Iman Melangkah Ke Depan

  • Whatsapp

AYAT UTAMA:
Ibrani 11:8 (TB 2): Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke tempat yang akan diterimanya menjadi milik pusaka. Ia berangkat tanpa mengetahui ke mana ia pergi.

Shalom saudara, hari ini kita berdiri di ambang pintu waktu yang baru. Kita telah menutup lembaran tahun yang lalu, dengan segala kenangan, pelajaran, dan mungkin juga penyesalan di dalamnya. Udara awal tahun selalu dipenuhi dengan harapan, tetapi juga dibayangi oleh ketidakpastian. Kita merencanakan target, membuat resolusi, namun jauh di dalam hati, kita tahu bahwa sebagian besar perjalanan di depan mata adalah sebuah misteri yang belum terungkap.

Read More

Dalam menghadapi lanskap waktu yang masih gelap ini, Alkitab memberikan kita satu kompas dan satu kekuatan utama: Iman. Iman bukanlah harapan yang pasif atau optimisme buta. Iman adalah kepercayaan yang berakar pada karakter Allah yang setia, yang mendorong kita untuk mengambil langkah nyata, persis seperti yang dilakukan oleh Bapa kita Abraham. Ketika Abraham dipanggil, ia tidak memiliki peta; ia hanya memiliki janji dan panggilan Tuhan. Tahun 2026/Tahun ini adalah panggilan kita untuk mengaktifkan iman Abraham tersebut. Kita dipanggil untuk Melangkah Ke Depan, meskipun kita belum tahu pasti ke mana jalan itu akan membawa kita.

1. Iman Menerima Panggilan Tanpa Peta (Ref: Mazmur 119:105 (TB 2): Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.)
Kisah Abraham dalam Ibrani 11:8 menegaskan bahwa iman adalah ketaatan yang dipicu oleh panggilan, bukan oleh kejelasan. Abraham tidak diberi peta terperinci, ia hanya diberi arahan untuk ‘berangkat.’ Hal ini sangat relevan bagi kita di awal tahun. Seringkali, kita ingin melihat lima tahun ke depan, kita ingin kepastian finansial, kesehatan, dan karier sebelum kita berani berkomitmen sepenuhnya. Tetapi iman tidak bekerja dengan cara itu.

Tuhan sering kali hanya memberikan kita terang untuk langkah kaki saat ini saja (pelita), bukan terang untuk seluruh jalan. Tantangan terbesar di awal tahun ini adalah melepaskan kebutuhan kita untuk mengontrol masa depan. Iman sejati mengakui bahwa meskipun kita tidak tahu apa yang ada di depan, kita tahu Siapa yang memegang masa depan itu. Tugas kita adalah mempercayai peta ilahi yang diletakkan dalam janji-Nya, dan bersedia meninggalkan zona nyaman – zona yang mungkin sudah tidak lagi dikehendaki Tuhan – menuju tempat yang sudah Dia persiapkan.

2. Iman Menuntut Keberanian Melangkah Aktif (Ref: Yakobus 2:17 (TB 2): Demikian pula halnya dengan iman: jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati.)
Iman Abraham bukan sekadar keyakinan dalam hati; itu adalah ketaatan yang diwujudkan melalui tindakan. Ia ‘berangkat’ (action). Banyak orang Kristen memiliki keyakinan mental tentang janji-janji Allah, tetapi gagal mewujudkannya karena mereka enggan mengambil risiko atau ‘melangkah keluar’ dari Haran mereka. Tahun baru menuntut kita untuk mengubah iman yang pasif menjadi iman yang proaktif. Jika kita percaya Tuhan akan membuka pintu, kita harus berani mengetuknya. Jika kita percaya Tuhan akan memberikan kebijaksanaan, kita harus berani mengambil keputusan yang benar.

Keberanian untuk melangkah adalah bukti nyata iman kita. Ini berarti mengambil langkah kecil setiap hari, baik itu dalam hal disiplin rohani, memulai pelayanan baru, atau menghadapi masalah relasional yang telah kita tunda. Iman adalah mesin yang menggerakkan kita maju, tetapi gasnya adalah ketaatan kita. Jangan biarkan ketakutan akan kegagalan tahun lalu menahan langkah Anda di tahun ini. Tahun ini, biarkan iman mendorong Anda untuk bertindak sesuai dengan panggilan dan nilai-nilai Kristus.

3. Iman Berfokus pada Pemberi Janji (Ref: Ibrani 12:2 (TB 2): Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.)
Perjalanan iman di tahun baru pasti akan menghadapi rintangan: krisis, kekecewaan, dan godaan untuk kembali melihat ke belakang (seperti istri Lot). Jika kita hanya berfokus pada kesulitan di sekitar kita—pada berita buruk, pada tantangan ekonomi, atau pada besarnya kegagalan masa lalu—iman kita akan goyah dan kita akan tenggelam (seperti Petrus saat ia mengalihkan pandangannya dari Yesus).

Iman yang matang adalah kemampuan untuk menjaga pandangan tetap tertuju pada Yesus Kristus. Dialah Pemimpin dan Penyempurna iman kita. Di awal tahun ini, kita tidak hanya membutuhkan iman *dalam* janji, tetapi iman *kepada* Pribadi yang menjanjikan. Dia adalah Alfa dan Omega, yang telah memulai pekerjaan baik dalam hidup kita dan akan menyelesaikannya. Ketika kita menjaga pandangan kita tetap pada kesetiaan-Nya yang tak terbatas, rintangan terbesar pun akan tampak kecil di bawah kuasa-Nya yang maha besar.

Saudara-saudara, tahun ini bukan sekadar pergantian kalender; ini adalah babak baru dalam perjalanan iman Anda. Seperti Abraham yang meninggalkan Haran menuju negeri yang tidak ia ketahui, kita dipanggil untuk meninggalkan apa yang telah berlalu dan berani melangkah ke dalam janji ilahi. Apakah Anda bersedia melepaskan peta lama dan menerima kompas Firman Tuhan? Apakah Anda siap mengubah keyakinan pasif menjadi ketaatan yang aktif? Jangan biarkan keraguan merampas tahun Anda. Saat ini, ambillah keputusan untuk berjalan dalam iman yang aktif, fokus, dan taat.

Iman adalah mata rohani yang melihat masa depan yang telah disediakan Allah, dan kaki rohani yang berani melangkah hari ini. Mari kita jadikan tahun ini sebagai tahun di mana kita tidak hanya mengucapkan kata ‘iman’, tetapi sungguh-sungguh menghidupinya melalui langkah-langkah yang berani.

DOA PENUTUP:
Tuhan Yesus, terima kasih atas anugerah memasuki tahun yang baru ini. Kami mengakui bahwa seringkali hati kami dipenuhi oleh ketakutan dan keinginan untuk mengontrol segalanya. Hari ini, kami memperbarui komitmen iman kami kepada-Mu. Berikanlah kami keberanian seperti Abraham, agar kami berani melangkah meskipun kami tidak melihat keseluruhan jalan. Kuatkan pandangan kami, ya Roh Kudus, agar kami tetap tertuju kepada Yesus, Penyempurna iman kami. Berkati setiap langkah yang kami ambil di tahun ini, agar semuanya memuliakan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Related posts