AYAT UTAMA:
Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, dan Tuhan mendatangkan waktu kelegaan. (Kisah Para Rasul 3:19)
Shalom saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.
Dalam kehidupan modern yang serba cepat, kita sering merasa tertekan oleh kesalahan dan kegagalan masa lalu. Kita mungkin mencoba untuk menutupi kesalahan-kesalahan itu, atau menganggapnya sebagai bagian tak terhindarkan dari sifat manusia. Namun, Alkitab menawarkan sebuah jalan keluar yang radikal, sebuah titik balik yang mengubah total arah hidup kita: Pertobatan. Hari ini kita akan merenungkan seruan mendesak dari Petrus, yang menjadi dasar bagi setiap perjalanan iman Kristen: “Sadarlah dan bertobatlah!”
Seruan ini bukan sekadar permintaan religius; ini adalah undangan ilahi untuk meninggalkan jalan yang membawa kepada kehancuran dan berbalik kepada sumber kehidupan. Pertobatan, dalam konteks Alkitab, jauh lebih dalam daripada sekadar merasa menyesal. Pertobatan adalah tindakan sadar yang melibatkan pikiran, emosi, dan kehendak, yang membawa kita kepada pengampunan penuh dan ‘waktu kelegaan’ yang dijanjikan Tuhan.
1. Kesadaran: Fondasi Pertobatan Sejati (Ref: Mazmur 51:5)
Langkah pertama dalam pertobatan sejati adalah kesadaran, yang dipicu oleh Roh Kudus. Banyak orang merasakan penyesalan, tetapi penyesalan duniawi (menyesal karena ketahuan atau karena menanggung konsekuensi) berbeda dengan penyesalan yang berlandaskan kasih ilahi (yang melihat dosa sebagai penghinaan terhadap kekudusan Allah).
Daerah inilah yang dibicarakan Daud dalam Mazmur 51 ketika ia mengakui bahwa ia telah berdosa “hanya kepada-Mu.” Kesadaran ini adalah hasil dari penerangan Roh Kudus yang memungkinkan kita melihat diri kita apa adanya di hadapan Allah yang mahakudus. Pertobatan dimulai saat kita mengakui, tanpa pembelaan diri, bahwa kita telah melenceng dari standar kebenaran Allah. Tanpa kesadaran akan dosa, kita tidak akan pernah merasakan urgensi untuk berbalik kepada Sang Juruselamat.
2. Perubahan Arah: Buah-Buah yang Sesuai dengan Pertobatan (Ref: Matius 3:8)
Kata Yunani untuk pertobatan adalah *metanoia*, yang secara harfiah berarti ‘perubahan pikiran’ atau ‘berbalik 180 derajat’. Pertobatan sejati tidak berhenti pada perasaan menyesal. Ia harus menghasilkan buah-buah yang nyata dalam perilaku dan gaya hidup kita, seperti yang dituntut Yohanes Pembaptis.
Jika seseorang mengaku bertobat tetapi terus hidup dalam pola dosa yang sama, pertobatannya hanyalah pengakuan bibir. Buah pertobatan melibatkan keputusan aktif dan kehendak untuk meninggalkan dosa dan berjalan dalam ketaatan pada kehendak Allah. Ini adalah pertarungan harian, di mana kita secara konsisten memilih Kristus di atas keinginan daging kita. Hidup yang bertobat adalah hidup yang terus menerus diarahkan ulang menuju kekudusan.
3. Waktu Kelegaan: Janji dan Anugerah Penebusan (Ref: Yesaya 1:18)
Mengapa kita harus bertobat? Ayat utama kita menjawab: ‘supaya dosamu dihapuskan, dan Tuhan mendatangkan waktu kelegaan.’ Inilah inti Injil! Ketika kita bertobat, kita menerima penghapusan dosa total—Tuhan mengambil dosa kita yang merah bagaikan kirmizi dan menjadikannya putih seperti salju.
Penghapusan dosa membawa kita kepada ‘waktu kelegaan.’ Kelegaan ini adalah damai sejahtera dari hati nurani yang bersih, pemulihan hubungan yang rusak dengan Allah, dan pencurahan kembali hadirat Roh Kudus yang memberikan kekuatan untuk hidup kudus. Kita tidak lagi membawa beban rasa bersalah dan hukuman, tetapi diisi dengan pengharapan dan kekuatan baru dari Surga. Pertobatan adalah gerbang menuju hidup yang dipenuhi pembaruan ilahi.
Saudara-saudara, seruan untuk bertobat hari ini adalah seruan untuk hidup. Dunia mungkin menawarkan penyesalan sementara atau pengabaian dosa, tetapi hanya Allah yang menawarkan pertobatan yang menyelamatkan dan membersihkan. Mari kita tanggapi panggilan ini dengan kerendahan hati dan ketulusan hati. Jangan tunda kesempatan Anda untuk mengalami penghapusan dosa dan ‘waktu kelegaan’ yang dijanjikan Yesus Kristus.
Pertobatan sejati adalah anugerah yang memampukan kita untuk berbalik dari diri sendiri dan dosa, menuju Kristus. Ini adalah fondasi hidup Kristen yang membawa kepada pengampunan total dan pembaruan rohani yang tiada akhir. Sadarlah hari ini, dan alamilah kelegaan yang hanya datang dari Tuhan.
DOA PENUTUP:
Ya Bapa di Surga, kami bersyukur atas kasih-Mu yang sabar. Kami mengakui bahwa kami sering menyimpang dari jalan-Mu. Curahkanlah Roh Kudus-Mu agar kami memiliki kesadaran sejati akan dosa kami. Berikan kami kekuatan untuk melakukan *metanoia*, berbalik total dari setiap kejahatan, dan menghasilkan buah-buah pertobatan. Hapuskanlah dosa-dosa kami melalui darah Yesus, dan penuhilah hati kami dengan waktu kelegaan dan damai sejahtera yang hanya Engkau berikan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.






