Jalan Penderitaan dan Jalan Kemuliaan

  • Whatsapp

Ayat Bacaan : Lukas pasal 13 ayat 31 sampai 35

Khotbah dan Renungan :

Read More

Apa tujuan hidupmu? Hidup tanpa tujuan sama seperti kapal tanpa nahkoda. Demikian juga dengan hidup kita sebagai orang Kristen jika tanpa tujuan. Kita harus menyadari hidup sebagai orang Kristen maka itu berarti hidup kita ini adalah milik-Nya. Oleh karena itu sebagai milik-Nya sudah seharusnya jika kita menyelaraskan tujuan hidup kita dengan tujuan hidup-Nya. Apakah tujuan hidup-Nya? Ia datang ke dunia diutus oleh Bapa-Nya untuk melakukan kehendak sang Bapa, yaitu untuk menjadi Juruselamat dunia, untuk melakukan visi dan misi-Nya. Untuk visi dan misi itulah Dia pun harus membayar harga.

Jalan Penderitaan: Jalan Kemuliaan

Harga yang harus Dia bayar adalah tantangan, rintangan (penolakan) dan penderitaan. Tantangan, rintangan dan penderitaan yang harus dialami, karena Dia harus berhadapan langsung dengan konspirasi kekuasaan (agama, politik dan militer) yang berpuncak pada hukuman mati di atas kayu salib.

Dan Dia adalah Tuhan yang konsisten dengan tujuan hidup-Nya. Tantangan, rintangan (penolakan), penderitaan tidak menggoyahkan sedikitpun tujuan hidup-Nya, hal tersebut tampak dari Lukas pasal 13 ayat 33 “Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem”. Jika Yesus berikan seluruh hidup-Nya (totalitas) dan konsisten dengan tujuan hidup-Nya untuk menghadapi tantangan, rintangan serta penderitaan (memikul salib) maka demikian juga seharusnya dengan saudara dan saya.

Dalam Filipi pasal 3 ayat 17 sampai pasal 4 ayat 1 Rasul Paulus meminta agar jemaat Filipi meneladani jalan Yesus, yaitu jalan kerendahan dalam penderitaan. Mengapa? Karena banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus (Filipi pasal 3 ayat 18). Siapakah seteru salib Kristus itu? Mereka adalah orang-orang yang mengutamakan kenikmatan (perut), perbuatan aib dan perkara dunia (Filipi pasal 3 ayat 19). Mengapa hal ini disampaikan oleh Rasul Paulus?

Karena gaya hidup jemaat Filipi ternyata terpengaruh oleh gaya kehidupan kota Filipi dimana orang-orangnya berlomba-lomba ingin menjadi orang yang hebat. Akibatnya banyak orang yang menolak jalan salib Yesus, karena dianggap tidak menarik dan tidak populer. Oleh karena itu dalam situasi yang demikian Rasul Paulus mengingatkan kembali sekaligus menegaskan: Berdirilah teguh dalam Tuhan (Filipi pasal 4 ayat 1). Artinya, tetaplah berada dalam jalan Yesus yang dianggap oleh dunia tidak menarik bahkan tidak populer. Karena justru jalan yang dianggap oleh dunia tidak menarik dan tidak popoler itulah yang justru akan membuat kita masuk sebagai bagian dari anggota keluarga sorga (Kerajaan Allah) (Filipi pasal 3 ayat 20-21).

Mari kembali kita renungkan: sesungguhnya jalan mana yang sedang kita tempuh? Apakah jalan yang menarik dan menyenangkan seperti anggapan dunia atau kita sedang menempuh jalan yang dianggap tidak populer dan bahkan tidak menarik oleh dunia?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments