Kematian Adalah Pintu

  • Whatsapp

Ayat Bacaan: Yohanes 5:24

Kerangka Khotbah:

Kita semua tentu dapat mengingat dengan jelas perkenalan pertama kita dengan kematian, entah itu ketika hewan peliharaan kita mati, atau kakek, nenek atau bahkan seorang sahabat dekat kita meninggal dunia. Jika itu adalah kematian seseorang, wajah muram dan pucat, nada hening dan peristiwa-peristiwa yang tidak biasanya terjadi menimbulkan kebingungan bagi kita. Mungkin berbagai perasaan duka dan berjuta tanya ada dalam hati kita. Seolah kita bertanya: Tuhan, mengapa semua ini terjadi?
Sesungguhnya berdasarkan terang firman Tuhan, kita tahu bahwa kematian bagi orang beriman, bukanlah hal yang menakutkan. Dalam kesempatan ini,  mari kita renungkan beberapa hal mengenai kematian sehingga kita akan dapat memahami kematian itu bukan sebagai perkara yang menakutkan, tetapi justru hal yang membahagiakan. Dengan demikian kematian justru menjadi saat-saat yang selalu kita rindukan.
Beberapa hal mengenai kematian sebagai pintu:
I. Kematian menutup pintu kehidupan ( Ayub 14:1-2)
Kematian, kesengsaraan, dan air mata sama-sama nyata seperti halnya kehidupan. Kelahiran adalah pintu awal kehidupan seseorang dimuka bumi ini. Sedangkan kematian adalah pintu akhir kehidupan di dunia ini, yang ditandai dengan ibadah penutupan peti. Hidup yang rapuh, disamakan di dalam Alkitab dengan uap air,setangkai bunga, dan sebatang rumput. Semua itu adalah gambaran betapa singkatnya hidup manusia.
Firman Tuhan mencatat:
“Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh dengan kegelisahan. Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan.
(Ayub 14:1-2)
II. Kematian membuka pintu menuju hidup yang kekal ( Yohanes 5:24)
Manusia dilahirkan untuk  hidup di dua dunia. Dan ketika kematian menutup pintu yang satu,kematian juga membuka pintu menuju dunia yang lain. Ketika pintu pagar menutup di belakang kita, pintu lain terbuka,  untuk kita dapat masuk ke dalam tempat indah yang kita sebut rumah. Hal yang sama juga terjadi ketika kita meninggakan badai kehidupan dibelakang kita dan disambut untuk memasuki tempat yang telah dipersiapkan Allah di dalam rumah Surgawi kita.
Satu pintu tertutup, pintu yang lain terbuka, dan suatu dimensi yang baru, yang ,belum pernah di nikmati, kemudian dinikmati oleh orang yang telah berpulang. Kematian bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah langkah untuk kita menikmati kehidupan abadi yang penuh dengan sukacita. Mari kita berterimakasih kepada Allah karena telah mengutus putera-Nya sehingga hidup kekal kita miliki ( Yohanes 3:16)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *