<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ilustrasi khotbah kristen &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<atom:link href="https://drijie1.kokris.com/tag/ilustrasi-khotbah-kristen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<description>Memuridkan Untuk Memberkati</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Mar 2023 00:38:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://drijie1.kokris.com/wp-content/uploads/2021/03/image-1-60x60.jpg</url>
	<title>ilustrasi khotbah kristen &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penguasaan Diri</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/penguasaan-diri-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Mar 2023 00:38:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[ayat alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah 2023]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah terbaru 2023]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2631</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Alkitab: Markus 8:35 Kerangka Khotbah/Renungan: Penguasaan diri adalah kemampuan untuk mengendalikan emosi dan keinginan,&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Alkitab: Markus 8:35</p>
<p></strong><strong>Kerangka Khotbah/Renungan:</strong>
</p>
<div id="__next">
<div class="overflow-hidden w-full h-full relative">
<div class="flex h-full flex-1 flex-col md:pl-[260px]"><main class="relative h-full w-full transition-width flex flex-col overflow-hidden items-stretch flex-1"></p>
<div class="flex-1 overflow-hidden">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-vsjst-79elbk h-full dark:bg-gray-800">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-vsjst-1n7m0yu">
<div class="flex flex-col items-center text-sm dark:bg-gray-800">
<div class="group w-full text-gray-800 dark:text-gray-100 border-b border-black/10 dark:border-gray-900/50 dark:bg-gray-800" style="text-align: justify;">
<div class="text-base gap-4 md:gap-6 md:max-w-2xl lg:max-w-2xl xl:max-w-3xl p-4 md:py-6 flex lg:px-0 m-auto">
<div class="w-[30px] flex flex-col relative items-end">
<div class="relative flex">Penguasaan diri adalah kemampuan untuk mengendalikan emosi dan keinginan, serta mengambil keputusan yang bijak. Dalam konteks Kristen, penguasaan diri juga merupakan buah Roh Kudus yang diberikan kepada orang percaya sebagai bagian dari proses pemurnian hidup.</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="group w-full text-gray-800 dark:text-gray-100 border-b border-black/10 dark:border-gray-900/50 bg-gray-50 dark:bg-[#444654]">
<div class="text-base gap-4 md:gap-6 md:max-w-2xl lg:max-w-2xl xl:max-w-3xl p-4 md:py-6 flex lg:px-0 m-auto">
<div class="relative flex w-[calc(100%-50px)] flex-col gap-1 md:gap-3 lg:w-[calc(100%-115px)]">
<div class="flex flex-grow flex-col gap-3">
<div class="min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-4 whitespace-pre-wrap">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<p style="text-align: justify;">Berikut ini adalah beberapaayat Alkitab tentang penguasaan diri:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Penguasaan diri membutuhkan kerjasama antara kehendak kita dengan kehendak Tuhan. &#8220;Sebab siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi siapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.&#8221; (Markus 8:35)</li>
<li>Penguasaan diri adalah tanda dari pertumbuhan rohani yang sehat. &#8220;Tetapi buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, keluwesan, dan penguasaan diri. Lawan terhadap semuanya itu tidak ada hukum.&#8221; (Galatia 5:22-23)</li>
<li>Penguasaan diri membantu kita untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. &#8220;Karena itu, saudara-saudaraku, aku ingin kamu tahu, bahwa oleh Dia kabar baik tentang pengampunan dosa telah diberitakan kepada kamu, dan bahwa segala sesuatu yang tidak dapat dibebaskan oleh hukum Musa, dibebaskan oleh Dia. Setiap orang yang percaya dibebaskan dari segala sesuatu.&#8221; (Kisah Para Rasul 13:38-39)</li>
<li>Penguasaan diri adalah salah satu ciri dari iman yang kuat. &#8220;Sebab itu, bersiaplah kamu, pakai perlengkapan senjata Allah yang lengkap, supaya kamu dapat bertahan pada waktu yang jahat dan setelah kamu melakukan segala sesuatu, tetaplah tegak.&#8221; (Efesus 6:13)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam rangka memperoleh penguasaan diri yang lebih baik, penting untuk memperkuat hubungan kita dengan Tuhan melalui doa, membaca Alkitab, dan bergaul dengan sesama orang percaya. Dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus, kita dapat menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih bijak, dan lebih disiplin dalam menjalani hidup ini.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p></main></div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Pernah Menyerah</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/jangan-pernah-menyerah-2/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/jangan-pernah-menyerah-2/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2021 00:49:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ilustrasi Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi motivasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2227</guid>

					<description><![CDATA[Ilustrasi Khotbah : Seorang pemuda lulusan S1 bernama Ishak sedang bergumul mencari pekerjaan. Universitasnya yang&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ilustrasi Khotbah :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang pemuda lulusan S1 bernama Ishak sedang bergumul mencari pekerjaan. Universitasnya yang lama tidak menyalurkan para lulusannya dalam mencari pekerjaan, namun beberapa temannya sudah berhasil mendapat pekerjaan sedangkan Ishak masih berjuang. Ishak berkali-kali memasukkan lamaran pekerjaan di beberapa perusahaan yang sedang membuka lowongan. Beberapa perusahaan tempat Ishak melamar pun sempat memberikan umpan balik berupa panggilan kepada Ishak untuk melakukan serangkaian wawancara secara langsung. Namun setelah itu tidak ada lagi perkembangan yang terjadi. Hal ini membuat Ishak tidak mau lagi melamar pekerjaan. Ia menolak panggilan dari beberapa perusahaan yang memanggilnya untuk melakukan wawancara, bahkan memanggilnya untuk praktek bekerja secara langsung. Hal ini dilakukan Ishak karena ia beranggapan bahwa ujung-ujungnya nanti Ishak hanya akan dihujani dengan banyak pertanyan lisan dan pada akhirnya tidak jadi bekerja. Dan ia memutuskan untuk menjadi seorang cleaning service di kampusnya dulu.</p>
<p><strong>Topik yang cocok digunakan : kesabaran, kerja keras dan kegigihan.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/jangan-pernah-menyerah-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Pohon Besar</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/kisah-pohon-besar/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/kisah-pohon-besar/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2021 09:25:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ilustrasi Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi motivasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah pohon besar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1835</guid>

					<description><![CDATA[Ilustrasi Khotbah : Pada suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama seorang&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><em><strong>Ilustrasi Khotbah :</strong></em></p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Pada suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama seorang muda yang terkenal tidak bertanggung jawab dan kepala batu. Orang tua itu menghentikan langkahnya, lalu menunjuk sebuah pohon yang masih kecil.<em>&nbsp;“cabutlah pohon itu”</em>&nbsp;katanya. Segera pemuda itu membungkuk, dan hanya dengan jari saja ia dengan mudah dapat mencabut pohon itu sampai ke akar-akarnya.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Setelah berjalan lebih jauh lagi, orang tua itu berhenti di depan sebuah pohon yang agak besar.&nbsp;<em>“Coba cabut pohon ini”&nbsp;</em>katanya. Sekali lagi pemuda tersebut menuruti perintah pak tua, namun kali ini ia menggunakan kedua tangannya dan dengan sekuat tenaga mencabut pohon tersebut sampai ke akar-akarnya.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Akhirnya, mereka berhenti kembali di pohon yang sangat besar,<em>“sekarang cabutlah pohon ini!”&nbsp;</em>perintah pak tua.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">“Wah, itu tidak mungkin!” protes pemuda itu.Aku tidak dapat mencabut pohon besar tersebut.”</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Orang tua itu menjawab, “Engkau benar. Kebiasaan, entah baik maupun buruk, sama seperti pohon yang masih kecil, dapat di cabut dengan sangat mudah. Kebiasaan yang akarnya mulai mendalam seperti pohon yang sudah agak besar, untuk mencabutnya diperlukan usaha dan tenaga yang kuat.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Kebiasaan yang sudah lama telah berakar sangat mendalam, sehingga orang itu sendiri tidak dapat mencabutnya. Jagalah dirimu agar agar kebiasaan yang sedang engkau tanamkan adalah kebiasaan- kebiasaan baik.”</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Berdoa pada Tuhan dan ubah sedikit demi sedikit perilaku yang buruk menjadi baik. Walau sesekali kita gagal, terus ulangi. Dengan sikap ingin berubah, kita pasti bisa membuang “AKAR” jelek tersebut. [YAC]</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/kisah-pohon-besar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wortel, Telur dan Kopi</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/wortel-telur-dan-kopi/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/wortel-telur-dan-kopi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2020 10:30:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ilustrasi Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1445</guid>

					<description><![CDATA[Ilustrasi Khotbah ini cocok dibawakan untuk khotbah dengan tema : Kesabaran, Integritas Diri, Jati Diri,&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ilustrasi Khotbah ini cocok dibawakan untuk khotbah dengan tema : <span style="text-decoration: underline;">Kesabaran</span></strong>, <span style="text-decoration: underline;"><strong>Integritas Diri, Jati Diri, dll.</strong></span></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Tapi setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul. Ayahnya, seorang juru masak, membawa anaknya ke dapur. Ia mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Pada panci kedua, ia memasukkan telur. Dan pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan ketiganya mendidih. Selama itu si anak terdiam seribu basa. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkannya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga. Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, &#8220;Apa yang kau lihat, Nak?&#8221;. Wortel, telur, dan kopi,&#8221; jawab sang anak.  </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel.  Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. &#8220;Apa maksud semua ini, ayah?&#8221; tanya sang anak. Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama,  yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah. Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang<br>merebusnya itu. &#8220;Maka, yang manakah dirimu?&#8221; tanya sang ayah pada anaknya. &#8220;Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu? Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/wortel-telur-dan-kopi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>9</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Janji Bapa</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/janji-bapa/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/janji-bapa/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2020 08:18:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ilustrasi Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[janji bapa]]></category>
		<category><![CDATA[kasih bapa]]></category>
		<category><![CDATA[sebuah janji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1250</guid>

					<description><![CDATA[Topik Khotbah : Kasih Seorang Bapa, Janji Bapa, Kasih Bapa, dll. Ilustrasi Khotbah :Di China,&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Topik Khotbah : Kasih Seorang Bapa, Janji Bapa, Kasih Bapa, dll.</strong></p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph"><strong>Ilustrasi Khotbah :</strong><br>Di China, ada sepasang suami istri yang baru saja menikah dan begitu mendambakan seorang anak. Mereka bersyukur karena melahirkan putri pertama mereka dengan lancar, sehat dan selamat. Sang ayah yang begitu senang menyambut kelahiran anaknya lalu menggendong putrinya, menamainya Meggie lalu membisikkan kata-kata di telinga Meggie, <strong><em>“anakku, memilikimu adalah anugerah terindah didalam hidupku. Aku berjanji akan mengasihimu seumur hidupku”.</em> </strong></p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Waktu berlalu, Meggie semakin hari semakin bertumbuh menjadi remaja yang cantik. Ayah Meggie megitu mengasihinya. Ia memberikan apapun yang Meggie inginkan agar putri kesayangannya itu merasa bahagia. Namun, tanpa diduga, ternyata Meggie hamil. Meggie ketakutan, ia menceritakan semua kepada sang ibu. Ibunya dengan kesabaran dan penuh kasih sayang berusaha menenangkan Meggie. Meggietakut memberitahukan hal ini kepada ayahnya. Ia membayangkan betapa marahnya sang ayah apabila ia mengetahui bahwa putri kesayangannya yang selama ini dibanggakannya ternyata hamil. </p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Meggie sadar ia telah melukai hati ayahnya. Namun bagaimanapun Meggi sadar ia tetap harus memberitahukan hal ini kepada ayahnya. Ketika menceritakan apa yang terjadi kepada ayahnya, wajah marahlah yang terlihat dari raut muka sang ayah. Meggie semakin takut, ia gemetar ia menutup mata dan tak berani menatap wajah ayahnya. Namun ternyata bukannya marah, sang ayah justru memeluk erat Meggie sambal berbisik, <em><strong>“Aku mencintaimu anakku, aku tidak pernah melupakan janjiku”</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/janji-bapa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelita Harapan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/pelita-harapan/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/pelita-harapan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2020 00:11:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ilustrasi Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[pelita harapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1110</guid>

					<description><![CDATA[Topik Khotbah Rekomendasi : Keikhlasan Hati, Kerelaan Hati, Hati Hamba, Kesadaran Diri, atau topik lain&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Topik Khotbah Rekomendasi : Keikhlasan Hati, Kerelaan Hati, Hati Hamba, Kesadaran Diri, atau topik lain yang berhubungan.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify"><strong>Ilustrasi :</strong><br>Seorang gadis yang hanya tinggal bersama sang ayah di perumahan PNS memiliki pahlawan dalam hidupnya. Semenjak ibunya meninggal, gadis ini belajar menjadi wanita yang mandiri bersama sang ayah. Sebagai ayah, tentu tidak bisa menjelma menjadi sosok ibu yang sempurna bagi anaknya. Namun bagi gadis ini ayahnya adalah pelita dalam sebuah pengharapan. Setiap hal yang dibutuhkan oleh gadis ini, ayahnya selalu memenuhinya meski terkadang sang ayah menemukan kesulitan. Hingga suatu hari, peristiwa tak terduga menimpa ayahnya. Sang ayah yang semula sehat tiba-tiba saja terjatuh pingsan di kantor tempat ia bekerja. </p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Selama hampir 2 minggu lamanya sang ayah tak sadarkan diri. Gadis ini hampir menyerah, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia tak mau kehilangan ayahnya. Namun tim medis sudah menyerah, dan mengatakan bahwa mereka tidak mampu melakukan banyak hal. Dokter hanya meminta gadis ini untuk terus berdoa. Gadis ini berdoa. Namun hebatnya, ia tidak berdoa untuk meminta kesembuhan ayahnya, namun begini bunyi doanya, <em>“Tuhan, jikalau memang Engkau menginginkan ayah,maka ambilah. Namun setidaknya berilah aku pelita baru dalam hidupku”.</em> Sang ayah lalu meninggal dunia dan anak ini mengalami kehilangan yang luar biasa. Namun ia sadar bahwa kini dia telah menemukan pelita yang baru, yaitu Tuhan.<br></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/pelita-harapan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
