab jika kita lemah karena Kristus, maka sesungguhnya kita kuat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenangan Bersama Tuhan Setiap Hari</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/kemenangan-bersama-tuhan-setiap-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 May 2023 23:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah iman]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2694</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Utama: &#8220;Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang memperoleh kemenangan melalui&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Utama: &#8220;Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang memperoleh kemenangan melalui Dia yang telah mengasihi kita.&#8221; (Roma 8:37)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Renungan: Kemenangan bersama Tuhan setiap hari adalah kebenaran yang penting dalam hidup seorang Kristen. Ayat utama ini, yang diambil dari Roma 8:37, mengingatkan kita bahwa melalui Kristus, kita memiliki kekuatan untuk mengatasi segala tantangan dan meraih kemenangan dalam hidup kita.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Kekuatan dalam Kristus: Ayat ini mengajarkan bahwa kemenangan kita tidak bergantung pada kekuatan atau kemampuan kita sendiri, tetapi pada kekuatan Kristus yang bekerja di dalam kita. Ketika kita hidup dalam hubungan yang erat dengan Tuhan, kita dipenuhi oleh Roh Kudus yang memberikan kekuatan dan bimbingan yang kita butuhkan untuk menghadapi setiap hari.</li>
<li>Mengatasi Tantangan: Hidup ini penuh dengan tantangan, kesulitan, dan kegagalan. Namun, dalam Kristus, kita tidak hanya diberikan kemenangan di atas segala sesuatu itu, tetapi juga diberikan kekuatan untuk bertahan dan tumbuh di tengah-tengahnya. Ketika kita mengandalkan Tuhan dan hidup dalam ketergantungan pada-Nya, Ia memberikan kemenangan yang melebihi apa pun yang dapat kita hadapi.</li>
<li>Kemenangan melalui Kasih Tuhan: Ayat ini menekankan bahwa kemenangan kita berasal dari kasih Allah yang tidak tergoyahkan. Allah mengasihi kita dengan sempurna, dan kasih-Nya memberi kita kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu. Kemenangan kita tidak bergantung pada situasi atau kondisi, tetapi pada kasih yang konstan dan tak tergoyahkan dari Tuhan.</li>
<li>Kemenangan di Segala Hal: Ayat ini menegaskan bahwa kita lebih dari orang-orang yang memperoleh kemenangan melalui Kristus. Ini berarti kita tidak hanya mengatasi tantangan dan kesulitan hidup ini, tetapi juga memperoleh kemenangan spiritual yang abadi. Kemenangan bersama Tuhan tidak hanya terbatas pada dunia ini, tetapi meluas ke kehidupan kekal di hadapan-Nya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam Kristus, kita tidak perlu takut atau putus asa, karena kita memiliki kemenangan bersama-Nya setiap hari. Mari kita hidup dalam kemenangan ini dengan mengandalkan kekuatan-Nya, mengandalkan kasih-Nya, dan hidup dalam persekutuan yang erat dengan-Nya. Kemenangan yang kita miliki dalam Kristus memampukan kita untuk hidup dengan sukacita, penuh kepercayaan, dan mengalami kemuliaan-Nya di dalam hidup kita.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenangan Dalam Kristen</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/kemenangan-dalam-kristen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Apr 2023 13:34:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah iman]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2023]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah tematik]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan malam kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2669</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: 2 Korintus 2:14 Renungan: Kemenangan dalam Kristen adalah sebuah konsep penting dalam kehidupan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat Bacaan: 2 Korintus 2:14</strong></p>
<p><strong>Renungan:<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kemenangan dalam Kristen adalah sebuah konsep penting dalam kehidupan orang percaya. Kita dipanggil untuk hidup dalam kemenangan melalui Yesus Kristus yang telah mengalahkan dosa dan maut. Sebagai umat Kristen, kita harus memahami bahwa kemenangan tidak tergantung pada keadaan atau situasi kita, tetapi tergantung pada iman kita pada Kristus.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita mempercayakan hidup kita pada Kristus dan mengikuti ajaran-Nya, kita akan mendapatkan kemenangan di dalam-Nya. Yohanes 16:33 mengatakan, &#8220;Di dalam dunia ini kamu akan mendapat kesesakan, tetapi bersukacitalah, Aku telah mengalahkan dunia.&#8221; Ayat ini menegaskan bahwa Yesus telah mengalahkan dunia dan kita sebagai pengikut-Nya juga dapat meraih kemenangan dalam hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemenangan dalam Kristen tidak berarti kita tidak akan mengalami kesulitan atau ujian dalam hidup kita. Sebaliknya, kita akan menghadapi ujian dan tantangan, tetapi kita akan mampu mengatasinya dengan kekuatan dan bantuan dari Kristus. 1 Korintus 15:57 mengatakan, &#8220;Tetapi syukur kepada Allah, yang memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kita dipanggil untuk hidup dalam kemenangan dalam semua aspek kehidupan kita, termasuk dalam pekerjaan, hubungan, dan pelayanan. Kita perlu mengandalkan kekuatan dan hikmat dari Kristus untuk meraih kemenangan dalam hidup kita. 2 Korintus 2:14 mengatakan, &#8220;Tetapi syukur kepada Allah, yang selalu membawa kita dalam kemenangan di dalam Kristus dan melalui kita menyebarkan bau pengenalan akan Dia di tempat mana pun.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hidup ini, kita akan menghadapi banyak tantangan dan godaan dari setan, tetapi kita dapat mengatasi semuanya itu dengan kekuatan Kristus. Efesus 6:10-11 mengatakan, &#8220;Akhirnya, berpeganglah pada Tuhan dan pada kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat setan.&#8221; Dalam ayat ini, kita dipanggil untuk memakai perlengkapan perang Allah, termasuk sabuk kebenaran, baju besi kebenaran, sepatu injil damai sejahtera, perisai iman, helm keselamatan, dan pedang Roh.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesimpulannya, kemenangan dalam Kristen adalah sebuah konsep yang penting dalam kehidupan orang percaya. Kita dipanggil untuk hidup dalam kemenangan melalui iman kita pada Yesus Kristus dan dengan memakai perlengkapan perang Allah. Kita dapat mengatasi setiap tantangan dan godaan dalam hidup kita dengan kekuatan Kristus dan meraih kemenangan dalam semua aspek kehidupan kita.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penguasaan Diri</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/penguasaan-diri-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Mar 2023 00:38:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[ayat alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah 2023]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah terbaru 2023]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2631</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Alkitab: Markus 8:35 Kerangka Khotbah/Renungan: Penguasaan diri adalah kemampuan untuk mengendalikan emosi dan keinginan,&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Alkitab: Markus 8:35</p>
<p></strong><strong>Kerangka Khotbah/Renungan:</strong>
</p>
<div id="__next">
<div class="overflow-hidden w-full h-full relative">
<div class="flex h-full flex-1 flex-col md:pl-[260px]"><main class="relative h-full w-full transition-width flex flex-col overflow-hidden items-stretch flex-1"></p>
<div class="flex-1 overflow-hidden">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-vsjst-79elbk h-full dark:bg-gray-800">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-vsjst-1n7m0yu">
<div class="flex flex-col items-center text-sm dark:bg-gray-800">
<div class="group w-full text-gray-800 dark:text-gray-100 border-b border-black/10 dark:border-gray-900/50 dark:bg-gray-800" style="text-align: justify;">
<div class="text-base gap-4 md:gap-6 md:max-w-2xl lg:max-w-2xl xl:max-w-3xl p-4 md:py-6 flex lg:px-0 m-auto">
<div class="w-[30px] flex flex-col relative items-end">
<div class="relative flex">Penguasaan diri adalah kemampuan untuk mengendalikan emosi dan keinginan, serta mengambil keputusan yang bijak. Dalam konteks Kristen, penguasaan diri juga merupakan buah Roh Kudus yang diberikan kepada orang percaya sebagai bagian dari proses pemurnian hidup.</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="group w-full text-gray-800 dark:text-gray-100 border-b border-black/10 dark:border-gray-900/50 bg-gray-50 dark:bg-[#444654]">
<div class="text-base gap-4 md:gap-6 md:max-w-2xl lg:max-w-2xl xl:max-w-3xl p-4 md:py-6 flex lg:px-0 m-auto">
<div class="relative flex w-[calc(100%-50px)] flex-col gap-1 md:gap-3 lg:w-[calc(100%-115px)]">
<div class="flex flex-grow flex-col gap-3">
<div class="min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-4 whitespace-pre-wrap">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<p style="text-align: justify;">Berikut ini adalah beberapaayat Alkitab tentang penguasaan diri:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Penguasaan diri membutuhkan kerjasama antara kehendak kita dengan kehendak Tuhan. &#8220;Sebab siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi siapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.&#8221; (Markus 8:35)</li>
<li>Penguasaan diri adalah tanda dari pertumbuhan rohani yang sehat. &#8220;Tetapi buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, keluwesan, dan penguasaan diri. Lawan terhadap semuanya itu tidak ada hukum.&#8221; (Galatia 5:22-23)</li>
<li>Penguasaan diri membantu kita untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. &#8220;Karena itu, saudara-saudaraku, aku ingin kamu tahu, bahwa oleh Dia kabar baik tentang pengampunan dosa telah diberitakan kepada kamu, dan bahwa segala sesuatu yang tidak dapat dibebaskan oleh hukum Musa, dibebaskan oleh Dia. Setiap orang yang percaya dibebaskan dari segala sesuatu.&#8221; (Kisah Para Rasul 13:38-39)</li>
<li>Penguasaan diri adalah salah satu ciri dari iman yang kuat. &#8220;Sebab itu, bersiaplah kamu, pakai perlengkapan senjata Allah yang lengkap, supaya kamu dapat bertahan pada waktu yang jahat dan setelah kamu melakukan segala sesuatu, tetaplah tegak.&#8221; (Efesus 6:13)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam rangka memperoleh penguasaan diri yang lebih baik, penting untuk memperkuat hubungan kita dengan Tuhan melalui doa, membaca Alkitab, dan bergaul dengan sesama orang percaya. Dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus, kita dapat menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih bijak, dan lebih disiplin dalam menjalani hidup ini.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p></main></div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bangkit Dan Menjadi Terang</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/bangkit-dan-menjadi-terang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2023 00:50:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2023]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2023]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2591</guid>

					<description><![CDATA[Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 60: 1-7 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong>Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 60: 1-7</strong></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong><em>Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kerangka Khotbah:</strong></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Seperti fajar yang terbit di pagi hari, dan kita dibangunkan dari tidur yang panjang untuk menjalani hari yang cerah. Demikianlah firman Tuhan berseru untuk bangun dan bangkit sebab terang Tuhan telah terbit. Terang abadi (ay.19) yang akan menyinari kehidupan umatNya dan banyak orang akan melihat sinar dari terang Tuhan yang menyinari umatNya itu.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Kita telah mengimani Tuhan Yesus yang telah membawa keselamatan bagi dunia ini yang berkata <strong><em>“Akulah Terang Dunia”</em></strong> (Yoh. 8: 12). Terang itu telah terbit menyinari kehidupan setiap orang yang percaya, dan setiap orang yang percaya bersinar di dunia ini membuat dunia ini penuh dengan terang dari kemuliaan Tuhan.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Minggu lalu, kita sudah mempelajari firman Tuhan dalam kitab Matius 24: 3-8 tentang permulaan dari akhir zaman, bahwa akan muncul mesias-mesias palsu yang menyesatkan, kejadian-kejadian yang menakutkan yang akan dapat menggoyahkan iman. Maka firman Tuhan bagi kita saat ini berkata <strong><em>“bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu”</em></strong>. Mari kita mendalami kemuliaan yang Tuhan berikan kepada kita:</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong><em>“Bangkitlah&#8230;..sebab terangmu datang”</em></strong></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Tanpa terang Tuhan kita akan tersesat, tanpa terang Tuhan kita akan takut, bimbang. Sikap waspada dan berawas-awas yang diajarkan Tuhan Yesus bukanlah sekedar sikap tetapi Dia memperlengkapi kita untuk waspada dan berawas-awas yaitu dengan terang kemuliaanNya.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Kita berwasapada dengan terang firmanNya agar tidak tersesat. Tuhan tau dan mengerti kelemahan kita, maka itulah sebabnya kita diperlengkapi oleh Tuhan dengan kemuliaanNya. Kelemahan kita manusia bukanlah menjadi alasan sebab Tuhan telah memberikan diriNya untuk mengalahkan kelemahan kita manusia, bahkan iblis sekalipun tidak akan dapat mengalahkan kita.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Firman Tuhan berkata <strong><em>“Bangkitlah&#8230;”</em></strong> jangan membiarkan dirimu disesatkan, disusahkan oleh apapun, jangan sia-siakan kebaikan Tuhan. Jangan mau di sesatkan oleh kebahagiaanmu hari ini, kesusahanmu hari ini, jangan mau disesatkan oleh sakit hati, kemarahan, kebencian, namun biarlah hati kita selalu diterangi oleh terang Tuhan, sebab tidak ada hidup yang lebih baik dan lebih indah selain dari takut akan Tuhan.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Terang akan selalu mengalahkan kegelapan, bahwa Tuhan memberikan kepada kita kuasa yang besar untuk dapat bangkit dan mengalahkan setiap situasi dalam kehidupan ini. Terang adalah pemenang, maka setiap orang yang menerima terang Tuhan akan selalu memenangkan setiap kehidupan yang dijalaninya.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong><em>“&#8230;.menjadi teranglah, sebab terangmu datang”</em></strong></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Tidak hanya bangkit, tetapi Tuhan berfirman <strong><em>“..menjadi teranglah&#8230;”</em></strong>. Kita ditempatkan oleh Tuhan dalam rencana besarNya, sebagaimana Tuhan Yesus memberikan kita tugas yang mulia <strong><em>“kamulah terang dunia”</em></strong>. Maka, bagaimana kita bisa menjadi terang? Tentu yang pertama adalah mau dihidupkan menjadi terang. Tuhan menjadikan kita berbeda dari pancaran sinar terang Tuhan dari dalam diri kita.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Kita akan heran dan tercengang dengan segala perbuatan Tuhan dalam hidup kita (ay. 5) ketika Terang itu bekerja dalam diri kita. Ketika firmanNya bekerja dalam diri kita menjadikan kita pribadi yang mulia oleh firmanNya. Tuhan Yesus berkata <strong><em>“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5: 16).</em></strong></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Di dunia ini mungkin kita bukan siapa-siapa, bukan seseorang yang di hormati dan kagumi karena jabatan atau kehormatan yang melekat dalam diri kita, tetapi Tuhan memberikan kemuliaan yang jauh lebih besar nilainya dari apapun yang ada di dunia ini, bahwa dari dalam diri kita ada pancaran terang Tuhan.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Harta yang mereka punya, kehormatan dan ketenaran yang mereka miliki tidak ada artinya sama sekali dibandingkan dengan pribadi kita yang diterangi oleh kemuliaan Tuhan (ay. 4-7). Ada terang kasih, kemurahan, kebaikan, kelemahlembutan terpancar dari diri kita. Kehadiran kita menjadi berkat bagi orang lain, kehadiran kita membuat orang lain memuliakan Tuhan. dan bukan justru sebaiknya kehadiran kita membuat orang resah, tidak ada damai di hati orang disekitar kita.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak Muda Yang Dikehendaki Tuhan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/anak-muda-yang-dikehendaki-tuhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2022 12:40:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khotbahkristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2538</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: 1 Yohanes 2:14 Kerangka Khotbah: Banyak orang tua ingin anaknya memiliki perangai bahkan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan: 1 Yohanes 2:14<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kerangka Khotbah:<br />
</strong>Banyak orang tua ingin anaknya memiliki perangai bahkan keahlian seperti yang dipunyainya. Kalau dokter , maka anaknya juga harus menjadi dokter, maka anaknya juga harus menjadi seorang dokter. Dengan kata lain, sang Ayah ingin menjadikan anaknya sesuai dengan pola yang diinginkan, padahal &#8220;Keinginan&#8221; sang ayah itu sangat bertentangan dengan keinginan sang anak. Akibatnya kita melihat banyak kegagalan. Tentu saja, sebab tindakan seperti itu tidak sesuai dengan perkembangan dunia &#8220;modern&#8221; ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Perikop di atas bercerita model anak muda yang dikehendaki Tuhan yaitu hidup dengan berpedomankan Firman Allah yang dapat mengalahkan si jahat (ay.14)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>I. Kaum muda yang dikehendaki Tuhan adalah kaum muda yang &#8220;kuat didalam Tuhan&#8221;.<br />
</strong>&#8211; Ditandai dengan imannya (Ibrani 11:6)<br />
&#8211; Ditandai dengan sikapnya yang tidak kompromi dengan dosa (Kejadian 39:8-9; Amsal 22:23-25)<br />
&#8211; Ditandai oleh kasihnya kepada Tuhan (1 Yohanes 2:15)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>II. Kaum muda yang dikehendaki Tuhan adalah kaum muda yang senang dengan firman Allah<br />
</strong>&#8211; Ia senang mencari Tuhan (Pkh.12:1)<br />
&#8211; Ia senang menyimpan Firman Tuhan didalam hati dan pikirannya (Filipi 4:8; Mazmur 119:9)<br />
&#8211; Kesukaannya kerumah Tuhan (Mazmur 122:1)</p>
<p><strong>III. Kaum muda yang dikehendaki Tuhan adalah kaum muda yang mampu mengalahkan godaan dari si jahat<br />
</strong>&#8211; Kaum muda dapat mengalahkan si jahat( 1 Yohanes 2:14)<br />
&#8211; Kaum muda dapat menguasai keinginan dagingnya dan hal-hal didalam dunia yang melawan jiwa, yang kadangkala menjadi alat si jahat (1 Yohanes 2:16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sikap Beribadah Menurut Pengkhotbah</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/sikap-beribadah-menurut-pengkhotbah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2022 00:57:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah iman]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2022]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2519</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Pengkhotbah 4:17 Renungan: Setiap kita pastilah tahu apa itu sikap beribadah? Sikap beribadah&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan: </strong><b><strong>Pengkhotbah 4:17</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong>Renungan:<br />
</strong>Setiap kita pastilah tahu apa itu sikap beribadah? Sikap beribadah adalah berdoa. Lipat tangan, tutup mata. Menyanyi, memuji dan menyembah Tuhan, Atau bertepuk tangan. Sikap itu lumrah, sikap itu wajar dalam sebuah ibadah. Akan tetapi saudara-saudara, menariknya di dalam pengajaran kitab pengkhotbah, sikap beribadah justru menggunakan istilah-istilah yang tidak lazim, seperti: jagalah langkahmu, menghampiri dan mendengarkan. Mengapa pengkhotbah memakai istilah-istilah ini saudara-saudara? <b><strong> Hari ini kita akan belajar dari tiga istilah ini untuk mengetahui tentang sikap beribadah menurut kebenaran Alkitab?</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong> </strong></b><b><strong>SIKAP BERIBADAH YANG PERTAMA ADALAH MENJAGA LANGKAH KAKI KITA</strong></b>. Kata jagalah ini saudara-saudara, di dalam perjanjian lama di ibaratkan dengan seseorang yang bekerja sebagai penjaga. seorang penjaga memiliki tiga tugas.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><em>Yang pertama</em>, <b><strong>menjaga agar tidak ada yang masuk</strong></b> (Kej. 3:24). Hal ini seperti yang dilakukan para malaikat yang menjaga taman eden. Malaikat-malaikat menjaga taman eden, agar adam dan hawa yang telah jatuh dalam dosa tidak dapat masuk ke dalam taman itu.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><em>Yang kedua</em> adalah <b><strong>melindungi</strong></b> (1 Sam. 17:20) “Keesokan harinya, pagi-pagi, Daud bangun lalu berkemas. Dombanya dititipkannya kepada seorang <em>penjaga</em>, kemudian  ia mengambil bawaannya lalu berangkat, sesuai dengan perintah ayahnya”. Melindungi yang dimaksud adalah melindungi seperti para gembala yang melindungi domba-dombanya di padang belantara. Memelihara domba pada waktu itu tidak seperti jaman sekarang saudara-saudara. Jika jaman sekarang domba-domba dipelihara di lapangan atau dipadang rumput, tetapi pada zaman Israel, domba-domba dipelihara di padang belantara atau hutan. Oleh karena dipelihara di padang belantara atau hutan, maka sering kali domba-domba itu diterkam atau diserang oleh binatang buas. Oleh sebab itu agar domba-domba itu tidak diterkam atau diserang oleh binatang buas, harus ada seorang gembala yang bertugas untuk melindungi domba-domba itu dari binatang buas.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Dan arti jagalah yang lain adalah <b><strong>waspada atau tidak lengah sedikit pun</strong></b> (1 Sam. 26:16). Di ayat ini dikisahkan tentang kegagalan Abner untuk melindungi raja Saul. pada waktu itu Abner sebagai seorang jendral, kurang waspada dan lengah pada waktu menjaga raja Saul di perkemahan. Akibat kelengahan Abner, Daud berhasil memasuki tenda Saul, dan secara diam-diam, mencuri tombak serta kendi minum Saul. Jagalah disini saudara-sudara, sesungguhnya memiliki arti, mengawal atau melindungi tanpa lengah sedikitpun.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Dari ketiga ayat-ayat tadi, kita dapat melihat arti menjaga menurut pengkhotbah adalah menjaga agar tidak ada yang masuk, melindungi, atau waspada. Apa yang harus kita jaga, lindungi, dan waspadai saudara-saudara? Kembali ke pengkhotbah 4:17, Menurut pengkhotbah yang harus kita jaga adalah langkah kaki kita. “jagalah langkahmu”. Jadi jagalah disini menunjuk kepada menjaga langkah kaki kita sendiri atau dapat dikatakan menjaga diri kita sendiri. Maka sikap beribadah dengan menjaga langkah kaki kita, sesungguhnya memiliki arti, menjaga diri kita sendiri dari hal-hal buruk atau menjaga diri dari kita sendiri dari pengaruh-pengaruh negatif yang ada di sekitar kita.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Ibadah yang benar menurut pengkhotbah adalah suatu sikap dimana kita dapat menjaga kekudusan hidup dari pengaruh-pengaruh buruk yang ada diluar kita. Sadar atau tidak kita sadari, sering kali kita gagal menjaga kekudusan hidup oleh karena pengaruh-pengaruh buruk yang ada disekitar kita. Karena orang banyak biasa berbuat sesuatu yang tidak benar, maka secara otomatis kita meniru atau mengikuti perbuatan mereka.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Itulah yang dialami salomo saudara-saudara. Salomo adalah seseorang yang sangat berhikmat dan takut akan Tuhan. oleh karena hikmatnya dan sikapnya yang takut akan Tuhan. Tuhan memberkati salomo secara luar biasa. Tuhan memakai salomo untuk membangun bait Allah dan bahkan Israel menjadi makmur di bawah pemerintahannya. Tetapi kehidupan salomo mulai berubah. Ketika salomo memiliki 1000 Istri dan sebagaian besar istrinya adalah orang-orang dari negeri asing yang menyembah berhala. maka tanpa sadar salomo mulai terpengaruh oleh kehidupan istri-istrinya yang menyembah berhala. Akibatnya, Salomo mulai meninggalkan Tuhan, oleh karena ia tidak dapat menjaga dirinya sendiri dari lingkungan yang sangat buruk.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Saudara-saudara, agar kita tetap dapat menjaga kekudusan hidup sebagai bentuk dari ibadah kita kepada Tuhan. kita perlu menjaga diri dari pengaruh-pengaruh buruk yang ada disekitar kita.  