<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ilustrasi khotbah agama kristen &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<atom:link href="https://drijie1.kokris.com/tag/ilustrasi-khotbah-agama-kristen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<description>Memuridkan Untuk Memberkati</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Jul 2022 02:10:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://drijie1.kokris.com/wp-content/uploads/2021/03/image-1-60x60.jpg</url>
	<title>ilustrasi khotbah agama kristen &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keluar Dari Kegagalan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/keluar-dari-kegagalan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2022 02:10:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah iman]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2509</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Yosua 7: 1-26; 8: 1-29 Kerangka Khotbah/Renungan: Semua orang mendambakan sukses dalam perjalanan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan: Yosua</strong><b><strong> 7: 1-26; 8: 1-29</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong>Kerangka Khotbah/Renungan:</strong></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Semua orang mendambakan sukses dalam perjalanan hidupnya, hal –hal yang bernadakan kegagalan harus dihindari dari kehidupan ini. Namun kegagalan seringkali kali jumpai bahkan kita alami dalam perjalanan hidup ini.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Ketika kita diperhadapkan dengan kegagalan, kita mudah kalap, menyalahkan diri sendiri, keadaan, orang lain, bahkan Tuhan. Penilaian kita menjadi tidak rasional bahkan sangat subyektif untuk mencermati setiap detail dari peristiwa-peristiwa yang kita alami tersebut. Allah dapat mengubah kegagalan dan menjadikannya batu loncatan , ketika kita jujur mengakuinya.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Apabila kita diperhadapkan dengan kegagalan, makna apakah yang dapat kita pelajari dari peristiwa tersebut ? Pembelajaran yang kita temukan :</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>1.KEGAGALAN MEMBUKA SUDUT PANDANG YANG SEMAKIN LUAS”1-4”</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Sempitnya sudut pandang seseorang, seringkali menjadi pemicu seseorang menjadi gelap mata, kehilangan akal, bahkan tidak sedikit yang mengakhiri hidupnya dengan tragis.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Dalam teks ini, Yosua diperintahkan Tuhan untuk merebut tanah perjanjian.  Namun dipertengahan tugasnya, dia bersama bangsa Israel mengalami kegagalan. Apa yang menjadi penyebab kegagalan Yosua ? Ia tidak  memiiliki perencanaan yang  matang(ayat 4) Dengan pengalaman masa lalu, Yosua, tidak melibatkan Tuhan sama sekali dalam pengambilan keputusan tersebut. – <b><strong>Ini adalah salah satu faktor kegagalan yang seringkali kita alami.</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Hal lain yang sangat prinsipil adalah adanya dosa yang tidak dibereskan( ayat 1) – Dosa menjadi penyebab utama setiap kegagalan, dan apabila tidak di  bereskan akan menjadi mata rantai kepada kegagalan selanjutnya.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran –Nya tidak kurang tajam untuk mendengar, tetap yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu (Yesaya 59:1-2)</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Ada istilah yang seringkali kita pakai “ pengalaman itu guru yang terbaik”. Dengan demikian, betapa sering kita menjadai pongah ketika daftar kesuksesan kita semakin panjang, kita cenderung untuk mengandalkan pengalaman tersebut.  Pengalaman itu mahal, namun tanpa sebuah pengalaman jauh lebih mahal lagi.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Saudara, pengalaman itu tidak mengajarkan apa-apa, namun pengalaman yang “dievaluasilah” yang akan mengajarkan segala-galanya</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>2.KEGAGALAN MENJADI SARANA UNTUK KITA BISA MENGEVALUASI DIRI “YOSUA 7 :6-13”</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Hampir semua orang mengalami kegagalan, namun sedikit sekali yang  tahu bagaimana solusinya. Ada yang menyalahkan orang lain,  meratapi diri sendiri, keadaan bahkan menyalahkan Tuhan.  Kita seringkali terintimidasi dengan kegagalan masa lalu.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Bangsa Israel menjadi tawar hati(gagal) dan bersama dengan Yosua, mereka berada pada titik terendah emosionalnya (7-9). Apa langkah Yosua ? Ia mengoyakkan jubahnya.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Arti dari <b><strong>mengoyakkan jubahnya merupakan tanda perkabungan dan kesadaran akan keterbatasannya. Akan keberdosaannya. Ia merendahkan diri secara total. </strong></b>Dan ketika ia merendahkan diri, Allah memberi jawaban, bahwa dosanya yang menjadi penyebab utama dari kegagalan itu, dan Allah memerintahkan untuk menuntaskannya(10-13)</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Ahli sejarah yang bernama Arnold Toynbee, mengatakan bahwa , “Semua orang bereaksi dengan salah satu dari empat cara dalam keadaan yang sulit”.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li style="font-weight: 400;">Mundur ke masa lalu</li>
<li style="font-weight: 400;">Bermimpi ke masa depan (Berkhayal)</li>
<li style="font-weight: 400;">Mundur kedalam dan menantikan orang untuk menyelamatkan dirinya</li>
<li style="font-weight: 400;">Mengahadapi krisis dan mengubahnya menjadi sesuatu yang berguna</li>
</ol>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong><em>(Sumber :menjadi orang yang berpengaruh oleh Jim Dornan dan John C. Maxwell)</em></strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>3.KEGAGALAN MENJADI BATU LONCATAN UNTUK KITA MENGALAMI KEMENANGAN  “YOSUA 8:1-29”</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Didalam Tuhan selalu ada jalan keluar yang terbaik bagi persoalan yang kita hadapi. <b><strong>Kegagalan adalah salah satu guru kehidupan yang terhebat selama kita tidak hancur olehnya – selama kita belajar darinya. </strong></b>Setelah menuntaskan dosa yang menjadi penghalang, Yosua mendapat strategi yang tepat untuk mengalahkan orang Ai, dan Allah memberikan kemenangan yang luar biasa. Allah dapat mengubah setiap kegagalan yang kita hadapi kalau kita berserah diri.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>Illustrasi :</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Seorang raja memiliki tiga putra mahkota.  Suatu ketika raja tersebut hendak mewariskan jam tangan ajaibnya kepada putranya.  Namun oleh karena mereka saling berebut, sang raja melemparkan jam tersebut ketempat lain. Putra yang pertama dengan mengomel dia pergi dan mulai mengaduk aduk seluruh isi ruangan, namun tidak didapatinya jam terus disana.  Dan putra yang kedua mulai, mulai menggerutu dan dan berguman, untuk apa jam seperti itu, masih ada jam lain yang lebih bagus, dan akhirnya dia juga tidak  mendapatkan jam tersebut. Putra yang ketiga mulai berdiam diri, dan ditengah-tengah keheningan itulah, ia mendengarkan suara detak – detak jam. Ketika kita tenang di hadirat Tuhan, Ia akan memberikan setiap jawaban bagi persoalan kita.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Tuhan akan memberikan jalan keluar dari setiap kegagalan yang kita buat, asal kita sabar menunggu jawaban-Nya.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><b><strong>Kesimpulan :</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Allah dapat mengubah setiap kegagalan yang kita hadapi, apabila kita dengan rendah hati jujur mengakuinya. Dan Ia sanggup memberikan kemenangan bagi kita yang percaya. Amin!</p>
<p><strong>Tuhan Yesus Memberkati</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tanda Dewasa Rohani</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/5-tanda-dewasa-rohani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2021 09:01:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2278</guid>

					<description><![CDATA[Artikel Kristen: 5 tanda dari seseorang yang sudah dewasa rohani, diantaranya: 1.Tanda pertama, memiliki pengetahuan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Artikel Kristen:</p>
<p>5 tanda dari seseorang yang sudah dewasa rohani, diantaranya:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.Tanda pertama, memiliki pengetahuan yang benar tentang firman Tuhan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gerald R. McDermott menulis demikian: “Perjanjian Baru menjelaskan bahwa kerohanian sejati melibatkan pengetahuan baru, pengertian baru. Ada unsur kognitif dalam karya anugerah.” Kedewasaan rohani ini menjadi pokok doa Paulus bagi jemaat Filipi (Filipi 1:9) dan pokok teguran Paulus bagi jemaat Galatia (Galatia 1:6-7).</p>
<p style="text-align: justify;">Warren W. Wiersbe mengatakan: “orang Kristen yang dewasa tidak mudah diombang-ambingkan oleh suatu pengajaran agama baru, tetapi dapat mengenali doktrin palsu dan menjauhkan diri dari padanya”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.Tanda kedua, memiliki persekutuan yang intim dengan Allah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak Allah menciptakan manusia dan menempatkannya di taman Eden, sebenarnya Allah menghendaki ciptaan-Nya itu bersekutu dengan-Nya. Tetapi karena manusia tidak taat kepada perintah Allah, manusia itu jatuh ke dalam dosa. Karena manusia itu telah berdosa, maka Allah yang kudus mengusir manusia itu dari hadapan-Nya. Tetapi karena begitu besar kasih-Nya kepada manusia, maka Allah mengutus Yesus Kristus Putra tunggal-Nya untuk mencari dan memulihkan persekutuan antara Allah dengan manusia ciptaan-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tindakan untuk memulihkan persekutuan itu adalah inisiatif Allah, dan telah dilakukan oleh Allah dengan jalan menjadikan Kristus sebagai korban yang harus mati di salib. Kepada jemaat Korintus, Paulus dengan sangat jelas menulis demikian: ”Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu” (1 Korintus 6:20). Dalam Kitab Mazmur 91, janji-janji yang Allah berikan dapat menjadi kenyataan dalam hidup, jika orang percaya tinggal dalam hadiratNya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3.Tanda ketiga, memiliki ketaatan terhadap firman Allah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Paulus mendorong jemaat di Efesus agar menaati tuan yang di dunia sama seperti kepada Kristus (Efesus 6:5) Ketaatan seorang hamba kepada tuan atau majikan merupakan tanggung jawab yang mudah untuk dilakukan, jika sebagai hamba setiap orang percaya memandang kepada Kristus yang adalah Tuan sesungguhnya. Tunduk dan taat karena tidak ingin mengecewakan dalam melakukan kewajiban dan dengan satu keinginan, dimaksudkan memberikan pelayanan penuh dan menyenangkan. Orang percaya yang memiliki pengetahuan yang benar tentang firman Tuhan akan senantiasa taat terhadap kebenaran firman Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4.Tanda keempat, menyampaikan kebenaran dengan kasih dan jujur.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang percaya yang bertumbuh dalam komunitasnya pasti akan berhubungan dengan sesame saudara seiman. Kualitas hubungannya tersebut akan teruji pada waktu menyampaikan kebenaran dalam kasihnya terhadap sesama. Alkitab mengingatkan orang Kristen agar jujur mengatakan kebenaran kepada sesama (Amsal 27:5-6; Keluaran 20:16; Matius 5:37). Hal ini merupakan tanda kedewasaan rohani seseorang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong><strong>5.Tanda kelima, memiliki kasih yang holistik.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kasih yang holistik adalah kasih secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal, artinya orang percaya mengasihi Allah dan secara horizontal maksudnya orang percaya mengasihi sesama. Kasih secara vertikal adalah kasih kepada Allah. Alkitab menegaskan keutamaan kasih kepada Allah ini (Ulangan 6:5; Matius 22:37). Sedangkan kasih secara horisontal adalah kasih terhadap sesama. Alkitab memerintahkan orang percaya agar mengasihi sesamanya (Imamat 19:18; Matius 22:39). Rasul Yohanes menegaskan bahwa kasih merupakan dasar yang sangat penting dalam membangun hubungan, baik kepada Allah maupun kepada sesama (1 Yohanes 4:7-8, 20).</p>
<p style="text-align: justify;">Senada dengan hal tersebut, Edy Fances mengutarakan: Kekuatan kasih Kristus juga menolong kita hidup kita mengasihi sesama manusia dengan motivasi dan tujuan yang benar. &#8230; Mengasihi orang lain dengan motivasi yang murni yaitu cinta kasih yang telah kita terima dari Kristus. Cinta kasih yang tanpa pamrih, penuh kemurahan, kebaikan dan rendah hati dan rela berkorban. Cinta kasih dengan tujuan membangun orangv lain, menolong dengan perbuatan yang vkonkrit, dan demi mendatangkan kebaikan dan keuntungan bagi orang lain tanpa mengharapkan balasan yang bersifat transaksional.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Wactman Nee juga menegaskan tentang pentingnya membangun hubungan yang baik dengan sesama, mengatakan: Kasih akan sesama saudara seiman merupakan dasar yang penting dalam kehidupan setiap pekerja Kristen, tetapi yang tidak kurang pentingnya adalah kasih akan sesama manusia, akan setiap orang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosa Kesombongan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/dosa-kesombongan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2021 05:32:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah tematik]]></category>
		<category><![CDATA[khotbahkristen]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2270</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Amsal 11:2 Kesombongan adalah dosa pertama yang kita tahu. Melalui kesombonganlah malaikat jatuh&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat Bacaan: Amsal 11:2</strong></p>
<p>Kesombongan adalah dosa pertama yang kita tahu. Melalui kesombonganlah malaikat jatuh kedalam dosa dan dikucilkan dari sorga. Demikian juga kesombongan telah menyeret nenek moyang kita Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa melalui bisikan Iblis: “Kamu akan sama seperti Allah” (Kejadian 3:5). Kesombongan telah menyeret banyak orang dalam tingkah laku yang mendatangkan kehinaan, yang menempatkan kita pada posisi bermusuhan dengan Allah (Yesaya 2:11; Matius 23:12) Karena itu kita harus waspada dengan dosa kesombongan.</p>
<p><strong>I. Darimanakah datangnya dosa kesombongan?</strong></p>
<p>* Kesombongan berasal dari hati manusia (Matius 7:22)<br />
&#8211; Hati yang tidak memiliki kasih (1 Kor. 13:4)<br />
&#8211; Hati yang menyenangi perkara yang sia-sia (1 Timotius 6:20; Efesus 5:4)<br />
&#8211; Hati yang tidak dapat mengampuni (Matius 6:12; 14-15)<br />
&#8211; Hati yang senang menghakimi orang lain (Matius 7:1-5)<br />
&#8211; Hati yang tegar tengkuk(Keluaran 32:9)<br />
&#8211; Hati yang tidak memiliki roh penundukan diri (2 Timotius 3:1-5)<br />
&#8211; Hati yang tidak tahu berterima kasih (2 Timotius 3:1-5)</p>
<p><strong>II. Apakah yang dikerjakan dosa kesombongan bagi kita?</strong></p>
<p>&#8211; Kesombongan menghancurkan hubungan kita dengan Allah (Yakobus 4:6)</p>
<p>&#8211; Kesombongan menghancurkan hubungan kita dengan sesama (Yesaya 2:11;17)</p>
<p>&#8211; Kesombongan menghancurkan diri sendiri, karena membuat kita mudah tersinggung, mudah putus asa, dan ingin mati kalau ada tantangan dan masalah (Ayub 3:3-16; Yeremia 20:14-18)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Pernah Menyerah</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/jangan-pernah-menyerah-2/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/jangan-pernah-menyerah-2/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2021 00:49:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ilustrasi Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi motivasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2227</guid>

					<description><![CDATA[Ilustrasi Khotbah : Seorang pemuda lulusan S1 bernama Ishak sedang bergumul mencari pekerjaan. Universitasnya yang&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ilustrasi Khotbah :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang pemuda lulusan S1 bernama Ishak sedang bergumul mencari pekerjaan. Universitasnya yang lama tidak menyalurkan para lulusannya dalam mencari pekerjaan, namun beberapa temannya sudah berhasil mendapat pekerjaan sedangkan Ishak masih berjuang. Ishak berkali-kali memasukkan lamaran pekerjaan di beberapa perusahaan yang sedang membuka lowongan. Beberapa perusahaan tempat Ishak melamar pun sempat memberikan umpan balik berupa panggilan kepada Ishak untuk melakukan serangkaian wawancara secara langsung. Namun setelah itu tidak ada lagi perkembangan yang terjadi. Hal ini membuat Ishak tidak mau lagi melamar pekerjaan. Ia menolak panggilan dari beberapa perusahaan yang memanggilnya untuk melakukan wawancara, bahkan memanggilnya untuk praktek bekerja secara langsung. Hal ini dilakukan Ishak karena ia beranggapan bahwa ujung-ujungnya nanti Ishak hanya akan dihujani dengan banyak pertanyan lisan dan pada akhirnya tidak jadi bekerja. Dan ia memutuskan untuk menjadi seorang cleaning service di kampusnya dulu.</p>
<p><strong>Topik yang cocok digunakan : kesabaran, kerja keras dan kegigihan.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/jangan-pernah-menyerah-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah Saatnya Mencari Tuhan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/sudah-saatnya-mencari-tuhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2021 14:14:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah iman]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2221</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Hosea 10:12 Renungan / Kerangka Khotbah : Seringkali kita menunda-nunda waktu untuk mengerjakan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat Bacaan: Hosea 10:12</p>
<p></strong>Renungan / Kerangka Khotbah :<br />
Seringkali kita menunda-nunda waktu untuk mengerjakan sesuatu. Baik itu untuk kepentingan diri sendiri, maupun untuk kepentingan orang lain. Namun untuk mencari Tuhan, kita tidak boleh menunda-nunda waktu. Nabi Hosea ribuan tahun lampau, mengungkapkan himbauan untuk tidak menunda-nunda waktu dalam mencari Tuhan. &#8220;Menaburlah bagimu sesuai keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai ia datang dan menhujani kamu dengan keadilan&#8221; (Hosea 10:12). Mengapa kita harus mencari Tuhan sekarang dan tidak boleh menunda-nunda waktu lagi?</p>
<p><strong>1. Karena waktu dan kesempatan adalah Tuhan yang menetapkan</strong></p>
<ul>
<li>Allah menetapkan waktu untuk apapun dibawah langit (Pkh. 3:1)</li>
<li>Allah menetapkan waktu untuk segala pekerjaan (Pkh 3:17)</li>
<li>Allah menetapkan waktu untuk segala sesuatu dan bukan manusia (Pkh 9:12)</li>
</ul>
<p><strong>2. Karena kita tidak mengetahui waktu dan usia kita</strong></p>
<ul>
<li>Batas umur manusia 70 atau 80 tahun (Mazmur 90:10)</li>
<li>Hari-hari manusia itu singkat (Ayub 14:1)</li>
<li>Hanya saat kita hiduplah kita mendapat kesempatan untuk mencari Tuhan (Lukas 16:27-31)</li>
</ul>
<p><strong>3. Karena kedatangan Tuhan yang kedua sudah dekat</strong></p>
<ul>
<li>Yesus akan datang kembali (Kisah Para Rasul 1:9-11)</li>
<li>Tanda-tanda membuktikan Yesus akan segera kembali (Matius 24:6-8)</li>
<li>Saat Yesus datang kesempatan mencari Tuhan tidak ada lagi, tetapi yang ada Tuhan memberikan ganjaranNya kepada kita (Wahyu 22:12)</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p class="p2">Bagi Saudara/i yang rindu mendukung pelayanan aplikasi ini dapat memberikan persembahan dukungan ke :</p>
<p class="p2"><strong>BCA Cab. Mutiara Taman Palem</strong><br />
<strong>a.n. Yoga Adi Candra Putra Kesuma</strong><br />
<strong>7015215062</strong><br />
Konfirmasi ke email : watashiyoga@gmail.com<br />
<b>Terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati.</b></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berkat Rohani Lebih Berharga</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/berkat-rohani-lebih-berharga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Sep 2021 04:21:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[ayat alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2021]]></category>
		<category><![CDATA[khotbahkristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2190</guid>

					<description><![CDATA[Baca:  2 Korintus 4:16-18&#8220;Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 17.82px;">Baca:  </span>2 Korintus 4:16-18<br style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;" /><br style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;" /><i style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;">&#8220;Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.&#8221;</i><span style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 17.82px;">  2 Korintus 4:18</span><br style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;" /><br style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;" /><span style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 17.82px;">Pada umumnya orang beranggapan bahwa berkat dari Tuhan itu identik dengan uang atau kekayaan (materi) yang tampak terlihat jelas secara kasat mata, sehingga kita pun menyimpulkan bahwa keadaan seseorang diberkati Tuhan selalu ditandai dengan melimpahnya harta kekayaan yang dimilikinya:  seperti rumah yang berada di kawasan elit, memiliki mobil yang mewah, anak-anak sekolah di luar negeri, atau memiliki pabrik atau usaha yang mapan dan sebagainya.  Sebaliknya pula, keadaan orang yang tidak diberkati Tuhan akan ditandai dengan kehidupannya yang serba pas-pasan, tinggal di kos atau rumah kontrakan, atau tidak punya kendaraan.</span><br style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;" /><br style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;" /><span style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 17.82px;">     Benarkah demikian?  Kita tidak dapat mengukur dan menilai berkat Tuhan dari sudut materi semata semata atau apa yang kelihatan.  Bagaimana pun kondisi kehidupan kita, baik itu kaya, miskin, sehat, sakit, berlimpah atau dalam kekurangan, seharusnya tidak mempengaruhi kondisi hati kita.  Berkat Tuhan bisa datang dalam segala bentuk;  berkat tidak harus berarti materi, tetapi lebih besar daripada sekedar menerima materi, tidak peduli apa pun kondisi kita, sepanjang kita menerima janji Tuhan dan mampu mengucap syukur kepadaNya atas apa pun yang terjadi.  Inilah pengertian yang benar dari hidup yang diberkati oleh Tuhan meskipun keadaan yang ada sepertinya kelihatan kurang baik di pemandangan manusia.  Sesungguhnya wujud nyata dari berkat Tuhan sangat beragam, walau umumnya orang lebih mudah melihat dan mengukur besarnya berkat Tuhan dari aspek lahiriah saja yaitu materi, sedangkan berkat Tuhan yang tidak berupa uang atau kekayaan akhirnya kurang kita hargai.</span><br style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;" /><br style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;" /><span style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 17.82px;">     Bukankah berkat rohani:  <strong>keselamatan, perlindungan, kesehatan, sukacita, damai sejahtera, kebahagiaan, umur panjang dan sebagainya lebih berharga daripada uang atau kekayaan yang kita miliki? </strong> Ingat, berkat rohani tidak akan pernah bisa dibeli dengan berapa pun jumlah uang atau kekayaan yang ada pada kita.</span><br style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;" /><br style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;" /><b style="color: #000000; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;">Kebahagiaan bukan terletak pada banyaknya harta di dunia, melainkan bagaimana bisa tetap mengucap syukur dan memuliakan Tuhan dengan keadaan yang ada!</b></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ilustrasi Kaya Tetapi Tidak Bahagia</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/ilustrasi-kaya-tetapi-tidak-bahagia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2021 21:41:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ilustrasi Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi motivasi khotbah kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2164</guid>

					<description><![CDATA[Oh, andaikan bisa sekaya Christina Onassis. Uang dapat menyelesaikan begitu banyak masalah. Misalnya, katakanlah Anda&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oh, andaikan bisa sekaya Christina Onassis. Uang dapat menyelesaikan begitu banyak masalah.</p>
<div style="text-align: justify;">Misalnya, katakanlah Anda tinggal di Eropa, dan minuman kegemaran Anda, Diet Coke, hanya tersedia di Amerika Serikat. Bukan masalah. Suruh saja jet pribadi Anda ke Amerika sekali sebulan untuk memberi suplai baru cola, seperti yang Christina lakukan, dengan biaya $ 30.000,- setiap perjalanan untuk bahan bakar dan gaji para pilot.</div>
<div>
<figure style="width: 211px" class="wp-caption alignright"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="" src="https://images.wolfgangsvault.com/m/large/OMS06428-MZ/newsweek-vintage-magazine-jul-28-1975.webp" width="211" height="282" /><figcaption class="wp-caption-text">Christina Onassis</figcaption></figure>
</div>
<div style="text-align: justify;">Atau katakanlah Anda sedang berlibur di Austria dan Anda menyadari bahwa Anda telah meninggalkan rekaman David Bowie favorit Anda di rumah Anda di Swiss. Jangan kuatir – suruh saja para pilot helikopter Anda untuk terbang kembali dan mengambilnya, seperti yang Christina lakukan.</div>
<div></div>
<div style="text-align: justify;">Apabila Anda ingin ditemani selama 24 jam, tetapi teman-teman Anda mengatakan bahwa mereka terlalu sibuk untuk menghabiskan seluruh waktu mereka bersama Anda, solusinya sederhana. Tawari mereka uang tunai (katakanlah $ 20.000,- atau $ 30.000,- sebulan) untuk menjadi sobat Anda, dan mereka akan datang dengan berlari-lari. Setidaknya, itulah yang Christina dapati.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Dengan pemasukan tahunan diperkirakan kurang lebih $ 50 juta, putri pewaris raja kapal Yunani, Aristotle Onassis ini dapat membeli hampir apa saja yang diinginkannya. Kecuali, tampaknya, kebahagiaan.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Masa kecil Christina sangat tak menentu dan sepi, dirusak oleh perceraian orangtuanya dan seringnya ketidakhadiran ayahnya yang suka memerintah tetapi disayanginya; tahun-tahun dewasanya termasuk empat pernikahan bermasalah, masa-masa depresi dan beberapa upaya bunuh diri.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Dalam dua tahun ia kehilangan empat anggota keluarganya. Ayahnya meninggal karena penyakit melemahnya otot. Saudara lelakinya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Ibunya meninggal karena kelebihan dosis obat. Bibinya meninggal dalam keadaan mencurigakan.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">
<p>Christina sendiri mati muda, pada usia 37 tahun, karena serangan jantung yang mungkin diakibatkan oleh diet singkat berulang-ulang, fluktuasi bobot tubuh yang luar biasa dan penggunaan berlebihan amfetamin dan barbiturat.</p>
<p>Dapat diaplikasikan ke khotbah : <strong>Kekayaan, Damai Sejahtera, Kemiskinan atau khotbah tematik lain yang sesuai.</strong></p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Pohon Besar</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/kisah-pohon-besar/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/kisah-pohon-besar/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2021 09:25:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ilustrasi Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi motivasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah pohon besar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1835</guid>

					<description><![CDATA[Ilustrasi Khotbah : Pada suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama seorang&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><em><strong>Ilustrasi Khotbah :</strong></em></p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Pada suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama seorang muda yang terkenal tidak bertanggung jawab dan kepala batu. Orang tua itu menghentikan langkahnya, lalu menunjuk sebuah pohon yang masih kecil.<em>&nbsp;“cabutlah pohon itu”</em>&nbsp;katanya. Segera pemuda itu membungkuk, dan hanya dengan jari saja ia dengan mudah dapat mencabut pohon itu sampai ke akar-akarnya.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Setelah berjalan lebih jauh lagi, orang tua itu berhenti di depan sebuah pohon yang agak besar.&nbsp;<em>“Coba cabut pohon ini”&nbsp;</em>katanya. Sekali lagi pemuda tersebut menuruti perintah pak tua, namun kali ini ia menggunakan kedua tangannya dan dengan sekuat tenaga mencabut pohon tersebut sampai ke akar-akarnya.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Akhirnya, mereka berhenti kembali di pohon yang sangat besar,<em>“sekarang cabutlah pohon ini!”&nbsp;</em>perintah pak tua.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">“Wah, itu tidak mungkin!” protes pemuda itu.Aku tidak dapat mencabut pohon besar tersebut.”</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Orang tua itu menjawab, “Engkau benar. Kebiasaan, entah baik maupun buruk, sama seperti pohon yang masih kecil, dapat di cabut dengan sangat mudah. Kebiasaan yang akarnya mulai mendalam seperti pohon yang sudah agak besar, untuk mencabutnya diperlukan usaha dan tenaga yang kuat.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Kebiasaan yang sudah lama telah berakar sangat mendalam, sehingga orang itu sendiri tidak dapat mencabutnya. Jagalah dirimu agar agar kebiasaan yang sedang engkau tanamkan adalah kebiasaan- kebiasaan baik.”</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Berdoa pada Tuhan dan ubah sedikit demi sedikit perilaku yang buruk menjadi baik. Walau sesekali kita gagal, terus ulangi. Dengan sikap ingin berubah, kita pasti bisa membuang “AKAR” jelek tersebut. [YAC]</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/kisah-pohon-besar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wortel, Telur dan Kopi</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/wortel-telur-dan-kopi/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/wortel-telur-dan-kopi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2020 10:30:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ilustrasi Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1445</guid>

					<description><![CDATA[Ilustrasi Khotbah ini cocok dibawakan untuk khotbah dengan tema : Kesabaran, Integritas Diri, Jati Diri,&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ilustrasi Khotbah ini cocok dibawakan untuk khotbah dengan tema : <span style="text-decoration: underline;">Kesabaran</span></strong>, <span style="text-decoration: underline;"><strong>Integritas Diri, Jati Diri, dll.</strong></span></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Tapi setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul. Ayahnya, seorang juru masak, membawa anaknya ke dapur. Ia mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Pada panci kedua, ia memasukkan telur. Dan pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan ketiganya mendidih. Selama itu si anak terdiam seribu basa. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkannya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga. Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, &#8220;Apa yang kau lihat, Nak?&#8221;. Wortel, telur, dan kopi,&#8221; jawab sang anak.  </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel.  Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. &#8220;Apa maksud semua ini, ayah?&#8221; tanya sang anak. Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama,  yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah. Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang<br>merebusnya itu. &#8220;Maka, yang manakah dirimu?&#8221; tanya sang ayah pada anaknya. &#8220;Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu? Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/wortel-telur-dan-kopi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>9</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
