Selagi Masih Hidup

  • Whatsapp

Ayat Bacaan : Wahyu pasal 20 ayat 11 sampai 15
Renungan :

“Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.” Wahyu pasal 20 ayat 12

Read More

Ada peribahasa mengatakan: “Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama baik”. Ketika orang dipanggil Tuhan (mati) pasti meninggalkan kesan bagi orang-orang yang ditinggalkan: keluarga/kerabat, teman atau orang sekitarnya. Ada yang sangat mengesankan karena semasa hidupnya banyak berbuat baik, memperhatikan dan menolong orang lain, setia melayani tuhan, atau mungkin spektakuler prestasinya seperti Michael Jackson misalnya, yang meninggal beberapa bulan lalu, yang sampai-sampai dijuluki “The King of Pop”. Tapi ada juga yang justru meninggalkan kesan negatif: jahat, kikir, cerewet, sering bolos ibadah, tidak jujur.

Ada pun penentuan akhir perjalanan hidup manusia adalah penghakiman di hadapan Tuhan kelak. Di hari penghakiman nanti penilaian Tuhan bukan ditentukan karena orang itu kaya, miskin, terkenal, tampan atau cantik; bukan karena prestasinya tinggi dalam bidang olahraga, pernah menjadi presiden atau raja, pernah menjadi artis top, tercatat di MURI, Guinness Book of Records atau Hall of Fame. Maaf, Tuhan tidak punya buku untuk mencatat hal-hal demikian. Yang tercatat dalam buku Tuhan adalah perbuatan-perbuatan kita selama hidup. “…Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya,” (1 Petrus pasal 1 ayat 17), karena “…tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” (Ibrani pasal 4 ayat 13). Dan buku itu disebut kitab kehidupan.

Apakah kita yakin nama kita akan tercantum di kitab kehidupanNya? Di hari penghakiman nanti mungkin kita akan dibuat terkejut melihat orang-orang hebat dipermalukan, sementara orang yang ‘kecil’ yang tak ternama dan dipandang remeh, namun selama hidupnya mengasihi Tuhan dan setia sampai akhir, diangkat dan dimuliakan Tuhan di sorga!

Mumpung masih ada kesempatan mari kita perhatikan bagaimana kita hidup!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 comments