Pengenalan Yang Salah

  • Whatsapp

Ayat Bacaan : Matius pasal 12 ayat 22 sampai 37

Renungan :
“Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: ‘Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.’”  Matius pasal 12 ayat 24

Menjadi Kristen lama atau bertahun-tahun tidak menjamin seseorang memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan.  Banyak yang kerohaniannya tidak pernah bertumbuh dan tetap begitu-begitu saja, sekalipun  “…ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.”  (Ibrani pasal 5 ayat 12 sampai 13).

Read More

Rasul Petrus menasihati,  “…bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”  (2 Petrus 3:18).

     Memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan berarti tahu siapa Tuhan, memahami jalan-jalanNya, kuasaNya dan juga kehendakNya.  Jika kita tidak memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan, kita akan bertindak seperti orang-orang Farisi.  Ketika melihat Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta dan bisu yang kerasukan setan, orang-orang Farisi yang secara teori paham benar tentang firman Tuhan malah menuduh,  “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.”  (ayat nas).  Ini sangat berbahaya!  Apabila cara pandang yang salah ini tidak segera dibereskan, sampai kapan pun kita akan menjalani hidup kekristenan kita dengan paradigma yang salah seperti orang-orang Farisi. Tuhan Yesus menyembuhkan dengan kuasa Allah, tetapi mereka mengira bahwa Dia menyembuhkan orang sakit dengan kuasa Beelzebul.  Keterlaluan sekali!

     Peristiwa seperti ini juga dialami murid-murid Yesus ketika melihatNya berjalan di atas air.  Mereka terkejut dan mengira bahwa Dia adalah hantu.  Aneh sekali!  Padahal mereka telah sekian lama berkumpul tetapi mereka tidak dapat membedakan antara Tuhan dan hantu.  “Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: ‘Tenanglah! Aku ini, jangan takut!’”  (Matius pasal 14 ayat 27).  Pada saat murid-murid mengalami ketakutan akibat ketidaktahuannya, Tuhan Yesus tidak marah, tetapi Ia menenangkan mereka supaya tidak takut.  Sejauh mana kita mengenal Tuhan Yesus secara pribadi?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

  1. amin 🙏🙏luar biasa dgn setiap firman ini aku mendapat kekuatan yg luar biasa dr Tuhan