<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kerangka khotbah &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<atom:link href="https://drijie1.kokris.com/tag/kerangka-khotbah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<description>Memuridkan Untuk Memberkati</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Mar 2026 09:50:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://drijie1.kokris.com/wp-content/uploads/2021/03/image-1-60x60.jpg</url>
	<title>kerangka khotbah &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kembali Kepada Allah</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/kembali-kepada-allah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 22:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=3306</guid>

					<description><![CDATA[AYAT UTAMA: Lukas 15:7 &#8211; Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><strong>AYAT UTAMA:</strong></em><br />
<em><strong>Lukas 15:7 &#8211; Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Shalom saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Senang sekali kita dapat berkumpul kembali dalam ibadah mingguan ini untuk merenungkan kebenaran firman Tuhan yang menghidupkan. Hari ini kita akan berbicara tentang sebuah fondasi penting dalam iman Kristen, yaitu pertobatan. Pertobatan bukanlah sekadar kata-kata penyesalan di bibir, melainkan sebuah keputusan radikal untuk berbalik dari jalan yang salah menuju jalan terang milik Kristus.</p>
<p style="text-align: justify;">Seringkali kita menganggap pertobatan hanyalah bagi mereka yang melakukan dosa besar secara kasat mata. Namun, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk memeriksa hati dan menyelaraskan kembali hidup kita dengan kehendak Allah. Pertobatan adalah jembatan yang membawa kita kembali ke dalam pelukan kasih Bapa, di mana ada sukacita surgawi yang menanti setiap jiwa yang rindu untuk dipulihkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Menyadari Kondisi Hati (Ref: Lukas 15:17-18)</strong><br />
Langkah pertama dalam pertobatan yang sejati adalah kesadaran diri yang mendalam akan kondisi rohani kita di hadapan Allah. Seperti kisah anak bungsu yang hilang, pertobatan dimulai ketika ia &#8216;menyadari keadaannya&#8217; dan mengakui bahwa di luar rumah bapanya, ia sedang binasa. Tanpa pengakuan dosa yang jujur, tidak akan pernah ada pemulihan yang nyata. Kita perlu merendahkan diri dan memohon Roh Kudus untuk menyelidiki setiap sudut hati kita yang mungkin masih tersembunyi dari terang Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menyadari kesalahan bukan berarti kita terpuruk dalam rasa bersalah yang mematikan, melainkan sebuah titik balik di mana kita mengakui keterbatasan dan keberdosaan kita. Allah tidak mencari kesempurnaan kita untuk menerima kita kembali, melainkan Ia mencari kerendahan hati yang mau mengakui kegagalan. Ketika kita jujur di hadapan-Nya, pintu anugerah terbuka lebar untuk memberikan pengampunan dan kekuatan baru bagi kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Perubahan Arah Hidup (Ref: Kisah Para Rasul 3:19)</strong><br />
Pertobatan dalam bahasa Yunani disebut &#8216;Metanoia&#8217;, yang berarti perubahan pikiran yang menghasilkan perubahan tindakan. Ini bukan sekadar menangis karena takut akan hukuman, melainkan memutuskan untuk berhenti berjalan menjauh dari Allah dan mulai melangkah mendekat kepada-Nya. Pertobatan berarti meninggalkan pola pikir lama yang duniawi dan mengadopsi pola pikir Kristus dalam setiap aspek kehidupan kita sehari-hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan arah ini harus terlihat dalam prioritas hidup, cara kita berbicara, dan bagaimana kita memperlakukan sesama. Jika sebelumnya kita hidup untuk memuaskan keinginan daging, sekarang kita belajar untuk hidup bagi kemuliaan Tuhan. Ini adalah proses berkelanjutan di mana kita setiap hari memilih untuk menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui di dalam pengenalan akan pencipta-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Menghasilkan Buah Nyata (Ref: Matius 3:8)</strong><br />
Pertobatan yang sungguh-sungguh akan selalu menghasilkan buah yang dapat dilihat oleh orang lain. Yohanes Pembaptis menekankan agar kita menghasilkan &#8216;buah yang sesuai dengan pertobatan&#8217;. Ini berarti ada bukti nyata dari perubahan hati kita, seperti karakter yang semakin menyerupai Kristus, kasih yang tulus, dan ketaatan kepada perintah Tuhan. Pertobatan tanpa perubahan perilaku adalah kesia-siaan dan hanya merupakan formalitas agama semata.</p>
<p style="text-align: justify;">Buah pertobatan juga mencakup kerelaan untuk memperbaiki kesalahan masa lalu jika memungkinkan dan berkomitmen untuk tidak mengulangi pelanggaran yang sama. Ketika dunia melihat perubahan hidup kita, mereka akan memuliakan Bapa di sorga. Inilah kesaksian yang paling kuat yang bisa kita berikan, yaitu hidup yang telah diubahkan oleh kuasa kasih Allah yang memulihkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Marilah kita tidak menunda waktu untuk datang kepada Tuhan dengan hati yang hancur dan rindu akan pemulihan, sebab anugerah-Nya selalu cukup bagi kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertobatan adalah perjalanan seumur hidup untuk kembali kepada Allah melalui kesadaran diri, perubahan arah hidup yang radikal, dan penghasilan buah-buah kebenaran bagi kemuliaan nama-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>DOA PENUTUP:</strong><br />
Bapa Surgawi, kami bersyukur atas kasih-Mu yang tak terbatas. Saat ini kami merendahkan hati di hadapan-Mu, memohon pengampunan atas segala pelanggaran kami. Ubahkanlah hati kami, ya Tuhan, agar kami tidak hanya menyesali dosa kami tetapi benar-benar berbalik mengikuti jalan-Mu. Mampukan kami menghasilkan buah pertobatan dalam hidup sehari-hari sehingga nama-Mu dipermuliakan melalui karakter dan tindakan kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, Amin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Nilai Kristen Yang Teguh</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/menjaga-nilai-kristen-yang-teguh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 22:10:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2024]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan khotbah kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2936</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Utama: &#8220;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Ayat Utama:</em> &#8220;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.&#8221; (Roma 12:2)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Kata-Kata Pembuka:</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hidup bersama Kristus adalah panggilan bagi setiap pengikut-Nya untuk mengalami sukacita yang sejati. Dalam persekutuan dengan Kristus, kita menemukan makna sejati dan sukacita yang melimpah dalam hidup kita. Mari kita renungkan betapa berharga dan menghiburnya hidup yang dijalani bersama-Nya, yang memenuhi setiap hari dengan sukacita dan penuh harapan. Dalam pelukan kasih-Nya, kita menemukan ketenangan yang tak tergoyahkan dan keberanian yang tak terbatas untuk menghadapi setiap tantangan. Marilah kita berbagi sukacita ini dengan dunia di sekitar kita, menjadi terang yang bersinar dalam kegelapan dan memancarkan sukacita Kristus kepada semua yang kita temui.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah perubahan dan tantangan dunia ini, sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk tetap teguh dalam nilai-nilai yang diajarkan oleh Kristus. Menjaga nilai-nilai Kristen bukan hanya tentang mengikuti aturan, tetapi juga tentang hidup dalam cara yang mencerminkan kasih, kebenaran, dan pengampunan Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Poin-poin penting:</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Tidak Serupa dengan Dunia</strong>: Dunia sering kali menawarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran Kristus. Kita dipanggil untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi untuk hidup dalam cara yang mencerminkan transformasi yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita. (Roma 12:2)</li>
<li><strong>Menerapkan Firman Tuhan dalam Hidup Sehari-hari</strong>: Nilai-nilai Kristen harus tercermin dalam tindakan kita sehari-hari. Dengan menerapkan Firman Tuhan dalam keputusan dan perilaku kita, kita menunjukkan komitmen kita untuk hidup sesuai dengan ajaran-Nya. (Yakobus 1:22)</li>
<li><strong>Mengasihi dan Mengampuni</strong>: Kasih dan pengampunan adalah nilai inti dalam ajaran Kristus. Dengan mengasihi sesama dan mengampuni mereka yang bersalah kepada kita, kita mencerminkan karakter Kristus dalam hidup kita. (Efesus 4:32)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Menjaga nilai-nilai Kristen yang teguh bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan bantuan Roh Kudus, kita dapat hidup dengan integritas dan setia kepada ajaran Kristus. Marilah kita berkomitmen untuk terus memperkuat iman kita dan hidup sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Tuhan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk menjaga nilai-nilai Kristen dalam setiap aspek kehidupan kita, menjadi terang dan garam di dunia ini, dan memuliakan nama Tuhan melalui tindakan dan perkataan kita. Tetaplah teguh dalam iman, sebab dalam Kristus kita menemukan kebenaran dan hidup yang sejati.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertahan Dalam Kesetiaan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/bertahan-dalam-kesetiaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Oct 2023 01:27:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[bertahan dalam kesetiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah anak tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah perenungan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah pilihan 2023]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah pilihan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah terbau 2023]]></category>
		<category><![CDATA[renungan 2023]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2824</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Utama: &#8220;Kesetiaan adalah berkat bagi orang yang tetap setia, tetapi kehancuran menanti orang yang&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Utama:</strong> &#8220;Kesetiaan adalah berkat bagi orang yang tetap setia, tetapi kehancuran menanti orang yang terlalu cepat berjanji.&#8221; (Amsal 28:20, Terjemahan Baru)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kerangka Renungan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Pendahuluan:</strong> Kesetiaan adalah salah satu karakteristik yang sangat penting dalam hidup seorang Kristen. Dalam dunia yang terus berubah, kita sering dihadapkan pada godaan untuk tidak setia, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa kesetiaan adalah berkat dan penting untuk hidup kita sebagai orang percaya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Isi dan Poin-poin Renungan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>a. Pentingnya Kesetiaan</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Kesetiaan adalah ciri Allah sendiri (2 Timotius 2:13).</li>
<li>Kesetiaan adalah dasar hubungan yang kuat dengan Tuhan dan sesama.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>b. Tantangan Dalam Menjaga Kesetiaan</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Godaan untuk mengingkari janji-janji kita.</li>
<li>Tekanan dari budaya yang sering mendorong kita untuk tidak setia.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>c. Contoh Kesetiaan dalam Alkitab</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Kasih setia Tuhan kepada Israel.</li>
<li>Kesetiaan Rasul Paulus dalam pelayanannya.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>d. Bertahan Dalam Kesetiaan</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Doa dan relasi yang kuat dengan Tuhan.</li>
<li>Kesadaran akan konsekuensi ketidaksetiaan.</li>
<li>Komitmen untuk menjaga janji-janji.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Penutup dan Ajakan:</strong> Ketika kita berbicara tentang kesetiaan, kita harus mengingat bahwa hanya dalam Kristus kita dapat mencapai kesetiaan sejati. Kesetiaan adalah berkat, dan dengan kasih karunia Tuhan, kita dapat mengatasi tantangan dan bertahan dalam kesetiaan kita. Mari berusaha untuk menjadi saksi hidup tentang kesetiaan Tuhan dalam hidup kita, sehingga melalui kita, orang lain dapat melihat kasih setia-Nya. Ajakan kita adalah untuk hidup setia kepada janji-janji kita, kepada Tuhan, dan kepada sesama, sehingga kita dapat mengalami berkat dari kesetiaan itu sendiri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Mengkhawatirkan Hidup</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/jangan-mengkhawatirkan-hidup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2023 22:44:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ayat emas]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah iman]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2023]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[khotbahkristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2792</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Renungan : Matius 6:25-34 Penjelasan: Dalam Alkitab, kita menemukan banyak ajaran dan firman Tuhan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat Renungan : Matius 6:25-34</strong></p>
<p><strong>Penjelasan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Alkitab, kita menemukan banyak ajaran dan firman Tuhan yang mengingatkan kita untuk tidak mengkhawatirkan hidup. Salah satu ayat yang sangat relevan adalah dalam Matius 6:25-34. Di sini, Yesus Kristus sendiri mengajar kita untuk tidak merasa cemas tentang kebutuhan hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Yesus berkata, &#8220;Sebab itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang akan kamu makan atau minum, atau akan tubuhmu, akan apa yang akan kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih dari pada makanan dan tubuh itu lebih dari pada pakaian?&#8221; (Matius 6:25).</p>
<p style="text-align: justify;">Pesan ini begitu penting karena kita sering kali terjebak dalam kekhawatiran tentang masa depan, finansial, atau hal-hal lain yang tampaknya mengendalikan hidup kita. Namun, Yesus mengingatkan kita bahwa Allah, Sang Pencipta, sudah mengetahui kebutuhan kita dan Dia akan menyediakannya.</p>
<div class="flex-1 overflow-hidden">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-jnfva-79elbk h-full dark:bg-gray-800">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-jnfva-1n7m0yu">
<div class="flex flex-col text-sm dark:bg-gray-800">
<div class="group w-full text-token-text-primary border-b border-black/10 dark:border-gray-900/50 bg-gray-50 dark:bg-[#444654]" data-testid="conversation-turn-3">
<div class="p-4 justify-center text-base md:gap-6 md:py-6 m-auto">
<div class="flex flex-1 gap-4 text-base mx-auto md:gap-6 md:max-w-2xl lg:max-w-[38rem] xl:max-w-3xl }">
<div class="relative flex w-[calc(100%-50px)] flex-col gap-1 md:gap-3 lg:w-[calc(100%-115px)]">
<div class="flex flex-grow flex-col gap-3 max-w-full">
<div class="min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-3 overflow-x-auto whitespace-pre-wrap break-words">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah empat alasan dan ayat beserta penjelasan singkatnya:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Allah adalah Penyedia yang Setia</strong> Ayat: Matius 6:26 (TB) &#8211; &#8220;Lihatlah burung-burung di udara, mereka tidak menabur dan menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, tetapi Allah, Bapamu yang di sorga, memberi makan mereka. Bukankah kamu lebih berharga dari pada burung-burung itu?&#8221; Penjelasan: Allah telah menunjukkan setia-Nya dalam memberi makan dan memelihara makhluk-Nya. Kita sebagai anak-anak Allah dapat mempercayakan kehidupan kita pada-Nya.</li>
<li><strong>Khawatir Tidak Bisa Membuat Apa-apa</strong> Ayat: Matius 6:27 (TB) &#8211; &#8220;Siapakah di antara kamu yang dengan kekuatiran dapat menambahkan satu hasta pun kepada jalan hidupnya?&#8221; Penjelasan: Khawatir tidak akan mengubah situasi apa pun. Sebaliknya, itu hanya akan menambah beban kita. Lebih baik kita fokus pada tindakan yang bijaksana dan percayakan hasilnya kepada Allah.</li>
<li><strong>Allah Tahu Kebutuhan Kita</strong> Ayat: Matius 6:32 (TB) &#8211; &#8220;Sebab semuanya itulah yang dicari-cari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.&#8221; Penjelasan: Allah adalah Bapa yang peduli. Dia tahu persis apa yang kita butuhkan, dan Dia akan memberikannya pada waktunya.</li>
<li><strong>Carilah Kerajaan Allah Terlebih Dahulu</strong> Ayat: Matius 6:33 (TB) &#8211; &#8220;Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.&#8221; Penjelasan: Prioritaskan hubungan kita dengan Allah. Ketika kita mencari Kerajaan-Nya dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya, Allah akan memenuhi kebutuhan kita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Renungan ini mengajak kita untuk melepaskan kekhawatiran dan percaya bahwa Allah adalah Penyedia yang setia, serta kita dapat mempercayakan hidup kita pada-Nya. Selalu prioritaskan mencari Kerajaan Allah, dan semua yang kita butuhkan akan ditambahkan kepada kita.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuat Di Tengah Badai</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/kuat-di-tengah-badai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Apr 2023 01:40:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2023]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah tematik]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2665</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Filipi 4:13 Kerangka Khotbah/Renungan: Kuat di tengah badai adalah salah satu hal yang&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan: Filipi 4:13<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kerangka Khotbah/Renungan:<br />
</strong>Kuat di tengah badai adalah salah satu hal yang sangat dibutuhkan dalam hidup ini. Kita pasti pernah mengalami masa-masa sulit, seperti kehilangan pekerjaan, kegagalan dalam hubungan, atau bahkan krisis kesehatan. Namun, sebagai orang Kristen, kita tidak sendirian dalam menghadapi badai hidup ini. Tuhan selalu bersama kita dan memberikan kekuatan untuk menghadapinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu ilustrasi tentang kuat di tengah badai adalah kisah Yesus yang berjalan di atas air dalam Markus 6:45-52. Ketika murid-murid-Nya sedang dalam perahu menuju seberang danau, mereka dihadapi dengan badai yang hebat. Namun, Yesus datang menemui mereka dengan berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya ketakutan, Yesus berkata kepada mereka: &#8220;Jangan takut, Aku ini; janganlah takut!&#8221; (Markus 6:50). Yesus memberikan kekuatan dan keberanian kepada murid-murid-Nya sehingga mereka bisa menghadapi badai dan sampai ke seberang dengan selamat.</p>
<p style="text-align: justify;">Poin penting dari kisah ini adalah bahwa ketika kita menghadapi badai dalam hidup, kita harus mempercayai Tuhan sepenuhnya. Tuhan selalu ada bersama kita, dan Dia bisa memberikan kekuatan dan keberanian yang kita butuhkan untuk menghadapinya. Kita juga harus belajar untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan dan mempercayakan segala sesuatu kepada-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga ayat Alkitab yang sangat tepat dalam konteks ini, yaitu Filipi 4:13, yang berbunyi: &#8220;Segala sesuatu dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.&#8221; Ayat ini mengajarkan bahwa dengan mempercayai Tuhan sepenuhnya, kita bisa menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Dalam Kristus, kita memiliki kekuatan yang cukup untuk mengatasi badai dalam hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kesimpulannya, menghadapi badai dalam hidup bukanlah sesuatu yang mudah, namun Tuhan selalu bersama kita dan memberikan kekuatan dan keberanian yang kita butuhkan. Ketika kita mempercayai Tuhan sepenuhnya, kita bisa kuat di tengah badai dan mengatasi segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Mudah Menghakimi</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/jangan-mudah-menghakimi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Apr 2023 00:54:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[jangan mudah menghakimi]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kehidupan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2023]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2662</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Matius 7:1-5, &#8220;Janganlah kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Sebab dengan penghakiman yang&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat Bacaan: Matius 7:1-5, <em>&#8220;Janganlah kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Sebab dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan dengan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur orang lain, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah kamu melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di mata sendiri tidak kamu ketahui? Bagaimanakah kamu dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar dari matamu, sedangkan dalam matamu ada balok? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu.&#8221;</em></strong></p>
<p><strong>Kerangka Khotbah:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai orang percaya, kita seringkali menghadapi situasi di mana kita mudah untuk menghakimi orang lain. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa kita tidak boleh mudah menghakimi orang lain karena itu adalah dosa dan tidak sesuai dengan ajaran kasih Kristus. Berikut ini adalah renungan kristen tentang jangan mudah menghakimi, beserta ilustrasi dan penjelasan didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat Alkitab yang terkait dengan jangan mudah menghakimi adalah Matius 7:1-5, <em>&#8220;Janganlah kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Sebab dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan dengan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur orang lain, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah kamu melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di mata sendiri tidak kamu ketahui? Bagaimanakah kamu dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar dari matamu, sedangkan dalam matamu ada balok? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ayat ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh menghakimi orang lain, karena kita juga akan dihakimi. Kita harus memeriksa diri sendiri terlebih dahulu sebelum menghakimi orang lain. Kita tidak dapat melihat kesalahan orang lain jika kita tidak dapat melihat kesalahan yang ada dalam diri kita sendiri. Sebaliknya, kita harus berusaha membantu orang lain melalui kasih dan belas kasihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ilustrasi tentang jangan mudah menghakimi dapat diambil dari pengalaman seorang ibu dan anaknya di toko bunga. Ketika ibu dan anaknya berada di toko bunga, anaknya memperhatikan seorang pria yang keluar dari mobil tua dan tidak terawat. Anak itu berkata pada ibunya, &#8220;Ibu, lihat mobil itu. Orang itu pasti miskin.&#8221; Ibu itu dengan lembut menjawab, &#8220;Anakku, kita tidak tahu apa yang dialami oleh orang itu. Mungkin dia memiliki banyak tanggungan keluarga atau masalah kesehatan yang membuatnya tidak dapat memperbaiki mobilnya. Kita tidak tahu. Yang penting, kita harus mengasihi dan menghargai orang lain, bukan menghakimi mereka.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui ilustrasi ini, kita belajar bahwa tidak boleh menghakimi seseorang hanya berdasarkan penampilan atau status sosial mereka. Kita harus memahami bahwa setiap orang memiliki cerita hidup yang unik, dan kita tidak tahu apa yang sedang mereka hadapi. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk mempraktikkan kasih dan belas kasihan, bukan menghakimi orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kesimpulannya, sebagai orang percaya kita harus belajar untuk tidak mudah menghakimi orang lain. Kita harus memeriksa diri sendiri terlebih dahulu sebelum menghakimi orang lain dan berusaha membantu orang lain melalui kasih dan belas kasihan. Kita juga harus meng</p>
<p style="text-align: justify;">hormati dan menghargai orang lain, bukan hanya berdasarkan penampilan atau status sosial mereka. Seperti yang tertulis dalam Yohanes 13:34-35, <em>&#8220;Aku memberikan perintah yang baru ini kepadamu: Kasihilah satu sama lain. Sebagaimana Aku telah mengasihi kamu, demikianlah hendaknya kamu saling mengasihi. Dengan cara inilah semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-Ku, yaitu jika kamu saling mengasihi.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, sebagai orang percaya, kita harus belajar untuk melihat orang lain dengan mata kasih dan belas kasihan, bukan dengan mata menghakimi. Kita harus selalu mengingat bahwa setiap orang memiliki kelemahan dan kesalahan, dan kita sendiri tidak luput dari kesalahan dan kelemahan. Sebagai keluarga Kristiani, kita harus membangun kebersamaan yang penuh kasih dan saling mengasihi, bukan saling menghakimi dan membeda-bedakan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, dalam kebersamaan keluarga, kita harus belajar untuk saling mengasihi dan saling memaafkan. Ketika salah satu anggota keluarga melakukan kesalahan atau kesalahan, kita harus membantu dan memperbaiki kesalahan tersebut, bukan menghakimi atau menyalahkan. Kita juga harus memaafkan dan melepaskan kebencian atau dendam terhadap anggota keluarga yang melakukan kesalahan, sebagaimana Allah sendiri telah memaafkan kita atas kesalahan-kesalahan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, kita dapat belajar dari contoh keluarga yang terdiri dari orang-orang yang saling mengasihi dan menghargai satu sama lain, serta terbuka untuk memperbaiki kesalahan dan memaafkan kesalahan. Kita juga dapat belajar dari contoh kasih dan belas kasihan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus, yang mengasihi dan memaafkan orang-orang yang melakukan kesalahan dan berdosa.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kesimpulannya, hidup dalam kebersamaan dengan orang lain membutuhkan sikap tidak mudah menghakimi dan lebih memilih untuk saling mengasihi dan menghormati. Kita harus memeriksa diri sendiri terlebih dahulu sebelum menghakimi orang lain, dan selalu mengingat bahwa setiap orang memiliki kelemahan dan kesalahan. Sebagai keluarga Kristiani, kita harus membangun kebersamaan yang penuh kasih dan saling mengasihi, dan belajar dari contoh kasih dan belas kasihan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penguasaan Diri</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/penguasaan-diri-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Mar 2023 00:38:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[ayat alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah 2023]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah terbaru 2023]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2631</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Alkitab: Markus 8:35 Kerangka Khotbah/Renungan: Penguasaan diri adalah kemampuan untuk mengendalikan emosi dan keinginan,&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Alkitab: Markus 8:35</p>
<p></strong><strong>Kerangka Khotbah/Renungan:</strong>
</p>
<div id="__next">
<div class="overflow-hidden w-full h-full relative">
<div class="flex h-full flex-1 flex-col md:pl-[260px]"><main class="relative h-full w-full transition-width flex flex-col overflow-hidden items-stretch flex-1"></p>
<div class="flex-1 overflow-hidden">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-vsjst-79elbk h-full dark:bg-gray-800">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-vsjst-1n7m0yu">
<div class="flex flex-col items-center text-sm dark:bg-gray-800">
<div class="group w-full text-gray-800 dark:text-gray-100 border-b border-black/10 dark:border-gray-900/50 dark:bg-gray-800" style="text-align: justify;">
<div class="text-base gap-4 md:gap-6 md:max-w-2xl lg:max-w-2xl xl:max-w-3xl p-4 md:py-6 flex lg:px-0 m-auto">
<div class="w-[30px] flex flex-col relative items-end">
<div class="relative flex">Penguasaan diri adalah kemampuan untuk mengendalikan emosi dan keinginan, serta mengambil keputusan yang bijak. Dalam konteks Kristen, penguasaan diri juga merupakan buah Roh Kudus yang diberikan kepada orang percaya sebagai bagian dari proses pemurnian hidup.</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="group w-full text-gray-800 dark:text-gray-100 border-b border-black/10 dark:border-gray-900/50 bg-gray-50 dark:bg-[#444654]">
<div class="text-base gap-4 md:gap-6 md:max-w-2xl lg:max-w-2xl xl:max-w-3xl p-4 md:py-6 flex lg:px-0 m-auto">
<div class="relative flex w-[calc(100%-50px)] flex-col gap-1 md:gap-3 lg:w-[calc(100%-115px)]">
<div class="flex flex-grow flex-col gap-3">
<div class="min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-4 whitespace-pre-wrap">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<p style="text-align: justify;">Berikut ini adalah beberapaayat Alkitab tentang penguasaan diri:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Penguasaan diri membutuhkan kerjasama antara kehendak kita dengan kehendak Tuhan. &#8220;Sebab siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi siapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.&#8221; (Markus 8:35)</li>
<li>Penguasaan diri adalah tanda dari pertumbuhan rohani yang sehat. &#8220;Tetapi buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, keluwesan, dan penguasaan diri. Lawan terhadap semuanya itu tidak ada hukum.&#8221; (Galatia 5:22-23)</li>
<li>Penguasaan diri membantu kita untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. &#8220;Karena itu, saudara-saudaraku, aku ingin kamu tahu, bahwa oleh Dia kabar baik tentang pengampunan dosa telah diberitakan kepada kamu, dan bahwa segala sesuatu yang tidak dapat dibebaskan oleh hukum Musa, dibebaskan oleh Dia. Setiap orang yang percaya dibebaskan dari segala sesuatu.&#8221; (Kisah Para Rasul 13:38-39)</li>
<li>Penguasaan diri adalah salah satu ciri dari iman yang kuat. &#8220;Sebab itu, bersiaplah kamu, pakai perlengkapan senjata Allah yang lengkap, supaya kamu dapat bertahan pada waktu yang jahat dan setelah kamu melakukan segala sesuatu, tetaplah tegak.&#8221; (Efesus 6:13)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam rangka memperoleh penguasaan diri yang lebih baik, penting untuk memperkuat hubungan kita dengan Tuhan melalui doa, membaca Alkitab, dan bergaul dengan sesama orang percaya. Dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus, kita dapat menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih bijak, dan lebih disiplin dalam menjalani hidup ini.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p></main></div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Kejenuhan Hidup</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/mengatasi-kejenuhan-hidup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 11:57:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ayat emas hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan malam kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2623</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Mazmur 139:13-14 Renungan: Kejenuhan hidup adalah hal yang umum terjadi pada kehidupan manusia,&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan: Mazmur 139:13-14</p>
<p>Renungan:<br />
</strong>Kejenuhan hidup adalah hal yang umum terjadi pada kehidupan manusia, terlebih dalam situasi sulit seperti saat ini yang membuat kehidupan menjadi monoton dan kurang berwarna. Namun, sebagai orang Kristen, kita tidak boleh menyerah pada kejenuhan tersebut. Kita harus tetap menghadap Tuhan dan mencari kekuatan dalam firman-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertama,</strong> renungkanlah bahwa hidup ini adalah pemberian Tuhan yang berharga. Dalam Mazmur 139:13-14, dikatakan bahwa setiap manusia diciptakan dengan sempurna oleh Tuhan. Oleh karena itu, kita harus bersyukur atas hidup yang diberikan kepada kita. Meskipun hidup terkadang terasa monoton, namun kita harus selalu memandang hidup ini sebagai anugerah dan kesempatan untuk terus bertumbuh dalam iman dan memuliakan Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua,</strong> jangan ragu untuk meminta pertolongan dari Tuhan. Dalam Yeremia 33:3, Tuhan berfirman bahwa kita dapat meminta bantuan-Nya dan Dia akan menjawab kita. Oleh karena itu, ketika merasa terjebak dalam kejenuhan hidup, jangan ragu untuk meminta bantuan Tuhan. Kita dapat berdoa dan meminta Dia untuk memberikan kekuatan dan kebijaksanaan untuk menghadapi situasi yang sulit.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga,</strong> jangan lupa untuk beribadah secara rutin. Ibadah dapat membantu kita untuk menguatkan hubungan dengan Tuhan dan mendapatkan kembali semangat dalam hidup. Dalam Ibrani 10:25, dikatakan bahwa kita harus berhimpun bersama-sama untuk menyembah Tuhan. Oleh karena itu, selalu jaga rutinitas ibadah dan jangan lelah untuk menyembah Tuhan, meskipun dalam keadaan apapun.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keempat,</strong> keluarlah dari zona nyaman. Terkadang, kejenuhan hidup terjadi karena kita terlalu lama berada dalam zona nyaman. Oleh karena itu, cobalah untuk mencari kegiatan baru atau tantangan baru yang dapat memberikan pengalaman baru dan membuat hidup menjadi lebih berwarna. Seperti dikatakan dalam Yosua 1:9, Tuhan selalu bersama kita di mana pun kita pergi dan Dia akan memberikan keberanian untuk menghadapi setiap tantangan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelima,</strong> tetaplah optimis dan berpikir positif. Sebagai orang Kristen, kita harus selalu memandang hidup dengan cara yang positif dan optimis. Dalam Filipi 4:8, dikatakan bahwa kita harus memikirkan segala hal yang baik dan mulia. Oleh karena itu, jangan biarkan kejenuhan menguasai pikiran kita. Tetaplah optimis dan berpikir positif dalam setiap situasi yang dihadapi.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah lima paragraf renungan Kristen tentang Mengatasi Kejenuhan Hidup. Semoga renungan ini dapat membantu kita untuk tetap percaya dan mengandalkan Tuhan dalam setiap situasi yang dihadapi. Ingatlah bahwa Tuhan selalu bersama kita. Tuhan Yesus Memberkati.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Natal Yang Membawa Perubahan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/natal-yang-membawa-perubahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2022 12:09:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah iman]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[khotbahkristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2586</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Lukas 1:28-31 Kerangka Khotbah: Seringkali kita memaknai Natal adalah sebuah hari perayaan umat&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan: Lukas 1:28-31</p>
<p>Kerangka Khotbah:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seringkali kita memaknai Natal adalah sebuah hari perayaan umat kristen yang segera berlalu begitu saja, tanpa kita mendalami makna natal sesungguhnya dalam hidup kita, kita lebih suka meriahnya, lebih suka atmosfernya, lebih suka ramai-ramainya. Padahal didalam natal tersimpan banyak sekali perubahan untuk hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun perubahan terjadi seiring dengan respon kita terhadap makna natal itu sendiri. Dari ayat diatas kita dapat melihat terjadi perubahan dalam kehidupan Maria dan Yusuf. Namun hal itu tidak akan terjadi jika respon Maria dan Yusuf berbeda.</p>
