Kasih Itu Tidak Egois

  • Whatsapp

Ayat Baca:  1 Korintus 12:12-31

“Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.”  1 Korintus 12:26

Read More

Rasul Paulus memperingatkan semua orang percaya bahwa sehebat apa pun mereka melayani pekerjaan Tuhan, mahir berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahkan bahasa malaikat, mempunyai berbagai karunia dan sebagainya, namun jika tidak memiliki kasih semua itu tidak berguna dan tidak ada faedahnya  (baca  1 Korintus 13:1-3).

Itu adalah bukti bahwa kasih memegang peranan sangat penting dalam kehidupan orang percaya,  “…sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”  (1 Yohanes 4:7-8).  Orang-orang dunia pun tidak melihat seberapa rajin kita beriadah dan seberapa sibuk kita melayani pekerjaan Tuhan, yang mereka lihat adalah buahnya.  Karena itu jangan pernah merasa bangga dengan  ‘label’  sebagai orang Kristen bila dalam keseharian hidup kita tidak ada buah Roh yang dihasilkan.  “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.”  (Matius 3:8).  Tanpa buah Roh kekristenan kita hanyalah teori, tapi prakteknya NOL.

Kasih seperti apa yang Tuhan kehendaki?  Yaitu kasih yang tidak mementingkan diri sendiri  (egois).  Dunia sekarang ini penuh orang-orang egois, yang hanya terfokus pada diri sendiri dan tidak punya kepekaan atau rasa empati terhadap orang lain.  Itulah keadaan manusia pada akhir zaman  (baca  2 Timotius 3:1-4).  Rasul Paulus memperingatkan bahwa semua orang percaya adalah bagian dari satu tubuh.  “Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.”  (1 Korintus 12:14).  Jika satu bagian tubuh itu sakit dan menderita, tidakkah anggota tubuh lainnya juga turut merasakannya?  “…supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.”  (1 Korintus 12:25).  Ketika melihat saudara seiman lain sedang berada dalam penderitaan, tidakkah hati kita tergerak untuk menolongnya?  “Barangsiapa…menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?”  (1 Yohanes 3:17).

Wujud nyata dari kasih adalah memberi, bukan hanya menerima!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments