Kamu Adalah Garam Dunia

Ayat Bacaan Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang (Matius 5:13)

Menjadi garam bukan sebuah perintah, bukan sebuah pilihan, melainkan sebuah ketetapan (kodrat baru) bagi orang percaya. Tidak ada perintah: Jadilah garam dunia. Tidak ada pertanyaan: Maukah jadi garam dunia? Yang ada adalah pernyataan: Kamu adalah garam dunia.

Read More

  1. Menjadi garam adalah kodrat murid Kristus
    “Kamu adalah garam dunia” (Matius 5:13).
    Dua macam garam:
    1. Garam Laut Mati
      Luas Laut Mati 85×16 kilometer, dalamnya 491 meter. Disebut Laut Mati karena hanya menerima aliran air, tanpa mengalirkan ke tempat lain. Airnya berasa pahit atau asin. Lingkungan Laut Mati yang membahayakan kehidupan dipandang sebagai kutukan dan melambangkan kesunyian maupun kerusakan. Sering disebut dengan nama Laut Asin (Bilangan 34:12). Namun, banyaknya plankton menjadikan kadar garam di laut mati enam kali lebih baik dibanding Danau Galilea. Untuk membuat garam, air itu tidak perlu diberi campuran.
    2. Garam Danau Galilea
      Luas Danau Galilea 21×11 kilometer. Banyak ikan, dan sebagian besar murid berasal dari daerah ini. Namun airnya tawar, dan mengandung kadar garam sangat kecil, sehingga pembuatan garam sering dicampur dengan tepung. Dan, jika kadar garamnya habis, yang tinggal adalah tepungnya (hilang asinnya).
  2. Menjadi garam harus berfungsi
    ‘”Kamu adalah garam dunia” (Matius 5:13). Untuk berfungsi garam harus, ditabur, dilebur, dihanyutkan:
    1. Sebagai bumbu masakan (Ayub 6:6).
    2. Sebagai tanda perjanjian (Bilangan 18:192 Tawarikh 13:5).
    3. Sebagai pelengkap persembahan (Imamat 2:13).
    4. Sebagai pupuk tanah (Lukas 14:34,35).
    5. Sebagai pelarut kotoran dalam air (2 Raja-raja 2:2 1).
    6. Mensterilkan tali pusar bayi (Yehezkiel 16:4).
      Fungsi lainnya: Mengawetkan, membersihkan atau menyegarkan sayuran, mengusir ular.
  3. Garam bisa menjadi tawar
    “Jika garam itu menjadi tawar” (Matius 5:13). Garam campuran bisa hilang asinnya. Atau kalau kena panas atau angin akan luntur asinnya. Hasilnya? Tidak ada gunanya! Selain diinjak-injak orang. Garam yang hilang fungsinya, tidak ada gunanya sama sekali.

Sebagai murid Yesus, kita digambarkan sesuai kebutuhan lingkungan. Kita adalah garam, kita adalah terang. Prinsipnya, kita harus mempengaruhi lingkungan, bukan dipengaruhi lingkungan, sebab kita adalah manusia baru. “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17).

Related posts