Kuasa Pemulihan Pengampunan

  • Whatsapp

AYAT UTAMA:
Efesus 4:32: “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

Shalom saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Jika ada satu beban yang paling berat dan paling merusak yang dapat dibawa manusia, itu bukanlah masalah keuangan atau penyakit fisik, melainkan kepahitan dan dendam yang berakar jauh di dalam hati. Kepahitan ibarat racun yang kita minum sambil berharap orang lain yang mati. Itu merantai jiwa kita, mengunci kita dalam penjara masa lalu, dan merampas damai sejahtera yang Kristus berikan. Tidak peduli seberapa kecil atau besar luka yang kita terima, reaksi alami kita seringkali adalah menuntut keadilan, bukan menawarkan belas kasihan.

Read More

Namun, Firman Tuhan hari ini memanggil kita untuk melakukan sesuatu yang sangat radikal dan supranatural: mengampuni. Pengampunan bukanlah perasaan, melainkan sebuah keputusan ilahi. Itu adalah tindakan melepaskan seseorang dari hukuman atau tuntutan yang seharusnya mereka terima, karena kita sendiri telah dilepaskan dari tuntutan yang jauh lebih besar. Mari kita gali lebih dalam mengenai tiga aspek penting dari kuasa pengampunan yang memulihkan.

1. Dasar Pengampunan: Kita Telah Diampuni (Ref: Kolose 3:13: “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”)
Poin pertama dan yang paling fundamental adalah memahami bahwa pengampunan kita kepada sesama bukanlah pilihan moral yang opsional, melainkan respons yang tak terhindarkan terhadap anugerah Allah. Kita mengampuni karena Kristus telah lebih dahulu dan sepenuhnya mengampuni kita. Kita adalah debitur yang memiliki utang miliaran yang telah dibatalkan oleh Kasih Bapa. Ketika kita menolak mengampuni ‘utang kecil’ yang dilakukan orang lain terhadap kita, kita menunjukkan bahwa kita belum sepenuhnya memahami betapa besarnya utang dosa kita kepada Allah yang telah dihapuskan melalui salib.

Pikirkanlah perumpamaan tentang hamba yang tidak berbelas kasihan dalam Matius 18. Raja membebaskan hamba dari utang 10.000 talenta—jumlah yang mustahil dibayar—namun hamba itu kemudian mencekik sesama hamba yang berutang seratus dinar. Reaksi Raja adalah mencabut pengampunan yang telah diberikan. Ini adalah peringatan keras. Jika dasar iman kita adalah pengampunan Kristus, maka buah yang harus dihasilkan adalah pengampunan kepada orang lain. Itu adalah tolok ukur keaslian pertobatan dan iman kita.

2. Proses Pengampunan: Melepaskan Tahanan (Ref: Matius 6:14-15: “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”)
Seringkali, kita berpikir bahwa pengampunan adalah suatu proses emosional, menunggu sampai rasa sakit itu hilang. Ini salah. Pengampunan adalah tindakan kehendak yang mendahului perasaan. Mengampuni berarti melepaskan hak kita untuk membalas, dan mempercayakan keadilan sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika kita memilih untuk mengampuni, kita menyerahkan palu penghakiman kepada Hakim yang Mahatahu, yang akan mengurus keadilan-Nya dengan sempurna. Kita berhenti menjadi penuntut dan mulai berfungsi sebagai alat damai.

Penting untuk diingat bahwa orang yang paling diuntungkan dari pengampunan adalah yang mengampuni itu sendiri. Ketika kita menolak mengampuni, kita menjadi ‘tahanan’ bagi orang yang menyakiti kita. Kita terus-menerus mengulang penderitaan itu dalam pikiran, membiarkan orang itu menguasai emosi kita. Dengan mengampuni, kita memutuskan rantai itu. Kita tidak membebaskan si pelaku dari konsekuensi perbuatannya (itu urusan Tuhan atau hukum), tetapi kita membebaskan diri kita sendiri dari beban kemarahan dan kepahitan yang menghancurkan jiwa. Ini adalah proses penyembuhan diri yang dimulai dengan kepatuhan.

3. Dampak Pengampunan: Pemulihan dan Kesaksian (Ref: 2 Korintus 2:7: “Sebab itu hendaklah kamu sebaliknya menunjukkan kasihmu kepada mereka, sehingga mereka menjadi terhibur.”)
Dampak akhir dari pengampunan yang radikal adalah ganda: pemulihan internal dan kesaksian eksternal. Secara internal, pengampunan membuka pintu bagi damai sejahtera Allah untuk memerintah hati kita (Kolose 3:15). Itu adalah fondasi untuk pertumbuhan spiritual. Tanpa melepaskan beban kepahitan, mustahil kita bisa menerima kegembiraan dan kedamaian penuh yang ditawarkan Roh Kudus. Pengampunan adalah jalan menuju kemerdekaan emosional dan spiritual.

Secara eksternal, tindakan pengampunan kita adalah kesaksian paling kuat tentang Injil. Dalam dunia yang didominasi oleh mata ganti mata, memaafkan tanpa pamrih menunjukkan kuasa Kristus yang bekerja di dalam kita. Ketika kita mampu mengasihi dan memberkati mereka yang telah menyakiti kita—bahkan musuh kita—kita secara langsung mencerminkan karakter Allah Bapa. Ini adalah bentuk penginjilan yang paling otentik, memulihkan hubungan yang rusak (jika memungkinkan), dan membangun komunitas iman yang sehat dan penuh kasih mesra, sesuai dengan panggilan Efesus 4:32.

Saudara-saudara, hari ini Roh Kudus mungkin sedang menunjuk pada nama-nama atau situasi tertentu di hati Anda, luka yang sudah lama Anda pelihara. Mungkin itu adalah pengkhianatan dari pasangan, fitnah dari rekan kerja, atau penolakan dari orang tua. Jangan biarkan luka lama itu menjadi penjara baru bagi Anda. Pengampunan mungkin terasa mahal, tetapi kepahitan jauh lebih mahal. Lepaskan beban itu. Ambil keputusan iman hari ini, menyerahkan hak Anda untuk membalas, dan serahkan orang itu kepada Tuhan.

Pengampunan adalah anugerah terbesar yang kita terima dari Kristus, dan perintah terbesar yang kita berikan kepada sesama. Mari kita hidup dalam kebebasan yang disediakan Kristus dengan selalu siap sedia saling mengampuni, meneladani kasih mesra Bapa yang telah mengampuni kita.

DOA PENUTUP:
Bapa Surgawi, kami bersyukur atas salib, di mana Engkau menunjukkan pengampunan yang sempurna bagi kami. Kami mengakui bahwa seringkali kami gagal dan menahan pengampunan dari sesama. Kami memohon kekuatan Roh Kudus agar kami dapat menaati perintah-Mu untuk mengampuni. Jika ada kepahitan yang tersimpan dalam hati kami, singkirkanlah itu hari ini. Bebaskan kami dari rantai dendam, dan pimpinlah kami untuk berjalan dalam damai sejahtera dan kasih yang memulihkan. Demi nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

Related posts