Menemukan Anugerah Dalam Pergumulan

  • Whatsapp

Ayat Alkitab:
2 Korintus 12:9-10 (TB): ‘Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.’

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, tidak ada seorang pun di antara kita yang kebal terhadap pergumulan. Baik itu pergumulan dalam kesehatan, keuangan, hubungan, atau bahkan pergumulan iman. Seringkali, kita melihatnya sebagai tanda kegagalan atau kelemahan, sesuatu yang harus disembunyikan. Namun, hari ini kita akan melihat dari firman Tuhan bahwa justru di lembah pergumulan yang terdalam, anugerah dan kuasa Tuhan dinyatakan dengan cara yang paling luar biasa.

Read More

Pembahasan: Tiga Perspektif Iman dalam Menghadapi Pergumulan
1. Pergumulan Mengungkap Ketergantungan Kita pada Tuhan. Seperti Rasul Paulus dengan ‘duri dalam daging’-nya, pergumulan kita seringkali menjadi pengingat yang menyakitkan namun perlu bahwa kita bukanlah makhluk yang mandiri. Kelemahan kita bukanlah sebuah kutukan, melainkan sebuah undangan untuk bersandar sepenuhnya pada kekuatan Tuhan yang tidak terbatas. Di titik terendah kitalah kita belajar untuk melihat ke atas dengan sungguh-sungguh.

2. Anugerah Tuhan Cukup dalam Segala Situasi. Jawaban Tuhan kepada Paulus bukanlah menghilangkan masalahnya, tetapi menyatakan kecukupan anugerah-Nya. ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu’. Ini adalah janji fundamental bagi kita. Anugerah Tuhan bukanlah sekadar tambahan, melainkan sumber kekuatan utama yang memampukan kita bertahan, bahkan bertumbuh, di tengah badai. Kuasa-Nya menjadi sempurna bukan saat kita kuat, tetapi justru saat kita mengakui kelemahan kita.

3. Kelemahan sebagai Panggung Kemuliaan Kristus. Perspektif Kristen yang radikal adalah mengubah cara kita memandang kelemahan. Paulus berkata, ‘terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku’. Mengapa? Supaya kuasa Kristus turun menaungi dia. Ketika kita berhenti berusaha tampil kuat dengan kekuatan sendiri dan mengizinkan Kristus bekerja melalui kerapuhan kita, orang lain tidak akan melihat kehebatan kita, melainkan kuasa Kristus yang ajaib. Pergumulan kita dapat menjadi kesaksian yang paling kuat tentang Dia.

Dalam pergumulan apa Anda saat ini merasa paling lemah dan tak berdaya? Bagaimana Anda dapat mulai mengubah doa Anda, dari ‘Tuhan, angkatlah bebanku’ menjadi ‘Tuhan, nyatakanlah kuasa-Mu yang sempurna di dalam kelemahanku ini’?

Pergumulan bukanlah akhir dari cerita kita, melainkan bagian penting dari perjalanan iman kita. Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk berhenti melihat pergumulan sebagai musuh dan mulai melihatnya sebagai kesempatan. Kesempatan untuk lebih mengenal Tuhan, kesempatan untuk mengalami kecukupan anugerah-Nya, dan kesempatan untuk menjadi panggung bagi kemuliaan Kristus. Marilah kita pulang dengan perspektif baru: di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan-Nya yang sejati. Sebab jika kita lemah karena Kristus, maka sesungguhnya kita kuat.

Related posts