<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bahan renungan khotbah &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<atom:link href="https://drijie1.kokris.com/tag/bahan-renungan-khotbah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<description>Memuridkan Untuk Memberkati</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Oct 2023 00:33:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://drijie1.kokris.com/wp-content/uploads/2021/03/image-1-60x60.jpg</url>
	<title>bahan renungan khotbah &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bertumbuh Dalam Kesusahan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/bertumbuh-dalam-kesusahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2023 00:33:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[bahan renungan khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[bertahan dalam kesusahan]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah baru 2023]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah hidup kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen 2023]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen pagi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2809</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Utama: &#8220;Tetapi kami juga bermegah dalam kesesakan, sebab kami tahu, bahwa kesesakan itu menimbulkan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Utama:</strong> <em>&#8220;Tetapi kami juga bermegah dalam kesesakan, sebab kami tahu, bahwa kesesakan itu menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan uji-coba, uji-coba menimbulkan pengharapan.&#8221; (Roma 5:3-4, Terjemahan Baru)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Renungan :<br />
</strong></p>
<div class="flex-1 overflow-hidden">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-zoltp-79elbk h-full dark:bg-gray-800">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-zoltp-1n7m0yu">
<div class="flex flex-col text-sm dark:bg-gray-800">
<div class="group final-completion w-full text-token-text-primary border-b border-black/10 gizmo:border-0 dark:border-gray-900/50 gizmo:dark:border-0 bg-gray-50 gizmo:bg-transparent dark:bg-[#444654] gizmo:dark:bg-transparent" data-testid="conversation-turn-3">
<div class="p-4 justify-center text-base md:gap-6 md:py-6 m-auto">
<div class="flex flex-1 gap-4 text-base mx-auto md:gap-6 gizmo:gap-3 gizmo:md:px-5 gizmo:lg:px-1 gizmo:xl:px-5 md:max-w-2xl lg:max-w-[38rem] gizmo:md:max-w-3xl gizmo:lg:max-w-[40rem] gizmo:xl:max-w-[48rem] xl:max-w-3xl }">
<div class="relative flex w-[calc(100%-50px)] flex-col gizmo:w-full lg:w-[calc(100%-115px)] agent-turn">
<div class="flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex flex-grow flex-col gap-3 max-w-full">
<div class="min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-3 whitespace-pre-wrap break-words overflow-x-auto">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<p style="text-align: justify;">Kesusahan adalah bagian dari kehidupan manusia. Bagaimana kita, sebagai keluarga Kristen, melihat dan mengatasi kesusahan dapat menjadi cermin iman kita. Alkitab memberikan petunjuk dan harapan dalam menghadapi tantangan ini. Sebagai dasar, kita dapat merujuk kepada ayat utama kita dari Roma 5:3-4.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Isi dan Poin-poin Renungan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Kesesakan adalah Bagian dari Hidup</strong> Kesusahan adalah sesuatu yang tak terhindarkan dalam kehidupan kita. Ini bisa berupa masalah finansial, kesehatan, atau hubungan. Namun, sebagai keluarga Kristen, kita tidak pernah sendirian dalam menghadapi kesusahan. Kita memiliki Kristus yang berjalan bersama kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Ketekunan dalam Kesusahan</strong> Dalam Roma 5:3, kita diajarkan bahwa kesesakan menimbulkan ketekunan. Kesusahan adalah waktu di mana kita bisa tumbuh dalam iman dan karakter. Keluarga Kristen yang tangguh adalah yang dapat bertahan dan bertumbuh dalam tantangan ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Uji-Coba dan Karakter</strong> Uji-coba adalah bagian penting dalam pembentukan karakter kita. Kita harus melihat kesusahan sebagai kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengasah karakter kita, seperti dalam ayat ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Pengharapan yang Datang dari Kesusahan</strong> Ayat Roma 5:4 mengajarkan bahwa uji-coba menimbulkan pengharapan. Kesusahan yang kita alami bukanlah akhir dari cerita kita, tetapi awal dari harapan yang lebih besar. Keluarga Kristen memiliki keyakinan bahwa Allah selalu bekerja untuk kebaikan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penutup dan Ajakan:</strong> Dalam menghadapi kesusahan dalam pandangan keluarga Kristen, mari kita selalu mengingat bahwa Allah adalah sumber kekuatan kita. Kesusahan bukanlah tanda bahwa Dia telah meninggalkan kita, tetapi kesempatan untuk tumbuh dalam iman. Ketika kita tumbuh dalam kesusahan, kita membuktikan bahwa kita adalah keluarga Kristen yang teguh dan memiliki pengharapan yang kokoh dalam Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam semua kesusahan, mari kita mengingat Roma 5:3-4 dan membiarkan pengharapan itu menguatkan kita. Amin.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berterimakasih Dalam Segala Hal</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/berterimakasih-dalam-segala-hal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Mar 2023 22:41:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kehidupan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[bahan renungan khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[renungan agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan keluarga kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan pagi kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2616</guid>

					<description><![CDATA[Terima kasih adalah ungkapan sederhana namun amat penting dalam kehidupan Kristen. Berterima kasih dapat melatih&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih adalah ungkapan sederhana namun amat penting dalam kehidupan Kristen. Berterima kasih dapat melatih kita untuk menjadi orang yang lebih sabar, lebih penuh pengharapan, dan lebih dekat dengan Tuhan. Tidak peduli sedang berada dalam keadaan apa, kita selalu dapat mencari hal-hal untuk disyukuri dan bersukacita dalam Tuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada banyak ayat di Alkitab yang mengajarkan kita untuk berterima kasih dalam segala hal. Salah satu ayatnya adalah 1 Tesalonika 5:16-18, &#8220;Berbahagialah selalu, berdoalah tanpa henti, dan ucapkanlah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.&#8221; Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu bersukacita, berdoa, dan berterima kasih dalam segala hal, karena semuanya merupakan kehendak Allah bagi kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Poin penting dari renungan ini adalah:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Berterima kasih tidak hanya untuk hal-hal besar dan luar biasa, tetapi juga untuk hal-hal kecil dan biasa-biasa saja. Kita dapat bersyukur atas segala sesuatu, mulai dari udara yang kita hirup hingga tugas-tugas harian yang berhasil kita selesaikan.</li>



<li>Berterima kasih membawa barakah dan keberkahan kepada kita dan orang lain di sekitar kita. Ketika kita berterima kasih dengan tulus, kita dapat membawa sukacita dan harapan kepada mereka yang membutuhkan dukungan.</li>



<li>Berterima kasih adalah bentuk ketaatan kita kepada Tuhan. Allah menghendaki kita untuk selalu bersukacita, berdoa, dan berterima kasih dalam segala hal. Dengan melakukannya, kita menunjukkan bahwa kita percaya bahwa Allah memiliki rencana yang baik dan sempurna bagi hidup kita.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Ayat-ayat lain yang mengajarkan tentang berterima kasih antara lain:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Kolose 3:15, &#8220;Dan biarlah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena kamu dipanggil dalam satu tubuh yang juga mengharapkan kamu bersyukur.&#8221;</li>



<li>Mazmur 100:4-5, &#8220;Masuklah ke dalam pintu-pintu-Nya dengan ucapan syukur dan ke pelataran-Nya dengan puji-pujian. Bersyukurlah kepada-Nya dan puji nama-Nya, sebab baiklah TUHAN dan kasih-Nya untuk selama-lamanya.&#8221;</li>



<li>Filipi 4:6-7, &#8220;Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala perkara keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Dan damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hatimu dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.&#8221;</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga renungan singkat ini dapat membantu kita untuk mengembangkan sikap berterima kasih yang lebih tulus dan mengalami hari-hari yang penuh sukacita dalam Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Sikap Orang Menyambut Natal</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/3-sikap-orang-menyambut-natal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2021 00:28:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[bahan renungan khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah natal]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen desember 2021]]></category>
		<category><![CDATA[renungan menyambut natal]]></category>
		<category><![CDATA[renungan orang kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2308</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Bacaan: Matius 2:1-12 Renungan: Penjelmaan Allah menjadi manusia dan karya penebusan-Nya adalah peristiwa terbesar&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ayat Bacaan: Matius 2:1-12</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Renungan:</strong><br />
Penjelmaan Allah menjadi manusia dan karya penebusan-Nya adalah peristiwa terbesar dalam sejarah manusia, tetapi tidak semua orang mempunyai sikap yang sama tentang kedatangan Kristus ini.<br />
Melalui kisah-kisah natal dan bagaimana para tokoh dalam natal menyambut Kristus itu, maka kita mendapatkan gambaran bagaimana sikap-sikap orang dalam menyambut Natal. Sikap dalam menyambut natal. Dari para tokoh-tokoh di seputar peristiwa natal, maka kita dapat melihat bagaimana sikap-sikap dalam menyambut natal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.Sikap yang pertama: Menyambut dengan sukacita.</strong><br />
Sikap ini diwakili oleh orang-orang Majus. Dalam Matius 2;1-2 dicatat,”Sesudah Yesus dilahirkan di Bethlehem di tanah Yudea pada zaman Raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Dan bertanya-tanya,” Dimanakah Dia, raja orang Yahudi yng baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintan-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.</p>
<p>Orang-orang Majus, menyambut Natal dengan sukacita. Mereka bahkan rela mengorbankan waktunya, tenaganya, bahkan nyawanya di pertaruhkan demi dapat menjumpai Sang Raja yang baru lahir itu. Perjalan mereka menuju ke Yerusalem, bukan perjalanan yang singkat. Membutuhkan waktu yang panjang untuk dapat sampai ke Yerusalem. Belum lagi resiko yang mereka hadapi sepanjang perjalanan. Tetapi semua itu tidak mereka hiraukan. Mengapa demikian? Oleh karena sukacita yang meluap di hati mereka dan kerinduan untuk dapat berjumpa dengan Juruselamat.</p>
<p>Tidak sampai disitu saja. Sebagai wujud sukacita mereka, maka orang-orang majus ini menyerahkan persembahan mereka yaitu: emas, kemenyan dan mur. Matius 2:11 menulis,” Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya yaitu Emas,kemenyan, dan mur.<br />
Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga menyambut natal ini dengan sukacita? Apa yang kita bawa sebagai wujud sukacita kita kepada Tuhan dihari kelahiran-Nya ini? Mari kita persembahkan Emas, Kemenyan, dan Mur sebagai wujud syukur kita kepada Tuhan atas anugerah-Nya yang luar biasa melalui peristiwa natal ini.</p>
<p><em><strong>Emas, berbicara tentang kehidupan yang mulia dan Tabiat Ilahi, kehidupan yang suci dan telah teruji</strong></em>. Hidup yang telah diubahkan. Hidup yang lama kita tanggalkan, hidup yang baru kita kenakan. Mari dihari Natal ini kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan dalam kehidupan suci sesuai kehendak Allah. Roma 12:1-2 ”Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”</p>
<p><em><strong>Kemenyan, adalah wujud kehidupan yang telah mengalami penyucian</strong></em>. Hasil penyucian dari Darah Yesus, dari Firman Allah, dari hajaran cambuk Allah. Kehidupan yang sudah mati dari dosa, dan bangkit dalam kekudusan sehingga hidup kita menaburkan keharuman.</p>
<p><strong>Mur, adalah kehidupan yang sudah ditebus melalui korban Kristus sehingga kita ,menyadari bahwa hidup ini bukan milik kita lagi, tetapi Kristus yang hidup dalam kita.</strong></p>
<p><strong>2.Sikap yang kedua: Menyambut natal dengan acuh tak acuh.</strong><br />
Sikap yang kedua dalam menyambut natal adalah sikap acuh tak acuh. Sikap apatis. Sikap yang tidak dengan sukacita, tetapi biasa-biasa saja. Hal ini dapat dilihat dari sikap para pemimpin agama dalam Matius 2:2-6, ”Maka dikumpulkannya semua imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata: ” Di Bethlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil diantara mereka yang memeriintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.”<br />
Para pemimpin agama ini tahu benar dimana Mesias akan dilahirkan tetapi mereka tidak mau bersusah payah mencarinya. Orang-orang ini sama sekali tidak menaruh perhatian pada Kristus. Bagaimana dengan kita? Adakah diantara kita yang juga memiliki sikap yang sama dengan para pemimpin agama ini? Kita tahu sebetulnya tentang natal, kita paham mengapa ada natal, kita mengerti untuk apa ada natal. Tetapi hanya sebatas itu. Tidak ada respon yang sungguh-sungguh, bahkan cenderung menganggap biasa-biasa saja. Mungkin orang seperti ini berpikir bahwa Natal adalah peristiwa tahunan yang biasa ada setiap bulan Desember. Jangan-jangan justru berpikir, wah, kalau Desember tiba, pasti akan banyak pengeluaran tambahan, untuk persembahan natal, hadiah untuk relasi dsb. Kalau ada diantara kita yang mungkin memiliki pemikiran yang seperti ini, mari segera ubah pemikiran kita. Sambutlah natal dengan penuh sukacita.</p>
<p><strong>3.Sikap yang ketiga: Menyambut natal dengan melawan/antagonis/jahat.</strong><br />
Tokoh yang ketiga yang dapat menjadi gambaran bagaiman sikap orang dalam menyambut natal adalah sikap raja Herodes. Bagaimana Herodes menanggapi berita tentang kelahiran Yesus ini? Matius 2:16-17,” Ketika Herodes tahu,bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang Majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: ” Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya, dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.” Herodes sangat dipenuhi kebencian kepada Kristus sehingga dia membantai banyak anak-anak kecil dengan harapan dapat membunuh Kristus. Tetapi apakah Kristus dapat di bunuh? Tidak. Kristus tetap hidup bahkan sampai saat ini.</p>
<p>Banyak orang yang tidak senang dengan Kristus dan kuasa-Nya sehingga setiap kali mendengar tentang Kristus, timbulah kebencian di dalam hatinya. Ketika mereka mendengar tentang natal. Mereka sangat tidak suka sehingga dengaan berbagai cara mencoba untuk membuat suasana natal menjadi tidak dapat berjalan dengan baik. Mereka berusaha menebarkan ketakutan-ketakutan. Mereka seperti Herodes yang berusaha untuk melenyapkan Kristus, baik dengan cara-cara kekerasan maupun dengan cara-cara yang halus seperti Herodes yang berpura-pura hendak menyembah Yesus. Matius 2:8 ”kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: Pergi dan selidikilah dengan<br />
seksama Hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” Ini hanyalah tipu muslihat Herodes. Puji Tuhan orang-orang majus menuruti apa yang disampaikan oleh Tuhan, sehingga mereka tidak memberitahukan kepada Herodes, bahkan memilih untuk pulang melewati jalan lain.</p>
<p>Menjadi perenungan kita bersama. Bagaimana sikap kita dalam menyambut natal? Apakah seperti orang majus, yang menyambut natal dengan sukacita, atau seperti para ahli taurat yang tidak peduli, atau bahkan seperti Herodes yang menyambut natal dengan kebencian? Mari kita sambut natal dengan sikap hati seperti orang-orang majus yang menyambut natal dengan sukacita.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