Bagaimana caranya? Kita perlu waspada, jangan membuka celah untuk  kebiasaan-kebiasaan yang buruk itu mempengaruhi kita. Jangan sampai kita terjerumus, terhasut, terbawa arus oleh berbagai macam ajaran atau kehidupan dunia ini yang bertentang dengan firman Tuhan.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>SIKAP BERIBADAH YANG KEDUA ADALAH MENGHAMPIRI</strong></b>. Apa hubungan beribadah dengan menghampiri? Saudara-saudara,<b><strong> </strong></b>Jika melihat kebiasaan ibadah pada jaman Israel pada waktu itu. Hanya ada satu tempat beribadah di seluruh negeri Israel, yaitu bait Allah di Yerusalem. Jadi Setiap kali beribadah, seluruh rakyat dari berbagai daerah harus datang dan berbondong-bondong menuju ke bait Allah yang ada di Yerusalem. Untuk beribadah saja mereka harus menempuh perjalanan yang jauh dan sukar, melewati gunung-gunung dan padang belantara.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Maka dari itu, nasihat pengkhotbah agar orang Israel menghampiri sebagai sikap beribadah, sesungguhnya dimaksudkan agar orang israel tetap setia untuk datang beribadah kepada Tuhan. meskipun jauh dan sukar, tetapi Mereka tidak jemu-jemu, mereka selalu memiliki kerinduan untuk bertemu Tuhan.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Saudara-saudara, sikap beribadah harus dimulai dengan hati yang rindu untuk berjumpa dengan Tuhan. Apakah ketika kita datang beribadah kita memiliki hati yang rindu untuk berjumpa dengan Tuhan?</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>SIKAP BERIBADAH </strong></b><b><strong> </strong></b><b><strong>SELANJUTNYA </strong></b><b><strong>ADALAH MENDENGARKAN.</strong></b><b><strong> </strong></b>Mendengarkan merupakan suatu sikap yang taat terhadap perintah-perintah Tuhan. Jika membaca <b><strong>1 Samuel 15:22</strong></b> “Tetapi jawab Samuel: &#8220;Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan”. Mendengar adalah suatu sikap yang taat. Bagi Tuhan ketaatan lebih utama dari pada korban bakaran.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-weight: 400;">Ibadah yang sejati adalah ibadah yang dibarengi dengan sikap hati yang taat kepada suara Tuhan. Akan sangat percuma apabila kita datang beribadah hanya memperhatikan acara ibadah, suasana ibadah, penampilan, persembahan, tetapi kita melupakan hal yang terpenting yaitu ketaatan kita. Tuhan tidak pernah menuntut banyak agar kita selalu datang kepadanya, atau bahkan berjam-jam beribadah kepadanya. Tidak saudara-saudara! yang Tuhan mau adalah kita memiliki sikap hati yang taat untuk mendengarkan segala ketetapan dan perintah-Nya atas kehidupan kita. </span></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berjalan Dengan Iman</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/berjalan-dengan-iman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2022 00:29:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2022]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2505</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Matius 14:22-32 Renungan: Setiap kali Tuhan membawa kita dari satu tingkat ke tingkat&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong style="font-weight: 400;">Ayat Bacaan: </strong><strong>Matius</strong><b style="font-weight: 400;"><strong> 14:22-32</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong>Renungan:</strong></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Setiap kali Tuhan membawa kita dari satu tingkat ke tingkat pengalaman rohani yang lebih tinggi, ini merupakan titik melampaui komitmen dan keputusan kita, melainkan pada pada suatu iman yang berani.  Bergerak maju dengan iman yang berani membawa kita memasuki dimensi rohani yang lebih dalam dan lebih luas bersama Yesus. <b><strong>Tuhan membawa kita kepada pengalaman rohani, melalui cara kita berjalan dengan iman yang berani.</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Bagaimanakah iman yang berani  terjadi dalam hidup kita ? Dari pengalaman Petrus berjalan diatas air, kita menemukan beberapa kebenaran :</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>1.IMAN YANG BERANI LAHIR DI SAAT-SAAT MASA YANG SULIT “24-27”</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>Orientasi :<br />
