Cara Menyampaikan Khotbah Dengan Baik (Part 3 End)

  • Whatsapp
  1. Cara Menyampaikan Khotbah

Secara umum, ada tiga cara di dalam menyampaikan sebuah khotbah yakni:

  • Membaca naskah yang sudah tertulis secara lengkap. Metode ini mengharuskan seorang pengkhotbah  untuk mempersiapkan khotbahnya dengan baik. Namun metode ini bisa tidak efektif  apabila tidak adanya kontak antara pengkhotbah dengan pendengar.
  • Menggunakan garis besar,  dengan maksud pengkhotbah tidak melupakan pokok pikiran/ khotbah yang akan disampaikan tetapi juga agar jangan hilang kontak dengan pendengar. Akan tetapi metode bisa menjadi tidak efektif apabila kurang persiapan karena akan kehilangan kata-kata, apa lagi kalau pengkhotbah gugup dan takut.
  • Metode tanpa menggunakan catatan/improvisasi. Metode ini sangat baik karena langsung kontak dengan pendengar dan tidak terganggu dengan teks khotbah. Namun kekurangannya apabila kurang persiapan akan terjadi berbagai pengulangan kata-kata atau maksud sehingga membosankan pendengar.

Metode mana pun yang dipakai sangat tergantung kepada persiapan pengkhotbah. Dalam hubungan dengan penyampaian khotbah baik metode 1, 2 maupun 3, seorang pengkhotbah harus memperhatikan hal-hal berikut:

  • Berbicaralah dengan menggunakan induk kalimat yang baik dan benar.
  • Milikilah skema yang jelas dalam pikiran (memiliki tujuan yang jelas) sehingga tidak melompat kesana kemari ketika berkhotbah.
  • Suara harus disesuaikan dengan ruangan atau jumlah pendengar (usahakan supaya didengar oleh seluruh pendengar tapi jangan berteriak).
  • Dalam menyampaikan khotbah, jangan putus kontak dengan pendengar (jangan hanya menunduk atau mengangkat muka ke atas terus).
  • Tariklah perhatian pendengar  dengan pengantar khotbah yang mengesankan terutama penampilan pengkhotbah yang meyakinkan (tidak acak-acak dan semrawut dan hilangkan kesan bahwa kita kurang siap).
  • Janganlah membuat pendengar bosan karena terlalu lama berkhotbah atau mengecewakan pendengar karena terlalu singkat berkhotbah. Secara ideal, sesuai dengan susunan dan bentuk khotbah, maka untuk kebaktian umum/minggu/hari raya berkisar antara 15-30 menit. Sedangkan untuk ibadat rumah tangga atau syukur, antara 5- 15 menit.
  • Yang paling penting adalah, jadikanlah diri kita sebagai khotbah yang hidup dan yang paling tepat untuk dibaca dan dipelajari oleh jemaat atau pendengar. Sebab sebagus dan semenarik apapun khotbah yang kita sampaikan tetapi jika kita tidak hidup sesuai dengan apa yang kita sampaikan, maka khotbah kita akan mubazir.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

24 comments

    1. Terima kasih , sebagai penuntun dalam penyampian firman kpd. Jemaat. Tuhan semakin memberkati. Amin.

  1. Menurut saya kerangka/persiapan diatas baik, tapi Khotbah/Renungan Firman Tuhan tanpa urapan Rohkudus, ibarat makanan tanpa garam.

    1. urapan itu adalah bagian Tuhan. pada dasarnya setiap Hamba Tuhan dan pelayan2 Tuhan telah diurapi. seringkali yg bermasalah adalah orang2 yg menaru standar terhadap para hamba/pelayan Tuhan yg terlalu berlebihan.