Jadilah Rendah Hati

  • Whatsapp
Ayat Bacaan: Filipi 2:6-8
“Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
Kebahagiaan datang dari keharmonisan, dan keharmonisan datang dari kerendahan hati. Yesus adalah teladan utama dari kerendahan hati. Maka, apabila Anda ingin menjadi orang yang bahagia dan rendah hati, Anda harus belajar bertanya pada diri Anda sendiri: “Apa yang akan Yesus lakukan jika Dia adalah aku?”

Read More

Apa yang akan Yesus lakukan dalam masalahku ini? Apa yang akan Yesus lakukan kepada orang yang sedang terluka itu? Apa yang akan Yesus lakukan di kantor, di lapangan golf, atau dalam pernikahanku?

Ketika Anda menanyakan pertanyaan ini pada diri Anda, jawaban Anda pastinya adalah jawaban yang sifatnya rendah hati yang membangun keharmonisan dan kebahagiaan, bukan jawaban yang mendatangkan kesulitan, kekalahan, kepahitan, dan kebencian.

Lalu, apa maksudnya bertindak seperti Yesus?

1. Jangan menuntut apa yang menurut Anda layaak Anda dapatkan. Filipi 2:6 mengatakan, “Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.”

Apakah Anda sadari betapa kontrakulturalnya melepaskan hak Anda akan sesuatu? Tentu saja. Anda memang punya hak sebagai individu, tetapi menuntut hak bukanlah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan Anda. Anda bisa menjadi lembut tanpa harus tunduk pada orang lain; Anda bisa menjadi pengertian tanpa harus menuntut.

2. Cari cara untuk melayani. Filipi 2:7 mengatakan, “Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” Bila Anda ingin menjadi seperti Yesus, Anda harus belajar melayani.

3. Lakukan yang benar meski itu menyakitkan. Filipi 2:8 mengatakan, “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Yesus ialah teladan utama dari kerendahan hati. Bahkan, selanjutnya dikatakan bahwa, oleh karena kerendahan hati Yesus, “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama” (Filipi 2:9).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *