Simson : Akhir Hidup Yang Tragis

  • Whatsapp

Ayat Bacaan:  Hakim-Hakim 16:23-31

“Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini.”  Hakim-Hakim 16:30

Read More

Karena kecerobohannya sendiri Simson harus menanggung akibatnya:  kehilangan kekuatan, dibelenggu, dipenjara, dicungkil matanya dan menjadi tontonan bangsa kafir!  Ia dipermalukan di depan banyak orang.  Mereka berkata,  “Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita Simson, musuh kita.”  (Hakim-Hakim 16:23).

Alkitab mencatat bahwa Simson merupakan salah satu pahlawan iman yang besar dan “…memerintah sebagai hakim atas orang Israel dalam zaman orang Filistin, dua puluh tahun lamanya.”  (Hakim-Hakim 15:20).  Namun Simson tidak konsisten mengerjakan panggilan Tuhan, malah berkompromi dengan dosa, tidak lagi hidup menurut pimpinan Roh Tuhan tapi menuruti keinginan daging.  Galatia 5:19-21 menyebutkan bahwa yang termasuk perbuatan daging antara lain percabulan, kecemaran dan hawa nafsu.  Simson yang telah dipanggil sebagai nazir (seseorang yang dipisahkan, disucikan, dikhususkan untuk tujuan mulia) bagi Tuhan justru jatuh dalam dosa yang demikian.

Firman Tuhan menegaskan,  “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”  (Galatia 5:24).  Akibat menuruti kedagingannya akhirnya Simson mengabaikan perjanjiannya dengan Tuhan dan melangkah keluar dari panggilan hidup yang sudah Tuhan tetapkan.  Ia menyalahgunakan kekuatan dan kelebihan fisik yang diberikan Tuhan untuk memuaskan hawa nafsunya.  Menjelang akhir hidupnya Simson menyadari kesalahannya dan berseru kepada Tuhan,  “Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin.”  (Hakim-Hakim 16:28).  Namun semuanya sudah terlambat walau  “Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.”  (Hakim-Hakim 16:30b), tapi hidup Simson harus berakhir dengan tragis. 

     Ini peringatan bagi kita para pelayan Tuhan!  Melayani Tuhan adalah anugerah tak ternilai.  Karena itu jangan pernah sia-siakan panggilan Tuhan dalam hidup kita.

Mohon pimpinan Roh Kudus selalu supaya kita dapat mengerjakan tugas pelayanan kita sampai garis akhir hidup kita!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments