Berpihak Kepada Tuhan

  • Whatsapp

Ayat Bacaan:  Keluaran 32:1-35

“maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: ‘Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!’ Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.”  Keluaran 32:26

Read More

Ketika Musa berada di atas Gunung Sinai untuk menerima hukum Tuhan, orang-orang Israel tidak sabar menunggu.  Mereka berpikir Musa mengulur-ulur waktu untuk turun.

     Orang-orang Israel mendesak Harun untuk membuatkan bagi mereka patung untuk disembah sebagai pengganti Tuhan yang hidup.  Mereka bersepakat melepaskan semua perhiasan emas mereka dan meleburnya menjadi sebuah patung anak lembu emas untuk disembah.  Hal ini menimbulkan murka Tuhan sehingga Ia menyebut mereka bangsa yang tegar tengkuk (ayat 9).  Ketika Musa turun dari gunung Sinai sambil membawa kedua loh batu yang berisi hukum Tuhan yang ditulis oleh Tuhan sendiri, ia melihat orang-orang Israel menari-nari sambil menyembah patung anak lembu emas buatan tangan manusia.  Mereka begitu mudahnya melupakan Tuhan yang hidup dan berpaling kepada berhala.  Dengan kemarahan besar Musa pun menghancurkan patung anak lembu emas itu di hadapan orang Israel.  Pada kesempatan itu pula berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan menantang bangsa Israel untuk membuat pilihan hidup!  “Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!”  Dari ke-12 suku yang ada di Israel hanya ada satu suku yang memihak kepada Tuhan yaitu dari kaum Lewi.  “…berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.”  Karena suku Lewi memilih untuk taat kepada Tuhan dan tidak mengikuti arus mereka pun mendapatkan kasih setia Tuhan.  Suku Lewi ini pun menjadi  ‘istimewa’  dan dikhususkan oleh Tuhan yaitu menjadi imam bagi Tuhan, padahal Lewi bukanlah anak pertama dari keturunan Israel  (Yakub).

     Memihak Tuhan berarti tetap berada on the right track, hidup di jalur-Nya Tuhan, hidup benar dan tidak terbawa arus.  Biasanya orang akan memilih suara mayoritas daripada minoritas, atau memilih untuk berkompromi dengan dosa karena takut dimusuhi, dikucilkan atau dicap sok rohani.

Karena memilih untuk hidup takut akan Tuhan suku lewi mendapatkan kasih setia-Nya.  “Demikianlah harus engkau mentahirkan mereka dari tengah-tengah orang Israel, supaya orang Lewi itu menjadi kepunyaan-Ku.”  Bilangan 8:14

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *