Pelajaran Dari Orang Samaria

  • Whatsapp

Ayat Bacaan : Lukas 10:25-37

Kerangka Khotbah:

Kita tahu bahwa Tuhan Yesus ketika mengajar sering sekali menggunakan perumpamaan, dalam renungan kerangka khotbah kali ini, kita akan belajar dari Perumpamaan Orang Samaria Yang Baik Hati, jika kita membaca sekilas perikop ini memang kesannya adalah perbandingan antara siapa yang menolong orang yang sedang kesusahan atau tertimpa bencana. Dan kadang pertolongan itu datang bukan dari seharusnya orang yang kita pikirkan akan menolong.

Dalam perumpamaan ini mengajarkan beberapa hal:

1. Jangan Mengharapkan Manusia

Pertolongan kita datang dari Tuhan yang menciptakan langit dan segala isinya. 2 Karakter yang Yesus ajarkan sebelum orang Samaria datang adalah seorang Imam dan Seorang Lewi, adalah karakter yang mungkin bagi orang2 dianggap sebagai satu karakter yang mampu menolong kita saat kesusahan, entah itu berupa doa atau bantuan langsung. Namun dikatakan dalam perumpamaan keduanya hanya melihat dari seberang jalan. Secara tidak langsung Tuhan Yesus menyindir kepada mereka yang sedang bertanya, bagaimana seharusnya menjadi pelayan dan gembala umat-umat Tuhan.

2. Jangan Memandang Rendah Seseorang

Ketika datang seorang Samaria, Orang Yahudi tahu bahwa Samaria tidak bergaul dengan Yahudi, bahkan dalam kebudayaannya antara orang Samaria dan Yahudi terdapat dinding tebal peraturan-peraturan yang tidak boleh dilanggar karena berdasar dari sejarah mereka. Tuhan Yesus memberikan karakter seorang Samaria adalah Ia ingin agar kita tidak memandang rendah siapapun, baik secara suku, agama, atau bahasa, karena semua sama dihadapan Tuhan.

3. Pertolongan Tuhan Tepat Pada Waktunya

Dalam perumpamaan ini Yesus ingin mengajarkan bahwa Orang Samaria tersebut adalah dirinya dalam sebuah ilustrasi. Orang Samaria lewat membawa keledai, ia turun lalu membasuh dan membalurkan minyak dan anggur dan mengangkat orang itu ke keledainya. Tidakkah ini sama dengan apa yang dilakukan Yesus? Ia turun dari singgasanaNya membasuh dosa kita yang sangat banyak karena kita telah “dirampok” oleh iblis, lalu mengangkat kita menjadi anakNya. Sering kali kita mengeluh kapan datangnya pertolongan Tuhan tanpa kita sadari Tuhan selalu berkarya dalam hidup kita.

Saudara, kehidupan mungkin bisa menjegal kita, mendera kita dengan pelbagai persoalan hidup, namun yang pasti Tuhan Yesus, yang rela mati dan bangkit bagi kita tidak tidur, Ia selalu berkarya dalam hidup kita. Renungkanlah sebentar saja, setiap kebaikan Tuhan dari mulai kita kecil hingga dewasa, bukankah Tuhan selalu berkarya dalam hidup kita? Tuhan Yesus Memberkati!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments