<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Serba-Serbi &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<atom:link href="https://drijie1.kokris.com/category/serba-serbi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<description>Memuridkan Untuk Memberkati</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Mar 2024 02:39:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://drijie1.kokris.com/wp-content/uploads/2021/03/image-1-60x60.jpg</url>
	<title>Serba-Serbi &#8211; Kerangka Khotbah Kristen</title>
	<link>https://drijie1.kokris.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tidak Berubah Oleh Zaman</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/tidak-berubah-oleh-zaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 02:39:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen populer]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen update]]></category>
		<category><![CDATA[renunagn kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen 2024]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen update]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2872</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Utama: &#8220;Yesus Kristus, sama-sama kemarin dan hari ini dan sampai selama-lamanya.&#8221; (Ibrani 13:8) Dalam&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex-1 overflow-hidden">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-gvslt-79elbk h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-gvslt-1n7m0yu">
<div class="flex flex-col text-sm pb-9">
<div class="w-full text-token-text-primary" data-testid="conversation-turn-35">
<div class="px-4 py-2 justify-center text-base md:gap-6 m-auto">
<div class="flex flex-1 text-base mx-auto gap-3 md:px-5 lg:px-1 xl:px-5 md:max-w-3xl lg:max-w-[40rem] xl:max-w-[48rem] group final-completion">
<div class="relative flex w-full flex-col agent-turn">
<div class="flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex flex-grow flex-col max-w-full">
<div class="min-h-[20px] text-message flex flex-col items-start gap-3 whitespace-pre-wrap break-words [.text-message+&amp;]:mt-5 overflow-x-auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="3ab14f3a-2892-4c98-aebb-b84ce1ab25c8">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark">
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Ayat Utama:</em> &#8220;Yesus Kristus, sama-sama kemarin dan hari ini dan sampai selama-lamanya.&#8221; (Ibrani 13:8)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam gemuruh perubahan zaman, satu hal tetap tak tergoyahkan: keberadaan dan karakter Allah. Dari masa ke masa, dari satu generasi ke generasi berikutnya, kehadiran-Nya adalah titik pegangan yang tetap, memberikan kepastian dan kestabilan di tengah lautan perubahan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Poin-poin penting:</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Kebenaran Firman-Nya yang Abadi</strong>: Firman Allah adalah lampu bagi langkah kita, panduan yang tak tergoyahkan di tengah arus perubahan zaman. Kebenaran-Nya tidak berubah, tetap relevan dan berharga bagi setiap generasi. (Mazmur 119:89)</li>
<li><strong>Karakter-Nya yang Tak Berubah</strong>: Allah tidak terikat oleh batas waktu atau tren zaman. Karakter-Nya yang penuh kasih, adil, dan setia tetap sama sepanjang masa. Dalam-Nya kita menemukan pondasi yang kokoh untuk kehidupan kita. (Maleakhi 3:6)</li>
<li><strong>Janji-Nya yang Pasti</strong>: Janji-janji Allah adalah jaminan bagi umat-Nya, tidak peduli bagaimana kondisi dunia berubah. Dia adalah Allah yang setia memenuhi janji-Nya kepada generasi-generasi yang percaya kepada-Nya. (2 Korintus 1:20)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam setiap gelombang perubahan zaman, marilah kita berpegang teguh pada Allah yang tidak berubah. Dalam-Nya kita menemukan kepastian, kebenaran, dan harapan yang tak tergoyahkan. Biarlah hidup kita tercerahkan oleh keabadian-Nya, memancarkan cahaya-Nya di tengah dunia yang terus berubah. (Mazmur 18:30)</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kesadaran akan keabadian Tuhan memberi kita ketenangan dan kekuatan di setiap saat, memandu langkah kita dengan hikmat dan keberanian dalam menjalani hidup di tengah-tengah perubahan zaman.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Singkat Terjemahan Alkitab</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/sejarah-singkat-terjemahan-alkitab/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2022 00:39:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2493</guid>

					<description><![CDATA[Terjemahan Alkitab yang pertama merupakan versi oral dari Old Testaments ( Alkitab bagian Perjanjian Lama&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terjemahan Alkitab yang pertama merupakan versi oral dari Old Testaments ( Alkitab bagian Perjanjian Lama ) dalam bahasa Aramaic. Terjemahan bahasa Aramaic disebut Targum, yang datang dari bahasa Ibrani yang berarti terjemahan.</p>
<p>Targum biasa dibuat untuk komunitas Yahudi kuno yang saat itu lebih banyak berbahasa Aramaic daripada Ibrani. Orang Yahudi yang hanya berbicara Aramaic tidak dapat mengerti Old Testaments ketika dibacakan dengan bahasa Ibrani. Seorang penerjemah akan berdiri di samping pembaca di sinagoge dan menterjemahkannya untuk mereka.</p>
<p>Sekitar tahun 100 SM ( Sebelum Masehi ) , orang Yahudi menetapkan terjemahan Old Testaments ( Alkitab bagian Perjanjian Lama ) standar, yang merupakan Targum tertulis. Orang Yahudi yang tinggal di Yunani juga membutuhkan terjemahan dari Old Testaments ( Alkitab bagian Perjanjian Lama )</p>
<div class="separator" style="text-align: justify;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-D4V9fllqYgs/UGEyNYoPd9I/AAAAAAAAACw/shaB89TIaDI/s1600/b-septuagint+2.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter" src="http://2.bp.blogspot.com/-D4V9fllqYgs/UGEyNYoPd9I/AAAAAAAAACw/shaB89TIaDI/s1600/b-septuagint+2.jpg" border="0" /></a></div>
<p style="text-align: justify;">Para kaum terpelajar pertama-tama menerjemahkan Hukum Taurat sekitar tahun 250 SM ( Sebelum Masehi ) . Menurut tradisi, 70 (atau 72) kaum terpelajar Yahudi yang bekerja di Alexandria, Mesir menerjemahkan seluruh Perjanjian Lama ( Old Testaments ) ke dalam bahasa Yunani sekitar pertengahan tahun 200 SM. Terjemahan ini dikenal dengan Septuaginta, yang diambil dari bahasa Latin berarti tujuh puluh.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian besar dari orang Kristen mula-mula berbicara bahasa Yunani, dan karena itu gereja mula-mula menggunakan septuaginta yang merupakan terjemahan Alkitab bagian Perjanjian Lama ( Old Testaments ).</p>
<p style="text-align: justify;">Namun kebutuhan untuk terjemahan Alkitab lainnya meningkat saat pemeluk agama Nasrani menyebar ke Syria dan ke negara berbahasa Latin. Alkitab ( Perjanjian Lama dan Baru ) diterjemahkan dalam bahasa Syria dan Latin sekitar tahun 100 M ( Sesudah Masehi ).</p>
<div class="separator" style="text-align: justify;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-UIh7o8pYyxM/UGEyUOywW0I/AAAAAAAAADI/ZCS0Lvo5rb8/s1600/b-vulgate-lembar+3.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter" src="http://2.bp.blogspot.com/-UIh7o8pYyxM/UGEyUOywW0I/AAAAAAAAADI/ZCS0Lvo5rb8/s1600/b-vulgate-lembar+3.jpg" border="0" /></a></div>
<p style="text-align: justify;">Sekitar tahun 383 M, St Jerome memulai terjemahan revisi Alkitab Latin atas permintaan Pope St Damasus I. Untuk sumber Perjanjian Lama, Jerome menggunakan teks Ibrani dan teks Yunani dan terjemahan Latin untuk diterjemahkan. Untuk sumber Perjanjian Baru, dia menggunakan teks Yunani dan terjemahan Latin untuk diterjemahkan. Dia menyelesaikannya sekitar tahun 405 M.</p>
<p>Terjemahannya menjadi dasar dari sebuah versi yang dikenal sebagai Vulgate, kata dari bahasa latin yang berarti populer.</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/-GFTAoI74S80/UGEyRDOGd6I/AAAAAAAAADA/MLphivPgBkI/s1600/b-vulgate+4.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter" src="http://4.bp.blogspot.com/-GFTAoI74S80/UGEyRDOGd6I/AAAAAAAAADA/MLphivPgBkI/s1600/b-vulgate+4.jpg" border="0" /></a></p>
<p><strong>Sejarah Terjemahan Alkitab ke bahasa Inggris</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejarah Terjemahan Alkitab yang terjadi di Inggris merupakan gerakan dari kepemilikan dan penggunaan oleh tubuh Kristus kepada yang bukan menjadi bagian dari mereka. Sejarah Terjemahan Alkitab juga merupakan saksi pembentukan bahasa Inggris dari campuran bahasa Perancis, Angloe-Norman dan Anglo Saxon.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun agama Kristen mencapai Inggris pada abad ke-3, Alkitab masih dalam bahasa latin dan hampir hanya berada dalam kalangan kristiani sendiri selama ratusan tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Antara abad 7 dan abad 14, Alkitab sudah mulai diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Minat untuk menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris berkembang pesat pada abad ke-14, dan tahun 1382 Alkitab bahasa Inggris pertama tampil dalam sebuah manuskrip. Alkitab ini merupakan hasil kerja Tokoh Gerakan Reformasi Inggris john Wycliffe, dimana tujuannya adalah memberikan Alkitab kepada setiap orang ( agar setiap orang dapat membaca dan mengerti sendiri ).</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/-FILDKL18dPE/UGEyQA1mT7I/AAAAAAAAAC4/aAWIe97UO9o/s1600/b-the-great-bible+5.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter" src="http://4.bp.blogspot.com/-FILDKL18dPE/UGEyQA1mT7I/AAAAAAAAAC4/aAWIe97UO9o/s200/b-the-great-bible+5.jpg" width="200" height="170" border="0" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A. Terjemahan Alkitab Pada Era Reformasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1525 Tokoh Reformasi Inggris William Tyndale menerjemahkan Perjanjian baru dari terjemahan Yunani, dan salinannya dicetak di Jerman dan diedarkan di Inggris disebut Tyndale’s Bible. Terjemahan Tyndale untuk Perjanjian Lama dari tulisan Ibrani hanya sebagian yang telah diselesaikan. Gaya terjemahannya juga berlanjut pada tahun 1611 (King James Version) dan juga dalam Revised Standard Version tahun 1946-1952.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1535 Tokoh Reformasi Inggris Miles Converdale menerbitkan sebuah Alkitab dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan dari versi Latin dan versi Jerman untuk menambahkan versi Tyndale. Alkitab ini bukanlah Alkitab berbahasa Inggris pertama terlengkap yang pernah dicetak, namun tidak seperti pendahulunya alkitab ini merupakan hasil terjemahan yang diminta oleh Canterbury Convocation.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama sesudah itu seorang tokoh reformasi Inggris bernama John Rogers membuat sebuah edisi terjemahan revisi dari Tyndale’s Bible, muncul pada tahun1537 yang disebut Matthew’s Bible.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1538 seorang berkebangsaan Inggris Richard Taverner mengusulkan adanya revisi terjemahan yang lain. Pada saat yang sama, Thomas Cromwell memerintahkan Converdale untuk membuat alkitab versi baru dimana tampil dalam enam edisi antara tahun1539 dan 1568. Alkitab ini disebut “The Great Bible”.</p>
<p style="text-align: justify;">Revisi terjemahan akhirnya pada tahun1568 dikerjakan oleh para bishop dari Gereja Anglikan yang dikenal sebagai “The Bishop Bible”</p>
<p style="text-align: justify;">The Bishop Bible tidak hanya dirancang untuk menggantikan the Great Bible tapi juga merupakan suatu terjemahan untuk orang-orang non Kristen. Alkitab ini diproduksi di Jenewa yang disebut dengan “The Geneva Bible”. The Bishop Bible adalah Alkitab resmi yang kedua.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B. Terjemahan Alkitab The Douay dan Versi Katolik Roma lainnya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">The Douay atau Douay Rheims Bible, diselesaikan pada 1582-1609, digunakan secara umum oleh Gereja Katolik Roma dalam negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sampai sekitar tahun 1900, ketika saat itu terjemahan Bible ( Alkitab) tersebut dipertimbangkan direvisi oleh Bishop Inggris Richard Challoner.</p>
<p style="text-align: justify;">The Douay Bible diterjemahkan dari bahasa Latin., terutama oleh dua orang pengasingan Inggris di Perancis, William Allen dan Gregory Martin. Selama abad 19 dan 20, The Douay dan Challoner Bible ditempatkan dengan Alkitab terjemahan lain oleh gereja Katolik Roma.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Amerika Serikat, satu yang paling banyak digunakan adalah New American Bible (1970), Alkitab bahasa Inggris terlengkap pertama yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani dan Yunani oleh Gereja Katolik Roma di Amerika Serikat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>C. Terjemahan Alkitab The King James Version dan Revisinya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1604 Raja James I menugaskan sebuah revisi terjemahan yang baru untuk English Bible; yang diselesaikan tahun 1611. Mengikuti Tyndale’s Bible, versi resmi ini diakui dengan keindahan dan kesederhanaan dalam gaya bahasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tahun berikutnya, terjemahan versi resmi ini mengalami beberapa revisi, yang terkenal di antaranya adalah the English Revised Version (1881-1885), The American Standard Version (1901), dan revisi dari American Standard Version ditangani oleh International Council of Religious Education, mewakili 40 denomasi Prostestan di AS dan Kanada.</p>
<p style="text-align: justify;">Versi terjemahan ini dikenal dengan Revised Standard Version hadir tahun 1946-1952. Diterima dengan luas di kalangan Gereja Orthodox, Protestan, dan Gereja Katolik Roma. Selanjutnya the New Revised Standard Version (NRSV, 1989). The New King James Bible, dengan tata bahasa yang kontemporer dipublikasikan tahun 1982.</p>
<div class="separator" style="text-align: justify;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-nXB4mTQ4cYw/UGEyLCPikwI/AAAAAAAAACo/isrTNfS8Fts/s1600/b-new-international-bible+6.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter" src="http://3.bp.blogspot.com/-nXB4mTQ4cYw/UGEyLCPikwI/AAAAAAAAACo/isrTNfS8Fts/s200/b-new-international-bible+6.jpg" width="200" height="170" border="0" /></a></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>D. Terjemahan Alkitab Modern lainnya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada paruh pertama abad ke-20, terdapat banyak terjemahan Alkitab, kebanyakan dilakukan per individu seperti: Weymouth (1903); Goodspeed dan Smith (1923-1927); Moffat (1924-1926); Phillips (1947)); dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan menerjemahkan ini bukanlah merupakan revisi dari versi Tyndale-King James-RSV.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang penting diketahui diantaranya : The Jerusalem Bible, sebuah terjemahan Inggris dari hasil kerja France Dominicans; Today’s English Version (1966-1976); The New English Bible (1946); The New International Bible (1973-1979); dan The Living Bible. Sebuah terjemahan baru, disponsori oleh Jewish Publication Society of America, dipublikasikan dalam tiga bagian tahun 1962, 1974 dan 1983, disebut dengan The New Jewish Version.</p>
<p style="text-align: justify;">Bertambahnya terjemahan-terjemahan baru merupakan saksi dari perubahan bahasa, penemuan-penemuan baru, dan terutama keinginan untuk membaca dan mengerti isi Alkitab ( Bible ).</p>
<div class="separator" style="text-align: justify;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-A-LpYcySHn4/UGEyJOZ4iZI/AAAAAAAAACg/pNE-3KMlVkU/s1600/alkitab-h+7.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter" src="http://2.bp.blogspot.com/-A-LpYcySHn4/UGEyJOZ4iZI/AAAAAAAAACg/pNE-3KMlVkU/s200/alkitab-h+7.jpg" width="136" height="200" border="0" /></a></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sejarah Terjemahan ALKITAB di Indonesia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Alkitab ( Bible ) jaman dahulu sudah mulai ada yang di terjemahkan kedalam bahasa penduduk Asia Tenggara khususnya bahasa melayu, karena merupakan bahasa pesisir , yang umum dipakai para pedagang. Saat itu tentu saja belum ada bahasa Indonesia, bahkan bahasa melayu tersebut masih kuno dan berbeda dialek antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sejarah perubahan bahasa tersebut justru dapat kita lihat dari sejarah terjemahan Alkitab. Sesuai perkembangannya, kemudian bahasa melayu dapat dibagi menjadi bahasa melayu rendah, bahasa melayu tinggi , dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita baca contoh-contoh bahasa jaman baheula tersebut, tentulah kita merasa bahasa tersebut lucu-lucu alias janggal kedengaran di kuping bangsa Indonesia masa kini. Jangankan jaman baheula, masa kinipun bangsa Indonesia akan sering merasa lucu alias janggal bila mendengar orang Malaysia berbicara. Kita tahu bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, namun telah beberapa kali mengalami penyempurnaan. Bukan hanya bahasa, hurufpun ( tulisan ) sudah beberapa kali mengalami penyempurnaan, misal oe menjadi u, dj menjadi j, tj menjadi c , dll.</p>
<p><strong>Sumber: WordPress</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tanda Dewasa Rohani</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/5-tanda-dewasa-rohani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2021 09:01:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah agama kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2278</guid>

					<description><![CDATA[Artikel Kristen: 5 tanda dari seseorang yang sudah dewasa rohani, diantaranya: 1.Tanda pertama, memiliki pengetahuan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Artikel Kristen:</p>
<p>5 tanda dari seseorang yang sudah dewasa rohani, diantaranya:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.Tanda pertama, memiliki pengetahuan yang benar tentang firman Tuhan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gerald R. McDermott menulis demikian: “Perjanjian Baru menjelaskan bahwa kerohanian sejati melibatkan pengetahuan baru, pengertian baru. Ada unsur kognitif dalam karya anugerah.” Kedewasaan rohani ini menjadi pokok doa Paulus bagi jemaat Filipi (Filipi 1:9) dan pokok teguran Paulus bagi jemaat Galatia (Galatia 1:6-7).</p>
<p style="text-align: justify;">Warren W. Wiersbe mengatakan: “orang Kristen yang dewasa tidak mudah diombang-ambingkan oleh suatu pengajaran agama baru, tetapi dapat mengenali doktrin palsu dan menjauhkan diri dari padanya”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.Tanda kedua, memiliki persekutuan yang intim dengan Allah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak Allah menciptakan manusia dan menempatkannya di taman Eden, sebenarnya Allah menghendaki ciptaan-Nya itu bersekutu dengan-Nya. Tetapi karena manusia tidak taat kepada perintah Allah, manusia itu jatuh ke dalam dosa. Karena manusia itu telah berdosa, maka Allah yang kudus mengusir manusia itu dari hadapan-Nya. Tetapi karena begitu besar kasih-Nya kepada manusia, maka Allah mengutus Yesus Kristus Putra tunggal-Nya untuk mencari dan memulihkan persekutuan antara Allah dengan manusia ciptaan-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tindakan untuk memulihkan persekutuan itu adalah inisiatif Allah, dan telah dilakukan oleh Allah dengan jalan menjadikan Kristus sebagai korban yang harus mati di salib. Kepada jemaat Korintus, Paulus dengan sangat jelas menulis demikian: ”Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu” (1 Korintus 6:20). Dalam Kitab Mazmur 91, janji-janji yang Allah berikan dapat menjadi kenyataan dalam hidup, jika orang percaya tinggal dalam hadiratNya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3.Tanda ketiga, memiliki ketaatan terhadap firman Allah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Paulus mendorong jemaat di Efesus agar menaati tuan yang di dunia sama seperti kepada Kristus (Efesus 6:5) Ketaatan seorang hamba kepada tuan atau majikan merupakan tanggung jawab yang mudah untuk dilakukan, jika sebagai hamba setiap orang percaya memandang kepada Kristus yang adalah Tuan sesungguhnya. Tunduk dan taat karena tidak ingin mengecewakan dalam melakukan kewajiban dan dengan satu keinginan, dimaksudkan memberikan pelayanan penuh dan menyenangkan. Orang percaya yang memiliki pengetahuan yang benar tentang firman Tuhan akan senantiasa taat terhadap kebenaran firman Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4.Tanda keempat, menyampaikan kebenaran dengan kasih dan jujur.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang percaya yang bertumbuh dalam komunitasnya pasti akan berhubungan dengan sesame saudara seiman. Kualitas hubungannya tersebut akan teruji pada waktu menyampaikan kebenaran dalam kasihnya terhadap sesama. Alkitab mengingatkan orang Kristen agar jujur mengatakan kebenaran kepada sesama (Amsal 27:5-6; Keluaran 20:16; Matius 5:37). Hal ini merupakan tanda kedewasaan rohani seseorang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong><strong>5.Tanda kelima, memiliki kasih yang holistik.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kasih yang holistik adalah kasih secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal, artinya orang percaya mengasihi Allah dan secara horizontal maksudnya orang percaya mengasihi sesama. Kasih secara vertikal adalah kasih kepada Allah. Alkitab menegaskan keutamaan kasih kepada Allah ini (Ulangan 6:5; Matius 22:37). Sedangkan kasih secara horisontal adalah kasih terhadap sesama. Alkitab memerintahkan orang percaya agar mengasihi sesamanya (Imamat 19:18; Matius 22:39). Rasul Yohanes menegaskan bahwa kasih merupakan dasar yang sangat penting dalam membangun hubungan, baik kepada Allah maupun kepada sesama (1 Yohanes 4:7-8, 20).</p>
<p style="text-align: justify;">Senada dengan hal tersebut, Edy Fances mengutarakan: Kekuatan kasih Kristus juga menolong kita hidup kita mengasihi sesama manusia dengan motivasi dan tujuan yang benar. &#8230; Mengasihi orang lain dengan motivasi yang murni yaitu cinta kasih yang telah kita terima dari Kristus. Cinta kasih yang tanpa pamrih, penuh kemurahan, kebaikan dan rendah hati dan rela berkorban. Cinta kasih dengan tujuan membangun orangv lain, menolong dengan perbuatan yang vkonkrit, dan demi mendatangkan kebaikan dan keuntungan bagi orang lain tanpa mengharapkan balasan yang bersifat transaksional.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Wactman Nee juga menegaskan tentang pentingnya membangun hubungan yang baik dengan sesama, mengatakan: Kasih akan sesama saudara seiman merupakan dasar yang penting dalam kehidupan setiap pekerja Kristen, tetapi yang tidak kurang pentingnya adalah kasih akan sesama manusia, akan setiap orang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Langkah Mudah Merenungkan Firman Tuhan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/3-langkah-mudah-merenungkan-firman-tuhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2021 00:35:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[belajar alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[langkah merenungkan firman Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan firman tuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=2074</guid>

					<description><![CDATA[ARTIKEL KRISTEN : Firman Tuhan adalah seperti cermin. Kita menggunakan cermin untuk mengevaluasi diri kita&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>ARTIKEL KRISTEN : </strong></p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Firman Tuhan adalah seperti cermin. Kita menggunakan cermin untuk mengevaluasi diri kita sendiri. Kita melihat di cermin untuk menilai kerusakan diri malam sebelumnya. Kemudian kita melakukan sesuatu tentang hal itu. Apa gunanya cermin jika kita tidak melakukan apa-apa tentang apa yang kita lihat? Tuhan berkata cermin merefleksikan seperti apa kita di luar dan Firman Tuhan merefleksikan seperti apa diri kita di dalam. Yakobus memberi kita tiga cara praktis untuk merenungkan Firman Tuhan:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" src="https://2.bp.blogspot.com/-6mEY3rcmJJY/WpnZEnbjJuI/AAAAAAAADvI/Mw4wl2tD5iIh6EmTd10OgFiyy9sKRHJswCLcBGAs/s1600/Dave-Armstrong-838px.gif" alt=""/></figure>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph"><strong>Pertama, MEMBACA.</strong><br><strong>&#8220;Dan orang yang menyelidiki dan memperhatikan baik-baik serta melakukan hukum-hukum itu, dan bukannya mendengar saja lalu melupakannya, orang itu akan diberkati Allah dalam setiap hal yang dilakukannya.&#8221; (Yakobus 1:25 BIS)</strong>. Kata <span style="text-decoration: underline;">&#8220;menyelidiki&#8221;</span> dalam bahasa Yunani berarti <span style="text-decoration: underline;">&#8220;membungkuk dan menatap dengan tajam&#8221;</span>. Yakobus mengatakan untuk memfokuskan perhatian Anda pada Firman Tuhan.<br>Lihatlah sungguh-sungguh secara rinci. <strong><span style="text-decoration: underline;">Berikut adalah sembilan hal untuk Anda selidiki:</span></strong><br>1. Apakah ada Dosa yang harus diakui?<br>2. Apakah ada Janji untuk diklaim?<br>3. Apakah ada Sikap yang harus diubah?<br>4. Apakah ada Perintah untuk ditaati?<br>5. Apakah ada Contoh untuk diikuti?<br>6. Apakah ada Doa untuk didoakan?<br>7. Apakah ada Kesalahan untuk dihindari?<br>8. Apakah ada Kebenaran untuk dipercayai?<br>9. Apakah ada Sesuatu yang mana kita harus berterima kasih kepada Tuhan?</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph"><strong>Kedua, MENINJAU KEMBALI.</strong><br><strong>&#8220;&#8230; sungguh-sungguh melakukannya&#8230;&#8221; (Yakobus 1:25)</strong> Itu berarti melakukannya secara berulang-ulang. Alkitab menyebut ini sebagai merenungkan. Baca dan tinjau terus-menerus. Tinggal di dalamnya dan jadilah setia kepada Alkitab.<br>Saya mengenal beberapa orang yang lebih setia pada Facebook atau situs olahraga daripada mereka setia dengan Firman Tuhan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" src="https://alvianchristiancinanda.files.wordpress.com/2018/08/lebih-efektif-membaca-alkitab-low.jpg?w=640" alt=""/></figure></div>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph"><strong>Ketiga, MENGINGATKAN.</strong><br><strong>&#8220;&#8230; bukannya mendengar saja lalu melupakannya..&#8221; (Yakobus 1:25 BIS)</strong>. Tidak ada yang akan membawa dampak lebih banyak untuk kehidupan rohani Anda daripada mengembangkan kebiasaan untuk menghafal Firman Tuhan. <strong>&#8220;Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.&#8221; (Mazmur 119:11)</strong>.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Merenungkan Firman Tuhan adalah membacanya dengan seksama, meninjau kembali dan mengingatnya, maka setiap Firman itu akan,berbuah dalam kehidupan kita. Amin. Doa saya menyertai</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mau Khotbah? Baca ini dulu!</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/mau-khotbah-baca-ini-dulu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 May 2021 07:47:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana berkhotbah yang baik]]></category>
		<category><![CDATA[belajar berkhotbah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[berkhotbah yang baik]]></category>
		<category><![CDATA[Cara berkhotbah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah yang baik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1966</guid>

					<description><![CDATA[Saudara mau berkhotbah, atau memiliki panggilan untuk memberitakan firmanNya? Puji Tuhan!!. Berarti Saudara baru saja&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Saudara mau berkhotbah, atau memiliki panggilan untuk memberitakan firmanNya? Puji Tuhan!!. Berarti Saudara baru saja mendapatkan kepercayaan dari Allah untuk membawakan satu tugas pelayanan yang penting di lingkungan Saudara atau dimanapun Saudara ditempatkan oleh Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun biasanya untuk pertama kali memulai pekerjaan besar ini, kita mengalami kecanggungan dan lain sebagainya, sama seperti saya waktu pertama kali berkhotbah dahulu namun, mintalah pertolongan Roh Kudus maka Ia akan menuntun Saudara bahkan saat Saudara berkata-kata di mimbar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut ini beberapa hal penting yang perlu Saudara ketahui dalam belajar berkhotbah untuk pemula:</p>



<h2 class="wp-block-heading">1. Memahami Dengan Baik Pengertian Khotbah</h2>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Hal pertama sekali yang perlu Saudara ketahui adalah pengertian khotbah itu sendiri. Apa perbedaan dan persamaannya dengan pidato? Dengan mengetahuinya maka Saudara akan mendapatkan arah untuk mengembangkan kemampuan berkhotbah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">2. Bersiap Mengembangkan Karakter Sebagai Pengkhotbah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah seorang pengkhotbah memiliki karakter khusus? Jawabnya: TENTU SAJA. Berkhotbah berbeda dengan berpidato. Jika Saudara berpidato, orang mungkin hanya akan tertarik dengan isi pidato Saudara saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi jika Saudara berkhotbah, orang akan menyimak isinya dan melihat kesesuaiannya dengan karakter Saudara. Semakin Saudara dikenal oleh audiens semakin besar perhatian mereka pada kesesuaian tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">3. Mengetahui Metode Penafsiran Alkitab Sederhana</h2>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Kemampuan menafsirkan Alkitab sangat penting bagi seorang pengkhotbah. Jangan sampai Saudara mengambil mentah-mentah begitu saja bagian-bagian tertentu dalam Alkitab lalu mengkhotbahkannya. Bisa jadi Saudara keliru memahami maksud dari bagian Alkitab tersebut. Jika ini terjadi maka berarti Saudara sudah menyampaikan hal yang keliru kepada jemaat. (Tips saya, untuk Khotbah persiapkan jauh-jauh hari dan yang paling penting berdoa)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada banyak metode penafsiran Alkitab yang dikembangkan dalam ilmu homiletika (ilmu berkhotbah). Namun untuk bisa menguasai Saudara perlu secara khusus, dalam waktu yang lama. Lalu bagaimana jalan keluarnya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelajari metode penafsiran yang sederhana. Mudah dipahami dan mudah dipraktekkan. Misalnya metode tafsir narasi dan metode penafsiran dengan menggunakan lingkaran hermeneutika. Mungkin Saudara bisa mencari buku-buku mendalam mengenai hal ini, Jika belajar di Sekolah Tinggi Teologia, Mata Kuliah ini ada.</p>



<h2 class="wp-block-heading">4. Kuasai Tehnik Menyusun Khotbah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ini adalah tentang bagaimana menyusun khotbah yang sistematis dan runtut sehingga khotbah yang dihasilkan padat, tidak terlalu panjang, dan tidak bertele-tele. Meskipun Saudara sudah berhasil merumuskan ide-ide yang bagus dan bermanfaat bagi audiens tapi jika ide-ide tersebut tidak tersusun dengan sistematis maka akan sulit dipahami dan diikuti oleh para audiens.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadinya ide-ide cemerlang Saudara terkubur oleh cara penyusunan khotbah yang kacau. Jadi, berilah diri Saudara waktu untuk mempelajarinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">5. Temukan Cara Untuk Menyampaikan Khotbah Yang Menarik</h2>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Menyampaikan khotbah adalah bagian akhir dan puncak dari suatu rangkaian kegiatan berkhotbah. Semua langkah yang Saudara tempuh, mulai dari belajar teorinya, praktek, mulai menyusun, dll, akan terbukti di atas mimbar.</p>



<p class="has-text-align-justify wp-block-paragraph">Dengan begitu, bagian ini pun harus Saudara beri perhatian penting dalam belajar berkhotbah. Apakah Saudara akan menyampaikan khotbah dengan teks atau tanpa teks, tidak masalah. Keduanya tetap membutuhkan latihan dan persiapan yang baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kunci utamanya adalah Saudara percaya diri dan mampu menyampaikan khotbah dengan komunikatif. Bagaimana bisa seperti ini? Berdoa dan Belajarlah! (Sampai saat inipun saya tetap belajar bagaimana menjadi pembicara yang baik dimimbar)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Semoga bermanfaat, Tuhan Yesus Memberkati.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kakiku Tanganku Juga</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/kakiku-tanganku-juga/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/kakiku-tanganku-juga/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2020 14:03:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ilustrasi Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[kaki jadi tangan]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1116</guid>

					<description><![CDATA[Topik Khotbah Rekomendasi : Ucapan Syukur, Mengucap Syukur, Bersyukur Dalam Keterbatasan, Tuhan Punya Rencana, dan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify"><strong>Topik Khotbah Rekomendasi : Ucapan Syukur, Mengucap Syukur, Bersyukur Dalam Keterbatasan, Tuhan Punya Rencana, dan lainnya yang berhubungan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify"><strong>Ilustrasi</strong> :<br>Kekurangan atau sebuah keterbatasan seringkali menjadi alasan bagi seseorang untuk mengurungkan impiannya. Namun berbeda dengan Adam. Adam dilahirkan dengan tidak sempurna, dimana ia tidak memiliki tangan. Namun hal ini bukan menjadi penghalang Adam untuk meraih impiannya. </p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Dengan kakinya ia mengerjakan soal-soal ujian, dengan kakinya ia belajar, dengan kakinya ia makan, dan dengan kakinya juga ia melakukan cita-citanya. Yaitu melukis. “<em>Saya memang tidak sempurna. Tangan? Saya tidak punya, ya bersyukur saya punya kaki. Tidak punya tangan bukan berarti saya tidak bisa melakukan apa-apa. Tuhan tidak memberi saya tangan eitsss tetapi kaki saya ini multifungsi”.</em> Kejuaraan menggambar dan melukis banyak ia ikuti dan ia selalu mendapatkan juara.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/kakiku-tanganku-juga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelita Harapan</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/pelita-harapan/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/pelita-harapan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2020 00:11:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ilustrasi Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi khotbah kristen]]></category>
		<category><![CDATA[pelita harapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1110</guid>

					<description><![CDATA[Topik Khotbah Rekomendasi : Keikhlasan Hati, Kerelaan Hati, Hati Hamba, Kesadaran Diri, atau topik lain&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Topik Khotbah Rekomendasi : Keikhlasan Hati, Kerelaan Hati, Hati Hamba, Kesadaran Diri, atau topik lain yang berhubungan.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify"><strong>Ilustrasi :</strong><br>Seorang gadis yang hanya tinggal bersama sang ayah di perumahan PNS memiliki pahlawan dalam hidupnya. Semenjak ibunya meninggal, gadis ini belajar menjadi wanita yang mandiri bersama sang ayah. Sebagai ayah, tentu tidak bisa menjelma menjadi sosok ibu yang sempurna bagi anaknya. Namun bagi gadis ini ayahnya adalah pelita dalam sebuah pengharapan. Setiap hal yang dibutuhkan oleh gadis ini, ayahnya selalu memenuhinya meski terkadang sang ayah menemukan kesulitan. Hingga suatu hari, peristiwa tak terduga menimpa ayahnya. Sang ayah yang semula sehat tiba-tiba saja terjatuh pingsan di kantor tempat ia bekerja. </p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Selama hampir 2 minggu lamanya sang ayah tak sadarkan diri. Gadis ini hampir menyerah, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia tak mau kehilangan ayahnya. Namun tim medis sudah menyerah, dan mengatakan bahwa mereka tidak mampu melakukan banyak hal. Dokter hanya meminta gadis ini untuk terus berdoa. Gadis ini berdoa. Namun hebatnya, ia tidak berdoa untuk meminta kesembuhan ayahnya, namun begini bunyi doanya, <em>“Tuhan, jikalau memang Engkau menginginkan ayah,maka ambilah. Namun setidaknya berilah aku pelita baru dalam hidupku”.</em> Sang ayah lalu meninggal dunia dan anak ini mengalami kehilangan yang luar biasa. Namun ia sadar bahwa kini dia telah menemukan pelita yang baru, yaitu Tuhan.<br></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/pelita-harapan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FAKTA : Nilai 30 Keping Perak Yudas</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/fakta-nilai-30-keping-perak-yudas/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/fakta-nilai-30-keping-perak-yudas/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2020 00:01:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1089</guid>

					<description><![CDATA[Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia.&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify"><em>Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, ~ Matius 27:3</em></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Salah satu kisah tragis dalam Alkitab, adalah kisah pengkhianatan Yudas. Dituliskan dalam Lukas 22:1-6, bahwa Yudas bermufakat dengan para imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal bait Allah, orang-orang yang ingin membunuh Yesus. Sebagai imbalannya ia mendapatkan 30 keping uang perak.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti apakah uang perak yang diterima Yudas waktu itu? Fakta inilah yang dikupas oleh JC Channel kali ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jenis koin perak yang dipakai</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">&#8220;Menurut beberapa ahli, kemungkinan koin itu adalah koin Tetradrachm,&#8221; jelas Bambang &nbsp;Kristanto Sitompul,S.Si, Kabid Museum Lembaga Alkitab Indonesia kepada JC Channel.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">&#8220;Koin Tetradrachm ini umum digunakan di jaman Yesus hidup, karena dibuat antara tahun 14-15 masehi,&#8221; demikian tambahnya.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://www.jawaban.com/assets/uploads/vjay/images/main/170620161029.JPG" alt=""/></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nilai 30 keping perak jika dikonversikan ke uang rupiah di jaman ini</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">&#8220;Pada saat itu 1 keping uang perak tetradrachm sama dengan 4 keping drachm. Sedangkan 1 drachm jika disesuaikan dengan nilai uang saat ini, sama dengan 16 sen (mata uang dolar Amerika Serikat). Jadi 1 tetradrachm sama dengan 64 sen. Jika 30 keping perang dikonversikan dengan nilai saat ini, sama dengan senilai 1.920 sen atau 19,2 dolar AS, jadi jika dirupiahkan hanya sekitar Rp.250.000 an,&#8221; demikian perhitungan yang diberikan Bambang.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify"><strong>Seberapa berharga nilai 30 keping perang dalam budaya Yahudi dan jaman itu?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Dalam budaya Yahudi dan jaman itu, nilai 30 keping uang perak sangat besar. Menurut laman www.gotquestions.org ada jaman itu jika seseorang budak mati tidak disengaja (Keluaran 21:30), maka harga penggantinya adalah 30 keping perak. Selain itu nilai 30 keping perak ini juga disebut dalam nubuatan kitab Zakharia 11:13.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Kemudian, setelah Yesus ditangkap dan diputuskan untuk dibunuh, Yudas menyesal dan mengembalikan uang itu. Tapi uang &nbsp;itu kemudian dibelikan tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk oleh para imam-imam kepala dan dijadikan pekuburan. Bukankah ini nilai yang cukup besar jika bisa digunakan untuk membeli sebidang tanah di masa itu?</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Menurut Wikipedia, 30 tetradrachm itu sama dengan gaji 4 bulan (120 hari) seorang buruh ahli. Jika dikonversikan dengan UMR saat ini, tentu sangat besar bukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Lalu apa motif Yudas saat &#8220;menjual&#8221; Yesus?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Ketamakan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Ada beberapa ahli teologi yang berpandangan bahwa motif Yudas &#8220;menjual&#8221; Yesus saat itu adalah ketamakan, hal ini karena adanya referensi di kitab Yohanes 12:6 yang menyatakan bahwa Yudas itu seorang pencuri yang mengambil uang dari uang kas yang dipercayakan kepadanya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify"><strong>2. Yudas mengharapkan Yesus memimpin pemberontakan kepada Romawi dan menjadi raja Israel</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Yudas diperkirakan berasal dari kelompok Yahudi garis keras. Nama Iskariot berdasarkan yang ditulis oleh Thenazareneway.com artinya &#8220;pria belati.&#8221; Pada saat itu kelompok garis keras Zelot selalu membawa belati kemanapun sehingga bisa membunuh pengkhianat atau pendukung Romawi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Jika Yudas menyerahkan Yesus bukan berarti Dia tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Bahkan sebaliknya, Ia sangat percaya bahwa Dia adalah Mesias yang sudah dinubuatkan dan dinantikan oleh Israel. Dia sendiri melihat berbagai mukjizat yang dibuat Yesus dan berbagai pengajaran-Nya. Namun pada hari-hari sebelum penyaliban-Nya, pesan-pesan yang Yesus sampaikan jauh dari yang Yudas harapkan, dia tidak bisa melihat bahwa Yesus akan melakukan pemberontakan. Itulah yang diperkirakan para ahli menjadi pendorong mengapa Yudas mengkhianati Yesus.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Apa yang dapat kita pelajari dari kisah Yudas dan 30 keping perak ini?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Yesus sendiri berkata bahwa,&nbsp;<em>&#8220;Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.&#8221;</em>&nbsp;(Matius 6:24), dan&nbsp;<em>&#8220;jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?&#8221;</em>&nbsp;(Lukas 16:11).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Cinta akan uang akan menjadi sebuah celah bagi iblis untuk menghancurkan hidupmu. Jadi janganlah mengabdi kepada uang, karena jika dia menjadi tuanmu, uang adalah tuan yang kejam. Ingatlah bahwa kita sudah ditebus oleh Yesus Kristus dengan darah-Nya sendiri, sehingga hidup kita bukanlah milik kita lagi, tapi milik Kristus. Jadi marilah kita melayani Tuhan dengan segenap hati, dan jangan kuatirkan akan kebutuhan hidup ini, <em>&#8220;karena Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.&#8221;</em> (Matius 6:32). </p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Sumber : JC Channel</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/fakta-nilai-30-keping-perak-yudas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dalam Ancaman Coronavirus</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/dalam-ancaman-coronavirus/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/dalam-ancaman-coronavirus/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2020 10:36:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[virus corona]]></category>
		<category><![CDATA[virus korona]]></category>
		<category><![CDATA[virus korona sesuai Alkitab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1062</guid>

					<description><![CDATA[Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, disampaikan-Nya&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify"><em>Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, disampaikan-Nya firman-Nyadan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur” (Mazmur pasal 107 ayat 19 sampai 20).”</em></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Tahun 2020 belum lama berjalan, namun dunia dikejutkan dengan kemunculan virus mematikan. Virus Corona Wuhan, atau virus n-CoV pertama kali merebak di kota Wuhan, Tiongkok dan menyebar dengan masif hingga ke berbagai negara. Hingga tanggal 3 Februari, tercatat angka kematian akibat virus ini mencapai 361 orang di daratan Tiongkok dari 17.238 kasus terkonfirmasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Virus yang masih satu keluarga dengan virus penyebab flu hingga MERS dan SARS ini sangat berbahaya. Kepala Program Penelitian Biosecurity dari Kirby Institute, Universitas New South Wales Australia, Raina MacIntyre menambahkan, semakin luas infeksi di bagian lain Tiongkok, semakin besar risiko penyebaran secara global.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Keadaan ini sungguh memprihatinkan dan mencemaskan. Wabah Corona telah menjadi ancaman serius yang perlu segera diantisipasi dan diatasi bagi banyak negara saat ini. Meskipun negeri kita Indonesia secara geografis letaknya jauh dari kota Wuhan, namun mungkin saja kita tetap merasa was-was. Pergerakan manusia dari wilayah yang terkontaminasi mungkin saja turut membawa masuk virus tersebut ke tanah air.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Di tengah situasi kelam, mungkin kita terdorong untuk bertanya, “Di manakah Allah?” Kita seakan berteriak seperti Daud dalam Mazmur pasal 38, ketika ia merasa sangat menderita karena penyakit yang ia alami, “Aku kehabisan tenaga dan remuk redam, aku merintih karena degap-degup jantungku.”  Apakah Allah diam saja dalam epidemi Corona ini? Bahkan mungkin ada orang yang mulai bertanya, “Adakah ini suatu hukuman dari Tuhan?”</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Pertanyaan ini wajar dan sangat mungkin bisa dipertanyakan oleh orang-orang yang saat ini sedang berjuang antara hidup dan mati di kota Wuhan. Saat mereka merasa terjebak dalam rumah sendiri dan mulai kekurangan makanan dan minuman sedangkan untuk ke luar rumah saja mereka tidak berani. Namun sebenarnya&nbsp;ini bukanlah kelalaian Allah, melainkan sebuah keniscayaan yang bisa terjadi dalam kehidupan yang fana ini. Situasi ini mendorong kita sebagai manusia untuk mengakui bahwa kita adalah makhluk yang lemah dan membutuhkan pertolongan Tuhan dalam segala hal.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Firman Tuhan menegaskan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya (Ibrani pasal 13 ayat 5b). Ia mengendalikan segala sesuatu dalam segala hal—masa lalu, masa kini, dan masa mendatang—dan tidak ada sesuatu pun yang terjadi di luar kuasa Allah. Segala sesuatu yang terjadi, semua ada dalam kedaulatan-Nya atau karena Ia mengizinkan hal tersebut. Namun, “mengizinkan sesuatu terjadi” dan “menyebabkan sesuatu terjadi” adalah dua hal yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Kendati virus Corona berskala global, namun ini tidak berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita mungkin bukan ilmuwan yang mampu mengembangkan vaksin atau anti virus, pun kita tidak punya cukup sumber daya untuk menolong mereka yang terdampak secara langsung, tapi kita memiliki akses untuk datang kepada Allah dan menaikkan doa-doa kita kepada-Nya. Firman-Nya mengatakan, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus pasal 5 ayat 16). </p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Doakanlah agar para korban yang terdampak secara langsung memperoleh anugerah Allah dan kesembuhan; mereka yang dikarantina dapat tetap tenang dan mendapatkan suplai bahan makanan; paramedis dapat mengobati korban dengan efektif dan tubuh mereka dapat kebal dari paparan virus; para peneliti agar mampu menciptakan vaksin yang berguna bagi pengobatan dan pencegahan di masa depan; para pemangku kebijakan agar mereka segera membuat peraturan yang menjamin keamanan setiap warga dari ancaman virus.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Seraya berdoa, kita juga bisa menahan diri untuk <em>tidak </em>menyebarluaskan informasi-informasi terkait virus Corona yang belum bisa diklarifikasi kebenarannya. Meski mungkin maksud kita baik—untuk menginformasikan orang terkasih—namun bisa saja yang terjadi malah kepanikan. Inilah salah satu tindakan sederhana kita yang dapat kita lakukan untuk menolong membuat keadaan lebih baik. Dan, janganlah lupa pula untuk menerapkan pola hidup sehat, sebagaimana dikatakan oleh Menteri Kesehatan RI. Tubuh dan pola hidup yang sehat dapat menolong kita meminimalisir potensi terinfeksi virus Corona. </p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify"><em>Pemerintah RI melalui Kementrian Kesehatan menyediakan</em> <em>layanan informasi</em> terkait virus Corona di nomor <strong>021-5210411</strong> dan <strong>081212123119</strong> Silakan menghubungi nomor ini jika Anda membutuhkannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/dalam-ancaman-coronavirus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Langkah Mudah Menggali Alkitab</title>
		<link>https://drijie1.kokris.com/7-langkah-mudah-menggali-alkitab/</link>
					<comments>https://drijie1.kokris.com/7-langkah-mudah-menggali-alkitab/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoga Adi Candra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2020 13:43:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[andabisa]]></category>
		<category><![CDATA[tips alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[tips kristen]]></category>
		<category><![CDATA[yogaadicandra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://drijie1.kokris.com/?p=1050</guid>

					<description><![CDATA[1. Adakah janji Tuhan di dalam firman yang saya baca? Jika ada, apa saja janji-janji itu? Apa&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="lirik-embed-responsive lirik-embed-responsive-16by9 lirik-video-responsive"><iframe loading="lazy" title="7 Langkah Mudah Menggali Alkitab" width="1140" height="641" src="https://www.youtube.com/embed/M3s_3HqI9aw?start=23&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption>Ayo bersama-sama menggali dan merenungkan Alkitab. &#8211; Yoga Adi Candra</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1<em>. Adakah janji Tuhan di dalam firman yang saya baca?</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Jika ada, apa saja janji-janji itu? Apa persyaratannya? Apa bagian Tuhan dan apa bagian saya di dalam janji itu? Apakah saya sudah mengklaim janji itu dalam hidup saya?</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Mencatat dan mempercayai janji-janji Tuhan sangat membantu menumbuhkan keyakinan kita kepada Tuhan. Saat kita melihat janji itu digenapi dalam kehidupan kita, itu akan menjadi pengalaman pribadi yang membuat kita semakin <strong><em>confident</em></strong> akan kasih Tuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2<em>. Apa saja perintah yang perlu saya taati?</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Adakah hal yang <strong><em>Tuhan ingin saya lakukan</em></strong>? Apakah saya sudah melakukannya dan menaatinya dengan <strong><em>konsisten</em></strong>? Jika belum, bagaimana saya dapat memulainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3<em>.
Adakah dosa yang harus saya hindari?</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Apa dosa yang Tuhan untuk saya tinggalkan di dalam firman ini? Kapan dan bagaimana saya berdosa dalam hal ini? Kepada siapa saya harus mengakuinya? Bagaimana saya dapat menghindari dosa ini?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>4.<em>&nbsp;Adakah
contohan yang perlu saya ikuti atau hindari?</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Alkitab berisi kisah orang-orang yang hidupnya terlibat dengan Tuhan. Banyak contohan-contohan yang menginspirasi untuk kita tiru. Siapa pahlawan Alkitab Anda? Belajarlah dari hidupnya!</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Ada kisah-kisah jujur tentang bagaimana orang-orang hebat jatuh ke dalam dosa. Ada juga kisah-kisah tentang orang-orang yang memberontak terhadap Tuhan. Kita dapat belajar dari contoh-contoh ini dan merenungkan <strong><em>bagaimana seharusnya respon kita</em></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>5.<em> Adakah pengajaran tentang Allah, Yesus, Roh Kudus , atau topik-topik lain dalam Alkitab yang perlu saya percayai?</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Di dalam Alkitab, kita akan mempelajari kepribadian, karakteristik, dan cara kerja Tuhan. Ada kalanya kita akan terkejut melihat betapa beberapa hal berbeda dengan apa yang selama ini kita percayai. Sangat penting bagi kita untuk menyerap kebenaran Tuhan tentang topik apa pun yang Tuhan nyatakan di dalam firman.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>6<em>.
Adakah kesulitan yang perlu kita pelajari lebih lanjut?</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Banyak bagian di dalam Alkitab yang akan menantang pemikiran kita. Ada kalanya pikiran kita tidak mampu memahami sepenuhnya maksud Tuhan. Mungkin ada bagian-bagian yang sulit, bahkan membuat kita ragu.</p>



<p class="wp-block-paragraph" style="text-align:justify">Jangan biarkan kesulitan-kesulitan itu menghentikan kita. Tertantanglah untuk berpikir, menyelidiki, membaca, dan bertanya. Tuhan kita dapat dipercaya dan firman-Nya selalu benar. Namun, kita perlu <strong><em>bersabar dan bertekun </em></strong>saat menghadapi kesulitan. Mungkin pertanyaan kita takkan terjawab saat itu juga. Percayalah, saat kita meminta hikmat, Dia pasti akan memberikannya pada waktu yang terbaik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>7.<em> Adakah hal yang perlu saya doakan di dalam firman tersebut?</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat teduh memberikan kita banyak fokus rohani untuk didoakan. Doakan dan bersyukurlah atas janji-janji Tuhan. Kita juga perlu berdoa agar kita dapat senantiasa mengaku dosa dan berserah sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Firman yang kita pelajari harus membuat kehidupan doa kita semakin penuh kuasa dan relevan dengan hidup kita.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://drijie1.kokris.com/7-langkah-mudah-menggali-alkitab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
