<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>merenungkan firman tuhan &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<atom:link href="https://drijie1.kokris.com/tag/merenungkan-firman-tuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<description>Memuridkan Untuk Memberkati</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Aug 2021 00:12:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://drijie1.kokris.com/wp-content/uploads/2021/03/image-1-60x60.jpg</url>
	<title>merenungkan firman tuhan &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Optimis Bersama Tuhan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/optimis-bersama-tuhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2021 00:12:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan renungan]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan firman tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2157</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan:  Bilangan 13:1-13 &#8220;Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan:  Bilangan 13:1-13</strong></p>
<p><strong><i>&#8220;</i><i>Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.&#8221;</i>  Bilangan 13:33</strong></p>
<p>Sadar atau tidak, ada banyak orang percaya yang selalu terpaku pada kehidupan di masa lalu. Padahal masa lalu adalah sesuatu yang sudah lewat, yang tak mungkin terulang kembali. Seharusnya kita fokus pada hari ini sebagai persiapan untuk menatap masa depan, yang jauh lebih penting daripada masa lampau. Hari depan membuka banyak kesempatan bagi kita dalam hal perkembangan dan perbaikan hidup di dalam Tuhan.</p>
<p>Untuk mencapai kemajuan dalam hidup kekristenan  (kedewasaan iman)  kita harus belajar dari masa lalu dengan segala kegagalannya, tapi kita tak boleh dipengaruhi oleh masa lalu itu. Selama kita masih dipengaruhi dan bergantung pada masa lalu, sulit bagi kita untuk memperoleh kemajuan yang berarti, sebab memori kita selalu melekat pada masa lalu.  Mengapa?  Karena yang seringkali melekat di memori kita adalah hal-hal negatif, sehingga bayang-bayang ketakutan dan kegagalan tersebut menciptakan rasa takut dan rasa enggan melangkah ke depan.  Patut kita teladani rasul Paulus yang berkata,  <strong><i>&#8220;&#8230;</i><i>ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, </i><i>dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.&#8221;</i>  (Filipi 3:13-14).</strong></p>
<p>Musa mengutus dua belas orang pengintai tanah Kanaan.  <strong><i>&#8220;</i><i>Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu,&#8221;</i>  (Bilangan 13:25).</strong>  Sepuluh orang memberikan laporan negatif dan merasa takut untuk kembali masuk ke negeri itu, karena pikiran mereka dipenuhi hal-hal negatif, merasa diri kecil seperti belalang, sementara penduduk negeri itu besar-besar seperti raksasa.  Itulah yang terus membayangi pikiran mereka.  Akhirnya mereka gagal dan tak menikmati tanah Kanaan yang berlimpah air susu dan madu, karena menyelesaikan persoalan dengan pemikiran akal manusia.  <strong><i>&#8220;&#8230;</i><i>dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.&#8221;</i>  (Bilangan 13:33)</strong>.  Dihantui masa lalu membuat mereka menyerah sebelum berperang.</p>
<p><b>Dalam menghadapi persoalan jangan mengukur kekuatan sendiri, tapi pandanglah Tuhan dengan segala kekuatan dan kedahsyatan kuasa-Nya!</b></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Langkah Mudah Merenungkan Firman Tuhan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/3-langkah-mudah-merenungkan-firman-tuhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2021 00:35:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[belajar alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[langkah merenungkan firman Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan firman tuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2074</guid>

					<description><![CDATA[ARTIKEL KRISTEN : Firman Tuhan adalah seperti cermin. Kita menggunakan cermin untuk mengevaluasi diri kita&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>ARTIKEL KRISTEN : </strong></p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Firman Tuhan adalah seperti cermin. Kita menggunakan cermin untuk mengevaluasi diri kita sendiri. Kita melihat di cermin untuk menilai kerusakan diri malam sebelumnya. Kemudian kita melakukan sesuatu tentang hal itu. Apa gunanya cermin jika kita tidak melakukan apa-apa tentang apa yang kita lihat? Tuhan berkata cermin merefleksikan seperti apa kita di luar dan Firman Tuhan merefleksikan seperti apa diri kita di dalam. Yakobus memberi kita tiga cara praktis untuk merenungkan Firman Tuhan:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" src="https://2.bp.blogspot.com/-6mEY3rcmJJY/WpnZEnbjJuI/AAAAAAAADvI/Mw4wl2tD5iIh6EmTd10OgFiyy9sKRHJswCLcBGAs/s1600/Dave-Armstrong-838px.gif" alt=""/></figure>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph"><strong>Pertama, MEMBACA.</strong><br><strong>&#8220;Dan orang yang menyelidiki dan memperhatikan baik-baik serta melakukan hukum-hukum itu, dan bukannya mendengar saja lalu melupakannya, orang itu akan diberkati Allah dalam setiap hal yang dilakukannya.&#8221; (Yakobus 1:25 BIS)</strong>. Kata <span style="text-decoration: underline;">&#8220;menyelidiki&#8221;</span> dalam bahasa Yunani berarti <span style="text-decoration: underline;">&#8220;membungkuk dan menatap dengan tajam&#8221;</span>. Yakobus mengatakan untuk memfokuskan perhatian Anda pada Firman Tuhan.<br>Lihatlah sungguh-sungguh secara rinci. <strong><span style="text-decoration: underline;">Berikut adalah sembilan hal untuk Anda selidiki:</span></strong><br>1. Apakah ada Dosa yang harus diakui?<br>2. Apakah ada Janji untuk diklaim?<br>3. Apakah ada Sikap yang harus diubah?<br>4. Apakah ada Perintah untuk ditaati?<br>5. Apakah ada Contoh untuk diikuti?<br>6. Apakah ada Doa untuk didoakan?<br>7. Apakah ada Kesalahan untuk dihindari?<br>8. Apakah ada Kebenaran untuk dipercayai?<br>9. Apakah ada Sesuatu yang mana kita harus berterima kasih kepada Tuhan?</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph"><strong>Kedua, MENINJAU KEMBALI.</strong><br><strong>&#8220;&#8230; sungguh-sungguh melakukannya&#8230;&#8221; (Yakobus 1:25)</strong> Itu berarti melakukannya secara berulang-ulang. Alkitab menyebut ini sebagai merenungkan. Baca dan tinjau terus-menerus. Tinggal di dalamnya dan jadilah setia kepada Alkitab.<br>Saya mengenal beberapa orang yang lebih setia pada Facebook atau situs olahraga daripada mereka setia dengan Firman Tuhan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" src="https://alvianchristiancinanda.files.wordpress.com/2018/08/lebih-efektif-membaca-alkitab-low.jpg?w=640" alt=""/></figure></div>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph"><strong>Ketiga, MENGINGATKAN.</strong><br><strong>&#8220;&#8230; bukannya mendengar saja lalu melupakannya..&#8221; (Yakobus 1:25 BIS)</strong>. Tidak ada yang akan membawa dampak lebih banyak untuk kehidupan rohani Anda daripada mengembangkan kebiasaan untuk menghafal Firman Tuhan. <strong>&#8220;Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.&#8221; (Mazmur 119:11)</strong>.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Merenungkan Firman Tuhan adalah membacanya dengan seksama, meninjau kembali dan mengingatnya, maka setiap Firman itu akan,berbuah dalam kehidupan kita. Amin. Doa saya menyertai</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