</strong></b>Salah satu harapan ketika kita memutuskan menjadi orang Kristen adalah kurangnya kesulitan atau tidak ada sama sekali.  Hal itu merupakan keinginan yang wajar dan normal,</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>Konteks :<br />
</strong></b>Yesus dan murid-murid-Nya baru saja dengan ajaib memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima roti dan dua ikan. Setelah itu Ia mengijinkan mereka melintasi danau Galilea,  dan beberapa saat mereka  meninggalkan bibir pantai, perahu mereka dihantam angin sakal.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Dimanakah Yesus ketika murid-murid-Nya mengalami kesulitan ? Bagaimana saat <strong>P</strong><b><strong>erahu mereka diombang-ambingkan angin sakal – </strong></b>mereka berjuang mempertahankan hidup,  lelah secara phisik, mental, emosional.  Kesulitan hidup menguras habis seluruh kemampuan kita.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Hampir semua kita dikala mengalami masalah, kita berada pada titik depresi.  Seluruh mental, emosional bahkan spiritual kita terkuras habis untuk berjuang menyelesaikan masalah tersebut.  Namun justru ditengah-tengah kesulitan itulah iman kita bekerja dengan aktif.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Kesulitan bukan simbol bahwa Allah telah meninggalkan kita, kesulitan merupakan cara Allah untuk menyatakan mukjizat ditengah-tengah kita.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>2.IMAN YANG BERANI TERJADI KETIKA MENDENGAR SUARA TUHAN”28-30”</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>Orientasi :<br />
</strong></b>Hari-hari yang kita jalani, banyak disuguhi dengan berita yang membuat kita semakin takut, pesimis dan kehilangan harapan untuk menatap masa depan. Kesulitan seringkali menimbulkan ketakutan. Kabar baik : dalam situasi yang tak pasti ini,  hadirat Allah ada disana, mendahului kita</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>Konteks :<br />
</strong></b>Yesus berkata <b><strong>Datanglah ! Petrus meningga;kan perahu dan berjalan diatas air</strong></b>.  Ketika fokus perhatian Petrus pada suara Tuhan, ia tidak genmetar, tingkat imannya begitu tinggi, sehingga semua keraguan sirna.  Ia melakukan secara tepat apa yang Yesus katakan.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Ketika sungguh-sungguh fokus pada suara Tuhan, kita akan memasuki pengalaman supra-alami bersama Tuhan.  Roma 10 : 17 <b><strong><em>“Firman menumbuhkan iman kita”.</em></strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Ini adalah titik dimana banyak dari kita seringkali ”kalah”.  Kita mendengar suara Tuhan, dan setelah itu menganalisa apa yang Ia katakan, sehingga kita jadi bimbang sampai keraguan itu muncul.  <b><strong>Saat keraguan itu telah menguat, iblis memiliki pintu terbuka dalam roh kita sehingga kita menempatkan panggilan Tuhan atas kita”:ditempat yang tidak berarti.”.</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>3.IMAN YANG BERANI MEMBAWA KITA MENGENAL KARAKTER ALLAH YANG SEMPURNA “31-33”</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>Orientasi :<br />
</strong></b>Setelah kita mentaati panggilan Tuhan, kita seringkali masih membuat banyak kesalahan, dan iman kita juga belum sempurna..  <b><strong>Tuhan selalu melakukan apa yang benar, sekalipun kita mempertanyakannya.</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Iman kita membawa kepada pemahaman akan  karakter Allah yang sempurna<b><strong>.  </strong></b>Ia layak untuk kita kagumi dan kita sembah, sebab Ia Allah yang sanggup menolong dan menopang seluruh hidup kita.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Benar apa yang dikatakan oleh Bunda Theresia, “<b><strong> Iman memelihara orang yang memelihara iman”</strong></b>.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Mari<b><strong> </strong></b>kita menjalani hidup ini dengan iman yang berani !. Selamat anda jadi pemenang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
