Menyenangi Firman Allah

  • Whatsapp

Ayat Bacaan : Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel (Ezra 7:10)

Sekarang zaman informasi. Televisi, koran, internet, beritanya sangat sensasional, up to date. Adapun Alkitab beritanya tidak berubah. Bagaimana sikap kita terhadap Alkitab?

Read More

Pendahuluan Sejarah

Israel dibuang ke Babel selama tujuh puluh tahun. Pada zaman Raja Koresy, mereka mulai dipulangkan dalam tiga tahap. Dan, Ezra merupakan pemimpin tahap ketiga. Ezra merupakan imam diaspora, kemudian menjadi imam di Israel. Pemimpin lainnya pulang untuk membangun politik, bangunan, sosial, keamanan, dan lain-lain. Tetapi, Ezra bertekad lain.

  1. Dimulai dengan tekad
    “Sebab Ezra telah bertekad” (Ezra 7:10). Sebuah tekad. “Mencurahkan segala perhatiannya” (BIS); “Membetulkan hatinya” (TL), bukan usaha emosional mendadak, bukan otomatis, melainkan ada suatu usaha keras. Ia menjadi imam di Pembuangan. Budaya Yahudi mengajarkan membaca kepada kita sejak kecil (Ulangan 6:6-9).
  2. Ada usaha meneliti
    “Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat Tuhan” (Ezra 7:10).
    Begitu pentingnya Firman Tuhan digambarkan dengan banyak hal:
  3. Ada bukti mempraktikkan
    “Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya” (Ezra 7:10).
    “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yakobus 1:22).
    Ilustrasi empat sikap terhadap firman: Benih jatuh di jalan, di tanah berbatu, di tengah semak duri, tanah yang baik (Matius 13:1-8).
  4. Ada sukacita untuk mengajarkan
    “Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat Tuhan dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel” (Ezra 7:10). Ada banyak metode dalam Ulangan 6:6-9. Setiap keluarga bangsa Israel diwajibkan mengajarkan firman Allah dalam setiap usia dan kegiatannya-melalui cerita, melalui lagu, melalui tulisan, melalui percakapan, melalui SMS, melalui sarana formal (renungan, PA), dan sebagainya.

Ada sebuah lingkaran yang tak terputus: Bertekad, meneliti, melakukan, mengajar firman Tuhan.

Siklusbc.jpg

Dampak positif dari suka firman Tuhan

“Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Mazmur 1:2,3).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment