Mengasihi Tuhan = Mengasihi Sesama

Ayat Bacaan : 1 Yohanes 4:7-21

“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.”  1 Yohanes 4:7

Read More

Beberapa hari ini mungkin kita melihat berbagai berita online bahkan media sosial membahas dua perseteruan, antara A dan B, saling sindir, terlepas mana yang benar dan mana yang salah. Firman Tuhan dalam Alkitab tegas mengatakan kasihilah musuhmu, bahkan kita suruh mendoakan mereka, artinya adalah jika kita diajar untuk mengasihi “musuh” kita, apalagi orang-orang disekitar kita, apapun rasnya, apapun sukunya, karena kasih harus mutlak dan tidak pandang bulu.

Berbicara tentang kasih tak ada habisnya, apalagi bagi setiap orang yang berlabelkan Kristen, karena kekristenan dan kasih itu tak terpisahkan.  Jika kita tidak memiliki kasih ada yang salah dan tidak beres dalam pengiringan kita kepada Tuhan selama ini.  Ada seorang teman yang curhat dan berkeluh kesah kepada penulis bahwa pimpinannya di kantor sangat cerewet, pelit dan suka mendamprat pegawainya dengan kata-kata kasar.  Ia pun menambahkan,  “Bosku itu kan orang Kristen, dan katanya juga ikut pelayanan di gereja, tapi koq begitu ya, tidak punya kasih.  Padahal setahuku orang Kristen itu baik dan selalu mengasihi orang lain.”  Mendengar curhat teman yang ‘tidak seiman’ itu penulis hanya bisa bungkam dan benar-benar dibuat malu.  Orang Kristen yang tidak memiliki kasih bisa dikatakan sebagai orang Kristen yang gagal;  gagal menjadi teladan yang baik dan gagal menjadi terang bagi sesamanya.

     Mengapa kita harus memiliki kasih dan mengasihi sesama kita?  Alkitab menyatakan bahwa kita mengasihi karena Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita.  Dan bagaimana kita dapat mengasihi Allah jikalau mengasihi sesama manusia saja kita tidak bisa?  Kasih Allah inilah yang seharusnya memotivasi kita untuk dapat mengasihi orang lain.  Jadi mengasihi orang lain adalah suatu perintah yang harus kita taati.  Tertulis:  “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”  (Lukas 10:27).  Kata kasihilah merujuk pada suatu perintah dan itu tidak dapat dilanggar.  Dalam kenyataannya kita sering melakukan tindakan kasih yang disertai dengan syarat-syarat tertentu atau pilih-pilih. Kita mengasihi seseorang apabila orang tersebut juga mengasihi kita atau memberi keuntungan kepada kita.  Sebaliknya bila tidak, orang tersebut kita anggap sebagai lawan atau musuh.

     Bukti dari pernyataan kasih dalam kehidupan kita adalah kasih kepada Tuhan dan juga sesama.  Bagian tersukar adalah kasih kepada Tuhan.  Kalau kita berkata bisa mengasihi Tuhan, tapi bukti mengasihi saudara atau sesama tidak ada berarti nonsens.

Bukti bahwa kita mengasihi Tuhan adalah jika kita mengasihi sesama kita!

Related posts