Poin Kehidupan

  • Whatsapp

Ilustrasi khotbah:

Seorang pria meninggal dunia dan rohnya pergi ke Surga. Di gerbang Surga ia disambut oleh Petrus. Petrus berkata, “Inilah syarat untuk masuk ke Surga. Engkau memerlukan 100 poin untuk masuk. Caranya, sebutkan semua perbuatan baik yang telah engkau lakukan semasa hidupmu. Tiap-tiap perbuatan baik akan diberi poin sesuai dengan derajat kebaikannya. Kalau engkau sudah mencapai 100 poin maka engkau berhak menjadi penghuni Surga.” “Baiklah,” kata orang tersebut, “saya telah menikah selama 50 tahun dan tidak pernah berselingkuh maupun berbohong terhadap istriku walau di dalam pikiran sekalipun.” “Itu bagus,” kata Petrus, “nilainya 3 poin!” “Tiga poin?!” kata orang itu dengan sedikit kecewa. “Baiklah, saya selalu hadir dalam setiap kebaktian Minggu selama hidup saya. Saya selalu membayar perpuluhan dan mendukung penuh pelayanan pekerjaan Tuhan di gereja.”

“Luar biasa!” kata Petrus. “Hal ini sudah pasti menghasilkan 1 poin.” “Satu poin?!?” keluhnya; sekarang ia benar-benar merasa cemas. “Saya menjadi pelopor dapur umum untuk orang-orang miskin di kota saya dan saya bekerja di tempat penampungan untuk para veteran perang yang tidak punya rumah.” “Hebat! Itu berarti engkau memiliki tambahan 2 poin lagi,” kata Petrus.”Dua poin!?” orang itu berteriak. “Dengan sistem penilaian seperti ini, satu-satunya cara untuk dapat masuk ke Surga hanyalah dengan kasih anugerah Tuhan!” Petrus mengangguk dan berkata, “Tepat, 100 poin untuk engkau! Masuklah anakku.”

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 comments

  1. Benar, hanya denga Kasih dan Anugrah Tuhan Yesus Kristus yang telah mati disalibkan kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga yang Mulia …🏣

  2. Sangat menarik ilustrasinya, bahwa keselamatan kita hanya karena atas kasih dan karunia-Nya