<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>merenungkan alkitab &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<atom:link href="https://drijie1.kokris.com/tag/merenungkan-alkitab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<description>Memuridkan Untuk Memberkati</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Feb 2024 13:25:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://drijie1.kokris.com/wp-content/uploads/2021/03/image-1-60x60.jpg</url>
	<title>merenungkan alkitab &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sabar Dalam Kesesakan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/sabar-dalam-kesesakan-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Feb 2024 13:25:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah iman]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2862</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Utama: &#8220;Dalam segala kesesakan dan penderitaan, kamu bersukacita, karena ujian imanmu itu menghasilkan ketekunan.&#8221;&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><em>Ayat Utama:</em> &#8220;Dalam segala kesesakan dan penderitaan, kamu bersukacita, karena ujian imanmu itu menghasilkan ketekunan.&#8221; (Yakobus 1:3)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam badai kehidupan, kesabaran adalah sebuah anugerah yang menghasilkan ketekunan. Di dalam kesesakan, marilah kita mencari kehadiran Tuhan, yang memberi kita kekuatan untuk bertahan dan bersukacita.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Poin-poin penting:</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Kesabaran sebagai Ujian Iman</strong>: Dalam setiap ujian dan kesesakan, kesabaran adalah sebuah ujian iman yang menghasilkan ketekunan. Dengan bertahan dalam iman, kita memperkuat fondasi spiritual kita. (Roma 5:3-4)</li>
<li><strong>Kesempurnaan dalam Kesesakan</strong>: Dalam kesesakan, kita dipanggil untuk mencari kesempurnaan dalam kesabaran. Kita dipimpin untuk menjadi lebih mirip dengan Kristus melalui proses penyempurnaan iman kita. (Yakobus 1:4)</li>
<li><strong>Harapan dalam Penantian</strong>: Kesabaran membawa harapan. Di tengah-tengah penantian yang sulit, kita menemukan kekuatan untuk tetap percaya pada janji-janji Tuhan yang tidak pernah gagal. (Roma 8:25)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam setiap kesesakan, marilah kita mencari Tuhan dengan penuh keyakinan dan keberanian. Dengan kesabaran yang dianugerahkan-Nya, kita dapat melewati badai kehidupan dengan sukacita dan ketekunan, mengetahui bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita dalam setiap langkah perjalanan kita. (Mazmur 27:14)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bekerja Bagi Kemuliaan Kristus</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/bekerja-bagi-kemuliaan-kristus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Mar 2023 00:43:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah iman]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah tematik]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2641</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Kolose 3:23-24 Renungan/Khotbah: Bekerja bagi kemuliaan Yesus adalah suatu tindakan yang mengarahkan segala&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan: Kolose 3:23-24<br />
</strong><strong>Renungan/Khotbah:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bekerja bagi kemuliaan Yesus adalah suatu tindakan yang mengarahkan segala upaya kita pada satu tujuan yang utama, yaitu memuliakan nama Tuhan dalam segala hal yang kita kerjakan. Dalam Firman Tuhan, terdapat beberapa ayat yang mengajarkan tentang arti penting bekerja bagi kemuliaan Yesus, antara lain:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Kolose 3:23-24: &#8220;Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu sebagai untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, karena kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima upah sebagai balasan; kamu mengabdi kepada Tuhan Kristus.&#8221;</li>
<li>Matius 5:16: &#8220;Biarlah terangmu bersinar di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapamu yang di surga.&#8221;</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dari ayat-ayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa bekerja bagi kemuliaan Yesus adalah memandang setiap pekerjaan yang kita lakukan sebagai panggilan Tuhan dan bertanggung jawab atas segala hasil kerja kita kepada-Nya. Tindakan tersebut dapat dilakukan dengan memperlihatkan teladan yang baik kepada orang lain melalui tindakan nyata yang sesuai dengan Firman Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah dua poin penting dalam renungan ini:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Mengasihi pekerjaan dan memandangnya sebagai panggilan Tuhan</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita memandang pekerjaan kita sebagai panggilan Tuhan, maka kita akan lebih memahami bahwa setiap tindakan yang kita lakukan, baik yang besar maupun kecil, memiliki dampak yang signifikan bagi kemuliaan Tuhan. Kita harus memperlakukan pekerjaan kita sebagai panggilan, sehingga kita dapat melakukan setiap tindakan dengan segenap hati dan memberikan yang terbaik.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="2">
<li><strong>Menjadi teladan bagi orang lain</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita bekerja bagi kemuliaan Yesus, maka kita harus memperlihatkan teladan yang baik kepada orang lain. Dalam segala tindakan kita, kita harus memperlihatkan ciri-ciri seorang Kristen, seperti kerendahan hati, kasih, kesabaran, dan integritas. Dengan demikian, kita dapat menjadi saksi hidup bagi orang lain dan memperlihatkan kebaikan Tuhan melalui setiap tindakan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kesimpulannya, bekerja bagi kemuliaan Yesus adalah suatu tindakan yang sangat penting bagi seorang Kristen. Kita harus memandang pekerjaan kita sebagai panggilan Tuhan dan memperlihatkan teladan yang baik bagi orang lain melalui setiap tindakan kita. Dengan demikian, kita dapat memuliakan nama Tuhan dalam segala hal yang kita kerjakan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosa Kesombongan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/dosa-kesombongan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2021 05:32:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah tematik]]></category>
		<category><![CDATA[khotbahkristen]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2270</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Amsal 11:2 Kesombongan adalah dosa pertama yang kita tahu. Melalui kesombonganlah malaikat jatuh&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat Bacaan: Amsal 11:2</strong></p>
<p>Kesombongan adalah dosa pertama yang kita tahu. Melalui kesombonganlah malaikat jatuh kedalam dosa dan dikucilkan dari sorga. Demikian juga kesombongan telah menyeret nenek moyang kita Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa melalui bisikan Iblis: “Kamu akan sama seperti Allah” (Kejadian 3:5). Kesombongan telah menyeret banyak orang dalam tingkah laku yang mendatangkan kehinaan, yang menempatkan kita pada posisi bermusuhan dengan Allah (Yesaya 2:11; Matius 23:12) Karena itu kita harus waspada dengan dosa kesombongan.</p>
<p><strong>I. Darimanakah datangnya dosa kesombongan?</strong></p>
<p>* Kesombongan berasal dari hati manusia (Matius 7:22)<br />
&#8211; Hati yang tidak memiliki kasih (1 Kor. 13:4)<br />
&#8211; Hati yang menyenangi perkara yang sia-sia (1 Timotius 6:20; Efesus 5:4)<br />
&#8211; Hati yang tidak dapat mengampuni (Matius 6:12; 14-15)<br />
&#8211; Hati yang senang menghakimi orang lain (Matius 7:1-5)<br />
&#8211; Hati yang tegar tengkuk(Keluaran 32:9)<br />
&#8211; Hati yang tidak memiliki roh penundukan diri (2 Timotius 3:1-5)<br />
&#8211; Hati yang tidak tahu berterima kasih (2 Timotius 3:1-5)</p>
<p><strong>II. Apakah yang dikerjakan dosa kesombongan bagi kita?</strong></p>
<p>&#8211; Kesombongan menghancurkan hubungan kita dengan Allah (Yakobus 4:6)</p>
<p>&#8211; Kesombongan menghancurkan hubungan kita dengan sesama (Yesaya 2:11;17)</p>
<p>&#8211; Kesombongan menghancurkan diri sendiri, karena membuat kita mudah tersinggung, mudah putus asa, dan ingin mati kalau ada tantangan dan masalah (Ayub 3:3-16; Yeremia 20:14-18)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Sukar Beribadah Kepada Allah?</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/apakah-sukar-beribadah-kepada-allah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2021 03:48:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah iman]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khotbahkristen]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2249</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Yosua 24:19-21 ”Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapanNya dengan sorak-sorai,” demikian&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat Bacaan: Yosua 24:19-21</strong></p>
<p>”Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapanNya dengan sorak-sorai,” demikian ungkapan Pemazmur dalam Mazmur 100:2. Namun dalam Yosua 24:19, Yosua mengungkapkan. Bahwa banyak diantara umat Tuhan mengalami kesukaran dalam beribadah. Mengapa?</p>
<p><strong>1. Ibadah kepada Allah itu sukar, jika kita hidup dalam dosa (ayat 19a)</strong></p>
<p>&#8211; Dosa membuat kita malu dan takut kepada Allah (Ezra 9:6)</p>
<p>&#8211; Dosa memathkan semangat kita untuk memuji dan berdoa kepada Tuhan (Yesaya 42:3)</p>
<p>&#8211; Dosa kita menghambat yang baik dari Allah bagi kita (Yeremia 5:25)</p>
<p>&#8211; Dosa memisahkan kita dari Allah (Yesaya 59:1-2)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2. Ibadah kepada Allah itu sukar, jika kita bercabang hati (Ayat 19b)</strong></p>
<p>&#8211; Allah cemburu jika kita bercabang hati (Ayat 19-20)</p>
<p>&#8211; Allah marah jika kia bercabang hati (1 Raja-raja 18:21)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. Ibadah kepadaa Allah itu sukar, jika kita meninggalkan Tuhan (ayat 20)</strong></p>
<p>&#8211; Jika kita meninggalkan Tuhan, Ia meninggalkan kita (ayat 20).</p>
<p>&#8211; Kesetiaan kita masa lalu, bukan jaminan untuk menutupi kesalahan kita saat sekarang.</p>
<p>&#8211; Di zaman akhir, dalam pengadilan Yesus Kristus, banyak orang yang ditolak, walaupun masa lalu mereka adalah orang-orang yang dipakai Allah (Matius 7:22-23)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berbuah Kebaikan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/berbuah-kebaikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2021 09:52:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan renungan]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan keluarga kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2243</guid>

					<description><![CDATA[Bacaan Firman Tuhan: 2 Samuel 9: 1-8 Renungan: Di kitab 2 Samuel 9: 1-8 kita akan belajar&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong>Bacaan Firman Tuhan: 2 Samuel 9: 1-8</strong></p>
<p><strong>Renungan:</strong></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Di kitab <strong>2 Samuel 9: 1-8</strong> kita akan belajar memahami makna dari kebaikan. Di kisahkan kepada kita bahwa Mefiboset yang adalah anak dari Yonatan, cucu Saul raja pertama bangsa Israel. Saul dan Yonatan terbunuh dalam pertempuran dan takhta kerajaan di isi oleh Daud. Bahwa pada masa itu raja yang baru sering kali memusnahkan semua orang yang berhubungan dengan dinasti raja sebelumnya, yang dikhawatirkan adanya pemberontakan di kemudian hari. Namun Daud mengingat persahabatannya dengan Yonatan dan janjinya kepada Yonatan untuk tidak memutus kasih setianya kepada keturunannya sampai selamanya ( 1 Sam. 20:15-17).</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Dalam diri Daud mungkin saja muncul perenungan yang dalam membayangkan kehidupannya dahulu dengan keadaannya sekarang dapat duduk di kursi raja dan hidup nyaman di istana yang megah. Namun semua ini dapat dirasakannya tidak terlepas dari peran sahabatnya yang telah menolongnya pada masa kekusahannya yaitu Yonatan. Maka Daud pun bertanya: <em>&#8220;Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan.&#8221;</em></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Daud mendapat informasi dari hamba Saul yaitu Ziba yang mengatakan bahwa masih ada keluarga Saul yang tertinggal, yaitu seorang anak laki-laki Yonatan yang cacat kakinya, lebih tepatnya kedua kakinya timpang yang bernama Mefiboset. Kedua kaki Mefiboset timpang ketika inang pengasuhnya membuatnya terjatuh ketika dia dibawa lari dengan tergesa-gesa setelah mengetahui kabar bahwa Saul dan Yonatan telah mati, yang saat itu umur Mefiboset adalah lima tahun (2 Sam. 4:4).</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Mengetahui informasi ini, Daud segera memerintahkan untuk membawa Mefisobet ke istana. Tidak ada pertimbangan bagi Daud yang membuatnya ragu dan berfikir untuk membawa dia ke istana yang walaupun kondisi fisik Mefiboset yang cacat. Tidak ada batasan syarat atau halangan dalam diri Daud untuk membawa Mefisobet ke istana karena ketidak sempurnaan fisiknya. Misi Daud hanya satu, yaitu <em>“Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah”</em> (ay. 3). Daud menunjukkan kasihnya kepada Mefiboset dengan mengembalikan segala ladang Saul neneknya dan juga makan sehidangan dengan Daud. Artinya bahwa Daud menjamin kehidupan Mefiboset di istana, seperti pengakuan Mefiboset sendiri tentang dirinya yang seperti “anjing mati” namun sekarang dia dapat duduk sehidangan dengan Daud, sebelumnya dia takut akan di bunuh karena masih keluarga dari Saul, namun kenyataannya dia dikasihi tinggal di istana raja.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Apa yang dilakukan oleh Daud ini menggambarkan kepada kita juga dengan apa yang dilakukan oleh Tuhan kepada kita orang berdosa. Bahwa Tuhan memanggil dan memilih kita menjadi anakNya untuk mewarisi kerajaan sorga bukanlah karena kebaikan kita. Bukan karena kebenaran kita sehingga kita dikasihi Tuhan, namun kita ini hanyalah orang cacat dan tidak berdaya oleh karena dosa, atau seperti istilah Mefiboset yang mengatakan <em>&#8220;Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?&#8221;, siapa kita ini? </em>Kita hanyalah orang yang hina karena dosa dan kejahatan kita, namun Tuhan mau menyelamatkan kita dengan memberikan hidupnya mati di kayu salib bagi keselamatan kita. Sama seperti Daud yang menerima Mefiboset ke dalam istana bukan karena kebaikan yang ada dalam diri Mefiboset, tetapi Daud mengingat janji setianya kepada sahabatnya Yonatan. Demikian halnya dengan Tuhan Yesus yang mengasihi kita dan dilayakkan menjadi anakNya dan satu meja perjamuan dengan Tuhan adalah mengingat akan janji kasih setiaNya kepada umatNya.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Tuhan Yesus telah memperlihatkan kepada kita kebaikan Allah melalui kasihNya yang tidak terselami dalamnya, apa yang dilakukan oleh Allah di dalam Tuhan Yesus menjadi teladan terbesar tentang kebaikan. Namun Alkitab juga mencacat beberapa tokoh yang menghidupi kasih Tuhan dalam hidupnya yang juga menjadi teladan dan pengajaran kepada kita dalam menghidupi kebaikan dalam hidup ini. Salah satunya adalah Daud dalam nas ini. Kita hendak mendalami lebih dalam lagi ketulusan hati dan perbuatan Daud yang berkata dalam nas ini <em>“Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah”</em> (ay. 3).</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Apa yang dapat kita pelajari dari ungkapan ini? Jika Daud hendak menunjukkan kasih Allah kepada orang lain, adalah karena Daud telah merasakan, melihat dan menyaksikan sendiri kasih Allah dalam dirinya. Daud dapat merasakan bagaimana penggembalaan Tuhan dalam dirinya, dari seorang gembala domba menjadi raja di Israel, Daud juga dapat merasakan pengalaman hidup bersama dengan penyertaan Tuhan, maka Daud mau supaya kasih Tuhan itu juga dirasakan oleh orang lain, lihat dan rasakanlah betapa baiknya Tuhan itu.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Kebaikan Daud kepada Mefiboset tidak lagi hanya semata-mata karena balas budi atau balas jasa dan bukan hanya karena janji setianya kepada sahabatnya Yonatan, tetapi jauh lebih dalam lagi bahwa Daud hendak memperlihatkan kasih Allah itu dan supaya orang lain juga dapat merasakan kasih setia Allah. Daud telah merasakan bagaimana kasih Allah yang menyertai hidupnya, sekalipun di tengah-tengah kesukaran Tuhan menyertai dia dengan memberinya seorang sahabat yang baik yaitu Yonatan, semuanya itu adalah penggembalaan Tuhan dalam hidupnya.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Apa yang dilakukan oleh Daud disini adalah teladan bagi kita juga dalam menghidupi kebaikan dalam kehidupan ini. Kita menghidupi kebaikan bukan untuk mengharapkan balasan kebaikan dari orang lain ataupun dari Tuhan, tetapi kita mau melakukan kebaikan adalah karena kita sudah terlebih dahulu merasakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Pengakuan kita akan limpahan kebaikan Tuhan dalam hidup kita sejatinya juga akan berbuahkan kebaikan yang akan dapat dirasakan orang lain.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Setiap saat kita memiliki peluang yang tidak terbatas untuk menghidupi kebaikan, ada banyak jalan dan cara yang dapat kita lakukan untuk menyatakan kebaikan bagi orang lain. Bagaimana supaya kita selalu menjadi berkat bagi orang lain, menjadi sumber kebaikan, sukacita kepada orang lain. Jangan kita membatasi kebaikan itu berbuah dalam hidup kita, sebab Tuhan juga tidak membatasi berkat dan kebaikanNya dalam hidup kita.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Kebaikan dalam diri kita adalah buah Roh Kudus yang bekerja dalam diri kita, orang yang melakukan kebaikan karena ada maunya, dibalik kebaikannya ada maksud dan tujuan lain, itu adalah kebaikan yang palsu, manusia mungkin saja bisa kita dustai, tetapi kita tidak bisa mendustai Tuhan. Ketulusan kita melakukan kebaikan akan tercipta ketika kita melakukan kebaikan itu bukan untuk manusia tetapi untuk Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Allah Tidak Pernah Berubah</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/allah-tidak-pernah-berubah/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/allah-tidak-pernah-berubah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2021 21:27:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan keluarga kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2236</guid>

					<description><![CDATA[Bacaan Firman Tuhan: Ayub 23: 10-17 Ayub memberikan tanggapan atas pernyataan Elifas di pasal 22&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bacaan Firman Tuhan: Ayub 23: 10-17</strong></p>
<p>Ayub memberikan tanggapan atas pernyataan Elifas di pasal 22 bahwa Tuhan itu adil, penderitaan Ayub adalah karena dosanya, dan dia perlu melakukan pertobatan. Dan Elifas mencoba menyebutkan dosa-dosa yang sekiranya dilakukan oleh Ayub. Kemudian di pasal 23 ini, Ayub menjawab pernyataan Elifas ini dengan ingin bertemu dengan Tuhan untuk memperoleh pengadilan yang adil, namun Ayub tidak dapat menemui Tuhan (23:1-9). Artinya Ayub siap berjumpa dengan Tuhan dan berdiri di peradilan Tuhan untuk membuktikan bahwa dosa-dosa yang disebutkan oleh Elifas itu tidaklah benar. Maka selanjutnya dalam nas pembahasan kita saat ini, Ayub menyatakan bahwa dirinya siap diuji dan diselidiki oleh Tuhan.</p>
<p><strong> 23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. </strong></p>
<p>Ayub mengungkapkan imannya bahwa Tuhan adalah maha tahu, maka pastinya Tuhan mengetahui dengan persis bagaimana jalan hidupnya. Sehingga dosa-dosa yang dituduhkan oleh Elifas itu tidak mempunyai dasar bahwa Ayub menderita karena dosa-dosa itu. Bahkan ditambahkannya lagi, jika Tuhan menguji Ayub seperti dalam perapian maka yang didapati dalam diri Ayub adalah emas yang murni. Artinya Ayub siap untuk di uji oleh Tuhan, dan hasil pengujian itu pasti akan di dapati Ayub yang memiliki pribadi yang baik.</p>
<p><strong> 23:11 Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.  23:12 Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. </strong></p>
<p>Kemudian dilanjutkannya, bahwa disepanjang hidupnya, tetap mengikuti Tuhan. Apa yang Tuhan perintahkan itulah yang ditaatinya. Dia tidak pernah menyimpang ke kiri atau ke kanan, tetapi dia tetap fokus kepada Tuhan dalam hidupnya. Ayub sangat menghargai firman yang diucapkan oleh Tuhan sehingga selalu tersimpan dalam dirinya. Ayub selalu memperhatikan langkah-langkah hidupnya untuk terus mengikut Tuhan dengan tidak melanggar apapun perintah dan hukumNya.</p>
<p><strong>23:13 Tetapi Ia tidak pernah berubah &#8212; siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga. 23:14 Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan-Nya. </strong></p>
<p>Disini Ayub hendak memberi jawab bahwa penderitaannya bukanlah karena dosa-dosanya, tetapi kita harus tunduk pada kuasa Tuhan. Dikatakannya bahwa Tuhan tidak pernah berubah, bahwa Tuhan tidak ada dari manusia yang dapat mengintervensi rencana Tuhan. Sekalipun Ayub menganggap bahwa penderitaannya bukanlah karena dosanya, tetapi Ayub tunduk pada hikmat Tuhan, bahwa Tuhan pasti akan menggenapi segala jalan-jalan dan kehendakNya atas hidupnya. Sekalipun Ayub merasa dirinya menderita bukanlah karena dosa-dosanya, tetapi Ayub menyadari bahwa semua yang terjadi dalam hidupnya ada maksud dan rencana Tuhan yang tersembunyi yang tidak dapat dipahami dan dimengerti oleh manusia.</p>
<p><strong>23:15 Itulah sebabnya hatiku gemetar menghadapi Dia, kalau semuanya itu kubayangkan, maka aku ketakutan terhadap Dia. 23:16 Allah telah membuat aku putus asa, Yang Mahakuasa telah membuat hatiku gemetar; 23:17 sebab bukan karena kegelapan aku binasa, dan bukan juga karena mukaku ditutupi gelap gulita.&#8221;</strong></p>
<p>Maka semakin gemetarlah Ayub karena semua yang terjadi ini, sebab sungguh Tuhan itu tidak bisa dijangkau dengan akal dan pikiran manusia. Jika bukan karena perbuatan dosa yang mengakibatkannya berdosa, maka semua yang terjadi dalam hidupnya adalah dalam rancangan Tuhan yang sulit dipahami oleh manusia. Maka yang sedang ditakutkan oleh Ayub bukanlah karena penderitaan yang sedang terjadi dalam hidupnya, tetapi karena begitu lemahnya dia untuk manjangkau kebesaran Tuhan yang sedang terjadi dalam hidupnya. Sungguh tidak terselami pikiran manusia jalan-jalan Tuhan.</p>
<p><strong><u>Renungan:</u></strong></p>
<ol>
<li>Dari permulaan kitab Ayub ini, Tuhan sudah menyatakan bahwa Ayub adalah seorang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (1: 8). Demikian juga dalam nas ini bahwa Ayub bersaksi tentang dirinya, bahwa dia tidak pernah menyimpang dari jalan Tuhan, bahkan dia selalu menyimpan firman Tuhan dalam sabunarinya. Maka kita menerima suatu teladan hidup yang baik dari Ayub untuk menjadi seorang yang mampu mempertanggungjawabkan imannya kepada Tuhan, sekalipun Ayub diperhadapkan pada pengadilan Tuhan. Maka demikianlah juga dengan kita, mari kita memperhatikan jalan-jalan hidup kita, apakah kita sudah benar-benar mengikuti jalan Tuhan dan selalu memegang erat firman Tuhan sebagai sumber kehidupan kita? Dan sekiranya saat ini kita diperhadapkan pada pengadilan Tuhan, apakah kita dengan yakin dapat memberi jawab untuk mempertanggungjawabkan iman kita di hadapan Tuhan?</li>
</ol>
<p>Terlepas dari dinamika yang terjadi sepanjang kitab Ayub ini, kita dapat melihat bahwa ternyata hidup Ayub yang selama ini yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan sungguh sangat berguna baginya saat dia menghadapi pergumulan. Yang membuat Ayub dapat bertahan dalam pergumulannya adalah justru karena ketaatannya selama ini kepada Tuhan. Siapapun bisa saja menghadapi berbagai ragam pergumulan, namun iman yang dirawat dan bertumbuh dengan baik selama ini akan menguatkan akan menguatkan seseorang ketika berhadapan dengan badai kehidupan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/allah-tidak-pernah-berubah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapakah Sesamaku Manusia?</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/siapakah-sesamaku-manusia/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/siapakah-sesamaku-manusia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2021 22:23:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2213</guid>

					<description><![CDATA[Bacaan Firman Tuhan: Lukas 10:25-37; Imamat 19: 9-18 Jika kita merenungkan dan semakin mendalami pertanyaan dari&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div><strong>Bacaan Firman Tuhan: Lukas 10:25-37; Imamat 19: 9-18</strong></div>
<div>
Jika kita merenungkan dan semakin mendalami pertanyaan dari ahli Taurat kepada Yesus “Siapakah sesamaku manusia?”. Seandainya pertanyaan itu ditujukan kepada kita kira-kira apa yang akan kita jawab. Mungkin <strong>Tuhan Yesus</strong> menjawab pertanyaan itu dengan sebuah perumpamaan adalah supaya jawaban Yesus tidak kasar kepada ahli Taurat itu. Dapat kita bayangkan jika seorang “manusia” bertanya “Siapakah sesamaku manusia?” seorang manusia tidak lagi dapat mengenal sesamanya manusia. Apakah dia telah menganggap orang lain “binatang” ataupun benda mati? Ataukah saat ini orang hanya mengenal sesamanya manusia hanya yang satu golongan, ras, agama, bangsa ataupun yang hanya satu ide dengan dia baru dapat dikatakan sesamanya manusia.</div>
<div>
Pertanyaan “Siapakah sesamaku manusia” sesungguhnya adalah tanda dari dosa yang telah menggerogoti kehidupan kita saat ini, sehingga dia tidak lagi mampu untuk mengenal sesamanya manusia konsep gambar dan rupa Allah itu tidak lagi mampu di lihat pada sesamanya. Sehingga bagaimana mungkin saya mampu mengasihi sesamaku manusia sementara saya tidak mampu untuk mengetahui siapa sesamaku manusia. Sehingga tidak heran jika ada manusia yang lebih mengasihi “Binatang” peliharaannya dari pada sesamanya manusia dan orang-orang saat ini tidak sungkan-sungkan lagi untuk menghabisi nyawa orang lain dan memperlakukan orang lain seperti “Binatang”.</div>
<div></div>
<div>Dosa telah membutakan mata hati kita untuk dapat melihat siapa sesama kita manusia. Yesus telah hadir ditengah-tengah kehidupan kita untuk membersihkan mata hati kita untuk mampu melihat siapa sesama kita. Ketika kita telah menerima kasih dan anugerah Allah di dalam Yesus Kristus yang memampukan kita melihat dan mengenal siapa sesama kita, maka sudut pandang kita adalah supaya saling mengasihi sesama manusia.</div>
<div>
Perumpamaan Tuhan Yesus mengenai orang Samaria yang baik hati ingin memperlihatkan bahwa kasih yang terpancar dari hati manusia itu pada dasarnya tidak memandang latarbelakang ataupun status. Walaupun orang Samaria itu tidak mengenal status dari orang yang terkena rampok itu, namun dia mengenal bahwa dia adalah sesamanya yang membutuhkan pertolongan dan bukan demikian halnya dengan Imam dan orang Lewi yang tidak memancarkan rasa belas kasihan yang walaupun mereka memiliki latarbelakang agama yang baik. Menjadi sesama manusia kita tidak memandang status dan kondisi keadaan tetapi kita memiliki hati dan tindakan yang berbelas kasihan kepada orang lain.</p>
</div>
<div>Belas kasih tidak akan pernah bisa tersalur dengan baik kepada semua orang ketika dosa menyelimuti diri kita. Sehingga belas kasih hanya dapat diterapkan pada batas-batas tertentu saja. Alangkah sulitnya kasih itu tersalur ketika kebencian, dendam dan sakit hati menyelimuti diri kita. Belas kasih menjadi hal sulit dilakukan dengan ketulusan ketika pandangan diri kita kepada orang lain masih dibatasi oleh perbedaan-perbedaan yang ada. Belas kash akan terasa sulit jika diri kita masih diselimuti oleh rasa takut untuk melakukan kasih.</div>
<div>
Kasih Allah melalui Yesus Kristus adalah untuk semua orang maka kehadiran kita sebagai pengikut Kristus juga adalah untuk semua orang. Maka kita tidak memakai cara pandang dunia untuk melakukan belas kasih melainkan cara pandang iman dalam Yesus Kristus. Jika kita memiliki iman yang teguh di dalam Kristus, maka belas kasih bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan, malah sebaliknya belas kasih menjadi kekuatan kita. Semampu kita belas kasih akan terpancar kepada orang lain ketika kita benar-benar menyadari hidupku oleh hanya karena belas kasih Allah.</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/siapakah-sesamaku-manusia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tidak atau Tunggu</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/tidak-atau-tunggu/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/tidak-atau-tunggu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2021 08:08:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kesabaran]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2021]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2170</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan :  Mazmur 22:1-6 &#8220;Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.&#8221; &#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan :  Mazmur 22:1-6</strong></p>
<p><strong><i>&#8220;</i><i>Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.&#8221;</i>  Mazmur 22:2b</strong></p>
<p>Jika apa pun yang kita doakan langsung dijawab  &#8216;ya&#8217;  oleh Tuhan tidak akan ada masalah.  Bagaimana kalau jawaban dari Tuhan adalah  &#8216;tidak&#8217;?  Umumnya reaksi negatif yang kita tunjukkan:  kecewa, bersungut-sungut, mengeluh, marah dan kemudian menyalahkan Tuhan.  Kita tidak siap menerima kenyataan.  Jika Tuhan tidak mengiyakan atau menolak permintaan kita bukan berarti Tuhan pilih-pilih orang atau bertindak jahat kepada kita.  Tuhan berkata  &#8216;tidak&#8217;  oleh sebab kita salah berdoa:  apa yang kita minta dalam doa semata-mata hanya bertujuan untuk memuaskan keinginan daging kita. <strong> <i>&#8220;</i><i>Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.&#8221;</i>  (Yakobus 4:3).</strong></p>
<p>Terkadang jawaban Tuhan terhadap doa kita adalah  &#8216;tunggu&#8217;.  Banyak orang berpendapat bahwa menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan sehingga kita tidak sabar menanti-nantikan Tuhan.  Ketidaksabaran menunggu jawaban dari Tuhan inilah yang seringkali menjadi penyebab kegagalan kita mengalami penggenapan janji Tuhan.  Daud dalam mazmurnya menasihati,  <strong><i>&#8220;</i><i>Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!&#8221;</i>  (Mazmur 27:14)</strong>.  Sudah menjadi sifat alamiah bahwa manusia umumnya menginginkan segala sesuatunya secara instan.  Dan ketika pertolongan Tuhan sepertinya berlambat-lambat kita pun menyerah di tengah jalan dan tidak lagi berdoa.  Berdoa itu membutuhkan konsistensi dari orang yang melakukannya.  Karena itu Tuhan Yesus menasihati kita agar berdoa dengan tidak jemu-jemu  (baca  Lukas 18:1-8).  Jangan menyerah sampai kita melihat Tuhan bekerja!</p>
<p>Bukan Tuhan sengaja mengulur-ulur waktu, tetapi Ia tahu waktu yang tepat dan terbaik bagi kita.  Waktu Tuhan itu tidak pernah terlambat atau terlalu cepat,  <strong><i>&#8220;</i><i>Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,&#8221;</i>  (Pengkotbah 3:11).</strong>  Selalu ada maksud dan tujuan Tuhan di balik penundaan-Nya:  Ia ingin menguji kesabaran kita, menguji ketekunan kita dan mengajar kita untuk bergantung kepada-Nya.  Yang pasti janji Tuhan adalah ya dan amin!</p>
<p><strong>&#8220;Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan&#8230;&#8221;  Yeremia 33:14</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/tidak-atau-tunggu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Optimis Bersama Tuhan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/optimis-bersama-tuhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2021 00:12:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan renungan]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan firman tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2157</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan:  Bilangan 13:1-13 &#8220;Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan:  Bilangan 13:1-13</strong></p>
<p><strong><i>&#8220;</i><i>Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.&#8221;</i>  Bilangan 13:33</strong></p>
<p>Sadar atau tidak, ada banyak orang percaya yang selalu terpaku pada kehidupan di masa lalu. Padahal masa lalu adalah sesuatu yang sudah lewat, yang tak mungkin terulang kembali. Seharusnya kita fokus pada hari ini sebagai persiapan untuk menatap masa depan, yang jauh lebih penting daripada masa lampau. Hari depan membuka banyak kesempatan bagi kita dalam hal perkembangan dan perbaikan hidup di dalam Tuhan.</p>
<p>Untuk mencapai kemajuan dalam hidup kekristenan  (kedewasaan iman)  kita harus belajar dari masa lalu dengan segala kegagalannya, tapi kita tak boleh dipengaruhi oleh masa lalu itu. Selama kita masih dipengaruhi dan bergantung pada masa lalu, sulit bagi kita untuk memperoleh kemajuan yang berarti, sebab memori kita selalu melekat pada masa lalu.  Mengapa?  Karena yang seringkali melekat di memori kita adalah hal-hal negatif, sehingga bayang-bayang ketakutan dan kegagalan tersebut menciptakan rasa takut dan rasa enggan melangkah ke depan.  Patut kita teladani rasul Paulus yang berkata,  <strong><i>&#8220;&#8230;</i><i>ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, </i><i>dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.&#8221;</i>  (Filipi 3:13-14).</strong></p>
<p>Musa mengutus dua belas orang pengintai tanah Kanaan.  <strong><i>&#8220;</i><i>Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu,&#8221;</i>  (Bilangan 13:25).</strong>  Sepuluh orang memberikan laporan negatif dan merasa takut untuk kembali masuk ke negeri itu, karena pikiran mereka dipenuhi hal-hal negatif, merasa diri kecil seperti belalang, sementara penduduk negeri itu besar-besar seperti raksasa.  Itulah yang terus membayangi pikiran mereka.  Akhirnya mereka gagal dan tak menikmati tanah Kanaan yang berlimpah air susu dan madu, karena menyelesaikan persoalan dengan pemikiran akal manusia.  <strong><i>&#8220;&#8230;</i><i>dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.&#8221;</i>  (Bilangan 13:33)</strong>.  Dihantui masa lalu membuat mereka menyerah sebelum berperang.</p>
<p><b>Dalam menghadapi persoalan jangan mengukur kekuatan sendiri, tapi pandanglah Tuhan dengan segala kekuatan dan kedahsyatan kuasa-Nya!</b></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Langkah Mudah Merenungkan Firman Tuhan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/3-langkah-mudah-merenungkan-firman-tuhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2021 00:35:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[belajar alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[langkah merenungkan firman Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan firman tuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2074</guid>

					<description><![CDATA[ARTIKEL KRISTEN : Firman Tuhan adalah seperti cermin. Kita menggunakan cermin untuk mengevaluasi diri kita&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>ARTIKEL KRISTEN : </strong></p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Firman Tuhan adalah seperti cermin. Kita menggunakan cermin untuk mengevaluasi diri kita sendiri. Kita melihat di cermin untuk menilai kerusakan diri malam sebelumnya. Kemudian kita melakukan sesuatu tentang hal itu. Apa gunanya cermin jika kita tidak melakukan apa-apa tentang apa yang kita lihat? Tuhan berkata cermin merefleksikan seperti apa kita di luar dan Firman Tuhan merefleksikan seperti apa diri kita di dalam. Yakobus memberi kita tiga cara praktis untuk merenungkan Firman Tuhan:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" src="https://2.bp.blogspot.com/-6mEY3rcmJJY/WpnZEnbjJuI/AAAAAAAADvI/Mw4wl2tD5iIh6EmTd10OgFiyy9sKRHJswCLcBGAs/s1600/Dave-Armstrong-838px.gif" alt=""/></figure>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph"><strong>Pertama, MEMBACA.</strong><br><strong>&#8220;Dan orang yang menyelidiki dan memperhatikan baik-baik serta melakukan hukum-hukum itu, dan bukannya mendengar saja lalu melupakannya, orang itu akan diberkati Allah dalam setiap hal yang dilakukannya.&#8221; (Yakobus 1:25 BIS)</strong>. Kata <span style="text-decoration: underline;">&#8220;menyelidiki&#8221;</span> dalam bahasa Yunani berarti <span style="text-decoration: underline;">&#8220;membungkuk dan menatap dengan tajam&#8221;</span>. Yakobus mengatakan untuk memfokuskan perhatian Anda pada Firman Tuhan.<br>Lihatlah sungguh-sungguh secara rinci. <strong><span style="text-decoration: underline;">Berikut adalah sembilan hal untuk Anda selidiki:</span></strong><br>1. Apakah ada Dosa yang harus diakui?<br>2. Apakah ada Janji untuk diklaim?<br>3. Apakah ada Sikap yang harus diubah?<br>4. Apakah ada Perintah untuk ditaati?<br>5. Apakah ada Contoh untuk diikuti?<br>6. Apakah ada Doa untuk didoakan?<br>7. Apakah ada Kesalahan untuk dihindari?<br>8. Apakah ada Kebenaran untuk dipercayai?<br>9. Apakah ada Sesuatu yang mana kita harus berterima kasih kepada Tuhan?</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph"><strong>Kedua, MENINJAU KEMBALI.</strong><br><strong>&#8220;&#8230; sungguh-sungguh melakukannya&#8230;&#8221; (Yakobus 1:25)</strong> Itu berarti melakukannya secara berulang-ulang. Alkitab menyebut ini sebagai merenungkan. Baca dan tinjau terus-menerus. Tinggal di dalamnya dan jadilah setia kepada Alkitab.<br>Saya mengenal beberapa orang yang lebih setia pada Facebook atau situs olahraga daripada mereka setia dengan Firman Tuhan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" src="https://alvianchristiancinanda.files.wordpress.com/2018/08/lebih-efektif-membaca-alkitab-low.jpg?w=640" alt=""/></figure></div>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph"><strong>Ketiga, MENGINGATKAN.</strong><br><strong>&#8220;&#8230; bukannya mendengar saja lalu melupakannya..&#8221; (Yakobus 1:25 BIS)</strong>. Tidak ada yang akan membawa dampak lebih banyak untuk kehidupan rohani Anda daripada mengembangkan kebiasaan untuk menghafal Firman Tuhan. <strong>&#8220;Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.&#8221; (Mazmur 119:11)</strong>.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Merenungkan Firman Tuhan adalah membacanya dengan seksama, meninjau kembali dan mengingatnya, maka setiap Firman itu akan,berbuah dalam kehidupan kita. Amin. Doa saya menyertai</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