<p><strong>1. Penundukan Diri (ayat</strong> <strong>38)</strong><br />
Respon Maria ini menandakan penundukan dirinya kepada Allah yang memegang otoritas lebih tinggi dalam kehidupanNya, dan inilah yang membuat Allah memilih Maria diantara begitu banyak Maria-Maria lain keturunan Daud. Karena Tuhan tahu betul isi hati manusia.<br />
Kita tidak akan bisa berubah jika keegoisan kita masih tinggi, kita tidak akan bisa melihat gambar yang lebih besar jika kita masih menganggap diri sendiri lebih pintar, lebih bijak dari orang lain. Perubahan terjadi ketika kita mau menerima nasihat, mau diarahkan, mau diberikan masukan.</p>
<p><strong>2. Keluar dari Zona Nyaman (Matius 2:14)<br />
</strong>Zona nyaman berbicara tentang batasan pikiran kita. Ketika kita berada pada zona nyaman pikiran kita akan cenderung pasif dan takut untuk memikirkan hal-hal yang mengambil resiko, apalagi kalau resiko itu tinggi. Kita selalu mengharapkan perubahan terjadi dalam hidup kita tapi kita mau tetap tinggal dalam zona nyaman itu sama saja mustahil. Bandingkan ketika Tuhan menyuruh Yunus pergi ke Niniwe, kita sebagai manusia pasti merasa berat seperti Yunus yang akhirnya pergi ke Tarsus karena tahu apa yang akan dihadapi didepannya. Tapi ketika Tuhan menghukum yunus dan akhirnya Yunus menundukkan dirinya dan keluar dari zona nyamannya, maka terjadi perubahan di kota Niniwe, yang akhirnya satu kota itu diselamatkan.</p>
<p><strong>3. Improvisasi Diri (Matius 2:22)</strong><br />
Pada kisah Natal dikitab Matius ini seperti pasal 2 ayat 22 ini kita melihat bagaimana Yusuf mendapat nasihat di mimpi dari malaikat, Allah menghargai <em>free-will </em>kita, sebuah nasihat dapat kita terima atau tolak, dan tentunya Yusufpun menerimanya namun ia berinisiatif pergi kedaerah Galilea yaitu Nazareth. Improvisasi seringkali kita butuhkan untuk menghadapi zaman yang dinamis ini. Jika saudara memiliki usaha kuliner, apa yang membuat usaha kuliner saudara berbeda dari yang lainnya? Jika saudara memiliki bisnis toko atau lainnya apa yang membuat toko Anda berbda dari toko lainnya? Inilah improvisasi, kita sebagai anak-anak Allah juga harus pandai menyikapi perubahan dan cepat beradaptasi sehingga bukan kita dikalahkan oleh dunia tapi kita yang mengalahkan dunia.</p>
<p>Mari jadikan momentum Natal ini menjadi momentum perubahan dalam hidup Anda, sehingga itu akan berdampak dalam keluarga Anda, rekan Anda, bahkan masyarakat di sekitar Anda, sehingga Natal ini membawa perubahan bagi semua apalagi jika mereka belum mengenal Tuhan Yesus. Saya percaya Tuhan Yesus memberkati Anda berlimpah-limpah! Selamat menyongsong Natal bagi kita semua. Tuhan Yesus Memberkati.</p>
<p>~ Dari daftar Khotbah yang saya bawakan pada 18 Desember 2022 di GBI Narwastu Kalideres Jakarta<br />
(Yoga Adi Candra)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nikmatilah Hidup Ini</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/nikmatilah-hidup-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2022 22:02:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khotbahkristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan khotbah kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2482</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Yohanes 15:1-11 Kerangka Khotbah: Gembira atau sukacita yang sedang menguasai hidup Saudara? Ada&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan: Yohanes 15:1-11</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kerangka Khotbah:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gembira atau sukacita yang sedang menguasai hidup Saudara? Ada banyak orang yang dikuasai oleh rasa takut, ditambah situasi saat ini yang semakin menakutkan, harga barang-barang naik, banyak PHK dimana-mana, berita-berita kecelakaan, perang dan musibah-musibah yang disebabkan oleh alam. Hal-hal ini sering menjadi tekanan-tekanan yang luar biasa dalam hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan banyak yang membunuh dirinya karena tidak ada pegangan dan jawaban dari semua permasalahan yang dihadapi. Lalu bagaimana konsep menikmati hidup sesuai Firman Tuhan :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>I. Apakah kehidupan yang penuh dengan kenikmatan itu?<br />
</strong>&#8211; Hidup yang berbuah (ay.2)<br />
&#8211; Hidup yang disucikan oleh Firman Tuhan (ay.3); Mazmur 119:92;1-2<br />
&#8211; Hidup didalam Tuhan (ay. 4;7)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>II. Mengapa kita harus menikmati hidup ini?<br />
</strong>&#8211; Karena hidup ini adalah anugerah Tuhan (Kis.17:28)<br />
&#8211; Karena hidup ini milik Kristus (Galatia 2:20)<br />
&#8211; Kesempatan mencari keselamatan dan melayani Dia (Galatia 6:9; 2 Tes. 3:13)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
