<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>renungan umat kristen &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<atom:link href="https://drijie1.kokris.com/tag/renungan-umat-kristen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<description>Memuridkan Untuk Memberkati</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Jul 2022 21:59:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://drijie1.kokris.com/wp-content/uploads/2021/03/image-1-60x60.jpg</url>
	<title>renungan umat kristen &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepatuhan Orang Percaya</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/kepatuhan-orang-percaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2022 21:45:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2022]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2022]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan umat kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2463</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Yohanes 13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph" style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan:</strong> <strong>Yohanes 13:13</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align: justify;"><em>Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align: justify;"><strong>Renungan:</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align: justify;">Kepatuhan atau ketaatan kepada Tuhan adalah sesuatu yang berat. Setidaknya itulah pendapat atau perasaan kebanyakan dari kita. Akan tetapi, renungan hari ini menegaskan bahwa kepatuhan atau ketaatan adalah suatu hal yang menyenangkan, dalam hubungan seperti anak-bapa, bahkan dikatakan “kita akan mengagumi Dia siang dan malam”.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align: justify;">TUHAN tidak pernah memaksakan otoritas atau wewenang-Nya atas kita. Dia tidak pernah berkata, “Kamu harus tunduk kepada-Ku.” Tidak. Dia membiarkan kita sebebas-bebasnya untuk memilih. Malah sedemikian bebasnya sehingga kita dapat meludahi wajah-Nya atau membunuh Dia, seperti yang telah dilakukan orang-orang lain kepada-Nya; tetapi Dia tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align: justify;">Akan tetapi, sekali setelah hidup-Nya dijelmakan di dalam saya melalui penebusan-Nya, maka saya segera menyadari hak-Nya untuk menjalankan otoritas atau kekuasaan-Nya atas diri saya. Itu merupakan penguasaan yang penuh dan berhasil, yang di dalamnya saya mengaku “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak &#8230;” (Wahyu 4:11).</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align: justify;">Adalah ketidaklayakan (unworthiness) dalam diri sayalah yang menolak untuk tunduk kepada Dia yang layak. Bila saya menjumpai seseorang yang lebih suci dari saya, dan saya tidak mengenal kelayakannya, atau tidak mematuhi perintahnya kepada saya, maka itu merupakan tanda ketidaklayakan saya sendiri yang disingkapkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align: justify;">Allah mengajar kita dengan menggunakan orang-orang yang sedikit lebih baik dari kita. Dia terus-menerus berbuat demikian sampai kita bersedia untuk tunduk. Kemudian seluruh sikap hidup kita merupakan sikap ketaatan kepada-Nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align: justify;">Jika Tuhan memaksakan kepatuhan kita, Dia hanya akan menjadi seorang mandor dan tidak lagi mempunyai otoritas yang sesungguhnya. Dia tidak pernah memaksakan kepatuhan, tetapi jika kita benar-benar melihat Dia maka kita akan segera mematuhi-Nya. Kemudian Dia dengan “mudah” dan menyenangkan menjadi Tuhan atas hidup kita, dan kita akan mengagumi Dia siang malam.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align: justify;">Tingkat pertumbuhan saya dalam anugerah dinyatakan oleh cara saya memandang ketaatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align: justify;">Kita seharusnya mempunyai pandangan yang lebih tinggi pada kata ketaatan. Ketaatan hanya mungkin tumbuh di antara orang-orang yang sepadan dalam hubungan mereka; seperti hubungan antara ayah dan anaknya, bukan antara majikan dan pelayannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align: justify;">Yesus menunjukkan hubungan ini dengan mengatakan, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:30). “Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya” (Ibrani 5:8). Anak Allah taat sebagai Penebus kita, karena Dia adalah Anak, bukan supaya Dia menjadi Anak Allah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sabar Dalam Kesesakan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/sabar-dalam-kesesakan/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/sabar-dalam-kesesakan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2021 21:38:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan umat kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan update 2021]]></category>
		<category><![CDATA[sate kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2154</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan : Roma 12:12 Bersukacitalah Dalam Pengharapan, Sabarlah Dalam Kesesakan dan Bertekunlah Dalam Doa.&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat Bacaan : Roma 12:12<br />
<em>Bersukacitalah Dalam Pengharapan, Sabarlah Dalam Kesesakan dan Bertekunlah Dalam Doa. Sebagai manusia, kita sulit sekali menjadi orang yang sabar.</p>
<p></em></strong><strong>Kerangka Khotbah :<br />
</strong>Orang tidak ingin lebih lama dalam suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Misalnya dalam ruang yang panas, dalam udara yang dingin sekali, sakit penyakit dan dalam segala macam kesesakan lainnya. Lalu mengapa rasul Paulus menganjurkan kita untuk sabar dalam kesesakan?</p>
<p><strong>1. Apa artinya sabar dalam kesesakan<br />
</strong>&#8211; Artinya tidak mengeluh kepada Allah (Keluaran 16:3)<br />
&#8211; Artinya tidak susah dan sedih (Mazmur 39:5-6)<br />
&#8211; Artinya tidak mencari jalan keluar diluar Firman Tuhan (Mazmur 139:7)<br />
&#8211; Artinya tetap ada dalam sikap mengucap syukur (Ayub 1:21-22; 1 Tesalonika 5:18)<br />
&#8211; Artinya merasa puas dengan apa yang sedang terjadi (1 Samuel 3:18)</p>
<p><strong>2. Mengapa kita harus sabar dalam kesesakan</strong><br />
&#8211; Karena segala sesuatu ada dibawah kuasa Tuhan ( 2 Samuel 16:10-12)<br />
&#8211; Tidak melebihi kekuatan kita (1 Korintus 10:13)<br />
&#8211; Setiap orang Kristen mengalaminya (1 Petrus 4:12; 5:9)<br />
&#8211; Kristus mengalaminya dan memberi teladan bagi kita (1 Petrus 2:23; 4:13)<br />
&#8211; Allah tahu bagaimana melepaskan kita (2 Petrus 2:9)<br />
&#8211; Ketidaksabaran tidak menyelesaikan masalah kita (Mazmur 39:1-3)</p>
<p><strong>3. Hasil dari kesabaran sangat menakjubkan</strong><br />
&#8211; Ayub bertambah kaya setelah ia sabar (Ayub 42:7-17)<br />
&#8211; Yusuf menjadi raja muda setelah ia sabar (Kejadian 4:37-57)<br />
&#8211; Daud menjadi raja gantikan Saul setelah ia sabar (2 Samuel 5:1-5)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p class="p1">Bagi Saudara/i yang terberkati dan rindu mendukung pelayanan aplikasi ini dapat memberikan donasi persembahan dukungan ke :</p>
<p class="p1"><strong>BCA Cab. Mutiara Taman Palem</strong><br />
<strong>a.n. Yoga Adi Candra Putra Kesuma</strong><br />
<strong>7015215062</strong><br />
<strong>Konfirmasi ke email : watashiyoga@gmail.com</strong><br />
<b>Terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati.</b></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/sabar-dalam-kesesakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
