<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jangan mementingkan diri sendiri &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<atom:link href="https://drijie1.kokris.com/tag/jangan-mementingkan-diri-sendiri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<description>Memuridkan Untuk Memberkati</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Apr 2021 21:25:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://drijie1.kokris.com/wp-content/uploads/2021/03/image-1-60x60.jpg</url>
	<title>jangan mementingkan diri sendiri &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jangan Mementingkan Diri Sendiri</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/jangan-mementingkan-diri-sendiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2021 21:25:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[jangan mementingkan diri sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1918</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan : Yakobus 3:13-18 &#8220;Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ayat Bacaan </strong>: <strong>Yakobus 3:13-18</strong></p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph"><strong><em>&#8220;Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.&#8221;</em>  Yakobus 3:16</strong></p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph"><strong>Salah satu faktor penyebab terjadinya perpecahan dalam kehidupan keluarga, jemaat, persekutuan, pelayanan dan bermasyarakat adalah sikap mementingkan diri sendiri</strong>.  Mementingkan diri sendiri disebut pula <em>selfish</em> atau juga egois, yang dalam kamus  &#8216;Webster&#8217;  <span style="text-decoration: underline;"><span class="has-inline-color has-black-color">didefinisikan:  memerhatikan diri sendiri secara tidak pantas atau secara berlebih-lebihan, mendahulukan kenyamanan dan keuntungan diri sendiri tanpa memperhatikan, atau dengan mengorbankan kenyamanan dan keuntungan orang lain.</span></span></p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">     Ketika seseorang mementingkan diri sendiri ia akan menjadikan dirinya sebagai pusat dan tidak lagi mempedulikan kepentingan dan perasaan orang lain.  Inilah yang menjadi sumber dari banyak kekacauan dan kejahatan  (ayat nas).  Mengapa?  Karena orang yang mementingkan diri sendiri:</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Sulit menjalin kerjasama</strong> dengan orang lain sebagai anggota tim di dalam menyelesaikan sebuah tugas;  </li><li><strong>Cenderung mudah marah, tersinggung serta tidak bisa menguasai diri.</strong>  <strong><em>&#8220;Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.&#8221;</em>  (Mazmur 37:8).</strong>  </li></ol>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Orang yang egois memiliki kecenderungan menghakimi dan mencela orang lain karena menganggap diri sendiri paling benar dan tidak pernah salah.  Rasul Paulus mengingatkan,  <strong><em>&#8220;Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.&#8221;</em>  (Galatia 6:4).  </strong>Sebagai orang percaya kita harus membuang jauh sifat mementingkan diri sendiri agar kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Dalam segala perkara marilah senantiasa meneladani Kristus,  <strong><em>&#8220;&#8230;Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,&#8230;dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.&#8221;  (Filipi 2:1, 3, 4).</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>&#8220;Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.&#8221;&nbsp; Matius 7:12</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
